Si Djanggo Dibawa Hujan

w-kaba_mekka_nacht

Oleh Hujan

(Terkenang Maimun Saleh, untuk Ides, Mama dan Cut Zulaikha)

Dua hari lagi lebaran kurban. Saiman semakin tak bisa menyembunyikan sinar kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya. Meski dia harus kehilangan si Djanggo, namun dia sudah ikhlas dengan berniat menyampaikan cita-citanya yang sudah dua tahun dipendamnya. Continue reading “Si Djanggo Dibawa Hujan”

Cerpen: Hujan Turun di Nirbaya

“JADI je pikir, je itu Robin Hood dari hutan Sherwood, hah?” Continue reading “Cerpen: Hujan Turun di Nirbaya”

Puisi Berkabung

Berkabung

Oleh: Hujan

Tiga generasi, keluargaku terpaksa melata
Tiga generasi, keluargaku tak punya marwah
Tiga generasi, keluargaku tak bisa hidup bebas
menikmati hari-hari yang cerah dan udara merdeka! Continue reading “Puisi Berkabung”

Bis Jangan Mogok Dong

Oleh: Hujan

Cerita ini mengenai kehidupan seorang petualang waktu. Berasal dari tempat dan lingkungan yang sangat mematuhi waktu. Dan waktu dari tempat asalnya telah membawanya bertualang, bersama waktu, menembus waktu, sampai pada waktunya, petualangan mereka berhenti. Stop, waktunya stop! Sekarang waktunya, untuk menikmati waktu, tak lebih dari 60 menit! Continue reading “Bis Jangan Mogok Dong”

Setangkai Buah Rindu

Oleh: Hujan

…kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu – bukan giliranku
matahari – bukan kawanku… (1)

MALAM masih membebat kesunyian hutan ini. Meskipun api menyala dengan besarnya, tapi tak bisa menghalau dingin yang menyeruak masuk hingga ke sumsum tulangku. Ku geser dudukku dan meraih sepotong kayu lagi. Ku lemparkan, dan menyambarlah lidah api sampai ke langit. Baranya melayang seperti bintang berpijar, kadang-kadang juga seperti rama-rama. Continue reading “Setangkai Buah Rindu”