Jejak Abadi Jalur Teh-Kuda dari Dataran Tinggi Yunnan hingga Jantung Asia Tenggara

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

JALUR Teh-Kuda Kuno, atau yang dikenal sebagai Chamagudou, merupakan salah satu jaringan perdagangan paling ekstrem dan menakjubkan yang pernah dipahat oleh peradaban manusia. Membentang melintasi tebing-tebing curam dan lembah tersembunyi di barat daya Tiongkok, jalur ini bukan sekadar rute komersial biasa, melainkan labirin budaya yang hidup.

Continue reading “Jejak Abadi Jalur Teh-Kuda dari Dataran Tinggi Yunnan hingga Jantung Asia Tenggara”

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

SETIAP tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita pada demokrasi ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan. Koperasi adalah wujud nyata dari sila kelima Pancasila, sebuah sistem ekonomi yang menempatkan manusia di atas modal.

Continue reading “Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi”

Barbarians at the Wall: Tinjauan Geopolitik dan Eksistensi Bangsa

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

“BARBARIANS at the Wall: The First Nomadic Empire and the Making of China” bukan sekadar narasi sejarah usang tentang peperangan di padang rumput Mongolia, melainkan sebuah studi mendalam mengenai dialektika antara peradaban menetap (settled civilization) dan kekuatan nomaden (nomadic power).

Continue reading “Barbarians at the Wall: Tinjauan Geopolitik dan Eksistensi Bangsa”

Menakar Relasi Eropa-China: Dialektika Kekuasaan di Tengah Anarki Global

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

HUBUNGAN antara Eropa dan China telah memasuki etape yang baru dan bermetamorfosis menjadi jauh lebih kompleks dan sarat akan kepentingan strategis.

Continue reading “Menakar Relasi Eropa-China: Dialektika Kekuasaan di Tengah Anarki Global”

Segitiga Iran, Pakistan, China Hadapi AS

Video ini membahas dinamika geopolitik antara Iran, China, dan Amerika Serikat. Berikut adalah poin-poin pentingnya:

Hubungan Strategis Iran-China (0:49-3:39): Iran dan China telah menjalin kerja sama strategis sejak tahun 2021, terutama di bidang energi dan pembangunan infrastruktur (jalur darat/pipa minyak). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Belt and Road untuk mendukung pembangunan wilayah barat China, bukan sekadar respons terhadap pertemuan baru-baru ini antara Donald Trump dan Xi Jinping.

Continue reading “Segitiga Iran, Pakistan, China Hadapi AS”

Menguji Batas Perangkap Thucydides dari Pertemuan Trump-Xi

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

SETELAH sembilan tahun, Donald Trump kembali ke Beijing, bertemu Xi Jinping yang diakuinya sebagai pemimpin hebat. Penyambutan resmi di Great Hall of the People dilakukan dengan kemegahan penuh, mulai dari barisan garda kehormatan hingga dentuman meriam sebanyak 21 kali di Lapangan Tiananmen.

Continue reading “Menguji Batas Perangkap Thucydides dari Pertemuan Trump-Xi”

Saat Amerika dan China Berada di Ambang Perangkap Thucydides

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

PEKAN lalu saya diundang menjadi penguji naskah tesis S-2 seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Secara ringkas, tesis itu menguji pendekatan dua presiden AS, Donald Trump (2017-2021) dan Joe Biden (2021-2025) menghadapi upaya China mencuri perhatian di kawasan Indo-Pasifik. Trump menggunakan pendekatan offensive realism, sementara Biden mempraktikkan defensive realism dan hybrid realism.

Continue reading “Saat Amerika dan China Berada di Ambang Perangkap Thucydides”

Tentang “Areas of Overlapping Claims” dalam Pernyataan Bersama Indonesia-China

Pernyataan bersama yang diterbitkan usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping di Beijing, Republik Rakyat China (RRC), tidak membahayakan kedaulatan Indonesia atas laut teritorial Indonesia di utara perairan Pulau Natuna yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

Sebaliknya, pernyataan bersama itu justru menguatkan kedaulatan Indonesia atas laut teritorial Indonesia.

