Pembicaraan Sepintas tentang Papua, Nasionalisme, Sejarah dan Metodologi yang Terjajah

Dimana Kin?

Jakarta, Guh

Gambar di atas dijepret dari dinding gedung pendaftaran PBB di New York.

Persisnya?

Taman xxx (edited), di apartemen, Guh
Gimana Guh?

OK

Ada yang urgent?

🙂
Papua urgent

Sangat

Bagaimana menurutmu?

Soal Papua?
Soal Papua bagian mananya?

Ya
Bagian umum

Waduh panjang Guh. Nggak bisa via BBM

Resume aja
Satu kalimat

Letakkan persoalan papua pada konstitusi Indonesia yang asli (UUD 45). Luruskan cara pandang dan istilah Papua asli. Bagiku orang Papua dan yang ada di Papua adalah orang Indonesia yang ada di pulau Papua.
Persoalan Papua adalah persoalan nasional bukan persoalan orang Papua versus Jakarta.

Nation is imagined

Tidak imagined kalo kita melihatnya dari ekopol.
Aku penganut materialisme, jadi basis nation adalah kepentingan ekopol, soal penguasaan agrarian resource

National interest kan juga imagined
Setuju gak?

Kepentingan penguasaan yang mendorong pembentuk nation berbeda dengan national interest.
Untuk menguji national interes sebg sesuatu yg dibayangkan, uji saja konstitusi kita. Tanya ke setiap oranga apa setuju atau tidak. Apa masih mau ada republik Indonesia atau tidak. Jika jawabannya tidak, tinggal dibubarkan saja bukan?! Hehehe

Pilihan membubarkan diri pun tidak berarti apa2. Hanya melompat dari satu ilusi ke ilusi lain

Nah, menurutmu yang berarti mustinya gimana?

Permasalahan utama kaum materialis dan realis adalah tidak bisa membedakan mana materi dan mana “materi”
Karena realita juga diciptakan

Aku nggak bilang nggak diciptakan loh. Materi dalam pemahamanku adalah apa yang terjadi dalam perjalanan sejarah.

Sama aja Kin. Apalagi sejarah. Catatan orang menang.

Sejarah adalah apa yang terjadi, bukan apa yang ditulis penguasa.

Dari mana kita tahu apa yg terjadi, sementara kita dibatasi oleh alam.

Penelitian atuh.

🙂
Itu malah masalah baru. Funding sudah punya kepentingan..

Wahh kok funding
Sebentar
Kita harus mengubah cara pikir kita bahwa penelitian harus ada funding dalam makna seperti fungding NGO sekarang.
Itu yang tempo hari aku kemukakan ke NGO-NGO yang concern ke Papua.
Tanggapannya memang negatif. Karena nggak ada yang berani ambil resiko itu. Nggak ada yang berani membangun sumberdaya sendiri untuk mulai melangkah.
Padahal dalam lingkup kecil sudah terbukti bisa.

Kalau itu benar
Decolonizing methodology..

Nah, kalo mau lebih jels musti diskusi Guh. Nggak via BBM

Aku lagi malas diskusi Kin

Wehhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s