Komnas HAM dan Media Massa Sumber Kebenaran

Komnas HAM dan media massa, termasuk media massa berbasis internet atau media siber, memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai sumber kebenaran yang lain, yang melengkapi kebenaran yang dimiliki penguasa.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik dalam pelantikan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Banten, Ketua Komnas HAM, di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Tangerang, Jumat sore (7/5).

Komnas HAM dan Media Massa Sumber Kebenaran

Pesan May Day dari Indonesia, Hentikan Blokade untuk Kuba

Pemerintah Amerika Serikat diminta mengakhiri blokade ekonomi, perdagangan, dan keuangan yang diterapkan kepada Kuba.

Pemerintahan Amerika Serikat yang kini dikendalikan Presiden Joe Biden juga disarankan untuk mengubah mentalitas dan perspektif dalam berhubungan dengan negara-negara lain di dunia, termasuk Kuba.

Demikian antara lain disampaikan wartawan dari Indonesia, Teguh Santosa, yang ikut memberikan pandangan dalam Forum internasional bertema “Solidaritas untuk Mengakhiri Blokade Kuba” yang diselenggarakan Instituto Cubano de Amistad con los Pueblos (ICAP) dan Central de Trabajadores de Cuba (CTC), Sabtu pagi waktu Indonesia (1/5) atau Jumat malam waktu Havana, Kuba (30/4).

Pesan May Day dari Indonesia, Hentikan Blokade untuk Kuba

Di Mulut Gua Johny Indo

Johny Indo yang punya nama lengkap Johanes Hubertus Eijkenboom dan pada masanya dikenal sebagai pentolan Pasukan China Kota (Pachinko) pernah bersembunyi di tempat ini setelah menggasak toko emas di Cikini. Saat itu tahun 1979.

Di tempat ini pula ia akhirnya ditangkap, lalu dikirim ke Jakarta untuk menjalani proses hukum sebelum akhirnya divonis 14 tahun penjara dan mendekam di Nusakambangan.

Ini kisah nyata. Saya baru baca.

Di Mulut Gua Johny Indo

Yang Tertunda

Barusan membaca berita Bashar Al Assad akan mencalonkan diri kembali sebagai Presiden Suriah. Untuk kali ketiga.

Saya jadi ingat. Salah satu hal yang saya rencanakan di tahun 2020 lalu adalah perjalanan ke Damaskus, Suriah, untuk mewawancarai Presiden Bashar Assad.

Yang Tertunda

Prabowo Subianto dan Obsesi Elang Muda

Boramae dalam bahasa Korea. Elang Muda dalam bahasa Indonesia. Ini nama jet tempur pertama buatan Korea Selatan yang diluncurkan hari ini, Jumat (9/4), di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan.

Nama lengkapnya KF-21 Boramae.

Prabowo Subianto dan Obsesi Elang Muda

Chief EG Mengundurkan Diri

Saya sedih.

Tanggal 19 Maret lalu, seorang sahabat, Prof. Effendi Gazali mengajak saya bertemu. Dia hendak mengkonsultasikan atau setidaknya membicarakan satu persoalan yang sedang dihadapinya. Dan menurutnya, saya dapat memberikan saran.

Kami sudah lama berkenalan. Saat saya sedang studi di Hawaii, Chief EG juga pernah ke Honolulu.

Saya ajak ia bertemu Prof. Emeritus Alice Dewey, pembimbing tesis dan disertasi Ann Dunham-Soetoro, ibunda Presiden Obama. Kepada Chief EG, Prof. Dewey memperlihatkan tiga bundle disertasi yang ditulis ibunda Obama tentang pandai besi di Jogjakarta.

Chief EG Mengundurkan Diri

Di Makam Raden Wijaya(?)

Saya sudah mengawali dengan kisah Arca Joko Dolog di Taman Apsari, Surabaya, beberapa hari lalu. Arca dari batu andesit hitam ini adalah gambaran Kertanegara, raja terakhir Singasari, sebagai Dhyani Buddha.

Informasi itu diperoleh pada prasasti di bagian dudukan arca. Juga disebutkan bahwa arca dipahat tahun 1289 oleh pematung Nada.

Masih ada perbedaan pandangan mengenai asal usul sang arca. Ada yang mengatakan patung setinggi 1,6 meter itu berasal dari Candi Jawi di Prigen, Pasuruan, yang sama-sama terbuat dari batu andesit.

Ada juga yang mengatakan, patung manusia berkepala plontos dengan sikap duduk bhumisparsa mudra itu berasal dari Trowulan yang dipercaya sebagai ibukota Majapahit pada masa keemasannya.

Kekuasaan Kertanegara berakhir di tahun 1892 oleh kudeta yang dilakukan Jayakatwang, Bupati Gelang Gelang (kira-kira di sekitar Madiun sekarang).

Di Makam Raden Wijaya(?)

Mereka-reka Joko Dolog Dan Kejatuhan Kertanagara

Sudah lama patung itu berada di sana. Di salah satu pojok di Taman Apsari, Surabaya. Hanya sepelemparan batu dari kantor Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur dan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

Patung batu itu menggambarkan penguasa terakhir Singasari, Raja Kertanagara, dalam wujudnya sebagai Dhyani Buddha bergelar Jnanaciwabajra.

Baru hari Senin lalu (8/3), di sela menunggu kehadiran Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh untuk memverifikasi faktual JMSI Jatim, saya berkesempatan menghampiri sang patung.

Mereka-reka Joko Dolog Dan Kejatuhan Kertanagara

JMSI Berharap Wartawan di Lapangan Jadi Penerima Vaksin Covid-19

Kalangan media berharap pemerintah bersedia menempatkan insan media, terutama wartawa yang bertugas di garis depan, di dalam kelompok penerima vaksin Covid-19 tahap satu atau tahap dua yang diberikan antara bulan Januari sampai April 2021.

Dalam menjalankan tugas dan kewajiban di lapangan, seperti yang diatur UU 40/1999 tentang Pers, wartawan memiliki kemungkinan terpapar SARS Cov-2 atau virus corona baru yang menyebabkan Covid-19.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, ketika berbicara di Kantor JMSI di Jalan Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur, Selasa siang (19/1).

JMSI Berharap Wartawan di Lapangan Jadi Penerima Vaksin Covid-19

Joe Biden dan Persimpangan Jalan Perdamaian Korea

PEMBICARAAN damai di Semenanjung Korea akan menghadapi dinamika baru tak lama lagi. Joe Biden memperlihatkan tanda-tanda akan mengambil kebijakan yang berbeda dari pendahulunya, Donald Trump.

Di masa kampanye yang lalu, Biden menyebut Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un sebagai “thug” atau penjahat, dan mengatakan, hanya bersedia bertemu dan melanjutkan pembicaraan damai dengan Korea Utara bila Korea Utara sepakat untuk melakukan denuklirisasi.

Apa yang disampaikan Joe Biden ini mengabaikan kenyataan bahwa pendahulunya, Donald Trump, telah mencatat sejumlah pencapaian yang manis untuk perbaikan hubungan negara itu dengan Korea Utara.

Joe Biden akan terlihat tidak bijaksana bila mengembalikan hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara ke titik sebelum pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura bulan Juni 2018. Bagaimanapun setelah pertemuan itu, Korea Utara memperlihatkan sikap koperatif dengan melucuti fasilitas nuklir mereka.

Joe Biden dan Persimpangan Jalan Perdamaian Korea

Agresifitas China dan Fragmentasi Sikap Indonesia

Menlu RI Retno Marsudi (kanan) dan Menlu China Wang Yi.

Sikap tegas yang diperlihatkan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, ketika menerima Menteri Luar Negeri RRC, Wang Yi, di Pejambon, Rabu sore (13/1), patut diapresiasi.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno Marsudi mengingatkan kembali arti penting menjaga perdamaian dan stabilitas di perairan Laut China Selatan dengan menghormati hukum internasional United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.

Sikap tegas Menlu Retno Marsudi memang perlu disampaikan langsung di hadapan Menlu China dengan harapan China mengkoreksi agresifitas yang mereka perlihatkan beberapa tahun belakangan ini.

