Datang Terlambat ke Kebun Raya Bogor

Kemarin saya datang terlambat. Sekitar 15 menit. Ketika tiba di pusat penelitian anggrek Kebun Raya Bogor film dokumenter kunjungan Presiden Kim Il Sung dan Pemimpin Kim Jong Il ke Indonesia pada April 1965 sudah diputar.

Saya sudah beberapa kali menonton film ini. Ingat jalan ceritanya yang sederhana, kronologis. Semacam arsip perjalanan. Kim Il Sung dan Kim Jong Il berkunjung dari tanggal 10 sampai 20 April 1965. Selain ke Jakarta, keduanya dan rombongan juga ke Bogor dan Bandung.

Di Jakarta, selain kunjungan kenegaraan, Kim Il Sung juga mendapatkan gelar doctor honoris causa dari UI.

Dalam resepsi penyambutan ada tari-tarian yang dibawakan anak-anak Bung Karno, Mbak Mega dan almh. Mbak Rachma.

Di Bogor, Bung Karno memberikan sejenis anggrek kepada Kim Il Sung, dan menamakannya bunga Kimilsung. Bunga ini tumbuh dengan sangat baik di Korea Utara. Sampai sekarang, setiap tahun ada pekan khusus yang didedikasikan untuk bunga ini.

(Tapi, bukan bunga yang diberikan Bung Karno di film itu yang dibawa ke Korea Utara. Bibit bunga ini baru dibawa ke Korea Utara sekitar tahun 1975, kalau tidak salah. Pihak Korea Utara harus berjuang keras untuk menemukan kembali bibit bunga itu.)

Di Bandung ada adegan peringatan 10 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Petinggi dari sejumlah negara nonblok hadir. Termasuk Zhou Enlai dair Republik Rakyat China yang tahun itu belum menjadi Anggota Tetap Dewan Keamanana PBB.

(RRC jadi Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB baru setelah normalisasi hubungan AS dan China di era 1970an. “Korban” dari normalisasi ini adalah Republik China atau Taiwan yang harus tergusur. Bukan hanya dari Dewan Keamanan PBB, tapi dari PBB dan semua organisasi internasional.)

Juga ada adegan pawai di Stadion Gelora Bung Karno. Pawai yang besar sekali. Di tribun kehormatan Kim Il Sung duduk di sebelah kiri Bung Karno.

(Barangkali pawai raksasa ini yang mengilhami Kim Il Sung sehingga kelak Korea Utara memiliki pertunjukan raksasa “Arirang” di Stadion 1 Mei di Pyongyang.)

Peringatan 57 tahun kunjungan Kim Il Sung dan Kim Jong Il ke Indonesia dilakukan di Monumen Bunga Kimilsung.

Monumen ini dibangun ulang tahun lalu, menyusul renovasi pusat penelitian anggrek KRB. Lokasi monumen baru berbeda beberapa puluh meter dari lokasi pertama.

“Monumen Bunga Kimilsung ini memperlihatkan kekuatan hubungan Indonesia dan Korea Utara.” Begitu kata Dubes An Kwang Il, kemarin.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s