Buka Puasa bersama Dubes Korea Utara

Duta Besar Republik Rakyat Demokratik Korea An Kwang Il menghadiri buka puasa bersama yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (22/4).

Dalam sambutannya, CEO RMOL Network Teguh Santosa mengatakan, kehadiran Dubes An bernilai istimewa karena terjadi di bulan suci Ramadhan yang bertepatan dengan bulan April.

Continue reading Buka Puasa bersama Dubes Korea Utara

Cerita Afghanistan: Buka Puasa Bersama Dubes Faizullah Zaki

Buka puasa hari ini tak biasa. Duta Besar Republik Islam Afghanistan, Yang Mulia Faizullah Zaki, memenuhi undangan kami.

Usai membatalkan puasa dan shalat maghrib berjamaah serta santap malam, Dubes Zaki berdialog dengan kawan-kawan RMOL.

Pertanyaan demi pertanyaan diajukan.

Dubes Zaki menjawab dengan kebijaksanaan. Kata-katanya mengalir lembut dan tajam.

Continue reading Cerita Afghanistan: Buka Puasa Bersama Dubes Faizullah Zaki

Dubes Vasyl Hamianin: Rusia Tak Pernah Menganggap Ukraina Ada

Federasi Rusia kerap menggunakan alasan “kemanusiaan” untuk menjustifikasi invasi mereka di negeri tetangga.

Ketika menginvansi Georgia pada Agustus 2008 silam, misalnya. Rusia beralasan kehadiran mereka di Osetia dan Abkhazia adalah atas undangan kelompok etnis Rusia yang ada di dua wilayah itu.

Sampai sekarang, Rusia mengklaim kekuasaan atas Osetia dan Abkhazia, walaupun dunia internasional mengakui kedaulatan Georgia atas kedua wilayah ini.

Alasan yang sama juga digunakan Rusia ketika menginvasi Ukraina pada 2014, di Krimea, Donetsk, dan Luhansk. Sampai hari ini Rusia mengklaim Krimea dan memberikan dukungan pada separatis Donetsk dan Luhansk, walaupun dunia internasional, seperti dalam kasus Osetia dan Abkhazia, juga mengakui Krimea, Donetsk, dan Luhansk sebagai bagian dari teritori Ukraina.

Continue reading Dubes Vasyl Hamianin: Rusia Tak Pernah Menganggap Ukraina Ada

Itu Provokasi yang Sudah Dilatih dengan Baik

SEPERTI delapan tahun lalu, Rusia kembali menekan Ukraina. Sejak beberapa waktu belakangan ini Rusia mengkonsentrasikan pasukannya di tiga titik. Di perbatasan dengan Donesk dan Luhansk serta di perbatasan Ukraina dengan Belarusia.

Di wilayah Donbass, Rusia berdalih hadir untuk melindungi kelompok etnis Rusia yang berada di kedua wilayah milik Ukraina itu. Dukungan Rusia terhadap kelompok separatis di kedua wilayah milik Ukraina sudah diperlihatkan sejak 2014 lalu, bersamaan dengan dukungan Rusia terhadap Krimea.

Perjalanan sejarah ratusan bahkan ribuan tahun telah membuat kawasan ini dipenuhi dengan berbagai narasi. Beberapa narasi besar terakhir adalah buah dari pengalaman hidup bersama Republik Sosialis Soviet Ukraina dan Republik Sosialis Soviet Rusia di bawah bendera Uni Soviet, sampai Uni Soviet bubar di akhir Desember 1991.

Tanda-tanda kehancuran Uni Soviet yang mengakhiri Perang Dingin telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya. Setidaknya sejak Mikhail Gorbachev berusaha melakukan paket reformasi yang dikenal dunia sebagai glasnost dan perestroika. Keterbukaan dan restrukturisasi. Kebijakan ini menjadi semacam pembuka kotak pandora.

Januari 1990, warga Republik Sosialis Soviet Ukraina di kota-kota seperti Kiev dan Lviv mulai berani berkumpul menyuarakan keinginan mereka meninggalkan Uni Soviet. Mereka mengenang Traktar Penyatuan yang ditandatangani pada tanggal 22 Januari 1919 oleh Republik Rakyat Ukraina dan Republik Rakyat Ukraina Barat Lapangan St. Sophia di pusat Kiev.

Continue reading Itu Provokasi yang Sudah Dilatih dengan Baik

Dubes Ukraina: Cukup Alasan untuk Mengkhawatirkan Serangan Rusia

Federasi Rusia telah menarik pasukan dari perbatasan negara itu dengan Republik Ukraina dan menghentikan latihan perang. Rusia juga mengatakan, pihaknya tidak punya rencana menyerang Ukraina, sebaliknya cerita mengenai rencana serangan ke Ukraina itu adalah tuduhan NATO untuk merusak reputasi dan kepercayaan dunia pada Rusia.