Agresifitas China dan Fragmentasi Sikap Indonesia

Dubes Iran Mohammad Azad: Tidak Penting Siapa yang Menjadi Presiden AS

SEPERTI semua negara di muka bumi, di tahun yang baru berlalu Iran dihantam dan terdampak oleh gelombang pandemi Covid-19. Sejumlah pejabat tinggi Iran terinfeksi virus SARS Cov-2 dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Tetapi bukan hanya itu yang membuat 2020 menjadi tahun spesial bagi Iran. Tahun 2020 dibuka dengan peristiwa pembunuhan salah seorang figur penting di tubuh Pasukan Pengawal Revolusi Iran, Mayjen Qassem Soleimani. Ia dan rombongannya yang baru tiba di Baghdad, ibukota Irak, tewas dihantam rudal Amerika Serikat, 3 Januari 2020.

Sementara pada 27 November 2020 seorang ilmuwan dan ahli nuklir Iran, Prof. Mohsen Fakhrizadeh, tewas dibunuh oleh sekelompok orang yang memiliki kaitan dengan Israel di pinggiran kota Tehran. Pembunuhan Prof. Fakhrizadeh menambah panjang daftar kematian ilmuwan nuklir Iran oleh kaki tangan negara musuh.

Dubes Iran Mohammad Azad: Tidak Penting Siapa yang Menjadi Presiden AS

Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban

KEMENANGAN Fidel Castro, Ernesto Che Guevara, Camilo Cienfuegos, dan kawan-kawan, di penghujung 1958 dalam perjuangan menggulingkan rezim diktator Fulgencio Batista telah menempatkan Kuba sebagai episentrum dan simbol revolusi dunia di era Perang Dingin.

Revolusi Kuba mewabah dan menginspirasi gerakan serupa setelahnya di banyak negara di berbagai belahan dunia. Kata-kata “Kuba”, “Revolusi”, “Castro”, dan “Che Guevara” menjadi identik dan diucapkan dalam satu tarikan nafas yang sama.

Di luar tema revolusi, Kuba identik dengan cerutu, mobil tua, atau novelis legendaris Ernest Hemingway yang menghabiskan sekitar 30 tahun waktunya di Cuba dimana dia menghasilkan banyak novel kelas dunia, termasuk “The Old Man and the Sea”.

Tentu saja Kuba lebih dari itu. Apalagi belakangan ini, ketika dunia dilanda pandemi Covid-19. Dunia telah menyaksikan bagaimana Kuba menangani penyebaran Covid-19 dan di saat yang sama juga memberikan bantuan yang tidak sedikit untuk banyak negara.

Adalah Henry Reeve Brigade yang dikirimka Kuba untuk membantu negara-negara yang membutuhkan pertolongan dalam perang melawan Covid-19. Didirikan Fidel Castro pada tahun 2005, nama brigade ini diambil dari nama Brigardir Jenderal Henry Reeve, seorang pahlawan Kuba dalam Perang Kemerdekaan Pertama yang berlangsung selama sepuluh tahun dari tahun 1868 sampai tahun 1878.

Sejak awal penyebaran Covid-19, Henry Reeve Brigade telah memberikan bantuan kepada 40 negara dan melibatkan lebih dari 3.700 tenaga medis. Berbagai pihak tengah menominasikan Henry Reeve Brigade untuk menerima Nobel Perdamaian tahun 2021.

Kuba juga aktif mempromosikan kerjasama bioteknologi dan produksi vaksin Covid-19 dengan ASEAN. Dalam ASEAN Summit ke-37 yang diselenggarakan secara virtual dari Hanoi, Viet Nam, bulan November 2021, Kuba bersama Kolombia dan Afrika Selatan secara resmi bergabung dengan platform kerjasama kawasan setelah menandatangani Treaty of Amity and Cooperation (TAC).

Selain isu Covid-19 di Kuba dan peranan Kuba dalam memberikan bantuan kepada banyak negara, Dutabesar Republik Kuba untuk Republik Indonesia, Tania Velázquez López, dalam wawancara dengan Republik Merdeka juga menjelaskan tekanan demi tekanan yang diberikan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Kuba sejak awal berkuasa.

Hubungan Kuba dengan Amerika Serikat sempat mengalami perbaikan menjelang masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Namun pemerintahan Trump mementahkan semua upaya itu, bahkan memperberat tekanan kepada Kuba.

Kini setelah Joe Biden memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat, apakah peluang perbaikan hubungan kedua negara akan kembali terbuka?

Berikut adalah petikan wawancara dengan Dubes López yang dilakukan secara virtual:

Kuba dianggap sebagai salah satu negara yang mampu menangani pandemi Covid-19 dengan baik. Pemerintah Kuba tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan untuk rakyat Kuba tetapi juga untuk rakyat di banyak negara yang membutuhkan bantuan. Ini bukan kali pertama Kuba mengirimkan bantuan ke negara lain. Ketika Aceh dilanda tsunami tahun 2004, Kuba juga memberikan bantuan yang tidak sedikit. Bagaimana Kuba membangun sektor kesehatan dan penanggulangan bencana seperti yang ada sekarang ini?

Anda benar. Kami pernah mengirimkan tim penanggulangan bencana dan tim kesehatan ke Indonesia sebanyak dua kali. Pertama, di tahun 2005 setelah tsunami di Aceh. Kedua, di tahun 2006 setelah gempa di Jogjakarta. Tim yang kami kirim itu kini dikenal sebagai Henry Reeve Brigade. Mereka memiliki kemampuan khusus dalam menangani bencana dan pandemi. Mereka membantu 40 negara dalam menangani pandemi Covid-19.

Keberhasilan Kuba menghadapi pandemi Covid-19, menanganinya di dalam negeri maupun di banyak negara di berbagai belahan dunia adalah buah dari strategi yang kami miliki. Di Kuba kami menjalin hubungan yang sangat erat antara pemerintah, dunia kesehatan dan riset ilmu pengetahuan. Selain itu, kami juga memiliki sistem politik yang baik yang memungkinkan pengambilan keputusan dilakukan dengan cepat. Sistem kesehatan nasional kami bersifat inklusif, gratis, universal, dan dapat diakses secara luas.

Anda pernah mengunjungi Kuba, dan Anda tahu bahwa masyarakat Kuba memiliki dokter keluarga yang berada dekat dengan mereka. Di Kuba untuk setiap seribu orang ada dokter keluarga dan juga perawat keluarga. Mereka memiliki riwayat penyakit setiap pasien yang menjadi tanggung jawab mereka. Dengan begitu, mereka mampu memberikan bantuan pertama terhadap penyakit apapun yang diderita pasien.

Ketika pandemi Covid-19 mulai melanda, semua dokter secara aktif mengunjungi dan memeriksa anggota masyarakat yang menjadi tanggung jawab mereka. Setiap hari mereka mendatangi rumah-rumah penduduk. Dengan itu mereka memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang menjadi sebab seseorang terjangkit.

Anda juga tahu bahwa sejak awal Revolusi, kami memberikan perhatian besar pada bidang pendidikan dan penelitian. Kami fokus membangun sumber daya manusia sehingga memiliki kualitas yang tinggi. Pemerintah Kuba juga aktif mendirikan berbagai pusat penelitian berbagai cabang ilmu pengetahuan.

Hal inilah yang membuat hari ini Kuba memiliki kemampuan di sektor bioteknologi yang dibutuhkan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tingkat kesembuhan dari Covid-19 di Kuba sebesar 87 persen.

Bila kita bicara tentang Covid-19 di Kuba bagaimana dampaknya sejauh ini. Berapa kasus aktif dan berapa yang menjadi korban?

Saya tidak membawa catatan mengenai jumlah pastinya. Hal yang dapat saya katakan kepada Anda saat ini adalah di Kuba tidak ada anak-anak yang meninggal karena Covid-19, juga tidak ada wanita hamil yang meninggal dunia. Juga tidak ada tenaga kesehatan yang berdiri di garis depan yang meninggal dunia karena Covid-19.

Sejak sekitar 20 atau 25 tahun lalu kami menciptakan banyak obat-obatan untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh manusia. Contohnya untuk penyakit kanker, Kuba menciptakan banyak obat-obatan. Dan kini melakukan penelitian pada tingkat advance untuk menghadapi Covid-19.

