Pemegang Saham Mayoritas Freeport Indonesia Mau Untung, Kok Jadi Buntung

Dirut Inalim Budi G. Sadikin dan CEO Freeport-McMoRan Richard Adkerson

Pernyataan bahwa PT Inalum (Persero) tidak akan menerima deviden selama dua tahun sungguh mengagetkan. Inalum adalah pemilik 51,2 persen saham Freeport Indonesia. Pembayaran saham senilai 3,85 miliar dolar AS itu dilakukan pada tanggal 21 Desember yang lalu. Presiden Joko Widodo mengumumkan sendiri peristiwa yang menurutnya bersejarah itu di Istana Negara.

Skandal Penyuapan Lockheed dan Kepretan untuk Freeport

TOKYO, JAPAN – JANUARY 19: (CHINA OUT, SOUTH KOREA OUT) Former Prime Minister Kakuei Tanaka appears at the Tokyo District Court at a Lockheed scandal trial on January 19, 1978 in Tokyo, Japan. (Photo by The Asahi Shimbun via Getty Images)

PUBLIK Amerika Serikat mengenalnya sebagai “Skandal Penyuapan Lockheed”. Kasus itu terjadi di tahun 1976, menjelang akhir era pemerintahan Gerard Ford.

Bersama beberapa kasus penyuapan besar lainnya, “Skandal Penyuapan Lockheed” mendorong pemerintahan Jimmy Carter yang mulai berkuasa di tahun 1977 mengusulkan sebuah peraturan yang secara tegas melawan praktik penyuapan yang dilakukan perusahaan Amerika Serikat kepada pihak-pihak di luar negeri demi mendapatkan kontrak, konsesi atau pembelian dan sebagainya.

Kim Jong Un’s New Year’s Address

Dear comrades and friends,

Having seen out the year 2018, in which we adorned the history of the motherland, the revolution and the nation with meaningful events leaving another indelible imprint in the history, we are seeing in the new year 2019 full of hope.

Menengok ke Belakang, Menatap ke Depan Tahun Politik

Sri Mulyani: Tidak Ada Pintu Belakang

Tidak mudah menyelesaikan persoalan divestasi saham PT Freeport Indonesia. Banyak pihak yang harus dilibatkan dalam pembicaraan. Banyak kepentingan yang harus dipertimbangkan.

Sepekan setelah Presiden Joko Widodo meng­umumkan pembayaran 51,2 persen saham Freeport Indonesia oleh PT Inalum (Persero), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merilis sebuah testimoni yang menggambarkan kompleksitas persoalan dan kerja keras berbagai pihak yang memungkinkan pembelian saham senilai 3,85 miliar dolar AS itu dilakukan.

Di Balik Senyum Dan Motif Parang Richard Adkerson


FOTO itu kini viral.

Ia disandingkan dengan foto saat Presiden Soeharto menandatangani Letter of Intent (LoI) International Monetary Fund (IMF) pada 15 Januari 1998.

Tak jauh dari Pak Harto yang sedang membubuhkan tandatangan sambil membungkuk, Direktur IMF Michel Camdesus yang mengenakan jas hitam dan dasi hitam berdiri sambil menyilangkan kedua tangan di dada.

Di Tepi Amu Darya, Di Ujung Kredibilitas Profesi…

DI Sumatera orang menyebut sungai dengan bermacam nama.

Orang Batak Mandailing menyebutnya, Aek. Batak Karo, Lau. Orang Aceh, Krueng. Orang Lampung, Way. Dan banyak lagi…