Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia

Putri proklamator Republik Indonesia Rachmawati Soekarnoputri memprakarsai pendirian Juche Study Group Indonesia (JSGI).

Selain untuk mempelajari Juche, ideologi negara Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara, JSGI juga didirikan untuk membicarakan pikiran-pikiran kebangsaan dan kedaulatan yang relevan bagi bangsa-bangsa di dunia dalam menghadapi neokolonialisme dan neoimperialisme dengan segala manifestasinya.

Juche yang kerap diartikan sebagai ideologi kemandirian atau self reliance dikembangkan pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, di masa perlawanan bangsa Korea terhadap penjajahan Jepang.

Continue reading “Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia”

ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan

Asia Tenggara dan negara-negara anggota ASEAN memiliki arti penting bagi Republik Korea atau Korea Selatan. Hubungan Korea Selatan dengan kawasan ini dimulai pertama kali melalui ASEAN-ROK Partnership Dialogue yang diselenggarakan November 1989.

Kualitas hubungan itu meningkat dari tahun ke tahun dan semakin signifikan setelah dalam kunjungan ke Jakarta di bulan November 2017 Presiden Moon Jaein mengumumkan kebijakan baru yang diberi nama New Southern Policy (NSP).

Dengan kebijakan ini, Korea Selatan ingin meningkatkan kualitas hubungannya dengan India dan Asia Tenggara sehingga memiliki kualitas yang sama seperti hubungan Korea Selatan dengan mitra tradisional mereka yakni Republik Rakyat China, Jepang, Amerika Serikat, dan Federasi Rusia.

Continue reading “ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan”

Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?

Wilayah Sahara Maroko atau Sahara Barat kembali menjadi perhatian masyarakat internasional. Perhatian dunia tertuju ke wilayah itu setelah kelompok separatis Front Polisario melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Kerajaan Maroko yang telah berlangsung selama 29 tahun pada akhir pekan kemarin.

Konflik antara Maroko dan Polisario ini menjadi tema yang dibahas khusus dalam pertemuan rutin Dewan Kerjasama Perdagangan dan Investasi Indonesia-Maroko (DK-PRIMA) yang diselenggarakan Kamis malam (19/11).

Pertemuan dihadiri mantan Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja, dan Presiden DK-PRIMA Heppy Trenggono bersama sejumlah pengurus lain.

Sebagai narasumber adalah pengamat hubungan internasional Teguh Santosa yang pernah dua kali menjadi petisioner masalah Sahara Barat di Komisi IV di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada tahun 2011 dan 2012.

Continue reading “Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?”

Era Presiden Amerika Serikat Terbaik Untuk China Berakhir Sudah

SONY DSC

SEBESAR apapun keinginnya untuk melawan, yang jelas berakhir sudah kekuasaan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. Menurut sejumlah media, sampai tulisan ini diturunkan, penghitung suara di tiga negara bagian, North Carolina, Alaska, dan Georgia masih berlangsung.

Di North Carolina dan Alaska, Trump diperkirakan menang. Di North Carolina sudah 99 persen suara yang dihitung. Sementara di Alaska, baru 50 persen suara yang telah dihitung, dan sejauh ini Trump unggul dengan angka menyakinkan, 62 persen.

Sementara di Georgia, dimana sudah 99 persen suara dihitung, Biden memimpin tipis.

Continue reading “Era Presiden Amerika Serikat Terbaik Untuk China Berakhir Sudah”

Pompeo Singgung Keamanan LCS, Jokowi Disarankan Kawal Penamaan Laut Natuna Utara

Isu keamanan Laut China Selatan yang dibicarakan Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo dalam pertemuan dengan Menlu RI Retno LP Marsudi dan Presiden Joko Widodo harus dimanfaatkan untuk menuntaskan penggunaan nama Laut Natuna Utara sekitar Pulau Natuna.

Laut Natuna Utara digunakan Indonesia dalam peta baru NKRI tahun 2017. Disusun sejak era Menko Maritim Rizal Ramli, 2015-2016, sejauh ini tidak ada satu pun negara tetangga di ASEAN yang memprotes nama baru itu. Alasannya sederhana, nama Laut Natuna Utara diberikan Indonesia untuk perairan di sekitar Pulau Natuna yang sudah diakui negara-negara tetangga sebagai wilayah kedaulatan NKRI.