Pemerintahan Vladimir Putin di Moskow bisa berkata apa saja mengenai serangan yang “batal” dilakukan itu. Namun yang jelas, sejarah mencatat bahwa Rusia telah beberapa kali menginvasi negara tetangga.

Tahun 2014 Rusia menginvasi Krimea dan Sevastopol, dan sampai sekarang masih menguasai teritori Krimea itu.

Continue reading Dubes Ukraina: Cukup Alasan untuk Mengkhawatirkan Serangan Rusia

Dubes Tunisia: Kami Siap Memasuki Era Baru

Republik Tunisia sedang berbenah untuk memperkuat pondasi politiknya yang sempat mengalami guncangan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Pada pertengahan Desember 2021 lalu, Presiden Kais Saied telah mengumumkan rencana referandum Konstitusi yang akan digelar pada bulan Juli 2022 mendatang. Diharapkan, Konstitusi baru tersebut dapat memperkuat pondasi politik di negara itu.  

Referandum akan diawali dengan konsultasi publik yang diselenggarakan sejak 15 Januari 2022 sampai tanggal 20 Maret 2022. Dalam masa konsultasi, warganegara Tunisia dapat menyampaikan pandangan mereka atas berbagai persoalan baik secara elektronik melalui aplikasi khusus yang didisain untuk itu, maupun dalam pertemuan-pertemuan yang digelar di seluruh tingkatan wilayah.

Continue reading Dubes Tunisia: Kami Siap Memasuki Era Baru

Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

DI tengah pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun mengurung dunia dan membatasi pergerakan dan hubungan antar bangsa, nyatanya hubungan Republik Indonesia dan Federasi Rusia mengalami peningkatan yang berarti.

Di tahun 2021, menurut Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, volume perdagangan kedua negara meningkat sekiatr 40 persen. Diperkirakan, sampai akhir tahun ini volume perdagangan kedua negara mencapai nilai 3 miliar dolar AS.

Selain membahas hubungan kedua negara di era pandemi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Dubes Lyudmila Georgievna Vorobieva juga menjawab sejumlah pertanyaan terkait ketegangan di kawasan Asia Pasifik yang tengah meningkat dipicu oleh pakta pertahanan Australia, Inggris, dan Amerika Serikart (AUKUS), posisi Rusia di tengah persaingan AS dan China, serta ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Wawancara dilakukan di kediaman Duta Besar Federasi Rusia di pojokan Jalan Denpasar dan Jalan Pedurenan Masjid Raya, persis di belakang Kedubes Federasi Rusia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Berikut kutipannya:

Continue reading Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

Hubungan Kami dengan China selalu “Up and Up”

SUHU di Kawasan Asia Selatan memanas setelah Taliban secara de facto merebut kekuasaan di Afghanistan pertengahan Agustus lalu. Ini adalah kali kedua Taliban berkuasa di negara itu. Memang kali ini tidak seperti yang terjadi di tahun 1996 silam, yang berdarah-darah. Namun begitu, instabilitas di Afghanistan berpengaruh ke negara-negara tetangganya, terutama Pakistan yang berbatasan langsung, dan sejak era 1970an menjadi tempat pengungsian abadi bagi orang-orang Afghan yang melarikan diri.

Dutabesar Republik Islam Pakistan, Muhammad Hassan, ketika menerima Republik Merdeka di kantornya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, menjelaskan dilema yang dihadapi Pakistan setiap kali terjadi pergolakan di Afghanistan.

Continue reading Hubungan Kami dengan China selalu “Up and Up”

Dutabesar Park Tae-sung: Membangun Kemandirian Tugas yang Sangat Penting

Tidak ada satu negara pun yang bebas dari kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda dunia. Pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia dan Republik Korea sempat mengalami kontraksi ke titik minus. Volume perdagangan kedua negara juga terpengaruh hingga terkoreksi sebesar 15 persen.

Namun di tengah kesulitan bagaimanapun selalu ada titik terang. Belakangan, situasi mulai bergerak ke arah yang lebih baik. Volume perdagangan kedua negara sudah kembali ke titik semula. Kerjasama simbolis dan strategis yang sempat terhenti, seperti pengembangan pesawat jet tempur K-FX/I-FX, pun dimulai kembali.

Selain itu, di sisi investasi di Indonesia, data semester pertama tahun 2021 memperlihatkan Korea Selatan melompat dan kini berada di posisi kelima setelah Singapura, Hong Kong, China, dan Belanda. Peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia didorong oleh investasi dalam skala besar di bidang kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan baterai untuk EV.

