Belajar dari Kehancuran Harappa

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute dan Dosen Hubungan Internasional  UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

INI tempat yang sudah lama ingin saya kunjungi. Museum Nasional India di Janpath, New Delhi. Lokasinya tak jauh dari Indian Gate yang ikonik. Saya yakin setiap museum adalah istimewa. Bagi saya, keistimewaan museum ini terletak pada koleksi artefak peninggalan peradaban kuno Lembah Sungai Indus yang dipamerkannya. 

Continue reading “Belajar dari Kehancuran Harappa”

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko

TIAP tanggal 20 Agustus, Maroko seperti berhenti sejenak. Berdoa. Mengenang. Merayakan sebuah peristiwa besar bernama Thawrat al-Malik wa al-Sya’b atau Revolusi Raja dan Rakyat. Bagi orang luar, mungkin ini terbaca seperti hari libur nasional biasa. Seremoni. Upacara. 

Continue reading “Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta”

Pergeseran Tektonik Polugri AS dan Perangkap Thucydides yang Kian Dekat

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute dan Dosen HI UIN Jakarta

INI bukan hal baru. Intinya, pendekatan kebijakan luar negeri Donald Trump dalam masa kepresidenan keduanya telah menciptakan gelombang kekecewaan yang mendalam di ibu kota negara-negara sekutu utama Amerika Serikat. Apa yang kita saksikan hari ini bukanlah sekadar perubahan gaya komunikasi politik, melainkan pergeseran tektonik dalam komitmen strategis Washington yang selama ini menjadi pilar stabilitas dunia.

Continue reading “Pergeseran Tektonik Polugri AS dan Perangkap Thucydides yang Kian Dekat”

Pidato Prabowo, Citra Nur Ramadhani, dan Kedaulatan di Tengah Kompetisi Great Powers

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dosen HI UIN Jakarta

PRESIDEN Prabowo Subianto telah menyampaikan pidato kenegarannya di hadapan Sidang MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026. Menyimak apa-apa yang disampaikannya, saya kira banyak hal yang akan diperbincangkan masyarakat untuk waktu yang cukup lama. 

Continue reading “Pidato Prabowo, Citra Nur Ramadhani, dan Kedaulatan di Tengah Kompetisi Great Powers”

Si Manusia Besi Zhu Rongji dan Warisannya untuk Tiongkok Masa Kini

新华社照片,北京,2026年8月12日 朱镕基同志遗像 新华社发

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dosen Politik Asia Timur UIN Jakarta


DIKENAL sebagai “Si Manusia Besi” dan reformis ekonomi yang pragmatis, mantan Perdana Menteri Tiongkok Zhu Rongji meninggalkan warisan mendalam yang membentuk Tiongkok menjadi raksasa ekonomi global. Kehidupan dan kariernya mencerminkan liku-liku sejarah Tiongkok abad ke-20, dari gejolak revolusi hingga kebangkitan ekonomi yang luar biasa.

Continue reading “Si Manusia Besi Zhu Rongji dan Warisannya untuk Tiongkok Masa Kini”

Jejak Abadi Jalur Teh-Kuda dari Dataran Tinggi Yunnan hingga Jantung Asia Tenggara

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

JALUR Teh-Kuda Kuno, atau yang dikenal sebagai Chamagudou, merupakan salah satu jaringan perdagangan paling ekstrem dan menakjubkan yang pernah dipahat oleh peradaban manusia. Membentang melintasi tebing-tebing curam dan lembah tersembunyi di barat daya Tiongkok, jalur ini bukan sekadar rute komersial biasa, melainkan labirin budaya yang hidup.

Continue reading “Jejak Abadi Jalur Teh-Kuda dari Dataran Tinggi Yunnan hingga Jantung Asia Tenggara”

Kampong Gelam, Sebuah Dekonstruksi Narasi

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Dosen Hubungan Internasional, UIN Jakarta

KAMPONG Gelam bukan sekadar nama kawasan di Singapura yang terletak di jantung kota, diapit oleh Victoria Street, Jalan Sultan, dan Beach Road. Lebih dari itu, ia adalah cermin sejarah yang memantulkan identitas, perjuangan, dan dinamika sosial masyarakat Melayu di tengah pesatnya modernitas negara tersebut.