Continue reading “Pompeo Singgung Keamanan LCS, Jokowi Disarankan Kawal Penamaan Laut Natuna Utara”

JMSI Resmi Didaftarkan ke Dewan Pers, Insya Allah di HPN 2021 Sudah Jadi Konstituen

Dideklarasikan pada tanggal 8 Februari 2020, dalam waktu singkat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi konstituen Dewan Pers. Soliditas dan komitmen, serta pengalaman dan dedikasi, adalah sejumlah kata kunci yang memungkinkan hal itu terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa ketika secara resmi menyampaikan berkas pendaftaran JMSI ke Dewan Pers, Senin pagi (26/10).

Continue reading “JMSI Resmi Didaftarkan ke Dewan Pers, Insya Allah di HPN 2021 Sudah Jadi Konstituen”

Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi

Pandemi Covid-19 menjadi semacam ujian bagi setiap negara yang terdampak dan pemerintahan yang berkuasa. Sepintas ada kesan, negara dengan sistem politik relatif tertutup lebih mampu menghadapi situasi krisis kesehatan yang diakibatkan penyebaran virus mematikan ini.

Pemerintahan di negara-negara tersebut dapat mengambil tindakan yang tepat dalam waktu cepat untuk meminimalisir jumlah korban.

Demikian dikatakan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, ketika berbicara dalam diskusi virtual Medan Urban Forum bertema “Pemulihan Demokrasi Indonesia” yang diselenggarakan Rabu malam (14/10) melalui ruang digital Zoom.

Continue reading “Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi”

Lapangan Merdeka Medan, Pohon-Pohon Trembesi Itu Seperti Disuntik Mati

Lapangan Merdeka di kota Medan, seperti halnya Lapangan Ikatan Atletik Djakarta (Ikada) yang kini menjadi kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, digambarkan sebagai sidik jari kemerdekaan Republik Indonesia.

Perumpamaan itu disampaikan Miduk Hutabarat dari Koalisi Peduli Lapangan Merdeka ketika berbicara dalam diskusi Medan Urban Forum yang digelar khusus membahas tentang nasib titik nol kota Medan itu, Rabu malam (22/9).

Continue reading “Lapangan Merdeka Medan, Pohon-Pohon Trembesi Itu Seperti Disuntik Mati”

Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka

SETIDAKNYA sejak 12 ribu tahun sebelum Masehi negeri seluas 1,1 kilometer persegi di belahan utara Amerika Selatan ini telah didiami penduduk pribumi, dari bangsa Chibcha, Muisca, Quimbaya, Tairona, dan Inca yang berkembang di baratdaya Kolombia modern.

Pengelana Spanyol Alonso de Ojeda melihat wilayah ini pertama kali ketika melintasinya di tahun 1499. Tak lama kemudian, pengelana Spanyol berikutnya, Juan de la Cosa, mendarat di Tanjung Sails, La Guajira. Tiga tahun kemudian, giliran Vasco Nunez de Balboa menduduki wilayah di sekitar Sungai Atrato, satu dari begitu banyak sungai di Kolombia.

Hingga pertengahan abad ke-16 kekuasaan kolonial Spanyol berkembang pesat. Negeri-negeri di kawasan itu disatukan di bawah payung Kerajaan Baru Granada (Nuevo Reino de Granada) dengan ibukota Santa Fe de Bogota.

Continue reading “Kami Tidak Harus Memilih Salah Satu dari Mereka”

Gara-gara “Bayang-bayang Intervensi”

Hasril Chaniago menjadi salah satu bintang di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa lalu (8/9).

Lahir di Nagari Koto Tangah, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tahun 1962, Hasril pernah bekerja di Harian Singgalang dan menjadi Pemimpin Redaksi di Hariang Minang.

Dari sekian hal yang disampaikannya dalam ILC yang membahas pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, ada satu yang memicu diskusi baru, yakni tentang hubungan kekerabatan anggota DPR RI dari PDIP Arteria Dahlan dengan Bachtaruddin, salah seorang pendiri PKI di Sumatera Barat.

Continue reading “Gara-gara “Bayang-bayang Intervensi””

19 Tahun 9/11

Pak Jaya Suprana memegang medali persahabatan kelas dua yang saya terima dari pemerintah Korea Utara di teras Hotel Yanggakdo di Pyongyang, Korea Utara, Agustus 2017.
Saya bersama Pak Dahlan Iskan berfoto di atas Tugu Juche di tepi Sungai Taedong di Pyongyang, Korea Utara, Oktober 2018.

