It is an honour for us to gather in this beautiful and historically significant place, the Bogor Botanical Gardens. Today, we not only enjoy the natural beauty but also celebrate an important milestone in the journey of world diplomacy that occurred in April, six decades ago.
Langkah Kementerian Luar Negeri RI membuka peluang kerja sama ASEAN dengan Korea Utara merupakan momentum penting bagi kawasan.
Menurut Direktur Geopolitik GREAT Institute sekaligus Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), Dr. Teguh Santosa, pendekatan ASEAN terhadap Pyongyang perlu dilakukan sebagai salah satu upaya membangun stabilitas dan keseimbangan geopolitik di Asia Timur.
Buku berjudul “Reunifikasi Korea: Game Theory” yang ditulis wartawan senior Teguh Santosa mendapat pujian dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria. Wamen Komdigi menyebutnya sebagai karya yang berhasil memadukan tradisi akademik dan jurnalistik.
PRESIDEN Sukarno mengundang Presiden Kim Il Sung ke Indonesia ketika ia berkunjung ke Pyongyang bulan November 1964. Momen yang diambil adalah Peringatan 10 Tahun Konferensi Asia Afrika. Jadwal semula, Presiden Kim Il Sung akan datang pada 7 April 1965, tetapi ternyata mundur menjadi 10 April 1965.
Selamat pagi teman2 semua. Maaf, yang hendak saya sampaikan ini barangkali tidak penting bagi kebanyakan orang. Tapi menurut saya, ini penting dan dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan demokrasi di negara ini.
Perdamaian adalah masa di antara dua perang yang bisa panjang atau pendek tergantung pada kekuatan pihak-pihak yang bertikai. Bila kekuatan pihak-pihak yang bertikai relatif sama atau seimbang, maka masa perdamaian dapat diharapkan berlangsung relatif panjang.
Perhimpunan Persahabatan Indonesia dan Korea Utara (PPIK) menyambut baik kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara, Pak Sang Gil, ke Indonesia dan tiga negara ASEAN lainnya.
INI Gangneung, kota di pesisir timur Provinsi Gangwon, Korea Selatan. Motonya: Pine City (Kota Pinus). Tidak sedikit ulasan yang menyebut Gangneung seluas 1.000 kilometer per segi dengan 211 ribu penduduk ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati sisi tradisi dan alami berbalut modernitas ala Korea.
Ia diapit Pegunungan Taebaek yang memanjang dari utara ke selatan di sisi timur Semenanjung Korea dan pantai-pantai Laut Timur yang indah. Areal pertanian dan perkebunan terhampar rapi seperti juga bangunan-bangunan tinggi di pusat kota.
Selain Pantai Jeongdongjin yang ideal untuk menyaksikan matahari terbit, objek wisata alami lain di Gangneung adalah Danau Gyeongpo yang bersisian dengan Laut Timur. Keduanya hanya dipisahkan taman hijau dan pantai berpasir putih.
Hampir dalam setiap kunjungan ke Korea Utara, saya mendatangi tempat ini: Mansudae Grand Monument.
Seperti namanya monumen ini berdiri di puncak bukit Mansu, Pyongyang.
Tahun 1972 untuk memperingati HUT ke-60 Kim Il Sung, patung perunggu setinggi 22 meter yang menggambarkan Kim Il Sung mengarahkan pandangan dan tangannya ke pusat Pyonyang didirikan atas perintah Kim Jong Il di bukit ini.
Ryugyong Hotel di pusat kota Pyongyang. Bangunan berlantai 105 dengan bentuk unik ini mulai dibangun tahun 1987. Pembangunannya dihentikan tahun 1992, setelah kehancuran Uni Soviet yang berdampak pada perekonomian Korea Utara.
Tahun 2003, ketika pertama kali mengunjungi Pyongyang, bangunan Hoyel Ryugyong belum seperti pada foto ini. Struktur bangunan telah berdiri, namun masih jauh dari selesai. Pembangunan dilanjutkan tahun 2008 oleh perusahaan konstruksi Mesir. Kaca kehijauan dan bagian eksterior mulai dipasang.
Karena Intansari Fitri mengizinkan, jadilah saya punya banyak cerita tentang Korea Utara.
Bulan April 21 tahun lalu. Saya belum lama kembali dari liputan di Suriah dan Turki menjelang kejatuhan Saddam Hussein di Irak. Dan sedang mempersiapkan pernikahan dengan Intan.
Lokasi pernikahan kami telah ditentukan, di Wisma Antara. Undangan telah dicetak, dan siap didistribusikan.
