Dubes Jepang: Tidak Ada Hubungan Bertetangga Yang Bebas Dari Masalah

UNIPOLARISME pasca Perang Dingin tak berumur panjang. Hanya dalam waktu kurang lebih satu dekade berbagai kekuatan ekonomi dan politik baru bermunculan. Di Asia Timur, China yang untuk waktu cukup lama memilih menutup diri di balik tirai bambu secara mengagetkan muncul ke permukaan.

Tidak hanya meningkatkan anggaran militer berkali lipat, China juga mengumumkan ambisi menjadi lokomotif Jalur Sutra baru yang dikenal dengan nama One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI). Seperti China, Jepang juga tidak mau kalah.

Dubes Jepang: Kompetisi Selalu Bagus

PADA bulan Oktober 2015 pemerintah Indonesia memberikan proyek kereta api cepat (High Speed Railways/HSR) Jakarta-Bandung kepada Republik Rakyat China (RRC) yang belakangan juga tampak semakin agresif mendekati Indonesia.

Keputusan ini mengecewakan pemerintah Jepang yang merasa telah terlibat cukup jauh. Untuk mengobati kekecewaan Jepang itu, Presiden Joko Widodo mengutus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ketika itu, Sofyan Djalil, bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Dubes Jepang: Bila Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen, Indonesia Nomor 4 Terkuat Di Dunia

NIHON atau Nippon. Negeri matahari terbit. Kemenangan dalam perang melawan Kekaisaran Rusia di Manchuria dan Semenanjung Korea pada 1904-1905 melambungkan reputasi Kekaisaran Jepang sebagai saudara tua Asia. Kemenangan ini menyempurnakan supremasi Jepang di kawasan Asia Timur sejak merebut Formosa dari China dalam perang 1895.

Jepang sudah memperlihatkan tanda-tanda ke arah kegemilangan sejak Kaisar Meiji yang berkuasa di pertengahan abad ke-19 memulai restorasi besar-besaran yang berdampak pada penguatan sistem politik yang lebih tersentralisir dan pertumbuhan ekonomi yang ditopang industrialisasi demi mengejar ketertinggalan dari dunia Barat.

Trump Membuat Hubungan AS dan Kuba Kembali Memburuk

eb456c24-2f8e-4013-a3b1-de54b673a249

NIRSIA Castro Guevara bertugas sebagai Dutabesar Republik Kuba untuk Republik Indonesia sejak bulan Agustus 2015. Sebelum dikirim pemerintahan Raul Castro ke Jakarta, wanita kelahiran Provinsi Granma, 4 Maret 1956, ini pernah menjadi Dutabesar Kuba di Republik Sri Lanka dan Republik Maladewa (2008-2012) dan di Kerajaan Kamboja, Kerajaan Thailand dan Republik Myanmar (2002-2006).

Dubes An Kwang Il: Kami Sudah Siap Menghadapi Situasi Paling Buruk

Screen Shot 2017-10-07 at 12.37.38 AM

TANGGAL 29 Agustus lalu Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara meluncurkan misil antarbenua jarak menengah Hwasong-12. Melesat sejauh 2.700 kilometer dan mencapai titik tertinggi 550 meter, Hwasong-12 melintasi Hokkaido, Jepang, sebelum akhirnya menghujam satu titik di Samudera Pasifik, sekitar 1.180 kilometer dari wilayah Jepang.

Dubes Korut: Malaysia Lebih Percaya Informasi Pihak Ketiga

744458_09200512032017_17190542_10155006121161668_6009590915962505908_n

HUBUNGAN Repulik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara dengan Malaysia memburuk setelah peristiwa kematian seorang pria warganegara Korea Utara di Bandara International Kuala Lumpur pertengahan Februari lalu.

Little Story on Indonesia and TPP

500x304xThe-TPP.png.pagespeed.ic.Xr3T8Vb4WV

Friend [10/29, 5:33 PM]: You free to lunch tomorrow. Didn’t get chance to hear your Korea utara stories.

Me [10/29, 5:57 PM]: Unfortunately I will be in Kemang Village for meeting at lunch, Sir…

Friend [10/29, 6:03 PM]: Ok when u have free moment. Pres J surprised all his officials on TPP. We touched on briefly. Jkt Post headline today quoting Djisman is right out of my thoughts. No 1 will need to front up to DPR with all the UUs changes to meet TPP requirements. Not easy. Who are advising him? He could have said we are still studying…why rush to commit? He will lose further credibility 👎

Me [10/29, 6:06 PM]: Yes Sir…