(Sampai wawancara ini diturunkan total kasus Covid-19 di Kuba tercatat sebanyak 8.610 kasus. Dari angka itu sebanyak 7.858 pasien berhasil disembuhkan dam 136 pasien meninggal dunia.)

Pengiriman tim kesehatan Kuba ke negara-negara lain apakah atas inisiatif Kuba atau atas permintaan negara-negara itu?

Kami menerima banyak permintaan resmi dari berbegai negara di saat yang kritikal antara bulan Maret sampai Agustus lalu. Kuba mempersiapkan semua hal. Pemerintah pusat menyusun berapa banyak yang harus dikirimkan ke suatu negara. Juga menanyakan kepada dutabesar negara yang meminta bantuan hal-hal apa saja yang mereka butuhkan dalam. Juga menanyakan berapa besar kasusnya. Ini informasi yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan. Pemerintah Kuba juga memberikan perhatian besar kepada setiap tenaga medis yang terlibat, baik dokter maupu perawat, sehingga mereka dapat melindungi diri mereka dengan maksimal.

Kuba juga menciptakan vaksin Covid-19, dikenal dengan nama Soberana atau Sovereign. Bagaimana perkembangannya sejauh ini?

Sejauh ini Kuba sudah memiliki empat kandidat vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan otorisasi untuk ujicoba klinis yang dimulai bulan Agustus lalu. Ini adalah kandidat vaksin ke-30 di dunia dan yang pertama di Amerika Latin dan Karibia.

Kuba merasa penting untuk memiliki satu vaksin khusus untuk anak-anak di samping untuk orang dewasa. Juga ada vaksin untuk orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun. Ini adalah kelompok usia yang sangat rentan dan perlu meningkatkan sistem daya tahan tubuh mereka sampai tingkat tertentu.

Vaksin Soberana apakah diproduksi Kuba sendiri, atau mendapatkan bantuan dari negara lain, misalnya China?

Kami membuat vaksin kami sendiri. Itu 100 persen produksi Kuba.

Di saat bersamaan Kuba menghadapi tekanan yang tidak kecil dari Amerika Serikat. Banyak yang bertanya bagaimana mungkin dalam situasi seperti ini Kuba bisa menciptakan sistem kesehatan publik yang baik dan di saat bersamaan memproduksi vaksin Covid-19…

Harus diakui, ini sesuatu yang sulit bagi kami. Ini seperti sebuah keajaiban (miracle) bagi kami. Sungguh sesuatu yang luar biasa (incredible) bagi Kuba bisa mencapai semua ini, pembangunan di sektor bioteknologi, produksi vaksin, juga membantu negara-negara lain, di tengah situasi yang sangat sulit seperti ini di mana Amerika Serikat menerapkan blokade ekonomi, perdagangan, dan keuangan sekaligus.

Penting untuk memahami hal ini. Ini sungguh luar biasa, dan situasi yang sangat sulit bagi kami rakyat Kuba. Kami menderita. Setiap hari Amerika Serikat melakukan embargo ekonomi. Selama 60 tahun blokade dilakukan oleh sebuah negara yang paling berkuasa di dunia terhadap sebuah negara yang sangat kecil, hanya sebuah pulau yang tidak punya sumber daya alam, hanya punya sektor pariwisata.

Karena itulah kami membangun sumber daya manusia kami di sektor ilmu pengetahuan. Di balik kemampuan kami di bidang pelayanan kesehatan publik adalah hal-hal yang telah saya sebutkan tadi, yakni kerja keras mereka-mereka yang terlibat di bidang bioteknologi dan pikiran Fidel Castro yang selalu menstimulasi kami untuk membangun bidang penelitian ilmu pengetahuan.

Kami harus membangun sumber daya manusia kami untuk bisa bertahan hidup. Karena harta karun paling utama bagi Kuba adalah kehidupan.

Bagaimana situasi kehidupan sehari-hari di Kuba di tengah pandemi Covid-19?

Anda perlu memahami bahwa kehidupan sehari-hari di Kuba sebelum pandemi Covid-19 sudah sulit. Kini dengan pandemi Covid-19 menjadi jauh lebih sulit. Amerika Serikat yang sangat powerful selama 60 tahun menerapkan sanksi kepada kami yang adalah sebuah negara kecil. Sanksi perdagangan, ekonomi, dan keuangan. Terjadi persekusi keuangan terhadap aktivitas rakyat Kuba dan negara ketiga yang berkeinginan menjalin hubungan bisnis dengan Kuba. Ketika mereka ingin mengirimkan uang, Amerika Serikat menutup akses transfer.

Tetapi kami telah memetik pelajaran berharga dari Castro yang berjuang melawan Amerika Serikat, dan dia mengatakan, kami telah mengakumulasi pengalaman dan praktik terbaik sehingga menghasilkan sesuatu yang besar dan berdampak sosial walaupun sumber daya kami sangat kecil.

Tahun ini sungguh luar biasa dampak dari pandemi Covid-19 dan Kuba sejauh ini berusaha untuk menanggulanginya dan di saat bersamaan berusaha untuk ikut membantu negara lain. Namun begitu, Amerika Serikat terus memberikan tekanan berupa blokade kepada Kuba.

Di bulan Maret tahun ini, Amerika Serikat memblokade pengiriman donasi untuk Kuba, termasuk di dalamnya ventilator dan alat diagnosa, masker dan berbagai alat bantuan kesehatan lainnya yang dikirimkan perusahaan China, Alibaba. Di bulan April, bank dari Swiss menolak mentrasfer donasi dari Solidaritas Swis untuk Kuba karena nama Kuba tertulis dalam dokumen pengiriman uang.

Setelah WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global, banyak aktor di dalam sistem internasional mengecam blokade dan aksi unilateral Amerikat Serikat itu. Begitu banyak petisi yang telah disampaikan kepada Presiden Donald Trump agar menggunakan kekuasaan eksekutif yang dimilikinya untuk mencabut blokade itu. Tetapi dia malah semakin mengetatkan blokade di saat-saat yang sangat sulit seperti sekarang. Mereka terus menekan kami.

Walaupun di tengah blokade Amerika Serikat yang di saat yang sangat sulit ini, kami tetap bekerja menyediakan alat-alat kesehatan berkualitas tinggi untuk rakyat kami. Tanpa mengabaikan prinsip solidaritas, kami mengirimkan Henry Reeve Brigade ke lebih dari 40 negara di Amerika Latin, Afrika, Eropa, juga Asia.

Anda tahu, Amerika Serikat bahkan menekan Kuba dengan menciptakan tuduhan palsu terkait penyelundupan manusia. Mereka tidak menghormati sama sekali perjuangan Henry Reeve Brigade membantu banyak negara yang membutuhkan. Mereka juga mengabaikan apa yang telah kami lakukan selama ini untuk memerangi penyelundupan manusia.

Walaupun begitu, Kuba memiliki pondasi hubungan luar negeri dan solidaritas yang solid dan esensial untuk menyelamatkan nyawa rakyat dari Covid-19.

Dalam kaitannya dengan hal ini, banyak kelompok solidaritas, organisasi politik, dan figur terhormat lainnya membuat sebuah prosposal agar Henry Reeve Brigade mendapatkan Nobel Perdamaian tahun depan untuk kontribusi mereka dalam melawan pandemi Covid-19.

Henry Reeve Brigade didirikan pada 2005 oleh Fidel Castro. Tugas utamanya adalah memberikan bantuan kesehatan dan kemanusiaan untuk rakyat Kuba, baik akibat bencana alam maupun pandemi. Saya menjelaskan ini agar Anda paham mengapa banyak pihak yang meminta agar Henry Reeve Brigade mendapatkan Nobel Perdamaian.

Selama pandemi ini bagaimana sekolah di Kuba? Apakah dibuka? Apa yang Kuba lakukan sebelum membuka sekolah?

Tanggal 2 November kami kembali membuka sekolah yang ditutup sejak bulan Mei lalu. Sebelum membuka sekolah, sangat penting untuk mengontrol penyebaran virus. Bila virus tidak terkontrol, sangat bahaya membuka sekolah. Tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa.

