Kutukan Bung Karno dalam Pledoi Syahganda Nainggolan

“Menggugat Indonesia Menggugat: Catatan dari Balik Penjara” karya tokoh pergerakan Syahganda Nainggolan ini sangat menarik untuk dibaca baik dari sisi gaya penulisannya yang bertutur, ringan, dan personal, maupun dari sisi subjek yang dikenal benar oleh sang penulis: Paradoks Demokrasi Indonesia.

Bagian utama dari buku ini adalah naskah pledoi atau pembelaan diri Syahganda dalam persidangan kasus ujaran kebencian yang dituduhkan kepadanya. Namun dengan berbagai pertimbangan pledoi yang telah dipersiapkan dengan sangat cermat itu tidak jadi dibacakan. Sebaliknya, ia membacakan pledoi yang lebih singkat namun juga mengena dan menjawab tuduhan yang dialamatkan negara kepada dirinya.

Continue reading Kutukan Bung Karno dalam Pledoi Syahganda Nainggolan

Masjid Selimiye di Edirne

Masjid Selimiye di Edirne, Turki, sedang direnovasi. Besar-besaran. Luar dalam.

Masjid karya arsitek Mimar Sinan ini dibangun antara 1568 sampai 1574, dan diresmikan Sultan Selim II pada 1575. Atau 400 tahun sebelum kelahiranku.

Mimar Sinan dikenal sebagai salah seorang arsitek ulung di era Turki Utsmaniah. Selain Masjid Selimiye ini, masjid lain yang dibangunnya antara lain adalah Masjid Sulaymaniyah dan Masjid Stari Most di Mostar, di Herzegovina-Neretva Canton, Federasi Bosnia Herzegovina kini.

Dari sekian banyak karya emasnya, Masjid Selimiye yang memiliki empat menara masing-masing setinggi 83 meter ini dianggap Mimar Sinan sebagai karya terbaik arsitektur Islam.

Di tahun 2011 Masjid Selimiye dicatat UNESCO sebagai salah satu World Heritage Site.

Stasiun Karaagac

Stasiun Karaagac di Edirne, Turki, lokasinya unik. Berada di sisi utara Sungai Meric atau Sungai Evros dalam bahasa Yunani yang memisahkan kedua negara.

Dalam traktat perdamaian yang mengakhiri perang Yunani-Turki, ditandatangani di Lausanne, Swiss tahun 1923, Karagaac dimasukkan ke dalam wilayah Turki karena stasiun kereta ini lebih dahulu didirikan di enclave itu pada 1873.

Adalah Chemins de fer Orientaux milik Turki Utsmaniah yang membangunnya untuk menghubungkan Istanbul dengan Balkan dan Eropa.

Continue reading Stasiun Karaagac

Pak MG Meninggal Dunia

Innalillahi wainnailaihi rajiun.

Sedih mendengarkan kabar duka ini.

Telah meninggal dunia salah seorang guruku, yang berjasa dalam kehidupanku, H. Margiono.

Aku belajar banyak dari almarhum. Dia orang pertama yang memberi kesempatan padaku untuk memasuki industri pers, membukakan pintu untuk mengenal dunia yang lebih luas.

Continue reading Pak MG Meninggal Dunia

Dubes Tunisia: Kami Siap Memasuki Era Baru

Republik Tunisia sedang berbenah untuk memperkuat pondasi politiknya yang sempat mengalami guncangan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Pada pertengahan Desember 2021 lalu, Presiden Kais Saied telah mengumumkan rencana referandum Konstitusi yang akan digelar pada bulan Juli 2022 mendatang. Diharapkan, Konstitusi baru tersebut dapat memperkuat pondasi politik di negara itu.  

Referandum akan diawali dengan konsultasi publik yang diselenggarakan sejak 15 Januari 2022 sampai tanggal 20 Maret 2022. Dalam masa konsultasi, warganegara Tunisia dapat menyampaikan pandangan mereka atas berbagai persoalan baik secara elektronik melalui aplikasi khusus yang didisain untuk itu, maupun dalam pertemuan-pertemuan yang digelar di seluruh tingkatan wilayah.

Continue reading Dubes Tunisia: Kami Siap Memasuki Era Baru

Josef M. Ullmer: Indonesia akan Sukses dalam Transformasi Energi Baru Terbarukan

INDONESIA sedang berbenah untuk melakukan transformasi besar-besaran di sektor energi. Upaya membangun ekosistem energi baru terbarukan (EBT) ini tentu memerlukan keterlibatan banyak kalangan.

Dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, President Director Andritz Hydro, Dr Josef M. Ullmer, mengurai peluang yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam transformasi energi ini.

Andritz Hydro adalah salah satu perusahaan yang yang aktif dalam  pemasaran dan penjualan, serta pengawasan teknik dan manufaktur untuk pembangkit listrik tenaga air berskala besar (Large Hydro and Compact Hydro Plants) yang beroperasi di berbagai negara, seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, Filipina, Australia, dan Selandia Baru.

Continue reading Josef M. Ullmer: Indonesia akan Sukses dalam Transformasi Energi Baru Terbarukan

Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

DI tengah pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun mengurung dunia dan membatasi pergerakan dan hubungan antar bangsa, nyatanya hubungan Republik Indonesia dan Federasi Rusia mengalami peningkatan yang berarti.

Di tahun 2021, menurut Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, volume perdagangan kedua negara meningkat sekiatr 40 persen. Diperkirakan, sampai akhir tahun ini volume perdagangan kedua negara mencapai nilai 3 miliar dolar AS.

Selain membahas hubungan kedua negara di era pandemi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Dubes Lyudmila Georgievna Vorobieva juga menjawab sejumlah pertanyaan terkait ketegangan di kawasan Asia Pasifik yang tengah meningkat dipicu oleh pakta pertahanan Australia, Inggris, dan Amerika Serikart (AUKUS), posisi Rusia di tengah persaingan AS dan China, serta ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Wawancara dilakukan di kediaman Duta Besar Federasi Rusia di pojokan Jalan Denpasar dan Jalan Pedurenan Masjid Raya, persis di belakang Kedubes Federasi Rusia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Berikut kutipannya:

Continue reading Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

Firli Bahuri: Threshold Pemilu Nol Persen, Biaya Politik Nol Rupiah

Selama Karantina

Namanya Aubertin Walter Sothern Mallaby. Hari lahirnya yang ke-122 tidak lama lagi.

Tahun 1918 Mallaby menyelesaikan pendidikan perwira di Wellington Cadet College, India.

Setelah malang melintang di berbagai kesatuan dan jabatan, di bulan Oktober 1945 ia ditugaskan ke Surabaya, memimpin Brigade Infranteri India Ke-49 untuk melucuti dan membawa tentara Jepang yang telah menyerah kalah.

Continue reading Selama Karantina

Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Sudah banyak orang yang menulis tentang tempat ini. Catatan baru rasanya tak akan mengubah apapun. Fakta dan opini.

Inilah Hagia Sophia. Aya Sofia. Kebijaksanaan Suci. Elemen kedua dalam Trinitas.

Dibangun pada tahun 537, di era Kaisar Justinian I, sebagai Gereja Ortodoks utama di Konstantinopel. Pada masa itu, ia yang terbesar di Emporium Romawi Timur.

Tahun 1204, Tentara Salib merebutnya, dan mengubahnya menjadi Gereja Katolik yang berkiblat ke Vatikan di Roma sampai 1261.

Continue reading Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Validity and Vitality of Juche Idea in Contemporary World

A YEAR ago, precisely on 24th of November 2020, the Indonesia-DPRK Friendship Association has established the Indonesian Juche Study Group (IJSG). The first meeting was held at the residence of late Mdm. Rachmawati Soekarnoputri who was the initiator of the IJSG and also the founder of the Indonesia-DPRK Friendship Association.  

Compared to other friends in many countries, it seems like we are among the last to organize a study group on Juche idea. This “delay” is not because we don’t see the importance of Juche as a driven factor to the struggle and development of the Korean nation to this day.

Continue reading Validity and Vitality of Juche Idea in Contemporary World

Yang dari Luxor

Disebutkan dalam banyak catatan, Obelisk of Theodisius di Hippodrome of Constantinople didirikan Firaun Thutmose III di Kuil Karnak di Luxor, Mesir, di tepi Sungai Nil, untuk mengenang keberhasilannya menaklukkan Suriah. Itu sekitar abad ke-15 Sebelum Masehi.

Lalu di abad ke-4 Masehi, tepatnya di tahun 357, obelisk ini bersama satu obelisk lainnya dipindahkan Konstantinus II ke Alexandria di muara pertemuan Sungai Nil dan Laut Mediterania. Kali ini untuk mengenang dua dekade kekuasaan Konstantinus II.