Continue reading Dutabesar Park Tae-sung: Membangun Kemandirian Tugas yang Sangat Penting

Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

SEBENARNYA, Indonesia dan India bukanlah negara asing satu sama lain. Keduanya memiliki kontak budaya dan telah menjalin hubungan komersial yang erat setidaknya selama dua milenium terakhir. Hindu, Buddha, dan kemudian Islam, melakukan perjalanan ke Indonesia di sepanjang pantai India dengan, antara lain, cerita dari epos Ramayana dan Mahabharata yang kemudian menjadi sumber penting seni dan budaya Indonesia.

Kesamaan budaya ini, bersama dengan sejarah kehidupan di era kolonial dan tujuan kemerdekaan untuk kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan politik luar negeri yang mandiri, pada gilirannya menjadi faktor yang memudahkan kedua negara untuk menjalin hubungan bilateral di era modern. zaman.

Karena sebagian budaya dan agama di Indonesia diyakini dibawa oleh para pedagang dari India, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sektor ekonomi dan komersial menjadi tumpuan terpenting dari hubungan mereka.

India dan Indonesia saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua dan keempat, serta negara demokrasi terbesar pertama dan ketiga di dunia. Kedua negara juga merupakan anggota G20, kelompok 20 kekuatan ekonomi di dunia. Dalam daftar tersebut, India yang berpenduduk 1,3 miliar jiwa berada di urutan ke-7 dengan PDB 2,7 triliun dolar AS. Sementara, Indonesia yang berpenduduk 270 juta jiwa berada di peringkat ke-16 dengan PDB 1 triliun dolar AS.

Menjajaki berbagai aspek kerja sama kedua negara, Republik Merdeka mengunjungi Duta Besar Republik India untuk Republik Indonesia, Shri Manoj Kumar Bharti, di Kedutaan Besar India di Gama Tower, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/8).

Shri Bharti mulai bertugas di Jakarta Januari lalu. Alumni Institut Teknologi India (IIT) di Kanpur yang mahir berbicara bahasa Persia, Rusia dan Nepal, ini juga pernah menjabat sebagai Duta Besar di Belarus (2001-2015) dan Ukraina (2015-2018). Saat bertugas di Ukraina, Shri Bharti menulis sebuah buku berjudul “Memahami Filsafat India melalui Ilmu Pengetahuan Modern” yang mencoba menjelaskan filosofi India yang mendasari kebijakan luar negeri negara tersebut, dan pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi saat ini.

Continue reading Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

Ribhi Y. Awad

SAYA kembali teringat pada Ribhi Awad. Saat menemukan sebuah buku kecil yang ditulisnya. Di antara buku-buku lain yang sedang berserakan di lantai rumah.

Judulnya: “Arafat & Saya: Sebuah Pengalaman Abadi”. Pada cover yang didominasi warna hijau ada gambar wajah sang penulis, Ribhi Yusuf Awad, dan tokoh pembebasan Palestina, Yasser Arafat.

Buku itu diterbitkan bulan Juni 2006. Hampir dua tahun setelah Yasser Arafat meninggal dunia pada November 2004. Seperti judulnya, buku ini berkisah tentang persahabatan Ribhi Awad dan Yasser Arafat. Juga kisah kepahlawanan pejuang Palestina lainnya. Dituliskan dengan sederhana, terkadang bernada satir, terkadang jenaka, beberapa terasa absurd.  

Saya baca-baca kembali. Sepintas.

Continue reading Ribhi Y. Awad

Perjanjian Damai Yordania dan Israel untuk Memperjuangkan Kedaulatan Palestina

DIKENAL sebagai negeri para nabi. Antara lain, Nabi Syuaib, Nabi Luth, Nabi Ayub, dan Nabi Harun, dimakamkan di negeri yang sejak 100 tahun lalu dikenal dengan nama Kerajaan Hasyimiyah Yordania ini. Nabi Isa dalam tradisi Islam atau Yesus Kristus dalam tradisi Kristiani dibaptis Nabi Yahya atau John the Baptist di Nahr Al Urdunn atau Sungai Jordan yang mengalir sejauh 250 kilometer dari Dataran Tinggi Golan menuju ke Laut Mati.

Juga di negeri ini, tepatnya di Umm Ar Rasas yang tak jauh dari kota Amman, sebelum misi kenabian, ketika berusia 9 atau 12 tahun, Nabi Muhammad SAW bertemu pendeta Kristen Nestorian keturunan Yahudi, dari Bushra, selatan Suriah kini, bernama Buhaira. Adalah Buhaira yang disebutkan dalam berbagai kisah melihat tanda-tanda kenabian Muhammad muda yang ketika itu sedang dapat perjalanan dagang bersama pamannya, Abu Thalib, dari Makkah menuju Syam atau Damaskus kini.