Continue reading “Tentang “Areas of Overlapping Claims” dalam Pernyataan Bersama Indonesia-China”

Workshop Pertama di Era Prabowo

Penerbangan China Southern dari Harbin, ibukota Provinsi Heilongjiang di Tiongkok, ditunda. Satu hari. Mestinya terbang hari Minggu pagi, lalu transit di Shenzhen yang merupakan salah satu kota besar di Provinsi Guangdong, dan tiba di Jakarta di hari yang sama menjelang tengah malam.

Bila seperti yang direncanakan, maka Senin pagi saya akan mengajar di UIN Jakarta sampai sore, lalu Senin tengah malam ke Semarang jalan darat.

Continue reading “Workshop Pertama di Era Prabowo”

Prabowo Petani

Tiba di Beijing, tempat pertama yang kami singgahi adalah Harian Petani. Di lantai 12 kami disambut Pemimpin Redaksi Wang Yimin.

Harian Petani berdiri tanggal 6 April 1980. Di awal masa-masa awal kebijakan open up yang diusung Deng Xiaoping. Misi yang diberikan Partai Komunis Tiongkok pada harian ini adalah memajukan kehidupan petani, pertanian, dan pedesaan.

Continue reading “Prabowo Petani”

Gagal ke Vila Huangshan

Saya tidak bisa memasuki kawasan itu. Suhu tinggi melanda Munisipalitas Chongqing dan daerah di sekitarnya beberapa waktu belakangan ini.

Awal Agustus lalu Layanan Meteorologi Chongqing mengeluarkan peringatan terkait suhu yang begitu tinggi dan sempat mencapai level merah. Artinya, dalam 24 jam suhu melebihi 40 derajat Celcius.

Sedemikian panasnya, China Daily sempat melaporkan Chongqing yang dibentuk pegunungan dan pebukitan serta dilalui aliran Sungai Yangtze dari dataran tinggi Tibet mendapatkan julukan baru, yakni “kota tungku”.

Tempat yang ingin saya kunjungi itu adalah “Situs Sejarah Museum Perang Anti-Jepang” di bukit Huangshan, Distrik Nan’an. Dibutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk mencapai tempat itu dari hotel tempat saya menginap.

Continue reading “Gagal ke Vila Huangshan”

Kerja Sama Selatan-Selatan Jangan Ulangi Cerita Kolonialisme

Perusahaan media dan wartawan profesional perlu memberikan perhatian pada kerangka “Kerjasama Selatan-Selatan” dalam berbagai bidang yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian negara-negara berkembang. 

Continue reading “Kerja Sama Selatan-Selatan Jangan Ulangi Cerita Kolonialisme”

Beringin yang Menjadi Abadi

Pohon ini, dalam bahasa lokal disebut Huangjiao atau Huangge, konon telah berusia lebih dari seribu tahun.

Ia biasa ditemukan di daratan Asia, dari Pakistan, India, terus hingga Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaya, kepulauan Indonesia, sampai utara Australia.

Umumnya pohon ini tumbuh besar dan mengagumkan, indah dengan akar dari cabang yang terjulur menyentuh tanah. Karakteristik yang unik memungkinkannya menyebar dan menutupi area yang luas dan menjadikannya fitur yang menonjol di banyak lanskap tropis. Kata teman saya.

Pohon ini juga penting dalam berbagai budaya dan agama. Ia melambangkan kebijaksanaan, kekuatan, dan umur panjang. Saya rasa.

Continue reading “Beringin yang Menjadi Abadi”

Sedang Viral

Di banyak negara, sungai memainkan peranan penting. Di masa silam, ia menjadi tempat tumbuh dan berkembang peradaban. Di masa kini ia dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Continue reading “Sedang Viral”

Saksi Terbaik

Setelah Boeing 737-800 yang dioperasikan Shandong Airlines SC2154 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng mendarat mulus di Bandara Internasional Xiamen, saya buru-buru ke imigrasi dan mengambil bagasi.

Continue reading “Saksi Terbaik”

Niujie, Masjid di Jalan Lembu, Beijing

Tadi ke Masjid Niujie di Distrik Xuanwu, Beijing. Usai shalat Ashar bertemu H. Ismail. Kepadanya saya tanyakan kabar H. Yusuf, pengurus Masjid Niujie yang saya temui tahun 2013.