Continue reading Yang dari Luxor

Tentang Galata Tower

Dibangun tahun 1348, menara setinggi 67 meter ini adalah bangunan tertinggi di koloni Republik Genoa di Tanduk Emas (Golden Horn) pada masa itu.

Ia hanya sepelemparan batu dari tembok Konstantinopel di sebelah selatan yang dipisahkan perairan Golden Horn.

Ada sejumlah teori mengenai asal kata Galata.

Continue reading Tentang Galata Tower

ASEAN Multilateralism and Anti-jingoism

Good evening, my name is Teguh Santosa. I am a lecturer from Islam State University in Jakarta, Indonesia.

I am thanking you for the opportunity given to me to present the Association of Southeast Asian Nations or ASEAN and the fruit of multilateralism practiced by the ASEAN since the very beginning of its foundation.

ASEAN is one of the most stable and dynamic regional organization that I believe can be a good model for other regions in the world.

Continue reading ASEAN Multilateralism and Anti-jingoism

Pemilu Akbar Venezuela Demokratis, ASEAN adalah Keajaiban

Pemilihan umum besar-besaran yang digelar Republik Bolivarian Venezuela hari Minggu lalu (21/11) berlangsung secara demokratis dengan hasil yang memuaskan.

Penilaian itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Imam Edy Mulyono ketika memberikan sambutan dalam Konferensi ASEAN-Venezuela di PDVSA La Estancia, La Floresta, Caracas, Kamis pagi (25/11) waktu setempat.

Continue reading Pemilu Akbar Venezuela Demokratis, ASEAN adalah Keajaiban

Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Khalid bin Zayd, lebih dikenal sebagai Abu Ayyub al Anshari.

Lahir di Madinah, tahun 594, Khalid bin Zayd muda ikut menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah di tahun 622.

Di tahun 671, di usia 77 tahun, Khalid bin Zayd berangkat ke Konstantinopel untuk memenuhi nubuat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kelak Konstantinopel akan kembali ke ajaran Tauhid, mengakui keesaan Tuhan.

Abu Ayyub dikisahkan sempat menantang pasukan Konstantinopel di gerbang kota. Tapi ia meninggal dunia karena penyakit di usia tua.

Continue reading Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Mega-Pemilu Venezuela

PADA tanggal 21 November mendatang Republik Bolivarian Venezuela akan kembali menggelar pemilihan umum. Ini adalah pemilu ke-29 yang dilaksanakan dalam 22 tahun terakhir sejak reformasi politik besar-besaran yang dilakukan Hugo Chavez pada 1999.

Di dalam Pemilu 21N ini rakyat Venezuela akan memilih 23 gubernur negara bagian, 2.471 anggota lembaga legislatif di ke-23 negara bagian, 335 walikota, dan 253 legislator yang mewakili ke-23 negara bagian yang jumlah untuk setiap negara bagian ditentukan dari jumlah populasi negara bagian.

Dua pemilu terakhir yang digelar Venezuela adalah pemilihan presiden di bulan Mei 2018 dan pemilihan anggota Majelis Nasional pada Desember 2020.

Continue reading Mega-Pemilu Venezuela

Monumen Bunga Kimilsung Kembali Diresmikan, Teguh Santosa: Buah Pikiran Founding Fathers dalam Menempatkan Indonesia di Tengah Percaturan Dunia

Monumen Bunga Kimilsung di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor kembali diresmikan, Rabu siang ini (10/11).

Peresmian dilakukan setelah renovasi Griya Anggrek selesai dilakukan. Wajah baru Griya Anggrek menjadi berbeda sama sekali, lebih megah dibandingkan bangunan sebelumnya. Sementara Monumen Bunga Kimilsung yang baru dipindahkan sekitar 30 meter dari lokasi sebelumnya.

Continue reading Monumen Bunga Kimilsung Kembali Diresmikan, Teguh Santosa: Buah Pikiran Founding Fathers dalam Menempatkan Indonesia di Tengah Percaturan Dunia

Hubungan Kami dengan China selalu “Up and Up”

SUHU di Kawasan Asia Selatan memanas setelah Taliban secara de facto merebut kekuasaan di Afghanistan pertengahan Agustus lalu. Ini adalah kali kedua Taliban berkuasa di negara itu. Memang kali ini tidak seperti yang terjadi di tahun 1996 silam, yang berdarah-darah. Namun begitu, instabilitas di Afghanistan berpengaruh ke negara-negara tetangganya, terutama Pakistan yang berbatasan langsung, dan sejak era 1970an menjadi tempat pengungsian abadi bagi orang-orang Afghan yang melarikan diri.

