Yang dari Luxor

Disebutkan dalam banyak catatan, Obelisk of Theodisius di Hippodrome of Constantinople didirikan Firaun Thutmose III di Kuil Karnak di Luxor, Mesir, di tepi Sungai Nil, untuk mengenang keberhasilannya menaklukkan Suriah. Itu sekitar abad ke-15 Sebelum Masehi.

Lalu di abad ke-4 Masehi, tepatnya di tahun 357, obelisk ini bersama satu obelisk lainnya dipindahkan Konstantinus II ke Alexandria di muara pertemuan Sungai Nil dan Laut Mediterania. Kali ini untuk mengenang dua dekade kekuasaan Konstantinus II.

Continue reading Yang dari Luxor

Tentang Galata Tower

Dibangun tahun 1348, menara setinggi 67 meter ini adalah bangunan tertinggi di koloni Republik Genoa di Tanduk Emas (Golden Horn) pada masa itu.

Ia hanya sepelemparan batu dari tembok Konstantinopel di sebelah selatan yang dipisahkan perairan Golden Horn.

Ada sejumlah teori mengenai asal kata Galata.

Continue reading Tentang Galata Tower

ASEAN Multilateralism and Anti-jingoism

Good evening, my name is Teguh Santosa. I am a lecturer from Islam State University in Jakarta, Indonesia.

I am thanking you for the opportunity given to me to present the Association of Southeast Asian Nations or ASEAN and the fruit of multilateralism practiced by the ASEAN since the very beginning of its foundation.

ASEAN is one of the most stable and dynamic regional organization that I believe can be a good model for other regions in the world.

Continue reading ASEAN Multilateralism and Anti-jingoism

Pemilu Akbar Venezuela Demokratis, ASEAN adalah Keajaiban

Pemilihan umum besar-besaran yang digelar Republik Bolivarian Venezuela hari Minggu lalu (21/11) berlangsung secara demokratis dengan hasil yang memuaskan.

Penilaian itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Imam Edy Mulyono ketika memberikan sambutan dalam Konferensi ASEAN-Venezuela di PDVSA La Estancia, La Floresta, Caracas, Kamis pagi (25/11) waktu setempat.

Continue reading Pemilu Akbar Venezuela Demokratis, ASEAN adalah Keajaiban

Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Khalid bin Zayd, lebih dikenal sebagai Abu Ayyub al Anshari.

Lahir di Madinah, tahun 594, Khalid bin Zayd muda ikut menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah di tahun 622.

Di tahun 671, di usia 77 tahun, Khalid bin Zayd berangkat ke Konstantinopel untuk memenuhi nubuat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kelak Konstantinopel akan kembali ke ajaran Tauhid, mengakui keesaan Tuhan.

Abu Ayyub dikisahkan sempat menantang pasukan Konstantinopel di gerbang kota. Tapi ia meninggal dunia karena penyakit di usia tua.

Continue reading Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Mega-Pemilu Venezuela

PADA tanggal 21 November mendatang Republik Bolivarian Venezuela akan kembali menggelar pemilihan umum. Ini adalah pemilu ke-29 yang dilaksanakan dalam 22 tahun terakhir sejak reformasi politik besar-besaran yang dilakukan Hugo Chavez pada 1999.

Di dalam Pemilu 21N ini rakyat Venezuela akan memilih 23 gubernur negara bagian, 2.471 anggota lembaga legislatif di ke-23 negara bagian, 335 walikota, dan 253 legislator yang mewakili ke-23 negara bagian yang jumlah untuk setiap negara bagian ditentukan dari jumlah populasi negara bagian.

Dua pemilu terakhir yang digelar Venezuela adalah pemilihan presiden di bulan Mei 2018 dan pemilihan anggota Majelis Nasional pada Desember 2020.

Continue reading Mega-Pemilu Venezuela

Monumen Bunga Kimilsung Kembali Diresmikan, Teguh Santosa: Buah Pikiran Founding Fathers dalam Menempatkan Indonesia di Tengah Percaturan Dunia

Monumen Bunga Kimilsung di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor kembali diresmikan, Rabu siang ini (10/11).