Continue reading “Niujie, Masjid di Jalan Lembu, Beijing”

Kekuasaan yang Abadi

Lahir dengan nama Ying Zheng, Kaisar Pertama Tiongkok ini adalah pecinta dunia yang berambisi berkuasa selamanya. Di dunia maupun di akhirat.

Apapun akan dilakukannya agar tetap bisa berkuasa.

Saat berusia 13 tahun, dia menggantikan ayahnya Raja Zhuangxiang yang berkuasa di Kerajaan Qin. Itu tahun 247 SM.

Setahun kemudian, Raja Qin Shi Huang mulai memerintahkan pembuatan patung prajurit dari tanah liat yang dibakar agar kuat dan tahan lama.

Continue reading “Kekuasaan yang Abadi”

Surga Petinju

Ketika menduduki Beijing, koalisi delapan negara yang terdiri dari Austria-Hungaria, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, Inggris Raya dan Amerika Serikat, menjadikan kuil ini sebagai pusat komando.

Itu tahun 1900. Sejak setahun sebelumnya perlawanan anti-asing merebak di seluruh wilayah Kekaisaran Tiongkok.

Pemberontakan yang dimotori para petinju (yihequan) menolak berbagai upaya yang dilakukan negara-negara Eropa untuk membagi-bagi wilayah Tiongkok di antara mereka.

Continue reading “Surga Petinju”

Setelah 20 Tahun

Setelah 20 tahun saya kembali menginjakkan kaki di (bandara) kota ini. Guangzhou atau Kanton, kota terbesar sekaligus ibukota Provinsi Guandong di sisi selatan China.

Sekitar 120 km dari Hong Kong dan sekitar 145 km dari Macau. Keduanya terletak lebih di selatan lagi.

Kota yang dialiri oleh jejaring Sungai Mutiara ini memiliki sejarah yang panjang, setidaknya 2.200 tahun, dan merupakan salah satu titik persinggahan penting di era Jalur Sutra.

Continue reading “Setelah 20 Tahun”

Bukan Plain Vanilla

Peluncuran dua buku, “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” karya CEO RMOL Network, Teguh Santosa, di Jaya Suprana School of Performing Arts di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta, pada Minggu (30/7) terasa tidak biasa.

Continue reading “Bukan Plain Vanilla”

Muhammad Cheng Ho

Cheng Ho atau Zheng He. Lahir dengan nama Ma He di Kunmin, Yunnan, Tiongkok, tahun 1371.

Leluhurnya berasal dari Emporium Khawarizmian, yang meliputi Iran, Uzbekistan, dan sebagian Afghanistan kini. Setelah ditaklukkan Jenghis Khan tahun 1221 negeri itu berada di bawah kekuasaan Mongol.

Kakek buyut Zheng He adalah Sayyid Ajall Shams al-Din Omar, seorang ulama kelahiran Bukhara dan keturunan Imam Ali bin Abu Thalib.

Continue reading “Muhammad Cheng Ho”

Abdurrahman yang dari Uyghur

NAMANYA Abdurrahman. Dia izinkan saya menulis sepenggal kisah hidupnya. Tapi dia berpesan: “Jangan tulis nama keluarga saya. Tulis Abdurrahman saja.”

Dia khawatir bila namanya ditulis lengkap, keselamatan keluarganya akan terancam.

Abdurrahman lahir tahun 1986 di Prefektur Hotan, di Tarim Basin, di selatan Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur atau Xinjiang Uyghur Autonomous Region (XUAR) di Republik Rakyat China (RRC) yang dikuasai Partai Komunis China.

Continue reading “Abdurrahman yang dari Uyghur”

Hubungan Kami dengan China selalu “Up and Up”

SUHU di Kawasan Asia Selatan memanas setelah Taliban secara de facto merebut kekuasaan di Afghanistan pertengahan Agustus lalu. Ini adalah kali kedua Taliban berkuasa di negara itu. Memang kali ini tidak seperti yang terjadi di tahun 1996 silam, yang berdarah-darah. Namun begitu, instabilitas di Afghanistan berpengaruh ke negara-negara tetangganya, terutama Pakistan yang berbatasan langsung, dan sejak era 1970an menjadi tempat pengungsian abadi bagi orang-orang Afghan yang melarikan diri.