Continue reading “Kampong Gelam, Sebuah Dekonstruksi Narasi”

Luka Malvinas yang Belum Tuntas

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

SEPERTI telah diduga sebelumnya oleh banyak orang, termasuk barangkali Anda, pertemuan Argentina dan Inggris dalam pertandingan semi final Piala Dunia 2026 kemarin lebih dari sekadar sepak bola.

Continue reading “Luka Malvinas yang Belum Tuntas”

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

SETIAP tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita pada demokrasi ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan. Koperasi adalah wujud nyata dari sila kelima Pancasila, sebuah sistem ekonomi yang menempatkan manusia di atas modal.

Continue reading “Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi”

Menakar Makna Kehadiran Menlu Sugiono di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Dosen HI UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

KEHADIRAN Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, pada upacara pemakaman almarhum Ayatollah Ali Khamenei yang akan berlangsung pada 9 Juli mendatang di kota Mashhad, sekitar 740 kilometer sebelah timur Teheran, merupakan manifestasi nyata dari kedalaman hubungan diplomatik kedua negara.

Continue reading “Menakar Makna Kehadiran Menlu Sugiono di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei”

Memahat Patahan Sejarah: Tobat Ekologis, Ekoteologi, dan Masa Depan Lingkungan Indonesia

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup sedang merumuskan sebuah kebijakan strategis yang mendasar: Tobat Ekologis. Gerakan ini dirancang bukan sebagai program birokratis jangka pendek yang bersifat artifisial, melainkan sebagai sebuah manifesto masif dan inklusif yang melintasi batas-batas sosial, agama, ekonomi, dan politik.

Continue reading “Memahat Patahan Sejarah: Tobat Ekologis, Ekoteologi, dan Masa Depan Lingkungan Indonesia”

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

DI era ketidakpastian global saat ini, konstelasi hubungan antarnegara tidak lagi sekadar ditentukan oleh adu kekuatan militer atau dominasi ekonomi konvensional. Kita sedang menyaksikan pergeseran paradigma baru di mana kelestarian lingkungan hidup telah bermutasi menjadi instrumen geopolitik yang sangat determinan.

Continue reading “Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia”

Titik Balik yang Berharga, Apakah Jadi Sekadar Kertas di Atas Meja?

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

KABAR penandatanganan nota kesepahaman (MoU) damai antara Amerika Serikat dan Iran pada 14–15 Juni 2026 merupakan sebuah oase di tengah gurun ketegangan global yang mencekam. Setelah 15 minggu dibayangi kecemasan perang terbuka yang melelahkan, langkah diplomatik ini membuktikan bahwa akal sehat geopolitik dan pendekatan dialog pada akhirnya mampu mengungguli arogansi konfrontasi militer.

Continue reading “Titik Balik yang Berharga, Apakah Jadi Sekadar Kertas di Atas Meja?”

Pembubaran Diskusi di UGM dan Ancaman Kesadaran Palsu

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

KABAR duka kembali terdengar dari dunia akademik kita. Ini bukan kabar duka biasa. Sebuah panggung intelektual yang semestinya menjadi ruang sakral bagi dialektika dan pengujian kebijakan publik, dipaksa gulung tikar dan dimatikan oleh aksi sekelompok mahasiswa. Peristiwa ini mencoreng wajah kebebasan berpendapat yang lama kita rawat.

Continue reading “Pembubaran Diskusi di UGM dan Ancaman Kesadaran Palsu”

Menggugat Hegemoni Little Red Dot, Membalikkan Paradoks Center-Periphery

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Dosen HI UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

HUBUNGAN geopolitik dan ekonomi antara Indonesia dan Singapura selalu dibayangi oleh paradoks yang unik. Hubungan ini diwarnai oleh asimetri yang tajam antara luas wilayah geografis dan kekuatan ekonomi.