Anak-anak punya sistem kekebalan tubuh yang lebih baik. Tapi mereka tetap bisa meninggal karena Covid-19. Kondisi tubuh anak-anak pun tidak sama. Mungkin ada yang memiliki imunitas tubuh yang bagus. Tetapi yang lain barangkali memiliki alergi, atau asma. Jadi mereka bisa meninggal bila terinfeksi.

Di sisi lain, mereka pun bisa tanpa sengaja ikut menularkan virus kepada orang tua mereka. Dan kalau itu terjadi, rumah sakit bisa lumpuh.

Di Kuba kami memiliki pelayanan kesehatan publik yang bebas dan gratis. Rumah sakit gratis. Orang Kuba tidak khawatir datang ke rumah sakit.

Anda tahu, di era 1980an Amerika Serikat juga pernah mengirimkan senjata biologi untuk menghantam Kuba. Mereka menyebarkan nyamuk pembawa virus demam berdarah dengue di Kuba. Banyak orang tewas termasuk anak-anak. Ini salah satu situasi yang membuat Kuba merasa harus mempersiapkan diri dan terus mempelajari epidemi dan pandemi. Kami punya pengalaman untuk menghadapi hal seperti ini.

Kami punya pengalaman, kami punya produk, kami memiliki sistem kesehatan publik yang baik dan gratis. Populasi kami juga cukup kecil. Di awal pandemi Covid-19 kami menutup sektor pariwisata, kami menutup berbagai sektor ekonomi lainnya, dan juga menutup transportasi. Kami mengontrol keadaan.

Sekarang kami membuka diri secara gradual, sedikit demi sedikit. Semua orang Kuba yang datang ke Kuba mendapatkan isolasi secara gratis di rumah sakit selama 14 hari. Temperatur tubuh mereka diperiksa dan diawasi setiap hari. Kalau mereka memiliki gejala, mereka akan dikirimkan ke fasilitas khusus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka. Mereka tidak boleh bertemu dengan keluarga untuk sementara waktu.

Kami telah melakukan banyak hal dan sekarang kami mulai membuka diri. Kami membuka sekolah dan juga membuka beberapa kementerian. Di kementerian saya, pernah ada masa di mana hanya ada satu direktur yang bekerja untuk melayani kedutaan Kuba di Asia. Sekarang kami sudah membuka sekolah dengan melaksanakan sejumlah protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan seterusnya. Inilah situasi di Kuba saat ini.

Apakah di Kuba orang biasa (ordinary people) memiliki kesempatan untuk melakukan penelitian dan memproduksi vaksin Covid-19? Apakah Kuba menawarkan vaksin Covid-19 kepada Indonesia?

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, Kuba telah memiliki empat jenis vaksin. Kuba memiliki pengalaman. Di masa lalu Kuba telah memulai riset untuk menemukan vaksin. Dari 11 vaksin yang digunakan dalam program imunisasi anak-anak di Kuba, delapan di antaranya adalah produksi Kuba. Ini sudah dikerjakan sejak 25 tahun lalu.

Pemerintah memberikan prioritas kepada lembaga-lembaga penelitian karena Kuba memiliki problem ekonomi. Di dalam APBN kami anggaran banyak yang diberikan kepada penelitian bioteknologi, pendidikan gratis, rumah sakit gratis. Banyak yang mengira hal-hal itu kami lakukan karena Kuba adalah developed country. Tidak, tentu saja. Kami memiliki persoalan ekonomi di banyak sektor lain. Tetapi, semua sektor yang memiliki dampak sosial yang besar kepada masyarakat menjadi prioritas bagi kami.

Itu sebabnya sekarang kami memiliki vaksin Covid-19, rumah sakit gratis, sekolah gratis, dan pembangunan di sektor-sektor tersebut.

Tentu saja Kuba berkeinginan menawarkan solidaritas dan memberikan dukungan kepada Indonesia dan semua negara yang memerlukan bantuan. Tapi sekarang ini vaksin Covid-19 sedang diproses. Ujicoba klinik vaksin Soberana-1 dimulai pada bulan Agustus lalu. Bulan ini (November) mereka mendapatkan otorisasi untuk tiga kandidat vaksin lainnya yang akan memulai proses ujicoba. Diharapkan pada tiga bulan pertama tahun depan mereka sudah bisa digunakan sebagai vaksin. Kalkulasi ini saya buat dari berita-berita yang saya baca di media massa Kuba. Saya tidak punya kalkulasi yang sebenarnya. Ini adalah perkiraan saya.

Tentu saja kami menawarkan solidaritas dan bantuan kepada Indonesia, terlebih karena kita memiliki hubungan kerjasama dan persahabatan selama 60 tahun.

Apakah Kuba melihat potensi kerjasama dengan ASEAN di era pandemi sekarang ini?

Pada tanggal 10 November yang lalu Kuba telah menandatangani Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dalam ASEAN Summit ke-37 yang diselenggarakan secara virtual dari Hanoi, Viet Nam. Kuba menjadi negara Karibia pertama yang bergabung dengan platform kerjasama regional di Asia Tenggara itu. Dalam sambutannya, kepada seluruh negara ASEAN, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menawarkan kerjasama pembangunan pusat penelitian dan pengembangan produk bioteknologi di sebuah taman teknologi salah satu negara anggota ASEAN. Dia juga menawarkan studi klinik bersama untuk kandidat vaksin Covid-19 yang diproduksi Kuba.

Ini dasar yang kita punya saat ini dengan ASEAN dan juga Indonesia. Saya tidak dapat melakukan perjalanan ke banyak tempat di Indonesia di era pandemi saat ini. Tetapi saya tahu Indonesia memiliki banyak taman ilmiah dan teknologi. Misalnya, saya pernah bertemu dengan Direktur Sumbawa Technopark. Saya tahu Indonesia punya banyak fasilitas seperti ini.

Saya akan sangat senang apabila pihak Indonesia menawarkan ke Kuba program kerjasama menyambut apa yang disampaikan Menlu Kuba (dalam ASEAN Summit ke-37). Kita bisa mengembangkan vaksin Covid-19 yang diproduksi Kuba. Vaksin ini adalah 100 persen buatan Kuba. Kita dapat bekerjasama untuk memproduksi lebih banyak lagi.

Saya bukan ilmuwan, saya bukan ahli. Tapi saya tahu mereka akan memproduksi vaksin untuk seluruh rakyat Kuba. Penduduk Kuba hanya sebelas juta jiwa. Apabila kita bisa bekerjasama di sini, di Indonesia, hanya dengan satu technopark, hasilnya akan sangat signifikan.

Saya tahu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi, seperti yang saya baca di media-media Indonesia, sangat aktif dalam hal mencari vaksin Covid-19. Seperti dengan China atau Korea Selatan. Bulan lalu ia berkunjung ke Swiss dan Inggris untuk menjamin ketersediaan vaksin Covid-19 untuk populasi Indonesia yang sangat besar.

Dengan penawaran yang telah disampaikan Menlu Kuba, dan jaminan personal saya sebagai Dubes Kuba di Indonesia, Anda bisa mengandalkannya.

Bagaimana peranan kaum wanita di Kuba saat ini? Apakah mereka memiliki partisipasi yang sangat besar dalam pembangunan Kuba?

Sejak kemenangan Revolusi, pemerintah Kuba memberikan prioritas kepada kaum wanita. Sebelum Revolusi, kebanyakan kaum wanita bekerja di dalam rumah bersama keluarga. Atau sebagai pelacur, karena sebelum Revolusi, banyak orang Amerika Serikat yang berkunjung ke Kuba setiap hari atau di akhir pekan menggunakan Kuba sebagai night club dengan wanita-wanita Kuba yang mereka jadikan pelacur.

Tetapi Revolusi memberikan kesempatan kepada kami, kaum wanita, untuk belajar. Saya belajar Hubungan Internasional tanpa membayar satu sen pun. Bukan hanya saya, tapi semua kolega saya. Revolusi juga memberikan kesempatan kepada Ibu saya sejak awal. Mungkin sekitar dua atau tiga tahun setelah kemenangan Revolusi, Ibu saya mulai belajar dan dia bekerja sebagai guru.