Peluncuran dua buku, “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” karya CEO RMOL Network, Teguh Santosa, di Jaya Suprana School of Performing Arts di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta, pada Minggu (30/7) terasa tidak biasa.
Rapat Panitia Festival Internasional untuk Menghormati Orang-orang Besar Gunung Paektu (OCIFPGPP) kemarin memilih sejumlah ketua baru dan sekretaris baru. Rapat dihadiri oleh sekitar 40 peserta dari berbagai negara, dipimpin ketua bersama Peter Woods dari Australia dan Damian Ogbonna dari Nigeria.
Sekjen OCIFPGPP Pak Kyong Il dari Korea Utara juga hadir secara virtual dari Pyongyang.
Duta Besar Republik Rakyat Demokratik Korea An Kwang Il menghadiri buka puasa bersama yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (22/4).
Saya baru mendapatkan foto2 dari kegiatan “Hari Matahari” itu tadi malam dari Kedubes Korea Utara di Jakarta.
Peringatan hari kelahiran ke-110 pendiri Republik Rakyat Demokratik Korea, Kim Il Sung, diselenggarakan dengan meriah di pusat kota Pyongyang, hari Jumat pekan lalu (15/4).
Ada tiga segmen kegiatan: pesta pemuda dan mahasiswa di Kim Il Sung Square, pesta kembang api di Sungai Taedong, dan grand performance “Lagu Matahari Abadi” di Kim Il Sung Square.
Kemarin saya datang terlambat. Sekitar 15 menit. Ketika tiba di pusat penelitian anggrek Kebun Raya Bogor film dokumenter kunjungan Presiden Kim Il Sung dan Pemimpin Kim Jong Il ke Indonesia pada April 1965 sudah diputar.
Saya sudah beberapa kali menonton film ini. Ingat jalan ceritanya yang sederhana, kronologis. Semacam arsip perjalanan. Kim Il Sung dan Kim Jong Il berkunjung dari tanggal 10 sampai 20 April 1965. Selain ke Jakarta, keduanya dan rombongan juga ke Bogor dan Bandung.
Di Jakarta, selain kunjungan kenegaraan, Kim Il Sung juga mendapatkan gelar doctor honoris causa dari UI.
Dari Bandung, setelah bertemu Kang Dekan yang juga promotor, saya bergegas kembali ke Jakarta.
Tadi pagi Sekretaris Dubes Korea Utara menghubungi saya, mengundang Perhimpunan Persahabatan dan Pertukaran Kebudayaan menghadiri satu resepsi penting di Kedubes.
“Karena masih pandemi, empat orang saja,” katanya.
Perhimpunan Persahabatan Indonesia dan Korea Utara (PPIK) memasuki era baru. Dalam rapat yang digelar Senin siang (14/2) di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, telah diputuskan pergantian pucuk pimpinan organisasi yang didirikan almh. Rachmawati Soekarnoputri itu.
Teguh Santosa yang sejak 2009 menduduki posisi Sekretaris Jenderal dalam rapat tersebut ditetapkan sebagai Ketua Umum. Adapun Ristiyanto yang digantikannya kini menempati posisi Ketua Dewan Pembina mengisi kursi kosong Rachmawati Soekarnoputri yang meninggal dunia bulan Juni 2021 lalu.
A YEAR ago, precisely on 24th of November 2020, the Indonesia-DPRK Friendship Association has established the Indonesian Juche Study Group (IJSG). The first meeting was held at the residence of late Mdm. Rachmawati Soekarnoputri who was the initiator of the IJSG and also the founder of the Indonesia-DPRK Friendship Association.
Compared to other friends in many countries, it seems like we are among the last to organize a study group on Juche idea. This “delay” is not because we don’t see the importance of Juche as a driven factor to the struggle and development of the Korean nation to this day.
Monumen Bunga Kimilsung di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor kembali diresmikan, Rabu siang ini (10/11).
Peresmian dilakukan setelah renovasi Griya Anggrek selesai dilakukan. Wajah baru Griya Anggrek menjadi berbeda sama sekali, lebih megah dibandingkan bangunan sebelumnya. Sementara Monumen Bunga Kimilsung yang baru dipindahkan sekitar 30 meter dari lokasi sebelumnya.
Tidak ada satu negara pun yang bebas dari kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda dunia. Pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia dan Republik Korea sempat mengalami kontraksi ke titik minus. Volume perdagangan kedua negara juga terpengaruh hingga terkoreksi sebesar 15 persen.
