Karena Mongolia Ingin Kembali Ke Tengah Panggung Dunia

“Kami ingin menempatkan kembali Mongolia di tengah panggung dunia.”

Itu yang dikatakan Gantuya Tuya, dalam peresmian Chinggis International News Agency (Chinggis INA), di Ulaanbaatar, Mongolia, pekan lalu (Sabtu (7/9). Dengan nada percaya diri dan optimistis.

Continue reading “Karena Mongolia Ingin Kembali Ke Tengah Panggung Dunia”

Dubes Joseph R. Donovan Jr.: Indonesia Mencapai Milestone Baru Demokrasi

Sebelum ditugaskan di Jakarta, ia menduduki posisi Direktur Utama Bagian Washington di American Institute, Taiwan. Dubes Donovan juga pernah bekerja sebagai Penasihat Kebijakan Luar Negeri untuk pemimpin Kepala Staf Gabungan di Pentagon (2012-2014), Associate Professor di National Defense University di Washington, D.C. (2011-2012), dan Kepala Deputi Asisten Menteri Luar Negeri untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Departemen Luar Negeri AS (2009-2011).

Selain itu Dubes Donovan juga pernah menjabat sebagai Konsul Jenderal AS di Hong Kong (2008-2009), Wakil Duta Besar AS di Tokyo, Jepang (2005-2008), dan Direktur Bagian Tiongkok dan Mongolia, Deplu AS (2003-2005). Dalam kariernya sebagai pejabat dinas luar negeri, Dubes Donovan pernah ditempatkan di Taiwan, Tiongkok, Korea Selatan, dan Qatar.

Continue reading “Dubes Joseph R. Donovan Jr.: Indonesia Mencapai Milestone Baru Demokrasi”

Dubes Al Hamar: Jalan Keluar Perseteruan Dan Perselisihan Adalah Dialog

SIAPAPUN tahu Qatar adalah salah satu pendukung utama war on terror yang dipimpin Amerika Serikat menyusul serangan terhadap Menara WTC di New York pada 11 September 2001. Qatar memberikan kesempatan kepada pasukan multinasional yang dipimpin AS untuk menggunakan wilayahnya sebagai pangkalan militer. Dukungan Qatar pada perang melawan teror berlangsung hingga kini.

Di pertengahan 2017, hubungan Qatar dengan negara-negara tetangganya memburuk. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Maladewa, Senegal, Djibouti, Komoro, Jordania, pemerintahan Libya di Tobruk dan pemerintahan Yaman yang dipimpin Hadi, menghentikan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Continue reading “Dubes Al Hamar: Jalan Keluar Perseteruan Dan Perselisihan Adalah Dialog”

Dubes Al Hamar: Bagi Qatar, Indonesia Negara Yang Penting

DAWLAT Qatar atau Negara Qatar terletak pada wilayah geografis yang unik. Di tengah Teluk Parsi, di sebuah semenanjung di sisi timur jazirah Arab. Berbatasan langsung dengan Saudi Arabia di selatan. Dipisahkan oleh laut dengan Uni Emirat Arab di sebelah tenggara, dengan negara pulau Bahrain di baratdaya, dan dengan Iran di seberang timur.

Negeri semenanjung seluas 11.581 kilometer persegi itu dipimpin Bani Thani sejak tahun 1868 saat Mohammed bin Thani dan Inggris menandatangani pemisahan Qatar dan  Bahrain yang sebelumnya diikat perjanjian dengan Inggris pada 1820. Pada periode 1871 hingga 1915 Qatar berada di bawah pengaruh Turki Ustmaniah, dan sejak 1916 hingga 1971 berada di bawah perlindungan Inggris.

Continue reading “Dubes Al Hamar: Bagi Qatar, Indonesia Negara Yang Penting”

Dubes Tunisia: Faktanya, Persaingan Dagang Mempengaruhi Seluruh Dunia

GELOMBANG demonstrasi di Tunisia semakin menjadi oleh sebuah peristiwa di Sidi Bouzid, sekitar 300 kilometer sebelah selatan Tunis, pada 17 Desember 2010. Seorang penjual buah, Mohamed Bouazizi (26), membakar diri di depan kantor polisi sebagai tanda protes atas tindakan aparat menyita gerobak buahnya.

Bouazizi sempat dilarikan ke sebuah rumah sakit di dekat Tunis untuk mendapatkan perawatan intensif. Presiden Zine El Abidin Ben Ali menjenguk Bouzizi pada 28 Desember. Namun karena luka yang begitu parah, Bouazizi meninggal dunia pada 4 Januari 2011.

Continue reading “Dubes Tunisia: Faktanya, Persaingan Dagang Mempengaruhi Seluruh Dunia”

Dubes Dridi: Indonesia Dukung Transisi Demokrasi Tunisia

TERLETAK di Afrika Utara, diapit Aljazair, Libya dan Laut Mediterania, Republik Tunisia memiliki hubungan istimewa dengan Republik Indonesia.

Pemimpin gerakan kemerdekaan Tunisia, Habib Bourguiba, berkunjung ke Jakarta dan bertemu Bung Karno pada tahun 1951. Sejak itu, Indonesia secara aktif memberikan dukungan untuk kemerdekaan Tunisia. Puncak dari upaya diplomatik Tunisia untuk meraih kemerdekaan adalah lobi yang dilakukan di arena Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955. Setahun kemudian, Prancis angkat kaki dari negeri itu.

Continue reading “Dubes Dridi: Indonesia Dukung Transisi Demokrasi Tunisia”

Dubes Jepang: Tidak Ada Hubungan Bertetangga Yang Bebas Dari Masalah

UNIPOLARISME pasca Perang Dingin tak berumur panjang. Hanya dalam waktu kurang lebih satu dekade berbagai kekuatan ekonomi dan politik baru bermunculan. Di Asia Timur, China yang untuk waktu cukup lama memilih menutup diri di balik tirai bambu secara mengagetkan muncul ke permukaan.

Tidak hanya meningkatkan anggaran militer berkali lipat, China juga mengumumkan ambisi menjadi lokomotif Jalur Sutra baru yang dikenal dengan nama One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI). Seperti China, Jepang juga tidak mau kalah.

Continue reading “Dubes Jepang: Tidak Ada Hubungan Bertetangga Yang Bebas Dari Masalah”