Melawan Kutukan Freeport

Sejarawan asal Australia Greg Poulgrain mengibaratkan emas di Papua yang dikuasai Freeport sebagai “kutukan” bagi Indonesia. Kekayaan alam yang melimpah itu ikut mewarnai dinamika politik di tanah air juga pertarungan kepentingan di arena internasional.

Kalender 2019 Sama Dengan 1895, Apa Saja Kejadiannya?

Kalendar tahun 2019 pada sistem penanggalan Gregorian yang biasa kita gunakan sama dengan kalendar tahun 1895. Tanggal 1 Januari 2019 dan 1895 sama-sama jatuh pada hari Selasa. Begitu juga dengan tanggal 31 Desember sama-sama jatuh pada hari Selasa. Kedua tahun yang berjarak 124 tahun itu sama-sama bukan tahun kabisat.

Sri Mulyani Ngaku Rapat Puluhan Kali, Rizal Ramli: Kok Hasilnya Payah Kayak Gini?

Di dalam testimoni yang dirilisnya sekitar seminggu seteah PT Inalum (Persero) membayar 51 persen saham PT Freeport Indonesia senilai 3,85 miliar dolar AS, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan betapa rumitnya negosiiasi divestasi itu dilakukan.

Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh Berkuasa Di Freeport Indonesia

Pemerintah Indonesia boleh menepuk dada rasa bangga setelah membayar 51 persen saham PT Freeport Indonesia senilai 3,85 miliar dolar, bulan Desember 2018 lalu.

Pemegang Saham Mayoritas Freeport Indonesia Mau Untung, Kok Jadi Buntung

Dirut Inalim Budi G. Sadikin dan CEO Freeport-McMoRan Richard Adkerson

Pernyataan bahwa PT Inalum (Persero) tidak akan menerima deviden selama dua tahun sungguh mengagetkan. Inalum adalah pemilik 51,2 persen saham Freeport Indonesia. Pembayaran saham senilai 3,85 miliar dolar AS itu dilakukan pada tanggal 21 Desember yang lalu. Presiden Joko Widodo mengumumkan sendiri peristiwa yang menurutnya bersejarah itu di Istana Negara.

Skandal Penyuapan Lockheed dan Kepretan untuk Freeport

TOKYO, JAPAN – JANUARY 19: (CHINA OUT, SOUTH KOREA OUT) Former Prime Minister Kakuei Tanaka appears at the Tokyo District Court at a Lockheed scandal trial on January 19, 1978 in Tokyo, Japan. (Photo by The Asahi Shimbun via Getty Images)

PUBLIK Amerika Serikat mengenalnya sebagai “Skandal Penyuapan Lockheed”. Kasus itu terjadi di tahun 1976, menjelang akhir era pemerintahan Gerard Ford.

Bersama beberapa kasus penyuapan besar lainnya, “Skandal Penyuapan Lockheed” mendorong pemerintahan Jimmy Carter yang mulai berkuasa di tahun 1977 mengusulkan sebuah peraturan yang secara tegas melawan praktik penyuapan yang dilakukan perusahaan Amerika Serikat kepada pihak-pihak di luar negeri demi mendapatkan kontrak, konsesi atau pembelian dan sebagainya.

Kim Jong Un’s New Year’s Address

Dear comrades and friends,

Having seen out the year 2018, in which we adorned the history of the motherland, the revolution and the nation with meaningful events leaving another indelible imprint in the history, we are seeing in the new year 2019 full of hope.