Continue reading “Menggugat Hegemoni Little Red Dot, Membalikkan Paradoks Center-Periphery”

Membaca Ekodiplomasi dan Posisi Geopolitik Indonesia di Era Prabowo

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute dan Ketua Umum JMSI

SETIAP tanggal 5 Juni, komunitas internasional memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Di tengah pusaran perubahan iklim global dan ketidakpastian lanskap politik global, peringatan ini tidak lagi sekadar menjadi ritual refleksi ekologis belaka. Bagi Indonesia, momentum ini adalah alarm sekaligus panggung strategis untuk menegaskan kembali posisi tawar menawar (bargaining power) kita di mata dunia. 

Continue reading “Membaca Ekodiplomasi dan Posisi Geopolitik Indonesia di Era Prabowo”

Barbarians at the Wall: Tinjauan Geopolitik dan Eksistensi Bangsa

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

“BARBARIANS at the Wall: The First Nomadic Empire and the Making of China” bukan sekadar narasi sejarah usang tentang peperangan di padang rumput Mongolia, melainkan sebuah studi mendalam mengenai dialektika antara peradaban menetap (settled civilization) dan kekuatan nomaden (nomadic power).

Continue reading “Barbarians at the Wall: Tinjauan Geopolitik dan Eksistensi Bangsa”

Menakar Relasi Eropa-China: Dialektika Kekuasaan di Tengah Anarki Global

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

HUBUNGAN antara Eropa dan China telah memasuki etape yang baru dan bermetamorfosis menjadi jauh lebih kompleks dan sarat akan kepentingan strategis.

Continue reading “Menakar Relasi Eropa-China: Dialektika Kekuasaan di Tengah Anarki Global”

Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Syariah: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute & Wakil Ketua Komite Luar Negeri MES

EKONOMI syariah dan ekonomi kerakyatan sejatinya berakar pada nilai yang sama: keadilan distributif dan penghapusan eksploitasi manusia atas manusia. Ketika kedua jalur ini disatukan, ia menjadi jawaban atas ketimpangan struktural yang lama mendera Indonesia.

Continue reading “Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Syariah: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia”

Menavigasi Badai: Prabowo, Odiseus, dan Pertarungan Melawan Leviathan Oligarki

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

DI tengah kancah geopolitik yang terus bergolak, perjalanan sebuah bangsa sering kali menyerupai epos besar yang melintasi samudra penuh marabahaya. Saat ini, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tengah menavigasi arus sejarah yang menuntut keteguhan hati dan ketajaman visi. Ibarat Odiseus dalam mahakarya Homerus, “Odyssey” (Abad ke-5 SM), Prabowo memimpin bahtera nasional melewati selat sempit yang diapit oleh monster-monster masa lalu yang selama ini mencengkeram nasib bangsa.

Continue reading “Menavigasi Badai: Prabowo, Odiseus, dan Pertarungan Melawan Leviathan Oligarki”

Reformasi 1998, Dua Front, dan Satu Jalan Keluar

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia

REFORMASI 1998 lahir dari rahim krisis yang akut. Ketika krisis moneter melanda Asia Tenggara pada 1997–1998, ilusi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi semu yang dibangun selama tiga dekade Orde Baru runtuh dalam hitungan bulan. Nilai tukar Rupiah terhempas dari Rp2.500 per Dolar AS menjadi lebih dari Rp16.000, memicu inflasi hebat yang melambungkan harga kebutuhan pokok. Rakyat, yang dipelopori oleh gerakan mahasiswa, turun ke jalan menuntut perubahan fundamental.

Continue reading “Reformasi 1998, Dua Front, dan Satu Jalan Keluar”

Membaca Ulang Arah yang Tidak Pernah Netral

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

BUKU “Four Points of the Compass: The Unexpected History of Direction” karya Jerry Brotton bukan sekadar sejarah peta. Ia adalah pembacaan ulang tentang bagaimana arah mata angin telah menjadi alat politik, kebudayaan, dan kekuasaan.

