Keluar Dari Penjara, Ahmad Dhani Terbitkan Buku Sejarah Nasional Indonesia

Tidak lama lagi masa hukuman musisi Ahmad Dhani akan berakhir. Menurut jadwal, pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972, ini keluar dari LP Cipinang pada hari Senin (30/12) pekan depan.

Hari Senin lalu (23/12), bersama aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma, saya berkunjung ke LP Cipinang membesuk Dhani.

Ini adalah kali kedua saya membesuknya di LP Cipinang.

Continue reading “Keluar Dari Penjara, Ahmad Dhani Terbitkan Buku Sejarah Nasional Indonesia”

Situasi di Papua dan Timor Leste Berbeda

Berada di Teluk Iberia, sejak berdiri di tahun 868 M Portugal yang kini dihuni sekitar 10,2 juta jiwa nyaris tidak mengalami perubahan batas wilayah.

Di masa lalu, Portugal adalah negeri para penjelajah. Vasco da Gama, Pedro Alvares Cabral, Ferdinand Magellan, Christopher Columbus, Diogo Cao, Diogo Silves, dan Bartolomeu Dias, adalah beberapa dari sekian banyak penjelajah Portugal yang langsung atau tidak langsung ikut menentukan peta dunia dan batas-batas negeri, serta mendorong kebangkitan gagasan kebangsaan di banyak tempat di muka bumi.

Ketika menerima kami di kantornya, Dutabesar Republik Portugal Rui Fernando Sucena Do Carmo tidak sungkan membagi cerita dari masa lalu, termasuk kompetisi di antara negara-negara Eropa dalam menemukan negeri-negeri baru yang kelak menjadi koloni mereka. 

Misalnya tentang Perjanjian Tordesillas tahun 1494 antara Portugal dan Spanyol yang membuat, antara lain, hingga kini hanya Brazil di Amerika Latin yang menggunakan bahasa Portugis. Sementara selebihnya menggunakan bahasa Spanyol, kecuali tiga negara kecil yakni Suriname, Guyana Prancis dan Guyana Inggris.

Continue reading “Situasi di Papua dan Timor Leste Berbeda”

Foto Bertiga

Saya sudah mau pulang. Sudah meninggalkan tenda utama di halaman Kedubes Amerika Serikat yang warnanya merah, putih, dan biru.

Di tempat ini barusan Dubes AS Joseph R. Donovan Jr. memberikan sambutan.

“Semoga hubungan baik Amerika Serikat dan Indonesia akan berlangsung untuk 70 tahun berikutnya, dan selanjutnya,” kata dia mengajak toast tamu semua.

Sambil berjalan ke arah pintu keluar saya melihat2 pemandangan taman yang asri. Sudah lama tidak berkunjung ke Kedubes AS.

Terakhir tahun 2012 saat mengurus visa untuk keperluan perjalanan demi memenuhi undangan dari Komite 4 PBB di New York.

Kini sudah banyak berubah. Saya simpulkan saja: Gedung Kedubes AS semakin kokoh dan megah.

Continue reading “Foto Bertiga”

Kabar Duka Dari Kuba

Kabar duka itu datang kemarin pagi (Rabu, 11/12). Dari Havana, Kuba.

Achmad Soengkawa Soepardja meninggal dunia. Selasa (10/12) sekitar jam 06.00 waktu setempat.

Kabar kepergian pria kelahiran Jakarta, 2 Mei 1934 itu menghadap Illahi saya terima dari Staf KBRI Havana Dedi Supardi.

Saya dikirimi foto sebuah kuburan di Pemakaman Colon, Vedado. Di tempat itulah, tubuh Achmad Soepardja yang kerap disapa Aki oleh masyarakat Indonesia di Kuba, dibaringkan.

Continue reading “Kabar Duka Dari Kuba”

Patung Fidel Castro

BEGITULAH adanya. Tak ada patung Fidel Castro di seantero Kuba.

Memang saya tidak punya waktu untuk berkunjung ke semua sudut Kuba. Tetapi demikian disampaikan oleh teman-teman yang menemani saya dalam perjalanan ke negeri itu bulan lalu.

Continue reading “Patung Fidel Castro”

Glasnost Dan Perestroika Ala Kuba

KUBA sedang berbenah.

Sedang melakukan glasnost dan perestroika ala mereka. Keterbukaan dan restrukturisasi. Atau dalam bahasa Spanyol yang digunakan sebagai bahasa nasional di Kuba, transparencia dan reestructuración.

Glasnost dan perestroika dalam tulisan ini hanya istilah yang saya gunakan. Manakala membandingkan hal yang kurang lebih serupa dengan apa yang pernah dilakukan Uni Soviet di akhir 1980an.

Tentu, situasi tidak sama. Glasnost dan perestroika di Uni Soviet pada masa itu terjadi secara tiba-tiba. Seperti cahaya yang membuat silau bahkan menyakitkan mata. Alih-alih berfungsi sebagai penerang jalan, keduanya malah membuat kaki Soviet terantuk, dan terjatuh, bubar.

Internet telah ramai digunakan warga Kuba sejak 2015, menjelang perbaikan hubungan negara itu dengan Amerika Serikat.

Continue reading “Glasnost Dan Perestroika Ala Kuba”

Akreditasi: A Short Story

Gambar kartu akreditasi ini tidak ditemukan #DiTepiAmuDarya. Saat buku yang berkisah ttg perjalanan saya ke perbatasan Afghanistan tahun 2001 itu dilayout, saya cari2 kartu ini. Tapi tak ketemu juga. Akhirnya ia tak bisa disertakan dalam hasil akhir.

Insya Allah dalam cetakan kedua mendatang kartu akreditasi ini akan disertakan.

Continue reading “Akreditasi: A Short Story”