Dinilai memiliki kepedulian mendalam dan komitmen kuat pada proses perdamaian di Semenanjung Korea, budayawan Jaya Suprana mendapatkan penghargaan “Life Membership” dari Asia Pacific Regional Committee for Peaceful Reunification of Korea (APRCPRK).
Penghargaan untuk pendiri Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) tersebut diberikan dalam pertemuan istimewa APRCPRK yang diselenggarakan secara virtual pada akhir Mei lalu.
Pertemuan khusus yang difasilitasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia Korea Utara tersebut dipimpin Direktur Biro Eksekutif APRCPRK, Peter Woods, dan dihadiri sejumlah pimpinan teras APRCPRK seperti Rachmawati Soekarnoputri, Madhav Kumar Nepal, Raymond Ferguson, Norma G. Binas, Javed Ansari, Hakki Ergincan, Peter Wilson, dan Phanidra Raj Pant.
Sampai pagi tadi, di sela-sela membaca kembali laporan-laporan mengenai perpanjangan PPKM Level 4 oleh Presiden Joko Widodo kemarin malam, saya masih menerima pertanyaan dari beberapa teman.
Ada yang disampaikan lewat telepon, ada yang lewat pesan pendek.
Pertanyaan yang diajukan intinya sama, terkait dengan keputusan Indonesia memulangkan diplomat dan staf KBRI dari Pyongyang, Korea Utara.
Dubes Berlian Napitupulu termasuk dalam rombongan yang meninggalkan Pyongyang menuju China pada hari Jumat (23/7).
Mereka telah tiba di Dandong, Provinsi Liaoning, Republik Rakyat China (RRC) dan kini harus mengikuti karantina selama 14 hari.
Dari Pyongyang, rombongan menempuh perjalanan darat sejauh 230 kilometer ke utara, ke arah Sungai Amnok dalam bahasa Korea, atau Sungai Yalu dalam bahasa China. Sungai inilah yang memisahkan wilayah China di utara dengan Korea Utara di selatannya.
BULAN Oktober 2015 saya diutus Mbak Rachma ke Pyongyang menyerahkan tropi dan sertifikat Star of Soekarno yang diberikan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) untuk, antara lain, Kim Jong Un.
Saya sudah sering ke Pyongyang. Tapi kunjungan kali ini rasanya luar biasa. Setelah jamuan minum teh di ruang VIP bandara, saya diantar ke sebuah guest house tak jauh dari Istana Kumsusan, agak di pinggir kota. Guest house yang indah, persis di tepi sebuah danau.
Di guest house saya diinformasikan, beberapa hari lagi akan ada penyambutan di Istana Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea. Juga, yang menerimanya adalah Presiden Presidium yang setara dengan Kepala Negara, Kim Yong Nam.
Kedua pendamping membantu saya agar lancar dalam upacara penyambutan. Kami gladi berkali-kali. Menghafalkan kira-kira posisi Presiden dan posisi saya.
Hari ini, Indonesia kehilangan seorang tokoh kelas dunia, Rachmawati Soekarnoputri. Ia yang saya kenal adalah sosok yang memiliki perhatian dan kepedulian besar pada sejumlah isu internasional.
Mbak Rachma, demikian saya kerap menyapanya, kerap dan tanpa ragu menyuarakan protes terhadap praktik neokolonialisme dan neoimperialisme yang masih terjadi di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Iran, Kuba, Venezuela, juga Korea Utara.
Juche, which is often interpreted as an ideology of independence or self-reliance, was developed by the founder of the DPRK, Kim Il Sung, in the era of the Korean nation’s struggle against Japanese colonialism.
PEMBICARAAN damai di Semenanjung Korea akan menghadapi dinamika baru tak lama lagi. Joe Biden memperlihatkan tanda-tanda akan mengambil kebijakan yang berbeda dari pendahulunya, Donald Trump.
Di masa kampanye yang lalu, Biden menyebut Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un sebagai “thug” atau penjahat, dan mengatakan, hanya bersedia bertemu dan melanjutkan pembicaraan damai dengan Korea Utara bila Korea Utara sepakat untuk melakukan denuklirisasi.
Apa yang disampaikan Joe Biden ini mengabaikan kenyataan bahwa pendahulunya, Donald Trump, telah mencatat sejumlah pencapaian yang manis untuk perbaikan hubungan negara itu dengan Korea Utara.
Joe Biden akan terlihat tidak bijaksana bila mengembalikan hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara ke titik sebelum pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura bulan Juni 2018. Bagaimanapun setelah pertemuan itu, Korea Utara memperlihatkan sikap koperatif dengan melucuti fasilitas nuklir mereka.