Pak Jaya Suprana mengirimkan link tulisannya di Kompas untuk mengenang kepergian maestro pers nasional Jakob Oetama yang wafat dua hari lalu (9/9). Seperti biasa tulisan Pak Jaya tidak bertele-tele, dipadati perenungan dan pesan moral.

“Jelas bahwa jasa-jasa Pak Jakob terasa bukan hanya di bidang pers tetapi juga di bidang percetakan, penerbitan, retailer, manufacturing, perhotelan yang membuka lapangan kerja bagi puluhan ribu kepala keluarga di Indonesia,” tulis pendiri Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) itu.

“Maka kita semua wajib menyampaikan ucapan terima kasih atas segenap mahakarsa dan mahakarya yang telah dipersembahkan oleh Pak Jakob kepada negara, bangsa dan rakyat Indonesia!” tutupnya di akhir tulisan.

Continue reading “19 Tahun 9/11”

Foto Lama

Sesuai PP 21/2020, status PSBB di DKI Jakarta diusulkan Pemprov DKI kepada Menkes RI, dan disetujui Menkes RI pd 7 April 2020. Status PSBB di DKI Jakarta tidak pernah dicabut atau dihentikan Menkes RI bahkan sampai hari ini.

Di tengah perjalanan, ada kebijakan baru pemerintah soal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yg sebelumnya sempat disebut New Normal yg intinya relaksasi thdp PSBB. Kebijakan AKB ini dinilai tidak lazim oleh sementara kalangan. Sebab, bagaimana mungkin PSBB dilonggarkan sementara tanda2 ke arah penurunan kasus infeksi belum terjadi.

Continue reading “Foto Lama”

Dibantah, Berita Yang Mengatakan Timor Leste Ingin Kembali Ke Indonesia

Bersama Julio Tomas Pinto, 2010

Beberapa hari belakangan ini berita mengenai keinginan warga Timor Leste kembali bergabung dengan Indonesia ramai dibicarakan.

Disebutkan, keinginan itu dipicu pada kenyataan bahwa kini Timor Leste termasuk salah satu negara termiskin di dunia. Menurut laporan United National Development Programme (UNDP) yang dikutip Kompas, Timor Leste berada di peringkat 152 dari 162 negara di dunia.

Sementara Heritage.org menempatkan Timor Leste pada posisi ke-171 dengan skor kebebasan ekonomi 45,9. Adapun laporan resmi Bank Dunia tahun 2020 menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Timor Leste paling lambat dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya.

Continue reading “Dibantah, Berita Yang Mengatakan Timor Leste Ingin Kembali Ke Indonesia”

Maduro Ampuni Musuh Politik, Dubes Venezuela: Kami Menjunjung Tinggi Demokrasi Dan Hak Asasi

Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela membebaskan sebanyak 110 tokoh oposisi dari berbagai tuduhan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dalam pemilihan Kongres Nasional yang akan diselenggarakan 6 Desember mendatang.

Mereka yang dibebaskan ini terlibat dalam kerusuhan di tengah protes yang terjadi sepanjang April hingga pertengahan Agustus 2017 lalu.

Sebagian dari mereka ditahan. Tidak sedikit yang bersembunyi di sejumlah kedutaan asing di Caracas. 

Continue reading “Maduro Ampuni Musuh Politik, Dubes Venezuela: Kami Menjunjung Tinggi Demokrasi Dan Hak Asasi”

Juara Tour De France 2019 Dari Kolombia Titipkan Cindera Mata Untuk Jokowi Yang Dikaguminya

Namanya Egan Arley Bernal Gomez. Biasa disapa Ergan Benal. Lahir di Bogota, ibukota Kolombia, 13 Januari 1997, Ergan Bernal adalah juara Tour de France tahun 2019 lalu sejauh 3.365 kilometer.

Egan Bernal pembalap dari Amerika Latin pertama yang memenangkan balap sepeda dunia tahunan yang mulai pada 1903 itu. Di saat bersamaan dia juga berhasil mencatatkan diri sebagai orang termuda yang memenangkannya. Ketika memenangkan Tour de France, Egan Bernal baru berusia 23 tahun.

Continue reading “Juara Tour De France 2019 Dari Kolombia Titipkan Cindera Mata Untuk Jokowi Yang Dikaguminya”

Munas JMSI, Teguh Santosa Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum

Setelah berlangsung selama sembilan jam, sebanyak 21 Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) akhirnya secara aklamasi memilih Teguh Santosa menjadi Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional pertama yang digelar secara virtual, Senin (29/6).