Sekarang di Kuba kami memiliki lebih banyak mahasiswa wanita daripada laki-laki. Wakil Menteri di Kementerian Luar Negeri, di Kementerian Perdagangan, di Kementerian Keuangan, Wakil Presiden adalah wanita. Saya kira sekarang lebih banyak dokter perempuan daripada dokter laki-laki. Saya tidak memiliki figur mengenai hal ini. Di Majelis Nasional kami juga memiliki banyak wanita. Juga, kami memiliki banyak wanita yang bertugas sebagai dutabesar di negara-negara sahabat. Dutabesar Kuba di Indonesia, di Viet Nam, di Kamboja, dan di banyak negara lain di Eropa, di Afrika, dan di Amerika Latin.

Baru-baru ini Western Union menutup kantornya di seluruh Kuba. Apa yang terjadi dengan masyarakat Kuba yang selama ini menggunakan pelayanan Western Union?

Sejak tahun lalu sampai pemilihan presiden Amerika Serikat tahun ini, pemerintah Amerika Serikat menerapkan sekitar 200 tindakan blokade terhadap Kuba, salah satunya adalah melarang Western Union beroperasi di Kuba. Proses ini dimulai tahun lalu, karena perusahaan jasa keuangan Kuba, Fincimex, yang menjadi partner Western Union, dimasukkan pemerintahan Donald Trump dalam daftar perusahaan terlarang di Kuba. Tidak ada perusahaan asing yang dapat bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan Kuba yang dimasukkan pemerintah Amerika Serikat ke dalam daftar itu. 

Anda tahu, mereka memiliki semua daftar yang mereka inginkan, untuk semua negara di muka bumi, seakan mereka adalah direktur di dunia ini.

Jadi bulan ini Western Union mengumumkan mereka tidak dapat lagi berbisnis dengan Kuba. Amerika Serikat menuding Fincimex dioperasikan oleh kelompok militer Kuba. Ada sebanyak 147 kantor pelayanan Western Union yang ditutup sehingga menyulitkan transfer keuangan dari orang-orang Kuba yang berada di Amerika Serikat untuk keluarga mereka di Kuba.

Ini hanya satu dari sekitar 200 tindakan blokade yang diterapkan Amerika Serikat kepada Kuba dan memberikan dampak yang sangat besar bagi keluarga Kuba yang dipisahkan selat, baik yang di Amerika Serikat maupun yang Kuba.

Selain itu mereka juga melarang penerbangan ke kota-kota lain di Kuba. Penerbangan dari luar negeri hanya bisa menuju bandara internasional di Havana. Misalnya, bagi warga Kuba yang tinggal di Miami, Amerika Serikat, dan memiliki keluarga di Santiago de Cuba atau di Guantanamo dan provinsi lain, mereka tidak bisa terbang langsung ke provinsi-provinsi yang jauh itu. Mereka harus terbang dulu ke Havana, lalu dari Havana mereka harus menggunakan alat transport lain untuk mencapai tempat keluarganya, misalnya di Santiago de Cuba, dan ini memakan waktu. Ini menyulitkan karena waktu yang mereka miliki sangat singkat, karena mereka harus kembali ke Amerika Serikat untuk bekerja.

Semua ini mereka (Amerika Serikat) lakukan untuk membuat kehidupan sehari-hari rakyat Kuba semakin sulit.

Orang Kuba yang tinggal di Amerika Serikat, apakah mereka pro Revolusi atau anti Revolusi?

Ada orang Kuba yang mendukung Kuba, tetapi ada juga orang Kuba yang tidak mendukung Revolusi. Bila ada orang Kuba yang tinggal di Amerika Serikat dan memiliki pemikiran dan ideologi berbeda, yang tidak mendukung pemerintah Kuba, yang tidak mendukung Revolusi, itu OK saja. Karena setiap orang boleh memiliki pemikiran yang berbeda, ide yang berbeda.

Tetapi situasi ini tidak sama bila mereka menerima uang dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempersiapkan tindakan kekerasan terhadap warga Kuba di Amerika Serikat maupun di Kuba, untuk mendukung kontra revolusi, untuk mendukung serangan terorisme di Kuba, untuk mendukung Amerika Serikat sehingga Amerika Serikat melarang transfer uang dari orang-orang Kuba yang bekerja di Amerika Serikat untuk keluarga mereka di Kuba, untuk mencegah turis datang ke Kuba, untuk mencegah penerbangan ke semua bandara di Kuba, atau mencegah bisnis antara perusahaan-perusahaan Kuba dengan perusahaan-perusahaan negara lain, untuk mencegah ekspor produk-produk yang memiliki komponen Amerika Serikat sebanyak 10 persen, juga untuk menekan pemerintahan negara lain sehingga tidak mau menerima tim kemanusiaan Kuba.

Mereka menekan dan mempengaruhi negara lain yang membutuhkan bantuan di masa sulit ini dengan mengatakan bahwa dokter-dokter Kuba adalah penyelundup manusia. Mereka juga membuat larangan bagi perusahaan-perusahaan lain, tidak hanya perusahaan Amerika Serikat, untuk menjual ventilator kepada Kuba.

Jelas ini dua hal yang tidak sama. Memiliki pemikiran yang berbeda dibandingkan dengan pikiran saya dan melakukan tindakan demi tindakan yang membuat kehidupan di Kuba semakin hari semakin sulit, memblokade makanan, obat-obatan, mengintervensi urusan dalam negeri kami. Juga berbeda dengan meletakkan bom di salah satu hotel kami untuk mencegah kami mendapatkan pemasukan dari sektor industri pariwisata.

Kembali ke sistem kesehatan nasional. Kelihatannya sistem kesehatan Kuba tidak memiliki persoalan dengan budget. Bagaimana Kuba membangun sistem kesehatannya?

Revolusi telah mengubah model dan sistem di Kuba. Sebelum Revolusi, rakyat Kuba tidak memiliki peluang untuk mendapatkan pendidikan gratis. Kehidupan sebelum Revolusi adalah buah dari kapitalisme yang sangat kejam (cruel). Tetapi ketika Revolusi menang, dan Kuba berubah, Kuba memprioritaskan pendidikan nasional karena mayoritas rakyat Kuba tidak dapat membaca, tidak bisa menulis. Setelah itu prioritas diberikan kepada sistem kesehatan (health care). Banyak.

Kuba memiliki masalah ekonomi yang luar biasa. Masalah yang barangkali Indonesia tidak miliki. Kami negara kecil, tidak memiliki sumber daya alam. Hanya sedikit sumber daya alam, seperti nikel. Kami memiliki sektor pariwisata. Kami harus membangun sumber daya manusia melalui sistem kesehatan nasional dan bioteknologi.  

Kuba menilai sangat penting untuk memberikan alokasi dana yang besar pada sistem kesehatan nasional, untuk menggratiskan rumah sakit, dan memberikan perawatan kesehatan terbaik. Ini semua karena manusia adalah hal yang paling penting di Kuba. Lebih penting daripada uang. Apa yang akan Anda lakukan dengan uang Anda apabila Anda tidak punya kehidupan? Atau tidak memiliki kesehatan yang baik. Itu sebabnya bagi Kuba yang paling penting adalah manusia.

Dan untuk memberikan perhatian kepada manusia penting untuk menyediakan rumah sakit yang gratis. Terkadang saya mengunjungi dua atau tiga rumah sakit dalam satu hari karena saya tidak puas dengan satu opini dokter, dan saya ingin mendengarkan opini kedua. Ini saya lakukan untuk memeriksa dan mengkonfirmasi, sehingga saya bisa tenang di rumah saya saat malam hari.

Kami memiliki kemungkinan karena pemerintah mengembangkan hal itu. Bila seseorang di Kuba tidak ingin belajar, dia bisa langsung bekerja. Tetapi bila Anda ingin belajar, Anda akan belajar disiplin ilmu yang Anda dapat pelajari berdasarkan ujian masuk. Tidak diperlukan uang untuk belajar di perguruan tinggi, tetapi dibutuhkan usaha. Ini prioritas yang dimiliki negara kami sejak saya lahir. Saya dibesarkan dan dididik dengan prioritas seperti ini.

Kelihatannya beberapa waktu belakangan ini Kuba melakukan semacam reformasi. Sebelumnya kekuasaan berada di tangan pemimpin Partai Komunis Kuba. Sekarang Kuba membagi kekuasaan. Bagaimana Anda menjelaskan persoalan ini? Atau, apakah Anda setuju dengan saya bahwa ini adalah reformasi?