Continue reading Perjanjian Damai Yordania dan Israel untuk Memperjuangkan Kedaulatan Palestina

Duta Besar Hungaria Judit Pach: Radikalisme Tidak Ada Kaitannya dengan Agama

Berada di dataran rendah Carpathian yang khas di tengah benua Eropa, sejak ribuan tahun lalu Hungaria telah menjadi titik pertemuan berbagai bangsa, dari Magyar, Celtic, Roman, Jerman, Huns, Slavia, Avars, dan sebagainya. Negeri ini mulai dikenal sebagai entitas politik di akhir abad ke-9 ketika Pangeran Hungaria Arpad menguasai dataran rendah Carpathian.

Dari tahun 1541 sampai 1699 sebagian wilayah negeri ini diduduki Turki Usmaniah. Lalu di abad ke-18 dikuasai Emporium Habsburg Jerman dan di awal abad ke-20 bersama Austria membentuk Emporium Austro-Hungaria yang merupakan salah satu major power pada masa itu.

Setelah kekalahan pada Perang Dunia Pertama, wilayah Hungaria modern ditentukan dalam perjanjian di Istana Trianon, Versailles, Prancis, di bulan Juni 1920.

Di arena Perang Dunia Kedua, Hungaria kembali bergabung dengan Jerman, dan kembali kalah di tahun 1945. Kekalahan kali ini membuat Hungaria menjadi satelit Uni Soviet sebagai Republik Rakyat Hungaria sampai terbentuknya Republik Ketiga Hungaria di tahun 1990 yang mengakhiri kekuatan kubu komunis. Hungaria bergabung dengan Uni Eropa pada 2004 dan kini menjadi salah satu negara yang menonjol secara ekonomi di Eropa.

Continue reading Duta Besar Hungaria Judit Pach: Radikalisme Tidak Ada Kaitannya dengan Agama

Dubes Iran Mohammad Azad: Tidak Penting Siapa yang Menjadi Presiden AS

SEPERTI semua negara di muka bumi, di tahun yang baru berlalu Iran dihantam dan terdampak oleh gelombang pandemi Covid-19. Sejumlah pejabat tinggi Iran terinfeksi virus SARS Cov-2 dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Tetapi bukan hanya itu yang membuat 2020 menjadi tahun spesial bagi Iran. Tahun 2020 dibuka dengan peristiwa pembunuhan salah seorang figur penting di tubuh Pasukan Pengawal Revolusi Iran, Mayjen Qassem Soleimani. Ia dan rombongannya yang baru tiba di Baghdad, ibukota Irak, tewas dihantam rudal Amerika Serikat, 3 Januari 2020.

Sementara pada 27 November 2020 seorang ilmuwan dan ahli nuklir Iran, Prof. Mohsen Fakhrizadeh, tewas dibunuh oleh sekelompok orang yang memiliki kaitan dengan Israel di pinggiran kota Tehran. Pembunuhan Prof. Fakhrizadeh menambah panjang daftar kematian ilmuwan nuklir Iran oleh kaki tangan negara musuh.

Continue reading Dubes Iran Mohammad Azad: Tidak Penting Siapa yang Menjadi Presiden AS

Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban

KEMENANGAN Fidel Castro, Ernesto Che Guevara, Camilo Cienfuegos, dan kawan-kawan, di penghujung 1958 dalam perjuangan menggulingkan rezim diktator Fulgencio Batista telah menempatkan Kuba sebagai episentrum dan simbol revolusi dunia di era Perang Dingin.

Revolusi Kuba mewabah dan menginspirasi gerakan serupa setelahnya di banyak negara di berbagai belahan dunia. Kata-kata “Kuba”, “Revolusi”, “Castro”, dan “Che Guevara” menjadi identik dan diucapkan dalam satu tarikan nafas yang sama.

Di luar tema revolusi, Kuba identik dengan cerutu, mobil tua, atau novelis legendaris Ernest Hemingway yang menghabiskan sekitar 30 tahun waktunya di Cuba dimana dia menghasilkan banyak novel kelas dunia, termasuk “The Old Man and the Sea”.

Tentu saja Kuba lebih dari itu. Apalagi belakangan ini, ketika dunia dilanda pandemi Covid-19. Dunia telah menyaksikan bagaimana Kuba menangani penyebaran Covid-19 dan di saat yang sama juga memberikan bantuan yang tidak sedikit untuk banyak negara.