CEO RMOL Network itu akan memimpin organisasi perusahaan media siber ini untuk periode 2020-2025.

Continue reading “Munas JMSI, Teguh Santosa Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum”

Lomba Baca Puisi JMSI Dicatat sebagai Rekor Dunia!

Menyambut Musyawarah Nasional (Munas) I, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar perlombaan pembacaan puisi yang diikuti wartawan. Peserta berasal dari media massa berbasis internet yang menjadi anggota JMSI di seluruh Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum JMSI, Mahmud Marhaba, mengatakan, lomba baca puisi ini bertambah spesial karena akan dicatat sebagai rekor dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Continue reading “Lomba Baca Puisi JMSI Dicatat sebagai Rekor Dunia!”

Melan Refra: Tidak Bermaksud Riya, Tapi Orang Perlu Tahu Sisi Positif John Kei

Suasana mendadak mencekam. Dari luar rumah terdengar suara rentetan tembakan. John Refra Kei buru-buru mengungsikan keluarganya dari ruang tamu ke dalam kamar. Mencoba mencari perlindungan dan menyelamatkan diri.

Malam itu, Minggu (26/6).

Maria Erviliana “Melan” Refra masih mengingat peristiwa mencekam itu.

Putri sulung John Kei itu ketakutan. Ia membayangkan “serangan balasan” dari pihak Agrapinus Rumatora yang biasa dipanggilnya Opa Nus.

Juga berasal dari Pulau Kei di Maluku Utara, Opa Nus dikenal dengan sebutan Nus Kei.

Minggu siang sudah terdengar kabar tentang penyerangan yang dilakukan anak buah John Kei ke tempat tinggal Nus Kei di perumahan Green Lake City, Cengkareng, Jakarta Barat.

Continue reading “Melan Refra: Tidak Bermaksud Riya, Tapi Orang Perlu Tahu Sisi Positif John Kei”

Kesaksian Putri John Kei: Papa Telah Berubah, Sekarang Semua Diawali Doa

Setelah keluar dari LP Nusakambangan bulan Desember 2019 lalu John Refra Kei berubah. Ia kini menjadi lebih religius.

Pria kelahiran Pulau Kei, Provinsi Maluku, 10 September 1969, itu kini kerap memberikan pelayanan doa, antara lain bersama Pendeta Gilbert Lumoindong.

Pelayanan doa yang diberikan John Kei tidak berhenti di era pandemi. Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ia menyapa jemaat secara virtual.

Continue reading “Kesaksian Putri John Kei: Papa Telah Berubah, Sekarang Semua Diawali Doa”

Provokasi Talbukja

PANMUNJOM, SOUTH KOREA – APRIL 27: North Korean Leader Kim Jong Un (L) and South Korean President Moon Jae-in (R) shake hands over the military demarcation line upon meeting for the Inter-Korean Summit on April 27, 2018 in Panmunjom, South Korea. Kim and Moon meet at the border today for the third-ever inter-Korean summit talks after the 1945 division of the peninsula, and first since 2007 between then President Roh Moo-hyun of South Korea and Leader Kim Jong-il of North Korea. (Photo by Korea Summit Press Pool/Getty Images)

Pemerintah Korea Selatan tdk boleh menutup mata dan membiarkan provokasi yang dilakukan talbukja, pembelot Korea Utara yg sekarang menetap di Korea Selatan.

Korea Selatan sbg negara yg menampung kelompok talbukja punya kewajiban moral dan politik utk menghentikan provokasi itu.

Provokasi talbukja ini menciptakan ketegangan baru di Semenanjung dlm bbrp hari terakhir. Membuat niat dan itikad Korea Selatan utk perdamaian jd patut dan pantas dipertanyakan.

Continue reading “Provokasi Talbukja”

Bung, di Sel Nomor 5 Itu…

Bung, di sel nomor 5 itu kau habiskan waktu utk merenungi kemerdekaan bangsamu. Kemerdekaan yang kau percaya akan menjadi jembatan emas yang mengantarkan bangsa ini pada kemakmuran, keadilan, penghormatan pada hukum, bangsa yang menatap masa depan dan merayakan kebersamaan.

Continue reading “Bung, di Sel Nomor 5 Itu…”

Salinan Surat Bung Hatta untuk Guntur Sukarnoputra mengenai Perjalanan Naskah Pancasila

Anakda Goentoer Sukarnoputra
Cempaka Putih Barat I/2
Jakarta Pusat

Pancasila

Dekat pada akhir bulan Mei 1945, dr. Radjiman, ketua Panitia Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia membuka sidang itu dengan mengemukakan pertanyaan kepada rapat, “Negara Indonesia Merdeka yang akan kita bangun itu, apa dasarnya?”