Peresmian dilakukan setelah renovasi Griya Anggrek selesai dilakukan. Wajah baru Griya Anggrek menjadi berbeda sama sekali, lebih megah dibandingkan bangunan sebelumnya. Sementara Monumen Bunga Kimilsung yang baru dipindahkan sekitar 30 meter dari lokasi sebelumnya.

Continue reading Monumen Bunga Kimilsung Kembali Diresmikan, Teguh Santosa: Buah Pikiran Founding Fathers dalam Menempatkan Indonesia di Tengah Percaturan Dunia

Dutabesar Park Tae-sung: Membangun Kemandirian Tugas yang Sangat Penting

Tidak ada satu negara pun yang bebas dari kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda dunia. Pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia dan Republik Korea sempat mengalami kontraksi ke titik minus. Volume perdagangan kedua negara juga terpengaruh hingga terkoreksi sebesar 15 persen.

Namun di tengah kesulitan bagaimanapun selalu ada titik terang. Belakangan, situasi mulai bergerak ke arah yang lebih baik. Volume perdagangan kedua negara sudah kembali ke titik semula. Kerjasama simbolis dan strategis yang sempat terhenti, seperti pengembangan pesawat jet tempur K-FX/I-FX, pun dimulai kembali.

Selain itu, di sisi investasi di Indonesia, data semester pertama tahun 2021 memperlihatkan Korea Selatan melompat dan kini berada di posisi kelima setelah Singapura, Hong Kong, China, dan Belanda. Peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia didorong oleh investasi dalam skala besar di bidang kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan baterai untuk EV.

Continue reading Dutabesar Park Tae-sung: Membangun Kemandirian Tugas yang Sangat Penting

Penghargaan dari Komite Reunifikasi Damai Korea untuk Jaya Suprana

Dinilai memiliki kepedulian mendalam dan komitmen kuat pada proses perdamaian di Semenanjung Korea, budayawan Jaya Suprana mendapatkan penghargaan “Life Membership” dari Asia Pacific Regional Committee for Peaceful Reunification of Korea (APRCPRK).

Penghargaan untuk pendiri Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) tersebut diberikan dalam pertemuan istimewa APRCPRK yang diselenggarakan secara virtual pada akhir Mei lalu.

Pertemuan khusus yang difasilitasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia Korea Utara tersebut dipimpin Direktur Biro Eksekutif APRCPRK, Peter Woods, dan dihadiri sejumlah pimpinan teras APRCPRK seperti Rachmawati Soekarnoputri, Madhav Kumar Nepal, Raymond Ferguson, Norma G. Binas, Javed Ansari, Hakki Ergincan, Peter Wilson, dan Phanidra Raj Pant.

Continue reading Penghargaan dari Komite Reunifikasi Damai Korea untuk Jaya Suprana

Perang Afghanistan, Teringat Alm. ZA Maulani

Alm. Letjen (Purn) ZA Maulani. Saya mengenangnya sebagai sosok yang santun, rendah hati, berpengetahuan luas, menghargai kawan bicara tua dan muda.

Alm. pernah memimpin Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dari Mei 1998 sampai November 1999 di era Presiden BJ Habibie. Menggantikan Letjen Moetojib dan digantikan Letjen Arie J. Kumaat. Di tahun 2001, Bakin berubah nama menjadi Badan Intelijen Negara (BIN).

Saya berkenalan dengannya tak lama setelah peristiwa serangan yang menghancurkan WTC di New York City, 11 September 2001, hampir 20 tahun lalu.

Awalnya, seorang senior meminta saya mencari pakar atau pengamat yang bersedia menulis setiap hari di kolom khusus di halaman satu harian kami mengenai hal-hal terkait peristiwa 9/11 dan operasi AS memburu pentolan Al Qaeda Osama bin Laden yang dilindungi Taliban di Kandahar, Afghanistan.

Continue reading Perang Afghanistan, Teringat Alm. ZA Maulani

Lagi, Negeri yang Jadi Rebutan

KEINGINAN menerbitkan kumpulan reportase dari tepi sungai Amu Darya yang memisahkan Uzbekistan dan Afghanistan, mulai muncul di pertengahan 2018.

Ya, 17 tahun setelah saya berkunjung ke kota Termez di Uzbekistan pada bulan Oktober dan November 2001. Di kota kecil yang sedang merayakan ulang tahun ke 2.500 tahun itu saya menunggu kesempatan menyeberangi Amu Darya dan menginjakkan kaki di Afghanistan.