Ya (setuju). Seperti yang Anda tahu, Covid-19 merusak perekonomian di dunia. Dan tentu saja ia semakin mempersulit perekonomian Kuba. Selain menghadapi pandemi Covid-19 serta tekanan dan blokade Amerika Serikat, pemerintah kami juga harus fokus mengaplikasikan berbagai program yang telah diputuskan dalam Kongres Partai Komunis Kuba yang terakhir, terutama yang terkait dengan strategi ekonomi dan sosial. Tidak ada waktu untuk menunda reformasi di kedua sektor ini.

Model yang digunakan memiliki tujuan untuk meng-update model yang ada termasuk di dalamnya reorganisasi sistem moneter Kuba. Anda tahu di Kuba kami masih memiliki tiga mata uang, yakni Cuban Peso (CUP), Cuban Convertible Peso (CUC), dan dolar AS. Upaya mengeliminasi sistem dua mata uang dan nilai tukar mata uang adalah hal yang sangat penting saat ini. Ini tidak memecahkan semua masalah yang terakumulasi dalam sistem ekonomi Kuba. Tetapi sangat penting untuk meng-update model ekonomi. Ini akan memiliki dampak ekonomi dan sosial.

Kuba sedang menghadapi situasi yang sulit yang menghalangi sistem ekonomi berfungsi normal, seperti inefisiensi perusahaan negara (state enterprises), masalah dalam menyediakan insentif dan stimulus untuk meningkatkan ekspor, dan juga gaji yang rendah. Ini karena kami tidak harus membayar rumah sakit, pendidikan, vaksin Covid-19. Tetapi, itu membebani rumah sakit, untuk obat-obatan, untuk gaji dokter dan perawat. Ini menjadi beban bagi pemerintah.

Kami memiliki makroekonomi yang tidak berimbang, dengan defisit fiskal yang tinggi yang membuat pemerintah harus menyetujui transfer anggaran nasional ke sistem keuangan perusahaan negara.

Terlepas dari persoalan ini berbagai sektor publik telah mencapai kemajuan yang sangat berarti berkat kebijakan yang diambil dalam beberapa tahun belakangan. Tetapi juga penting untuk menciptakan perubahan yang produktif baik di sektor negara (publik) maupun sektor non-negara (private).

Kami harus memberikan stimulus untuk mendorong ekspor agar mengurangi beban impor. Ini semua bertujuan agar perusahaan negara memiliki motivasi yang lebih tinggi dalam berproduksi, lebih kompetitif, dan mendukung kebijakan negara untuk meningkatkan ekspor dan menggantikan impor.

Persoalan yang ditimbulkan dual system moneter tidak bisa diatasi dalam waktu singkat karena ini berdampak pada rakyat. Kami harus menjalankan hal ini secara gradual.

Perusahaan negara mungkin di tahun pertama proses ini akan menderita kerugian, dan anggaran negara yang diberikan pemerintah harus mendukung mereka. Pemerintah tidak berencana menutup perusahaan-perusahan negara yang tidak begitu efisien. Mengapa? Karena pelayanan penting yang harus tetap mereka berikan kepada masyarakat, dan sekarang harus meningkatkan gaji pekerja.

Itu sebabnya ini akan dilakukan secara gradual, dan pemerintah telah mengumumkan ini adalah ide awal, dan setiap tahap akan dijelaskan secara gradual pula. Saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut, karena ini masih proses.

Apakah Kuba akan tetap menjadi negara komunis?

Kami akan tetap menjadi negara komunis. Karena kami memiliki ideologi komunis. Ideologi kami tidak bisa diubah, karena terbukti kami dapat bertahan melawan Amerika Serikat yang sangat berkuasa dan sangat kejam.

Kami dapat bertahan dengan ideologi sosialisme dan ideologi komunisme untuk melindungi seluruh warganegara kami untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit gratis, pendidikan gratis, untuk tidak memiliki kelompok kaya dan miskin. Kami memiliki sosialisme yang paling memungkinkan untuk sama rasa dan sama rasa, dan keseimbangan (equilibrium).

Ini berarti Partai Komunis Kuba akan tetap menjadi satu-satunya kekuatan politik di Kuba?

Kami akan tetap mempertahankan Partai Komunis Kuba dengan panduan keseluruhan proses ini, dan kami akan meng-update sistem ekonomi kami karena situasi, karena krisis global setelah pandemi, dan setelah penerapan (reinforcement) sanksi dari Amerika Serikat yang lebih berat dari sebelumnya.

Saya rasa Anda paham bahwa di Indonesia komunisme memiliki konotasi yang buruk…

Itu tergantung pada apa yang Anda pahami mengenai komunisme. Atau, apa yang dilakukan orang-orang tertentu yang mengatasnamakan komunisme.

Saya paham. Tetapi, tidakkah Anda merasa bahwa perbedaan penilaian mengenai komunisme ini akan mempersulit upaya kedua negara memperkuat hubungan?

Saya tidak tahu apakah penting untuk bertanya kepada pihak-pihak yang memiliki dan memahami komunisme. Mungkin saya akan memiliki kesempatan, atau barangkali saya harus, di dalam berbagai pertemuan dan pembicaraan dengan teman-teman di Indonesia, menjelaskan tentang apa itu komunisme Kuba, apa itu sosialisme Kuba. 
Sosialisme Kuba adalah kesempatan yang sama bagi semua orang Kuba. Kesempatan yang sama untuk mendapatkan, misalnya, pendidikan dan kesehatan.

Juga (menjelaskan) apa konsep sosialisme di negara lain. Kita tahu, sebagai contoh, China memiliki apa yang mereka sebut sebagai sosialisme gaya China. Atau sosialisme Viet Nam. Karena setiap negara memiliki keunikan (particularity) masing-masing, pembangunan masing-masing, taraf ekonomi masing-masing, jumlah populasi, sumber daya alam. Sehingga kita harus menyesuaikan (adapt) sosialisme kita dan ideologi kita, tujuan kita, strategi kita, dengan situasi yang kita miliki di negara kita masing-masing.

Saya bekerja sepanjang karier diplomatik saya di China. Mereka tahu apa itu sosialisme Kuba. Kami bekerjasama dengan erat. Banyak kunjungan delegasi satu sama lain. Mungkin kalau sebelumnya saya bertugas di Indonesia, saya memiliki kesempatan untuk menjelaskan apa itu sosialisme dan komunisme Kuba.  

Di tahun 2015, di era pemerintahan Barack Obama, Kuba dan Amerika Serikat sempat memperbaiki hubungan diplomatik. Tetapi di era Donald Trump, hal itu kembali dirusak. Baru-baru ini Joe Biden memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat. Apakah menurut Anda perubahan rezim di Amerika Serikat akan mempengaruhi Kuba dan hubungan Kuba dengan Amerika Serikat?

Pertama, saya ingin memberikan komentar bahwa pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, walaupun mereka mengakui kebijakan blokade terhadap Kuba sebagai kebijakan yang tidak up to date dan memperbaiki hubungan bilateral dengan Kuba, tapi Presiden Barack Obama tidak menggunakan kekuasaan eksekutif prerogatif yang dimilikinya. He didn’t make it, untuk menghentikan kebijakan blokade terhadap Kuba. Dia tidak mencabut blokade.

Tentu saja di era Donald Trump semua dimentahkan. Dia membuat kebijakan yang membuat kehidupan orang Kuba setiap hari semakin sulit.

Terkait dengan pemilihan presiden yang baru berlalu, kami mengakui bahwa rakyat Amerika Serikat telah memilih arah baru. Dan kami percaya pada kemungkinan (bagi kedua negara) memiliki hubungan bilateral yang konstruktif sambil di saat bersamaan saling menghormati perbedaan di antara kami.

Untuk memiliki hubungan yang konstruktif penting untuk menghormati perbedaan kita dan untuk mengetahui bahwa kesulitan utama dalam hubungan Kuba dan Amerika Serikat ini adalah bila pemerintahan baru mempertahankan blokade perdagangan, ekonomi, dan keuangan secara sepihak (unilaterally) yang telah berlangsung selama 60 tahun. Itulah hambatan utama bagi hubungan bilateral kami dengan Amerika Serikat, bagi pembangunan Kuba di semua aspek, dan bagi kehidupan sehari-hari rakyat Kuba.