Kebanyakan anggota tidak mau menjawab pertanyaan itu, karena takut pertanyaan itu akan menimbulkan persoalan filosofi yang akan berpanjang-panjang. Mereka langsung membicarakan soal Undang2 Dasar.

Continue reading “Salinan Surat Bung Hatta untuk Guntur Sukarnoputra mengenai Perjalanan Naskah Pancasila”

Bersama Pak Mustajab di Makam Sunan Ampel di Surabaya, 2019

Sejauh ini yg saya jadikan rujukan utama mengenai Sunan Ampel adalah buku karya Slamet Mulyana, “Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Berdirinya Kerajaan Islam Nusantara” yang pernah dibreidel pada 1968 dan diterbitkan kembali satu dekade yg lalu.

Disebutkan di dalamnya, dari naskah2 Klenteng Sam Po Kong di Semarang, bahwa Sunan Ampel yang juga dikenal sebagai Raden Rahmat memiliki nama asli Bong Swi Hoo.

Ia adalah guru dari Jin Bun atau Raden Patah yang merupakan anak dari Raja Majapahit terakhir Bhre Kertabumi atau Brawijaya dengan seorang putri Tiongkok dari Champa.

Continue reading “Bersama Pak Mustajab di Makam Sunan Ampel di Surabaya, 2019”

Mahkota Wartawan

Ilham Bintang

Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat

SAYA termasuk orang yang senang meluapkan kegembiraan dan ikut  bahagia setiap kali ada sejawat wartawan menulis buku. Buku adalah mahkota wartawan, kata ungkapan klasik.

Tetapi tidak banyak wartawan yang bisa menulis buku. Ini memang bukan perkara mudah. Banyak teman wartawan yang terlalu sibuk dalam karier jurnalistik sampai akhir hayat lupa menulis buku.

Selagi masih reporter sibuk dengan agenda pemberitaan. Meliput peristiwa, mengumpulkan bahan,  kemudian menuliskannya. Satu hari  bisa enam sampai tujuh berita. Memburu sendiri berita ke sana kemari sampai berdebu baru balik kantor. Dan, subuh baru tiba di rumah. Setiap hari.

Continue reading “Mahkota Wartawan”

Setiap Terjadi Gejolak, Wartawan Bergolak

Dahlan Iskan

Ketua Umum Serikat Penerbit Surat Kabar

SETIAP terjadi gejolak, wartawan bergolak. Dalam hatinya. Ingin terjun ke pergolakan itu. Melaporkan dari tangan pertama. Apa yang terjadi di sana.

Itulah yang dialami Teguh Santosa. Wartawan Rakyat Merdeka. Yang masih muda. Yang darah wartawannya terus bergolak.

Tahun 2001 Teguh nekat ingin ke Afghanistan. Meliput perang di sana. Tapi lewat mana? Lewat Pakistan? Lalu ke Peshawar? Masuk perbatasan?

Di situlah gejolak paling brutal. Mungkin sulit juga lewat Pakistan. Saya baca novel-novel tentang Afghanistan. Termasuk kisah penyelundupan manusia di perbatasan Peshawar itu. Menegangkan. Mengharukan.

Continue reading “Setiap Terjadi Gejolak, Wartawan Bergolak”

Dari Kacamata Post-Truth

Rudiantara

Menteri Komunikasi dan Informatika (2014-2019)

PADA era yang disebut-sebut sebagai era post-truth saat ini, informasi menjadi senjata untuk menguasai. Pada era post-truth, informasi digelontorkan bertubi-tubi agar menjadi opini, tak peduli benar atau salah. Pada gilirannya, opini masyarakat atau seseorang terbentuk hanya oleh saking intensnya sebuah informasi terpapar, bukan oleh faktual atau tidaknya informasi tersebut.

Pada masa lalu penulisan sejarah mungkin relatif lebih sederhana justru karena terbatasnya informasi yang harus diseleksi. Hari ini, kita tidak dapat membayangkan akan ditulis jadi seperti apa sejarah kita kelak, mengingat banjir informasi sekarang ini juga membawa serta banjir hoaks atau kabar bohong di dalamnya.