Continue reading Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban

Dubes Viet Nam: Kompetisi adalah Hal yang Biasa

DENGAN wilayah seluas 331 kilometer per segi yang memanjang dari utara ke selatan di lengkungan paling timur daratan Asia Tenggara, Viet Nam yang memiliki populasi sebanyak 96,2 juta jiwa kini menjadi salah satu tujuan utama investasi dunia.

Negeri ini pernah koyak moyak dihancurkan perang saudara yang berlangsung cukup lama di era Perang Dingin, dari 1955 hingga 1975. Perang Viet Nam adalah salah satu pertikaian bersenjata paling berdarah pasca Perang Dunia Kedua yang merengut korban jiwa sekitar 1,5 juta orang dari kalangan sipil maupun militer. Konflik kedua Viet Nam telah mengundang kehadiran negara-negara asing yang membuat konflik semakin parah. Namun akhirnya perang saudara berakhir jua dan pada 2 Juli 1976, Viet Nam Utara dan Viet Nam Selatan sepakat mendirikan Republik Sosialis Viet Nam.

Kebangkitan ekonomi Viet Nam dimulai di bulan Desember 1986. Di dalam Kongres Nasional Ke-6 Partai Komunis Viet Nam ketika itu politisi muda yang berorientasi reformis menggantikan kelompok politisi senior. Doi Moi atau Renovasi yang diperkenalkan Sekjen PKVN Nguyen Van Linh sejatinya adalah serangkaian kebijakan yang mengadopsi prinsip pasar bebas dengan mempertahankan orientasi sosialisme. Viet Nam pun mulai membuka diri.

Continue reading Dubes Viet Nam: Kompetisi adalah Hal yang Biasa

Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka

SETIDAKNYA sejak 12 ribu tahun sebelum Masehi negeri seluas 1,1 kilometer persegi di belahan utara Amerika Selatan ini telah didiami penduduk pribumi, dari bangsa Chibcha, Muisca, Quimbaya, Tairona, dan Inca yang berkembang di baratdaya Kolombia modern.

Pengelana Spanyol Alonso de Ojeda melihat wilayah ini pertama kali ketika melintasinya di tahun 1499. Tak lama kemudian, pengelana Spanyol berikutnya, Juan de la Cosa, mendarat di Tanjung Sails, La Guajira. Tiga tahun kemudian, giliran Vasco Nunez de Balboa menduduki wilayah di sekitar Sungai Atrato, satu dari begitu banyak sungai di Kolombia.

Hingga pertengahan abad ke-16 kekuasaan kolonial Spanyol berkembang pesat. Negeri-negeri di kawasan itu disatukan di bawah payung Kerajaan Baru Granada (Nuevo Reino de Granada) dengan ibukota Santa Fe de Bogota.

Continue reading Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka

Dubes Turki Prof. Kılıç: Kami Tidak Mengubah Aya Sofya Menjadi Diskotik

RASANYA Prof. Dr. Mahmut Erol Kılıç adalah orang yang tepat untuk menjelaskan duduk persoalan ini: keputusan pemerintah Turki mengembalikan fungsi Aya Sofya sebagai masjid.

Pria kelahiran Istanbul, 2 Juni 1961, ini adalah Dutabesar Republik Turki untuk Republik Indonesia. Ia pernah menjadi Presiden Museum Turki dan Islam selama tiga tahun dari 2005 hingga 2008.

Tesis untuk gelar master di Universitas Marmara yang ditulisnya tahun 1988 berjudul “Hermes and Hermetic Thought in the light of Islamic Sources”. Di tahun 1993, setelah pembentukan Jurusan Sufisme di Universitas Turki yang dipimpinnya, Prof. Kılıç menulis disertasi berjudul “Existence and its Stages in Ibn Arabi’s Thought”.

Continue reading Dubes Turki Prof. Kılıç: Kami Tidak Mengubah Aya Sofya Menjadi Diskotik

Mereka Tak Peduli Berapa Banyak Rakyat Kami Yang Menderita

VIRUS corona baru yang untuk pertama kali diketahui menyebar dari Wuhan, Republik Rakyat China (RRC), pada Desember 2019 menghantam hampir semua negara di muka bumi. Saat wawancara ini dituliskan (Kamis, 9/7), Badan Kesehatan Dunia mencatat 11,8 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia. Sebanyak 544 ribu di antaranya berakhir dengan kematian.

Di Republik Bolivarian Venezuela, pandemik Covid-19 tiba di tengah persoalan lain yang sejak beberapa tahun belakangan ini dihadapi pemerintahan Nicolas Maduro: aksi kekerasan sepihak atau unilateral coercive measures yang dilakukan lawan-lawan negara itu.