Apa yang bisa kita katakan bila Amerika Serikat setiap hari menekan rakyat Kuba, setiap hari menekan negara ketiga yang ingin memiliki hubungan dagang dengan Kuba. Kita tidak bisa mengatakan itu adalah hubungan, apalagi menyebutnya sebagai hubungan yang konstruktif.

Tahun ini tahun terburuk yang kami hadapi terkait pemerintahan Amerika Serikat. Karena tujuan dari blokade Amerika Serikat adalah untuk menghancurkan ekonomi kami dan memecah belah rakyat kami. Tapi mereka merasa mereka membantu rakyat Kuba. Kami sungguh tidak dapat memahami jalan pikiran mereka.

Seperti yang tadi saya sampaikan, mereka melarang penerbangan ke kota-kota Kuba. Bahkan mereka melarang penerbangan yang membawa bantuan makanan dan kemanusiaan.

Jadi apakah Anda percaya Joe Biden akan mengambil kebijakan yang berbeda terhadap Kuba?

Kami percaya bahwa rakyat Amerika Serikat telah memilih jalan baru. Kami memiliki kemampuan untuk berdialog lagi, untuk berkomunikasi lagi, untuk memiliki hubungan yang konstruktif, sambil di saat bersamaan menghormati perbedaan-perbedaan yang ada.

Tetapi saya tidak tahu apa yang akan dilakuan Joe Biden. Tidak ada yang tahu. Kita harus menunggu sampai tanggal 20 Januari 2021. Kita tidak tahu apa yang terjadi karena Trump mengatakan dirinya lah yang menang.

Apakah Kuba masih membuka Kedubes di Washington DC?

Kami masih membuka Kedubes kami di Washington DC. Amerika Serikat hanya memiliki Interest Office di Havana karena tahun lalu mereka pergi dari Kuba dan menuduh Kuba melakukan serangan sonic terhadap diplomat-diplomat mereka.  

Mereka memiliki kebijakan terhadap Kuba yang sangat kejam dan brutal selama masa pemerintahan Trump. Kami menunggu sampai Joe Biden memulai pemerintahannya (took the office), dan mengambil prioritas kebijakan. Kita tahu bahwa Amerika Serikat sedang menghadapi banyak persoalan di dalam negeri. Mereka negara yang paling kaya, namun memiliki jumlah kasus Covid-19 paling tinggi. Masyarakatnya juga terbelah. Jadi kita harus menunggu apa yang akan jadi perspektif mereka terhadap dunia, terhadap Amerika Latin, terhadap Kuba, atau terhadap Asia.

Tetapi kami, sejak awal, Presiden Miguel Diaz-Canel menginformasikan bahwa kami memiliki sikap yang konstruktif untuk memiliki hubungan yang konstruktif pula dengan Amerika Serikat, dan di saat bersamaan saling menghormati perbedaan dan kedaulatan. []

Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia

Putri proklamator Republik Indonesia Rachmawati Soekarnoputri memprakarsai pendirian Juche Study Group Indonesia (JSGI).

Selain untuk mempelajari Juche, ideologi negara Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara, JSGI juga didirikan untuk membicarakan pikiran-pikiran kebangsaan dan kedaulatan yang relevan bagi bangsa-bangsa di dunia dalam menghadapi neokolonialisme dan neoimperialisme dengan segala manifestasinya.

Juche yang kerap diartikan sebagai ideologi kemandirian atau self reliance dikembangkan pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, di masa perlawanan bangsa Korea terhadap penjajahan Jepang.

Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia

ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan

Asia Tenggara dan negara-negara anggota ASEAN memiliki arti penting bagi Republik Korea atau Korea Selatan. Hubungan Korea Selatan dengan kawasan ini dimulai pertama kali melalui ASEAN-ROK Partnership Dialogue yang diselenggarakan November 1989.

Kualitas hubungan itu meningkat dari tahun ke tahun dan semakin signifikan setelah dalam kunjungan ke Jakarta di bulan November 2017 Presiden Moon Jaein mengumumkan kebijakan baru yang diberi nama New Southern Policy (NSP).

Dengan kebijakan ini, Korea Selatan ingin meningkatkan kualitas hubungannya dengan India dan Asia Tenggara sehingga memiliki kualitas yang sama seperti hubungan Korea Selatan dengan mitra tradisional mereka yakni Republik Rakyat China, Jepang, Amerika Serikat, dan Federasi Rusia.

ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan

Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?

Wilayah Sahara Maroko atau Sahara Barat kembali menjadi perhatian masyarakat internasional. Perhatian dunia tertuju ke wilayah itu setelah kelompok separatis Front Polisario melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Kerajaan Maroko yang telah berlangsung selama 29 tahun pada akhir pekan kemarin.

Konflik antara Maroko dan Polisario ini menjadi tema yang dibahas khusus dalam pertemuan rutin Dewan Kerjasama Perdagangan dan Investasi Indonesia-Maroko (DK-PRIMA) yang diselenggarakan Kamis malam (19/11).

Pertemuan dihadiri mantan Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja, dan Presiden DK-PRIMA Heppy Trenggono bersama sejumlah pengurus lain.

Sebagai narasumber adalah pengamat hubungan internasional Teguh Santosa yang pernah dua kali menjadi petisioner masalah Sahara Barat di Komisi IV di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada tahun 2011 dan 2012.

Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?

Era Presiden Amerika Serikat Terbaik Untuk China Berakhir Sudah

The Capitol, 2009

SEBESAR apapun keinginnya untuk melawan, yang jelas berakhir sudah kekuasaan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. Menurut sejumlah media, sampai tulisan ini diturunkan, penghitung suara di tiga negara bagian, North Carolina, Alaska, dan Georgia masih berlangsung.

Di North Carolina dan Alaska, Trump diperkirakan menang. Di North Carolina sudah 99 persen suara yang dihitung. Sementara di Alaska, baru 50 persen suara yang telah dihitung, dan sejauh ini Trump unggul dengan angka menyakinkan, 62 persen.

Sementara di Georgia, dimana sudah 99 persen suara dihitung, Biden memimpin tipis.

Era Presiden Amerika Serikat Terbaik Untuk China Berakhir Sudah

Pompeo Singgung Keamanan LCS, Jokowi Disarankan Kawal Penamaan Laut Natuna Utara

Isu keamanan Laut China Selatan yang dibicarakan Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo dalam pertemuan dengan Menlu RI Retno LP Marsudi dan Presiden Joko Widodo harus dimanfaatkan untuk menuntaskan penggunaan nama Laut Natuna Utara sekitar Pulau Natuna.

Laut Natuna Utara digunakan Indonesia dalam peta baru NKRI tahun 2017. Disusun sejak era Menko Maritim Rizal Ramli, 2015-2016, sejauh ini tidak ada satu pun negara tetangga di ASEAN yang memprotes nama baru itu. Alasannya sederhana, nama Laut Natuna Utara diberikan Indonesia untuk perairan di sekitar Pulau Natuna yang sudah diakui negara-negara tetangga sebagai wilayah kedaulatan NKRI.

Pompeo Singgung Keamanan LCS, Jokowi Disarankan Kawal Penamaan Laut Natuna Utara

JMSI Resmi Didaftarkan ke Dewan Pers, Insya Allah di HPN 2021 Sudah Jadi Konstituen

Dideklarasikan pada tanggal 8 Februari 2020, dalam waktu singkat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi konstituen Dewan Pers. Soliditas dan komitmen, serta pengalaman dan dedikasi, adalah sejumlah kata kunci yang memungkinkan hal itu terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa ketika secara resmi menyampaikan berkas pendaftaran JMSI ke Dewan Pers, Senin pagi (26/10).

JMSI Resmi Didaftarkan ke Dewan Pers, Insya Allah di HPN 2021 Sudah Jadi Konstituen

Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi

Pandemi Covid-19 menjadi semacam ujian bagi setiap negara yang terdampak dan pemerintahan yang berkuasa. Sepintas ada kesan, negara dengan sistem politik relatif tertutup lebih mampu menghadapi situasi krisis kesehatan yang diakibatkan penyebaran virus mematikan ini.