Continue reading “Hubungan Kami dengan China selalu “Up and Up””

Agresifitas China dan Fragmentasi Sikap Indonesia

Menlu RI Retno Marsudi (kanan) dan Menlu China Wang Yi.

Sikap tegas yang diperlihatkan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, ketika menerima Menteri Luar Negeri RRC, Wang Yi, di Pejambon, Rabu sore (13/1), patut diapresiasi.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno Marsudi mengingatkan kembali arti penting menjaga perdamaian dan stabilitas di perairan Laut China Selatan dengan menghormati hukum internasional United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.

Sikap tegas Menlu Retno Marsudi memang perlu disampaikan langsung di hadapan Menlu China dengan harapan China mengkoreksi agresifitas yang mereka perlihatkan beberapa tahun belakangan ini.

Continue reading “Agresifitas China dan Fragmentasi Sikap Indonesia”

Bila Pecah Perang Antara Dua China, Indonesia Pilih Apa?

Seorang teman yang bekerja untuk kantor berita Republik Rakyat China (RRC) mengajukan lima pertanyaan mengenai ketegangan yang sedang atau kembali terjadi antara RRC yang dikuasai Partai Komunis China (PKC) dan dipimpin Xi Jinping dengan Taiwan yang dikuasai Partai Progresif Demokrat dan dipimpin Tsai Ingwen. Juga ditanyakan bagaimana Indonesia melhat ketegangan itu, serta adakah kemungkinan Indonesia melibatkan diri atau terpaksa terlibat di dalamnya.

Continue reading “Bila Pecah Perang Antara Dua China, Indonesia Pilih Apa?”

Manuver Di Laut China Selatan Bukti China Konsisten Abaikan Hukum Internasional

Di tengah wabah mondial virus corona baru atau Covid-19, Republik Rakyat China (RRC) konsisten mengangkangi hukum internasional dan memancing ketegangan di wilayah perairan yang mereka klaim sebagai milik mereka.

Dalam beberapa hari belakangan ini, dunia menyaksikan konsentrasi armada China di perairan Laut China Selatan. Secara sepihak China juga memberikan nama untuk 25 pulau, beting, terumbu, serta 55 gunung dan punggung laut di perairan itu.

Continue reading “Manuver Di Laut China Selatan Bukti China Konsisten Abaikan Hukum Internasional”

Apa Kabar Kim Jong Un

SAYA menerima pertanyaan mengenai kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.

Apakah benar seperti yang ramai diberitakan media massa dan diinformasikan di jejaring media sosial? Ada yang mengatakan kondisi kesehatan Kim Jong Un kritis. Ada yang mengatakan, ia sudah meninggal dunia.

Saya tentu tidak benar-benar tahu “faktanya”.

Tetapi dari upaya yang saya lakukan untuk “mendekati fakta”, saya menyimpulkan situasinya tidak seperti yang ramai dibicarakan itu.

Continue reading “Apa Kabar Kim Jong Un”

Pelanggaran ZEE Indonesia dan Watak Anti Dialog Komunis China

Penyelesaian sengketa di Laut China Selatan dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna sulit dilakukan selagi pemerintahan Partai Komunis China (PKC) tidak mau mengubah watak dasar politik negeri tirai bambu itu.

Sedari awal, sejak mengklaim kembali perairan di Laut China Selatan, China sudah memperlihatkan sikap arogan dan tidak mau mengikuti aturan main dan hukum internasional yang berlaku.

Continue reading “Pelanggaran ZEE Indonesia dan Watak Anti Dialog Komunis China”

Ini Bukan Zaman Kublai Khan

Kublai Khan as the first Yuan emperor, Shizu. Yuan dynasty (1271–1368). Album leaf, ink and color on silk. National Palace Museum, Taipei, 000324-00003. Photograph © National Palace Museum, Taipei.

Klaim sejarah yang selalu digunakan pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk mendukung klaim mereka atas perairan yang dinamakan Laut China Selatan sangat tidak relevan.

Faktanya, Perang Dunia Kedua yang berakhir di tahun 1945 telah mengubah lanskap politik dunia. Gerakan kebangsaan dan negara-negara baru yang lahir pada era dekolonisisai mendapat tempat yang pantas dalam sistem internasional.

Continue reading “Ini Bukan Zaman Kublai Khan”