Dutabesar Venezuela untuk Indonesia, Radames Jesus Gomez Azuaje dalam pertemuan dengan Republik Merdeka pada akhir bulan Juni lalu menceritakan berbagai upaya yang dilakukan negaranya dalam menangani pandemic Covid-19 dan di saat bersamaan menghadapi intervensi asing, termasuk invasi yang dilakukan kelompok tentara bayaran (mercenaries) pada awal Mei lalu.

Dubes Gomez menjelaskan secara umum strategi dan kebijakan yang diterapkan pemerintahan Maduro untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sampai awal Juni, Venezuela hanya memiliki sekitar 300 kasus Covid-19. Namun dalam waktu beberapa minggu setelah itu, jumlah kasus Covid-19 di Venezuela meningkat drastis hingga menyentuh angka 4.000 kasus. Peningkatan jumlah kasus ini terjadi menyusul gelombang kepulangan warganegara Venezuela yang sempat melarikan diri ke sejumlah negara lain di Amerika Latin, terutama Kolombia, Brazil, Chili, dan Peru. Tidak sedikit di antara mereka yang kembali dari negara-negara tetangga tersebut terjangkit Covid-19.

Continue reading Mereka Tak Peduli Berapa Banyak Rakyat Kami Yang Menderita

Perang Dagang Ini Harus Dikapitalisasi

BERADA di ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut di pegunungan timur Peru, Machu Picchu diperkirakan dibangun di era Raja Pachacuti yang berkuasa di Inca dari tahun 1438 sampai 1472. Pada pertengahan abad ke-16 bersamaan dengan kedatangan bangsa Spanyol, komplek Machu Picchu ditinggalkan dan perlahan menjadi reruntuhan.

Di tahun 1911 arkeolog dari Universitas Yale, Amerika Serikat, Hiram Bingham III, menemukan reruntuhan Machu Picchu dan mengeksposnya sehingga menjadi tujuan wisata dunia. Di tahun 1983, UNESCO menyatakan Machu Picchu sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.

Machu Picchu hanya satu dari sejumlah sumbangan Peru pada peradaban dunia. Sumbangan lainnya yang sangat terkenal, dan masih jarang diketahui, adalah kentang.

Belum banyak yang tahu kentang tanaman asli Peru. Menurut Dutabesar Republik Peru, Julio Cardinas, negaranya memiliki lebih dari 3.000 jenis kentang. Sedemikian seriusnya Peru pada kentang, sebuah lembaga studi khusus didirikan untuk budidaya kentang. Namanya Centro Internacional de la Papa, atau Pusat Kentang Internasional.

Continue reading Perang Dagang Ini Harus Dikapitalisasi

Mereka Harus Berdamai dengan Sejarah

SETELAH Uni Soviet bubar di akhir 1991, Republik Armenia terkunci di sisi selatan Kaukasus, diapit Georgia di utara, Iran di selatan, Azerbaijan di timur, dan Turki di barat.

Armenia negara yang terbilang muda. Namun sesungguhnya, sejauh sejarah dapat mencatat, peradaban Armenia telah berdiri sejak sekitar 6.000 tahun lalu. Pada puncak keemasannya, Armenia meliputi wilayah yang cukup luas yang terbentang dari Laut Kaspia di timur hingga Laut Mediterania di barat.

Kini, setelah terkunci, Armenia menjadi junction point, titik persimpangan. Itu istilah yang digunakan Dutabesar Armenia untuk Indonesia, Yang Mulia Dziunik Aghajanian, dalam perbincangan dengan Republik Merdeka di kantornya, belum lama ini.

Continue reading Mereka Harus Berdamai dengan Sejarah

Tidak Ada yang Membahayakan Integrasi Anda

DUBES Republik Armenia, Dziunik Aghajanian, mulai bertugas di Jakarta bulan Juni 2018. Selain untuk Indonesia, wanita kelahiran Yerevan, 10 Oktober 1966, ini adalah juga Dubes Armenia untuk Malaysia dan ASEAN.

Sebelum bertugas di Jakarta, antara Maret 2011 sampai Maret 2018, Dubes Aghajanian bertugas sebagai Dubes Armenia di Kerajaan Belanda.

Juga antara 2011 sampai 2018, Dubes Aghajanian bertugas sebagai Perwakilan Tetap Republik Armenia di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Continue reading Tidak Ada yang Membahayakan Integrasi Anda

Australia adalah Pendukung Terkuat Indonesia…

WARMEST congratulations @jokowi on your re-election as President of Indonesia. Indonesia is one of Australia’s most important strategic relationships. We look forward to further deepening ties between Australia and Indonesia across all of our shared interests.”