Continue reading “Membaca Ulang Arah yang Tidak Pernah Netral”

Segitiga Iran, Pakistan, China Hadapi AS

Video ini membahas dinamika geopolitik antara Iran, China, dan Amerika Serikat. Berikut adalah poin-poin pentingnya:

Hubungan Strategis Iran-China (0:49-3:39): Iran dan China telah menjalin kerja sama strategis sejak tahun 2021, terutama di bidang energi dan pembangunan infrastruktur (jalur darat/pipa minyak). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Belt and Road untuk mendukung pembangunan wilayah barat China, bukan sekadar respons terhadap pertemuan baru-baru ini antara Donald Trump dan Xi Jinping.

Continue reading “Segitiga Iran, Pakistan, China Hadapi AS”

Menguji Batas Perangkap Thucydides dari Pertemuan Trump-Xi

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

SETELAH sembilan tahun, Donald Trump kembali ke Beijing, bertemu Xi Jinping yang diakuinya sebagai pemimpin hebat. Penyambutan resmi di Great Hall of the People dilakukan dengan kemegahan penuh, mulai dari barisan garda kehormatan hingga dentuman meriam sebanyak 21 kali di Lapangan Tiananmen.

Continue reading “Menguji Batas Perangkap Thucydides dari Pertemuan Trump-Xi”

Saat Amerika dan China Berada di Ambang Perangkap Thucydides

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

PEKAN lalu saya diundang menjadi penguji naskah tesis S-2 seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Secara ringkas, tesis itu menguji pendekatan dua presiden AS, Donald Trump (2017-2021) dan Joe Biden (2021-2025) menghadapi upaya China mencuri perhatian di kawasan Indo-Pasifik. Trump menggunakan pendekatan offensive realism, sementara Biden mempraktikkan defensive realism dan hybrid realism.

Continue reading “Saat Amerika dan China Berada di Ambang Perangkap Thucydides”

Menolak Ekstra-teritorialitas AS di Kuba, Utamakan Stabilitas Karibia

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

WASHINGTON DC kembali memperketat tekanan terhadap Kuba melalui perintah eksekutif yang ditandatangani pada 1 Mei 2026. Langkah terbaru ini memperluas cakupan sanksi dengan tingkat ekstrateritorialitas yang belum pernah diterapkan sebelumnya, menyasar langsung perusahaan dan bank yang memiliki keterkaitan dengan negara pulau itu.

Continue reading “Menolak Ekstra-teritorialitas AS di Kuba, Utamakan Stabilitas Karibia”

Ujian bagi Konferensi Peninjauan NPT 2026

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

KONFERENSI Peninjauan NPT (Traktat Non-Proliferasi Nuklir) tahun 2026 berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang belum pernah terlihat sejak Perang Dingin. Agenda utamanya tetap sama: mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong perlucutan senjata, dan memastikan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Continue reading “Ujian bagi Konferensi Peninjauan NPT 2026”

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

SEJAK tiga dekade terakhir, tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Dunia atau World Press Freedom Day. Penetapan tanggal ini bermula dari Deklarasi Windhoek 1991 di Namibia, yang menegaskan pentingnya pers bebas, pluralistik, dan independen. Dua tahun kemudian, Majelis Umum PBB mengesahkannya sebagai peringatan resmi melalui Resolusi 48/432 pada 1993.

Continue reading “Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa”

JMSI: Media Siber sebagai “Ruang Belajar Kedua”

Media siber berperan penting dalam mempercepat kemajuan pendidikan nasional. Transformasi digital yang meluas menuntut ekosistem pendidikan dan media berjalan beriringan dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global.

Continue reading “JMSI: Media Siber sebagai “Ruang Belajar Kedua””

Kerusuhan Poso dan Dramatisasi di Era Algoritma

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan sensasi mengalahkan substansi. Disrupsi digital yang semula dijanjikan sebagai demokratisasi informasi justru melahirkan paradoks: ruang publik semakin bising, tetapi semakin miskin makna.

Continue reading “Kerusuhan Poso dan Dramatisasi di Era Algoritma”