Oleh sebab itu, salah satu cara paling pas menurut saya adalah dengan bersama-sama memerangi hoaks melalui pasokan informasi yang benar dan konten yang positif di dunia maya. Memang kegiatan penanggulangan hoaks seperti ini adalah kegiatan yang sangat menguras energi, terutama bagi bangsa yang sebetulnya sedang lebih butuh memfokuskan energinya untuk mengejar banyak ketertinggalan seperti bangsa kita, namun kita harus melewatinya bersama-sama.

Oleh sebab itu saya mengapresiasi setiap upaya untuk memenuhi dunia ini dengan informasi yang sahih, detil, dan faktual seperti yang disampaikan oleh Mas Teguh Santosa ini. Karena latar belakangnya yang wartawan, maka tulisan yang umumnya becerita tentang Afganishtan ini mengalir dengan runtut, enak dibaca, namun tidak kehilangan detil-detil yang memperkuat posisi tulisan ini sebagai kaya jurnalistik yang berbobot.

Continue reading “Dari Kacamata Post-Truth”

Menjadi Imam Shalat Idul Fitri

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, menjadi imam dan khatib Shalat Idul Fitri. Mengharukan.

Jamaahnya hanya empat orang. Lumayan.

Setelah shalat Subuh saya membuka2 bbrp referensi materi khutbah, juga tentu saja bacaan2 doa dan yg juga penting kata2 sapaan kepada jamaah: maasiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Tapi tak bisa dipaksakan masuk ke kepala dalam waktu singkat. Akhirnya diputuskan utk mengalir saja.

Continue reading “Menjadi Imam Shalat Idul Fitri”

Damaskus

Usai shalat Maghrib, mereka mendengarkan ceritaku ttg kota itu: Damaskus.

Hal pertama yg aku ceritakan adalah makam Nabi Yahya di dalam Masjid Umayyad. Sebelum Al Walid bin Abdul Malik dari Bani Ummayah menduduki Damaskus (706 M), bangunan itu adalah basilika utk menghormati Nabi Yahya yg dalam tradisi kristiani dikenal sebagai John the Baptist. Sebelumnya lagi, bangunan itu adalah kuil Romawi utk menyembah Dewa Yupiter.

Nabi Yahya adalah anak dari Nabi Zakaria yg lahir di saat kedua orang tuanya sudah sangat sepuh. Dalam riwayat populer dia disebutkan meninggal dunia dibunuh oleh Herodes, penguasa Romawi di Yudaea yg meliputi Palestina, Lebanon, dan sebagian Suriah kini.

Continue reading “Damaskus”

Gracias Fidel

Santa Clara, Ibukota Villa Clara, Kota Che Guevara. Sekitar 260 kilometer dari Havana ke arah tenggara. Didirikan tahun 1689.

Pertempuran Santa Clara di akhir Desember 1958 menjadi penentu kemenangan Revolusi Kuba. Adalah Che Guevara bersama pasukannya, di fase terakhir pertempuran berhasil melumpuhkan kereta baja berisi tentara cadangan dan peralatan tempur yg dikirim Fulgencio Batista utk memperkuat pasukannya yg sedang menghadapi pasukan Fidel Castro di Santiago de Cuba.

Continue reading “Gracias Fidel”

Perang Dagang Ini Harus Dikapitalisasi

BERADA di ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut di pegunungan timur Peru, Machu Picchu diperkirakan dibangun di era Raja Pachacuti yang berkuasa di Inca dari tahun 1438 sampai 1472. Pada pertengahan abad ke-16 bersamaan dengan kedatangan bangsa Spanyol, komplek Machu Picchu ditinggalkan dan perlahan menjadi reruntuhan.

Di tahun 1911 arkeolog dari Universitas Yale, Amerika Serikat, Hiram Bingham III, menemukan reruntuhan Machu Picchu dan mengeksposnya sehingga menjadi tujuan wisata dunia. Di tahun 1983, UNESCO menyatakan Machu Picchu sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.

Machu Picchu hanya satu dari sejumlah sumbangan Peru pada peradaban dunia. Sumbangan lainnya yang sangat terkenal, dan masih jarang diketahui, adalah kentang.

Belum banyak yang tahu kentang tanaman asli Peru. Menurut Dutabesar Republik Peru, Julio Cardinas, negaranya memiliki lebih dari 3.000 jenis kentang. Sedemikian seriusnya Peru pada kentang, sebuah lembaga studi khusus didirikan untuk budidaya kentang. Namanya Centro Internacional de la Papa, atau Pusat Kentang Internasional.

Continue reading “Perang Dagang Ini Harus Dikapitalisasi”