Begitu dikatakan Perdana Menteri Australia Scott Morrison melalui akun Twitter @ScottMorrisonMP menyambut kemenangan Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019.

Seperti banyak negara lain, Australia kelihatannya merasa perlu berhati-hati menyatakan sikap atas hasil pemilihan yang paling menegangkan dalam sejarah Indonesia itu. Perdana Menteri Morrison baru menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan secara resmi hasil pemungutan suara pada dini hari 21 Mei 2019.

Continue reading Australia adalah Pendukung Terkuat Indonesia…

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen Cukup Menjanjikan

HUBUNGAN diplomatik Indonesia dan Finlandia dimulai pada 6 September 1954. Sampai tahun 2019, kedua negara mencatat sejumlah kemajuan penting di berbagai bidang kerjasama.

Pada 24 September 2019 Indonesia dan Finlandia kembali menyelenggarakan Forum Konsultasi Bilateral untuk membicarakan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua negara. Forum Konsultasi tersebut digelar di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.

“Tahun ini adalah kali ke-6 Indonesia menyelenggarakan forum konsultasi dengan Finlandia dan hal tersebut adalah refleksi bagaimana kedua negara berupaya menjaga komitmen untuk meningkatkan kerja sama yang konkret dan menggali potensi kerja sama lainnya,” ujar Dr. Teuku Faizasyah, ketua delegasi Indonesia sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI.

Continue reading Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen Cukup Menjanjikan

Anda Tidak Bisa Menyamakan Islam dengan Terorisme

BAGI masyarakat dunia hari ini, Sanna Mirella Marin adalah salah satu ikon baru. Wanita muda kelahiran Helsinki, 16 November 1985, itu dilantik sebagai Perdana Menteri ke-46 Finlandia pada tanggal 10 Desember 2019 lalu di saat baru berusia 34 tahun.

Marin bergabung dengan Partai Sosial Demokrat di tahun 2006, dan menjadi Wakil Presiden Pemuda Sosial Demokrat dari tahun 2010 sampai 2012. Dalam Pemilu 2012, Marin terpilih sebagai anggota Dewan Kota Tampere. Usianya baru 27 tahun saat itu. Setahun kemudian, ia menjadi Wakil Ketua Dewan Kota Tampere, dan kembali terpilih dalam Pemilu 2017. Di tahun 2014 alumni University of Tampere ini terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Partai Sosial Demokrat. Lalu di tahun 2015, saat usianya 30 tahun, Marin terpilih sebagai anggota Parlemen dari Distrik Pirkanmaa.

Empat tahun kemudian, Juni 2019, istri dari Markus Raikkonen ini kembali terpilih sebagai anggota Dewan. Namun Perdana Menteri Antti Juhani Rinne saat itu meminta ibu satu anak ini bergabung dalam pemerintahan sebagai Menteri Transportasi dan Komunikasi.

Setelah Rinne mengundurkan diri pada 8 Desember 2019, Partai Sosial Demokrat memilih Marin sebagai Perdana Menteri baru. Marin adalah wanita ketiga yang menjadi Perdana Menteri Finlandia setelah dua politisi senior Partai Tengah, yakni Anneli Jaatteenmaki (2003) dan Mari Kiviniemi (2010-2011).

Continue reading Anda Tidak Bisa Menyamakan Islam dengan Terorisme

Situasi di Papua dan Timor Leste Berbeda

Berada di Teluk Iberia, sejak berdiri di tahun 868 M Portugal yang kini dihuni sekitar 10,2 juta jiwa nyaris tidak mengalami perubahan batas wilayah.

Di masa lalu, Portugal adalah negeri para penjelajah. Vasco da Gama, Pedro Alvares Cabral, Ferdinand Magellan, Christopher Columbus, Diogo Cao, Diogo Silves, dan Bartolomeu Dias, adalah beberapa dari sekian banyak penjelajah Portugal yang langsung atau tidak langsung ikut menentukan peta dunia dan batas-batas negeri, serta mendorong kebangkitan gagasan kebangsaan di banyak tempat di muka bumi.

Ketika menerima kami di kantornya, Dutabesar Republik Portugal Rui Fernando Sucena Do Carmo tidak sungkan membagi cerita dari masa lalu, termasuk kompetisi di antara negara-negara Eropa dalam menemukan negeri-negeri baru yang kelak menjadi koloni mereka. 

Misalnya tentang Perjanjian Tordesillas tahun 1494 antara Portugal dan Spanyol yang membuat, antara lain, hingga kini hanya Brazil di Amerika Latin yang menggunakan bahasa Portugis. Sementara selebihnya menggunakan bahasa Spanyol, kecuali tiga negara kecil yakni Suriname, Guyana Prancis dan Guyana Inggris.