Pemerintahan di negara-negara tersebut dapat mengambil tindakan yang tepat dalam waktu cepat untuk meminimalisir jumlah korban.

Demikian dikatakan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, ketika berbicara dalam diskusi virtual Medan Urban Forum bertema “Pemulihan Demokrasi Indonesia” yang diselenggarakan Rabu malam (14/10) melalui ruang digital Zoom.

Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi

Lapangan Merdeka Medan, Pohon-Pohon Trembesi Itu Seperti Disuntik Mati

Lapangan Merdeka di kota Medan, seperti halnya Lapangan Ikatan Atletik Djakarta (Ikada) yang kini menjadi kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, digambarkan sebagai sidik jari kemerdekaan Republik Indonesia.

Perumpamaan itu disampaikan Miduk Hutabarat dari Koalisi Peduli Lapangan Merdeka ketika berbicara dalam diskusi Medan Urban Forum yang digelar khusus membahas tentang nasib titik nol kota Medan itu, Rabu malam (22/9).

Lapangan Merdeka Medan, Pohon-Pohon Trembesi Itu Seperti Disuntik Mati

Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka

SETIDAKNYA sejak 12 ribu tahun sebelum Masehi negeri seluas 1,1 kilometer persegi di belahan utara Amerika Selatan ini telah didiami penduduk pribumi, dari bangsa Chibcha, Muisca, Quimbaya, Tairona, dan Inca yang berkembang di baratdaya Kolombia modern.

Pengelana Spanyol Alonso de Ojeda melihat wilayah ini pertama kali ketika melintasinya di tahun 1499. Tak lama kemudian, pengelana Spanyol berikutnya, Juan de la Cosa, mendarat di Tanjung Sails, La Guajira. Tiga tahun kemudian, giliran Vasco Nunez de Balboa menduduki wilayah di sekitar Sungai Atrato, satu dari begitu banyak sungai di Kolombia.

Hingga pertengahan abad ke-16 kekuasaan kolonial Spanyol berkembang pesat. Negeri-negeri di kawasan itu disatukan di bawah payung Kerajaan Baru Granada (Nuevo Reino de Granada) dengan ibukota Santa Fe de Bogota.

Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka

Gara-gara “Bayang-bayang Intervensi”

Hasril Chaniago menjadi salah satu bintang di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa lalu (8/9).

Lahir di Nagari Koto Tangah, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tahun 1962, Hasril pernah bekerja di Harian Singgalang dan menjadi Pemimpin Redaksi di Hariang Minang.

Dari sekian hal yang disampaikannya dalam ILC yang membahas pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, ada satu yang memicu diskusi baru, yakni tentang hubungan kekerabatan anggota DPR RI dari PDIP Arteria Dahlan dengan Bachtaruddin, salah seorang pendiri PKI di Sumatera Barat.

Gara-gara “Bayang-bayang Intervensi”

19 Tahun 9/11

Pak Jaya Suprana memegang medali persahabatan kelas dua yang saya terima dari pemerintah Korea Utara di teras Hotel Yanggakdo di Pyongyang, Korea Utara, Agustus 2017.
Saya bersama Pak Dahlan Iskan berfoto di atas Tugu Juche di tepi Sungai Taedong di Pyongyang, Korea Utara, Oktober 2018.

Pak Jaya Suprana mengirimkan link tulisannya di Kompas untuk mengenang kepergian maestro pers nasional Jakob Oetama yang wafat dua hari lalu (9/9). Seperti biasa tulisan Pak Jaya tidak bertele-tele, dipadati perenungan dan pesan moral.

“Jelas bahwa jasa-jasa Pak Jakob terasa bukan hanya di bidang pers tetapi juga di bidang percetakan, penerbitan, retailer, manufacturing, perhotelan yang membuka lapangan kerja bagi puluhan ribu kepala keluarga di Indonesia,” tulis pendiri Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) itu.

“Maka kita semua wajib menyampaikan ucapan terima kasih atas segenap mahakarsa dan mahakarya yang telah dipersembahkan oleh Pak Jakob kepada negara, bangsa dan rakyat Indonesia!” tutupnya di akhir tulisan.

19 Tahun 9/11

Foto Lama

Sesuai PP 21/2020, status PSBB di DKI Jakarta diusulkan Pemprov DKI kepada Menkes RI, dan disetujui Menkes RI pd 7 April 2020. Status PSBB di DKI Jakarta tidak pernah dicabut atau dihentikan Menkes RI bahkan sampai hari ini.

Di tengah perjalanan, ada kebijakan baru pemerintah soal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yg sebelumnya sempat disebut New Normal yg intinya relaksasi thdp PSBB. Kebijakan AKB ini dinilai tidak lazim oleh sementara kalangan. Sebab, bagaimana mungkin PSBB dilonggarkan sementara tanda2 ke arah penurunan kasus infeksi belum terjadi.

Foto Lama

Dibantah, Berita Yang Mengatakan Timor Leste Ingin Kembali Ke Indonesia

Bersama Julio Tomas Pinto, 2010

Beberapa hari belakangan ini berita mengenai keinginan warga Timor Leste kembali bergabung dengan Indonesia ramai dibicarakan.

Disebutkan, keinginan itu dipicu pada kenyataan bahwa kini Timor Leste termasuk salah satu negara termiskin di dunia. Menurut laporan United National Development Programme (UNDP) yang dikutip Kompas, Timor Leste berada di peringkat 152 dari 162 negara di dunia.

Sementara Heritage.org menempatkan Timor Leste pada posisi ke-171 dengan skor kebebasan ekonomi 45,9. Adapun laporan resmi Bank Dunia tahun 2020 menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Timor Leste paling lambat dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya.

Dibantah, Berita Yang Mengatakan Timor Leste Ingin Kembali Ke Indonesia

Maduro Ampuni Musuh Politik, Dubes Venezuela: Kami Menjunjung Tinggi Demokrasi Dan Hak Asasi

Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela membebaskan sebanyak 110 tokoh oposisi dari berbagai tuduhan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dalam pemilihan Kongres Nasional yang akan diselenggarakan 6 Desember mendatang.

Mereka yang dibebaskan ini terlibat dalam kerusuhan di tengah protes yang terjadi sepanjang April hingga pertengahan Agustus 2017 lalu.

Sebagian dari mereka ditahan. Tidak sedikit yang bersembunyi di sejumlah kedutaan asing di Caracas. 

Maduro Ampuni Musuh Politik, Dubes Venezuela: Kami Menjunjung Tinggi Demokrasi Dan Hak Asasi

Juara Tour De France 2019 Dari Kolombia Titipkan Cindera Mata Untuk Jokowi Yang Dikaguminya

Namanya Egan Arley Bernal Gomez. Biasa disapa Ergan Benal. Lahir di Bogota, ibukota Kolombia, 13 Januari 1997, Ergan Bernal adalah juara Tour de France tahun 2019 lalu sejauh 3.365 kilometer.

Egan Bernal pembalap dari Amerika Latin pertama yang memenangkan balap sepeda dunia tahunan yang mulai pada 1903 itu. Di saat bersamaan dia juga berhasil mencatatkan diri sebagai orang termuda yang memenangkannya. Ketika memenangkan Tour de France, Egan Bernal baru berusia 23 tahun.

Juara Tour De France 2019 Dari Kolombia Titipkan Cindera Mata Untuk Jokowi Yang Dikaguminya

Munas JMSI, Teguh Santosa Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum

Setelah berlangsung selama sembilan jam, sebanyak 21 Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) akhirnya secara aklamasi memilih Teguh Santosa menjadi Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional pertama yang digelar secara virtual, Senin (29/6).

CEO RMOL Network itu akan memimpin organisasi perusahaan media siber ini untuk periode 2020-2025.

Munas JMSI, Teguh Santosa Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum

Lomba Baca Puisi JMSI Dicatat sebagai Rekor Dunia!

Menyambut Musyawarah Nasional (Munas) I, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar perlombaan pembacaan puisi yang diikuti wartawan. Peserta berasal dari media massa berbasis internet yang menjadi anggota JMSI di seluruh Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum JMSI, Mahmud Marhaba, mengatakan, lomba baca puisi ini bertambah spesial karena akan dicatat sebagai rekor dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Lomba Baca Puisi JMSI Dicatat sebagai Rekor Dunia!