Dutabesar Republik Islam Pakistan, Muhammad Hassan, ketika menerima Republik Merdeka di kantornya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, menjelaskan dilema yang dihadapi Pakistan setiap kali terjadi pergolakan di Afghanistan.

Continue reading Hubungan Kami dengan China selalu “Up and Up”

Raden Fatah Menangkap Ayahnya?

Prof. Slamet Muljana dalam buku “Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara” menuliskan banyak hal yang berkaitan dengan perpindahan kekuasaan di Pulau Jawa pada paruh kedua abad ke-15, dari Majapahit ke Demak.

Salah satunya adalah episode ketika Raden Fatah yang tadinya seorang adipati di Demak menyerang pusat kekuasaan Majapahit di Mojokerto dan menangkap Raja Brawijaya V serta menggelandang ayah kandungnya itu ke Demak.

Continue reading Raden Fatah Menangkap Ayahnya?

Dutabesar Park Tae-sung: Membangun Kemandirian Tugas yang Sangat Penting

Tidak ada satu negara pun yang bebas dari kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda dunia. Pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia dan Republik Korea sempat mengalami kontraksi ke titik minus. Volume perdagangan kedua negara juga terpengaruh hingga terkoreksi sebesar 15 persen.

Namun di tengah kesulitan bagaimanapun selalu ada titik terang. Belakangan, situasi mulai bergerak ke arah yang lebih baik. Volume perdagangan kedua negara sudah kembali ke titik semula. Kerjasama simbolis dan strategis yang sempat terhenti, seperti pengembangan pesawat jet tempur K-FX/I-FX, pun dimulai kembali.

Selain itu, di sisi investasi di Indonesia, data semester pertama tahun 2021 memperlihatkan Korea Selatan melompat dan kini berada di posisi kelima setelah Singapura, Hong Kong, China, dan Belanda. Peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia didorong oleh investasi dalam skala besar di bidang kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan baterai untuk EV.

Continue reading Dutabesar Park Tae-sung: Membangun Kemandirian Tugas yang Sangat Penting

Penghargaan dari Komite Reunifikasi Damai Korea untuk Jaya Suprana

Dinilai memiliki kepedulian mendalam dan komitmen kuat pada proses perdamaian di Semenanjung Korea, budayawan Jaya Suprana mendapatkan penghargaan “Life Membership” dari Asia Pacific Regional Committee for Peaceful Reunification of Korea (APRCPRK).

Penghargaan untuk pendiri Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) tersebut diberikan dalam pertemuan istimewa APRCPRK yang diselenggarakan secara virtual pada akhir Mei lalu.

Pertemuan khusus yang difasilitasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia Korea Utara tersebut dipimpin Direktur Biro Eksekutif APRCPRK, Peter Woods, dan dihadiri sejumlah pimpinan teras APRCPRK seperti Rachmawati Soekarnoputri, Madhav Kumar Nepal, Raymond Ferguson, Norma G. Binas, Javed Ansari, Hakki Ergincan, Peter Wilson, dan Phanidra Raj Pant.

Continue reading Penghargaan dari Komite Reunifikasi Damai Korea untuk Jaya Suprana

Perang Afghanistan, Teringat Alm. ZA Maulani

Alm. Letjen (Purn) ZA Maulani. Saya mengenangnya sebagai sosok yang santun, rendah hati, berpengetahuan luas, menghargai kawan bicara tua dan muda.

Alm. pernah memimpin Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dari Mei 1998 sampai November 1999 di era Presiden BJ Habibie. Menggantikan Letjen Moetojib dan digantikan Letjen Arie J. Kumaat. Di tahun 2001, Bakin berubah nama menjadi Badan Intelijen Negara (BIN).

Saya berkenalan dengannya tak lama setelah peristiwa serangan yang menghancurkan WTC di New York City, 11 September 2001, hampir 20 tahun lalu.

Awalnya, seorang senior meminta saya mencari pakar atau pengamat yang bersedia menulis setiap hari di kolom khusus di halaman satu harian kami mengenai hal-hal terkait peristiwa 9/11 dan operasi AS memburu pentolan Al Qaeda Osama bin Laden yang dilindungi Taliban di Kandahar, Afghanistan.