Continue reading Situasi di Papua dan Timor Leste Berbeda

Patung Fidel Castro

BEGITULAH adanya. Tak ada patung Fidel Castro di seantero Kuba.

Memang saya tidak punya waktu untuk berkunjung ke semua sudut Kuba. Tetapi demikian disampaikan oleh teman-teman yang menemani saya dalam perjalanan ke negeri itu bulan lalu.

Continue reading Patung Fidel Castro

Reunifikasi Korea Tidak Bisa Terjadi Dalam Satu Malam

KOREA Selatan dan Korea Utara sedang bekerja keras mewujudkan tugas konstitusional yang diemban masing-masing Korea, yakni menyatukan kembali tali persaudaraan yang putus akibat perang di awal 1950an.

Jalan menuju reunifikasi tidak mudah, dan sudah tentu reunifikasi bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam satu malam.

Begitu dikatakan Duta Besar Republik Korea Kim Chang-beom dalam wawancara dengan Republik Merdeka beberapa waktu lalu.

Ia menyoroti berbagai “keajaiban” yang terjadi dalam 1,5 tahun terkait hubungan kedua negara.

Hal lain yang dibahas dalam bagian kedua wawancara dengan Dubes Kim itu adalah soal hubungan Korea Selatan dengan Jepang belakangan ini. Ia mengatakan, ketegangan yang terjadi hanya semacam jegukan kecil, yang dapat diselesaikan apabila kedua negara meningkatkan komitmen untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Menurutnya Korea Selatan telah memperlihatkan gesture positif dengan mengirimkan Perdana Menteri Lee Nak-yeon dalam penobatan Kaisar Naruhito tanggal 22 Oktober lalu.

Berikut petikan wawancara itu.

Continue reading Reunifikasi Korea Tidak Bisa Terjadi Dalam Satu Malam

Bagi Kami Visi dan Misi Jokowi Cukup Jelas

REPUBLIK Indonesia dan Republik Korea atau Korea Selatan memulai hubungan diplomatik pada 17 September 1973. Setelah dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Moon Jae-in di bulan November 2019, kedua kepala negara sepakat meningkatkan hubungan menjadi special strategic partnership, kini kedua negara tengah menyiapkan draft Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Perjanjian ini dipercaya dapat meningkatkan kualitas hubungan kedua negara secara signifikan dibandingkan (FTA) yang selama ini berlaku secara multilateral antara Korea Selatan dan negara-negara anggota ASEAN.

Dutabesar Korea Selatan Kim Chang-beom mengatakan, finalisasi draft CEPA sedang dilakukan sehingga dapat ditandatangani kedua negara dalam pertemuan di Busan, Korea Selatan, pada tanggal 25 November 2019.

Dalam wawancara dengan Republik Merdeka, Dubes Kim juga memberikan komentar mengenai susunan tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju yang baru dibentuk. Menurutnya tim ekonomi yang baru dibentuk sangat menjanjikan, terutama karena visi dan misi Presiden Jokowi sudah cukup jelas.

“Bagi kami, visi dan misi Jokowi cukup jelas. Prioritas pertama adalah pembangunan sumber daya manusia; kedua, pembangunan sektor infrastruktur; serta ketiga adalah ekspor dan investasi. Ini semua adalah adalah persis apa yang kami tunggu-tunggu,” ujar Dubes Kim.

Berikut petikan wawancara itu:

Continue reading Bagi Kami Visi dan Misi Jokowi Cukup Jelas

Dubes Sudan Abdalla: Mengapa Berpisah Kalau Semua Hak Anda Dijamin

SELAIN Afrika, Sudan juga tengah memasuki era baru. Era baru yang lebih menantang dan menjanjikan.

Dalam wawancara dengan Majalah Republik Merdeka beberapa waktu lalu Dutabesar Republik Sudan Elsiddieg Abdulaziz Abdalla berbagi cerita tentang angin perubahan itu.

Setelah Presiden Omar Al Bashir yang mulai berkuasa pada 1985 berhasil ditumbangkan dari kekuasaannya pada April 2019, kelompok pendukung revolusi yang terdiri dari kelompok sipil dan kelompok militer sepakat membentuk pemerintahan transisi dan membagi rata kekuasaan di antara mereka. Pemerintahan transisi inilah yang ditugaskan untuk mempersiapkan pemilihan umum yang credible dalam waktu tiga tahun.

Continue reading Dubes Sudan Abdalla: Mengapa Berpisah Kalau Semua Hak Anda Dijamin