Rahmawati Dipaksa Membuka Jilbab

INI terjadi di ruang antre imigrasi Bandara Honolulu, Hawaii, sesaat setelah China Airlines CI 18 yang membawa kami dari Taipei, Taiwan via Tokyo, Jepang mendarat mulus, Jumat pekan lalu. Continue reading “Rahmawati Dipaksa Membuka Jilbab”

Inggris Sering Langgar Batas Iran, Tapi Tak Pernah Mintaa Maaf

Jakarta, 31 Maret 2007

Ketegangan memuncak antara Iran dan Inggris dipicu oleh penangkapan 15 marinir Inggris yang melanggar batas wilayah Iran tanggal 23 Maret lalu. Menurut kantor berita Iran, IRNA, bukan baru kali ini Inggris melanggar batas wilayah Iran. IRNA mencatat sejumlah pelanggaran batas wilayah Iran yang dilakukan Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Continue reading “Inggris Sering Langgar Batas Iran, Tapi Tak Pernah Mintaa Maaf”

Meet Behrooz Kamalvandi, Iranian Ambassador for Indonesia

meet behrooz kamalvandi

Untuk urusan nasionalisme tak ada salahnya bila Indonesia belajar dari Republik Islam Iran. Di Iran, bahkan oposisi mendukung langkah pemerintah manakala menghadapi tekanan pihak asing yang ingin mencaplok negeri itu.

Continue reading “Meet Behrooz Kamalvandi, Iranian Ambassador for Indonesia”

Telur Di Keranjang Saudara Tua

BAGI Indonesia, Turki ibarat saudara tua. Hubungan kedua negara telah dimulai ratusan tahun lalu, saat keduanya masih “di alam rahim”. Di akhir abad ke-13 ulama Islam dari Ottoman telah mengembara hingga ke pulau-pulau di nusantara, mengembangkan agama Islam dari satu dusun ke dusun lain, dari satu kerajaan ke kerajaan lain.

Continue reading “Telur Di Keranjang Saudara Tua”

Diganjal Dosa Warisan

TAHUN 2003, di sela-sela mengamati rencana Amerika Serikat dan sekutunya menghancurkan Irak, saya sempat mengunjungi Turki. Dari Damaskus, ibukota Suriah, saya menempuh perjalanan darat.

Continue reading “Diganjal Dosa Warisan”

Perjalanan Terakhir Mustafa

MUSTAFA Kemal Ataturk sering keluar diam-diam dari Istana Dolmabhache.

Tiba-tiba dia sudah berada di tepi Selat Bosporus, bernyanyi dan menari bersama nelayan.

Atau di suatu malam, dia duduk di pinggir jalan, bercerita kepada sekelompok taruna tentang kehidupan dunia tentara. Ceritanya terhenti setelah pasukan pengawal datang menjemputnya.

Continue reading “Perjalanan Terakhir Mustafa”

Hikayat Kota yang Menyimpan Tongkat Musa

Muhammad Al Fatih

ISTANBUL, yang sebelumnya bernama Byzantium lalu Constantinople, dibangun sekitar 658 sebelum Masehi oleh bangsa Megarians, salah satu koloni Yunani. Kota ini persis berada di tepi Tanduk Emas (Golden Horn) dan berbatasan langsung dengan selat Bosporus yang memisahkannya dari benua Asia di timur.

Continue reading “Hikayat Kota yang Menyimpan Tongkat Musa”

Attila Punya Dua Cinta

atila

DUA minggu lalu saya mengunjungi Turki yang tengah berjuang menjadi anggota penuh Uni Eropa. Berikut ini adalah bagian pertama dari rangkaian tulisan mengenai Turki dan hubungan baik Indonesia dengan negeri Mustafa Kemal Attaturk itu. Continue reading “Attila Punya Dua Cinta”

Columbus, Cheng Ho, dan Klaim Atas Amerika

1421

KATA sejarah, Amerika ditemukan Christopher Columbus, seorang pelaut yang lahir di Genoa, Italia, dari keluarga tukang kayu dan perajin wol. Tanggal 3 Agustus 1492, di usia ke-41, Columbus memimpin rombongan besar yang terdiri dari tiga kapal, Nina, Pinta dan Santa Maria. Continue reading “Columbus, Cheng Ho, dan Klaim Atas Amerika”

Nazi (Tidak) Mudah Dikebiri

britain-royals-prince-harry

SEMINAR Freedom of Press and Freedom of Information yang digelar Friedrich Naumann Stiftung di Gummersbach, Jerman, memang terbilang unik. Continue reading “Nazi (Tidak) Mudah Dikebiri”

Ketika Adolf Hitler Semakin Lusuh

Der untergang

SETELAH Hitler bunuh diri, bunker tempat persembunyiannya di selatan Brandenburg Gate, Berlin, tak pernah disentuh. Pemerintah khawatir bunker itu akan dijadikan situs suci bagi para pendukung Hitler dan Nazisme.