Continue reading Perang Afghanistan, Teringat Alm. ZA Maulani

Lagi, Negeri yang Jadi Rebutan

KEINGINAN menerbitkan kumpulan reportase dari tepi sungai Amu Darya yang memisahkan Uzbekistan dan Afghanistan, mulai muncul di pertengahan 2018.

Ya, 17 tahun setelah saya berkunjung ke kota Termez di Uzbekistan pada bulan Oktober dan November 2001. Di kota kecil yang sedang merayakan ulang tahun ke 2.500 tahun itu saya menunggu kesempatan menyeberangi Amu Darya dan menginjakkan kaki di Afghanistan.

Tapi tanda-tanda Jembatan Persahabatan akan dibuka tak kunjung tiba. Sampai saya akhirnya kembali ke Jakarta dan Kabul direbut Aliansi Utara.

Juli 2018 saya mewawancarai Dubes Afghanistan di Jakarta, Roya Rahmani. Kami membahas beragam hal terkait reformasi negeri itu di berbagai bidang pasca-Taliban.

Kami juga membahas ajakan pemerintahan Ashraf Ghani kepada Taliban untuk ikut dalam proses demokrasi, yang artinya ikut pemilu yang sudah direncanakan di tahun itu.

Continue reading Lagi, Negeri yang Jadi Rebutan

Andaikatamologi dan Mahajurnalis Nusantara Jamanow

DI samping Kelirumologi, Humorologi, Alasanologi, Malumologi saya juga menggagas Andaikatamologi sebagai telaah melalui jalur andaikata terhadap berbagai aspek kehidupan manusia di planet bumi ini.

Andaikatamologi pada hakikatnya sudah kerap digunakan oleh para ilmuwan sejarah ketika melakukan telaah sejarah terhadap berbagai aspek kehidupan manusia di planet bumi ini.

Namun ternyata andaikatamologi juga potensial didayagunakan memenuhi kebutuhan untuk menyusun Kata Pengantar terhadap buku “Di Tepi Amu Darya” mahakarya mahajurnalis Nusantara jamanow, Teguh Santosa.

Andaikata saya Presiden Republik Indonesia maka pasti saya memilih para menteri saya bukan berdasar transaksi politik dengan para parpol, namun berdasar kenyataan kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan berdasar pertim- bangan profesionalisme the right man on the right place on the right time.

Jaya Suprana, Pendiri Museum Rekor Dunia-Indonesia

Continue reading Andaikatamologi dan Mahajurnalis Nusantara Jamanow

Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

SEBENARNYA, Indonesia dan India bukanlah negara asing satu sama lain. Keduanya memiliki kontak budaya dan telah menjalin hubungan komersial yang erat setidaknya selama dua milenium terakhir. Hindu, Buddha, dan kemudian Islam, melakukan perjalanan ke Indonesia di sepanjang pantai India dengan, antara lain, cerita dari epos Ramayana dan Mahabharata yang kemudian menjadi sumber penting seni dan budaya Indonesia.

Kesamaan budaya ini, bersama dengan sejarah kehidupan di era kolonial dan tujuan kemerdekaan untuk kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan politik luar negeri yang mandiri, pada gilirannya menjadi faktor yang memudahkan kedua negara untuk menjalin hubungan bilateral di era modern. zaman.

Karena sebagian budaya dan agama di Indonesia diyakini dibawa oleh para pedagang dari India, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sektor ekonomi dan komersial menjadi tumpuan terpenting dari hubungan mereka.

India dan Indonesia saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua dan keempat, serta negara demokrasi terbesar pertama dan ketiga di dunia. Kedua negara juga merupakan anggota G20, kelompok 20 kekuatan ekonomi di dunia. Dalam daftar tersebut, India yang berpenduduk 1,3 miliar jiwa berada di urutan ke-7 dengan PDB 2,7 triliun dolar AS. Sementara, Indonesia yang berpenduduk 270 juta jiwa berada di peringkat ke-16 dengan PDB 1 triliun dolar AS.

Menjajaki berbagai aspek kerja sama kedua negara, Republik Merdeka mengunjungi Duta Besar Republik India untuk Republik Indonesia, Shri Manoj Kumar Bharti, di Kedutaan Besar India di Gama Tower, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/8).

