Puisi Tak Bisa Mengeksekusi (Sajak Adhie M Massardi)

DARI bukit tempat matahari sembunyi
Aku mendengar kata-katamu:
“Bila kekuasaan sudah mengotori kehidupan,
puisi akan membersihkannya…”

Maka pada Subuh yang gaduh
Aku tulis puisi tentang para bedebah itu
Yang membangun istana kekuasaan
Dari puing-puing kebohongan

Tapi jiwa dan hati mereka sudah membatu
Yang di eksekutif terus memainkan kebijakan fiktif
Yang di legislatif menjadikan anggaran barang mainan
Yang di yudikatif membuat vonis menjadi bisnis

Puisi tak bisa lagi bisa mengeksekusi
Karena mereka adalah para zombi
Jasad mati yang digerakan birahi
Tak berhati, tak berjiwa

Dari ladang tempat fajar mengejar mimpi
Aku juga mendengar kisah yang sangar
Tentang seorang ibu yang diusir warga desa
Karena nyembah kejujuran yang sudah dianggap berhala

“Makanya, jangan terlalu jujur, anakku.
Hidup kita jadi begini karena bapakmu terlalu jujur…!”
Begitulah nasihat para orangtua di desa-desa
kepada anaknya yang beranjak dewasa
dan hendak pergi ke kota.

Puisi tak bisa lagi membersihkan kotoran kekuasaan
yang dikendalikan para zombi,
Jasad mati yang digerakan birahi
dari kebohogan ke kebohongan.

Bekasi 150412

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s