Kini pemerintah Jerman sedang membangun gedung baru di wilayah itu. Dan baru-baru ini pekerja konstruksi menemukan sesuatu yang diduga sebagai atap bunker Hitler. Continue reading “Ketika Adolf Hitler Semakin Lusuh”

Setali Yahudi Dan Nazi

8 MEI lalu penulis menghadiri peringatan 60 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua di Eropa. Continue reading “Setali Yahudi Dan Nazi”

Anne Frank

jerman mei 2005 (275)

4 AGUSTUS 1944, sekitar pukul 10.30 pagi, sebuah mobil berisi serdadu Schutzstaffeln (SS) Nazi Jerman dan polisi rahasia Belanda berhenti di depan sebuah gedung di Jalan Prinsengracht, Amsterdam. Mereka naik ke tingkat empat, menuju Ruang Rahasia (Annex Secret) di bagian belakang. Continue reading “Anne Frank”

Raja Telanjang

stern-gravierende-sicherheitsluecken-beim-online-banking

PADA bagian pengantar edisi kemarin, penulis telah menyinggung sedikit tentang konsep Illiberal Democracy yang dipresentasikan delegasi Asia Tenggara dalam seminar di Gummersbach, Jerman. Demokrasi yang alergi terhadap kebebasan itu menjamin freedom of speech. Tetapi tidak menjamin freedom after speech. Banyak jurnalis yang dijerat dengan pasal kriminal setelah menuliskan berita. Continue reading “Raja Telanjang”

Freedom After Speech, Pro-Yahudi, Dan Neo-Nazi

jerman mei 2005 (35)

ANTARA tanggal 1 hingga 13 Mei lalu, penulis diundang menghadiri Seminar Kemerdekaan Pers dan Kemerdekaan (Memperoleh) Informasi di Gummersbach, Jerman. Acara yang digelar oleh Friedrich Naumann Stiftung (FNS), sebuah lembaga non-pemerintah yang mengusung nilai-nilai liberal-humanisme dan memiliki kantor di banyak negara itu, terbilang unik.

Continue reading “Freedom After Speech, Pro-Yahudi, Dan Neo-Nazi”

Islam Karimov dan Islamic Movement of Uzbekistan

Rakyat Merdeka, 23 dan 24 Mei 2005

JUMAT dua pekan lalu, tak kurang dari seribu orang berdemonstrasi di Andijan, kota di Lembah Ferghana, Uzbekistan. Pasukan pemerintah menghujani demonstran dengan tembakan membabi buta. Menurut pemerintah 169 orang tewas. Menurut rakyat yang menguburkan mayat-mayat itu, korban tewas mencapai 746 orang. Ferghana salah satu pusat kejayaan Islam di masa lalu, kembali bergolak. Continue reading “Islam Karimov dan Islamic Movement of Uzbekistan”

Operasi Fajar Merah

Pasukan koalisi dengan leluasa menerobos pertahanan Saddam Hussein tanggal 9 April lalu. Tak satupun tentara Irak menyongsong kehadiran mereka. Tak ada perang kota. Pasukan Irak yang sebelumnya disebut-sebut gagah berani bagaikan hilang ditelan bumi. Dalam hitungan menit setelahnya, ratusan warga Irak menumbangkan patung Saddam setinggi 12 meter di Taman Firdaus. Kekuasaan Saddam runtuh sudah.

Continue reading “Operasi Fajar Merah”

Membelah Laut

DI Korea Utara, ada bendungan sepanjang delapan kilometer. Letaknya di Kota Nampo, sekitar dua setengah jam dari Pyongyang ke arah barat laut. Yang membuat saya geleng-geleng kepala, bendungan itu membelah laut, di muara Sungai Taedong, dan menghubungkan Kota Nampo dengan Provinsi Han Selatan. Continue reading “Membelah Laut”

Propaganda

RAKYAT Korea Utara siap menghadapi serangan Amerika Serikat. Kapanpun. Sebulan sebelum saya tiba di Pyongyang, pemerintah Korea menggelar latihan serangan udara. Bila sirine tanda bahaya meranung-raung di seluruh penjuru kota Pyongyang, semua warga berlarian menyelamatkan diri, menuju bunker-bunker perlindungan. Tak ada informasi yang menyebutkan berapa jumlah bunker di Pyongyang. Tapi kata teman saya, Pyongyang punya banyak bunker. Cukup banyak untuk menampung semua penduduk Pyongyang dan kota-kota lain di sekitar Pyongyang. Continue reading “Propaganda”

Bangkai Amerika

TEMAN Korea yang menemani selama kunjungan ke Pyongyang, mengajak saya mengunjungi Museum Pembebasan Tanah Air. Museum itu secara khusus menampilkan peninggalan-peninggalan selama Perang Korea selama 1950 sampai 1953, dan masa-masa setelah itu. Continue reading “Bangkai Amerika”

Perang Korea

TAHUN 1932, pemimpin spritual dan inspirator perjuangan rakyat Korea menghadapi kaum penjajah, Kim Il Sung meresmikan berdirinya Tentara Rakyat Korea atau Korean People’s Army (KPA). Sejak hari itu, perjuangan rakyat Korea mengusir Jepang yang sudah puluhan tahun menjajah mereka, semakin terorganisir dengan rapi dan baik.