Shri Bharti mulai bertugas di Jakarta Januari lalu. Alumni Institut Teknologi India (IIT) di Kanpur yang mahir berbicara bahasa Persia, Rusia dan Nepal, ini juga pernah menjabat sebagai Duta Besar di Belarus (2001-2015) dan Ukraina (2015-2018). Saat bertugas di Ukraina, Shri Bharti menulis sebuah buku berjudul “Memahami Filsafat India melalui Ilmu Pengetahuan Modern” yang mencoba menjelaskan filosofi India yang mendasari kebijakan luar negeri negara tersebut, dan pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi saat ini.

Continue reading Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

Empat Menit Hirohito

Setelah dua kota penting Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, hancur dihajar bom atom AS pada 6 dan 9 Agustus, Kaisar Hirohito tak punya pilihan lain.

Tanggal 15 Agustus 1945, tengah hari, Radio Gyokun Hoso menyiarkan rekaman pernyataan Kaisar Hirohito menerima hasil Deklarasi Postdam. Rekaman pernyataan itu sepanjang empat menit.

“Kami sudah meminta Pemerintah untuk berkomunikasi dengan Pemerintah AS, Inggris Raya, China, dan Uni Soviet, bahwa Kerajaan kita menerima ketentuan dalam Deklarasi Bersama mereka (Deklarasi Postdam, 26 Juli 1945),” antara lain kata Hirohito di awal pernyataan.

Continue reading Empat Menit Hirohito

Ribhi Y. Awad

SAYA kembali teringat pada Ribhi Awad. Saat menemukan sebuah buku kecil yang ditulisnya. Di antara buku-buku lain yang sedang berserakan di lantai rumah.

Judulnya: “Arafat & Saya: Sebuah Pengalaman Abadi”. Pada cover yang didominasi warna hijau ada gambar wajah sang penulis, Ribhi Yusuf Awad, dan tokoh pembebasan Palestina, Yasser Arafat.

Buku itu diterbitkan bulan Juni 2006. Hampir dua tahun setelah Yasser Arafat meninggal dunia pada November 2004. Seperti judulnya, buku ini berkisah tentang persahabatan Ribhi Awad dan Yasser Arafat. Juga kisah kepahlawanan pejuang Palestina lainnya. Dituliskan dengan sederhana, terkadang bernada satir, terkadang jenaka, beberapa terasa absurd.  

Saya baca-baca kembali. Sepintas.

Continue reading Ribhi Y. Awad

Jalur Maut ke China

Sampai pagi tadi, di sela-sela membaca kembali laporan-laporan mengenai perpanjangan PPKM Level 4 oleh Presiden Joko Widodo kemarin malam, saya masih menerima pertanyaan dari beberapa teman.

Ada yang disampaikan lewat telepon, ada yang lewat pesan pendek.

Pertanyaan yang diajukan intinya sama, terkait dengan keputusan Indonesia memulangkan diplomat dan staf KBRI dari Pyongyang, Korea Utara.

Dubes Berlian Napitupulu termasuk dalam rombongan yang meninggalkan Pyongyang menuju China pada hari Jumat (23/7).

Mereka telah tiba di Dandong, Provinsi Liaoning, Republik Rakyat China (RRC) dan kini harus mengikuti karantina selama 14 hari.

Dari Pyongyang, rombongan menempuh perjalanan darat sejauh 230 kilometer ke utara, ke arah Sungai Amnok dalam bahasa Korea, atau Sungai Yalu dalam bahasa China. Sungai inilah yang memisahkan wilayah China di utara dengan Korea Utara di selatannya.

Continue reading Jalur Maut ke China

Di Balik Star of Soekarno

BULAN Oktober 2015 saya diutus Mbak Rachma ke Pyongyang menyerahkan tropi dan sertifikat Star of Soekarno yang diberikan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) untuk, antara lain, Kim Jong Un.

Saya sudah sering ke Pyongyang. Tapi kunjungan kali ini rasanya luar biasa. Setelah jamuan minum teh di ruang VIP bandara, saya diantar ke sebuah guest house tak jauh dari Istana Kumsusan, agak di pinggir kota. Guest house yang indah, persis di tepi sebuah danau.

Di guest house saya diinformasikan, beberapa hari lagi akan ada penyambutan di Istana Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea. Juga, yang menerimanya adalah Presiden Presidium yang setara dengan Kepala Negara, Kim Yong Nam.

Kedua pendamping membantu saya agar lancar dalam upacara penyambutan. Kami gladi berkali-kali. Menghafalkan kira-kira posisi Presiden dan posisi saya.

Continue reading Di Balik Star of Soekarno