Continue reading “Perang Korea”

Korean People’s Army

SELAMA berada di Pyongyang, setiap hari saya berpapasan dengan tentara Korut. Mereka ada di mana-mana, berjalan berbaris berkelompok, atau berkumpul. Di lokasi pameran bunga Kim Il Sung, ribuan tentara Korut hadir. Mereka mengunjungi satu persatu stand pameran. Beberapa dari mereka mengenakan seragam kebanggaan, dengan deretan bintang jasa memenuhi dada kiri dan kanan.

Continue reading “Korean People’s Army”

The Axis of Evil: Korea Utara?

BULAN Oktober tahun lalu, dengan entengnya, Presiden Amerika George W Bush menuding Irak, Iran dan Korea Utara sebagai axis of evil alias poros setan. Katanya lagi, poros ini mesti dihabisi.

Continue reading “The Axis of Evil: Korea Utara?”

Kim Il Sung Square

Kim Il Sung Square, Pyongyang, Democratic People's Republic of Korea (DPRK), North Korea, Asia

1686bff2de73292c9939e214271972a6

SAYA tiba di Pyongyang, ibukota Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara tanggal 15 April lalu. Saat itu, rakyat Korut tengah memperingati ulang tahun ke-91 pemimpin spritual dan inspirator perjuangan mereka, Kim Il Sung. Continue reading “Kim Il Sung Square”

Di Tepi Sungai Efrat

0225
Abu Kamal atau Al Bukamal sebuah kota kecil di timur Suriah. Letaknya di sisi kanan Sungai Efrat yang mengalir dari Turki di utara sana. Kalau Anda melihat peta Suriah, Abu Kamal persis berada di garis perbatasan negara itu dengan Irak.

Continue reading “Di Tepi Sungai Efrat”

Menabur Angin, Menuai Badai

main_900

DALAM Perjanjian Peshawar di bulan April 1992, menyusul kehancuran pemerintahan Najibullah, kelompok mujahidin Afganistan sepakat mendirikan Negara Islam Afganistan dan membagi kekuasaan di antara mereka.

Pemimpin Masyarakat Islam atau Jamiati Islami, Burhanuddin Rabbani, diberi mandat sebagai presiden transisional. Dia juga dipercaya memimpin semacam dewan presidium yang terdiri dari pentolan-pentolan kelompok mujahidin. Continue reading “Menabur Angin, Menuai Badai”

Dostum yang Licin

PIMPINAN Aliansi Utara Abdurrashid Dostum tiba-tiba menjadi pahlawan baru bagi rakyat Afghanistan. Padahal dulu laki-laki Uzbek ini kaki tangan rejim komunis Uni Soviet. Seorang veteran Tentara Merah menceritakan sepak terjang Dostum yang oportunis ini kepada saya.

Continue reading “Dostum yang Licin”

Perang yang Tidak Sederhana

PERANG di Afghanistan sangat tidak sederhana. Konflik ini tidak dimulai ketika Amerika menjatuhkan ribuan bom dari pesawat B-52 dan melepaskan ribuan rudal dari USS Theodore Roosevelt di Laut Arab yang menghancurkan kota-kota penting Afghanistan, Kabul, Kandahar, Jalalabad, Mazar I Sharif dan Herat. Continue reading “Perang yang Tidak Sederhana”

Linglung di Tengah “Kemerdekaan”

KABUL bagai kota tidak bertuan. Tidak jelas siapa yang berkuasa dan memerintah di ibu kota Afghanistan itu. Tidak jelas hukum apa yang dipegang masyarakat. Sekilas mirip hukum rimba. Siapa yang kuat, menang. Sementara yang lemah harus menyingkir atau mati berkalang tanah. Continue reading “Linglung di Tengah “Kemerdekaan””

Uzbekistan Masih Maju Mundur

BANYAK kalangan mengira setelah aliansi Utara menguasai Mazar I Sharif di utara Afghanistan, pemerintah Uzbekistan akan segera membuka jembatan di atas sungai Amu Darya yang menghubungkan Uzbekistan dan Afghanistan. Dugaan ini salah. Sampai kemarin (12/11) Presiden Uzbekistan Islam Karimov belum menunjukkan tanda-tanda akan segera membuka jembatan itu. Continue reading “Uzbekistan Masih Maju Mundur”