Tapi tanda-tanda Jembatan Persahabatan akan dibuka tak kunjung tiba. Sampai saya akhirnya kembali ke Jakarta dan Kabul direbut Aliansi Utara.

Juli 2018 saya mewawancarai Dubes Afghanistan di Jakarta, Roya Rahmani. Kami membahas beragam hal terkait reformasi negeri itu di berbagai bidang pasca-Taliban.

Kami juga membahas ajakan pemerintahan Ashraf Ghani kepada Taliban untuk ikut dalam proses demokrasi, yang artinya ikut pemilu yang sudah direncanakan di tahun itu.

Continue reading Lagi, Negeri yang Jadi Rebutan

Andaikatamologi dan Mahajurnalis Nusantara Jamanow

DI samping Kelirumologi, Humorologi, Alasanologi, Malumologi saya juga menggagas Andaikatamologi sebagai telaah melalui jalur andaikata terhadap berbagai aspek kehidupan manusia di planet bumi ini.

Andaikatamologi pada hakikatnya sudah kerap digunakan oleh para ilmuwan sejarah ketika melakukan telaah sejarah terhadap berbagai aspek kehidupan manusia di planet bumi ini.

Namun ternyata andaikatamologi juga potensial didayagunakan memenuhi kebutuhan untuk menyusun Kata Pengantar terhadap buku “Di Tepi Amu Darya” mahakarya mahajurnalis Nusantara jamanow, Teguh Santosa.

Andaikata saya Presiden Republik Indonesia maka pasti saya memilih para menteri saya bukan berdasar transaksi politik dengan para parpol, namun berdasar kenyataan kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan berdasar pertim- bangan profesionalisme the right man on the right place on the right time.

Jaya Suprana, Pendiri Museum Rekor Dunia-Indonesia

Continue reading Andaikatamologi dan Mahajurnalis Nusantara Jamanow

Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

SEBENARNYA, Indonesia dan India bukanlah negara asing satu sama lain. Keduanya memiliki kontak budaya dan telah menjalin hubungan komersial yang erat setidaknya selama dua milenium terakhir. Hindu, Buddha, dan kemudian Islam, melakukan perjalanan ke Indonesia di sepanjang pantai India dengan, antara lain, cerita dari epos Ramayana dan Mahabharata yang kemudian menjadi sumber penting seni dan budaya Indonesia.

Kesamaan budaya ini, bersama dengan sejarah kehidupan di era kolonial dan tujuan kemerdekaan untuk kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan politik luar negeri yang mandiri, pada gilirannya menjadi faktor yang memudahkan kedua negara untuk menjalin hubungan bilateral di era modern. zaman.

Karena sebagian budaya dan agama di Indonesia diyakini dibawa oleh para pedagang dari India, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sektor ekonomi dan komersial menjadi tumpuan terpenting dari hubungan mereka.

India dan Indonesia saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua dan keempat, serta negara demokrasi terbesar pertama dan ketiga di dunia. Kedua negara juga merupakan anggota G20, kelompok 20 kekuatan ekonomi di dunia. Dalam daftar tersebut, India yang berpenduduk 1,3 miliar jiwa berada di urutan ke-7 dengan PDB 2,7 triliun dolar AS. Sementara, Indonesia yang berpenduduk 270 juta jiwa berada di peringkat ke-16 dengan PDB 1 triliun dolar AS.

Menjajaki berbagai aspek kerja sama kedua negara, Republik Merdeka mengunjungi Duta Besar Republik India untuk Republik Indonesia, Shri Manoj Kumar Bharti, di Kedutaan Besar India di Gama Tower, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/8).

Shri Bharti mulai bertugas di Jakarta Januari lalu. Alumni Institut Teknologi India (IIT) di Kanpur yang mahir berbicara bahasa Persia, Rusia dan Nepal, ini juga pernah menjabat sebagai Duta Besar di Belarus (2001-2015) dan Ukraina (2015-2018). Saat bertugas di Ukraina, Shri Bharti menulis sebuah buku berjudul “Memahami Filsafat India melalui Ilmu Pengetahuan Modern” yang mencoba menjelaskan filosofi India yang mendasari kebijakan luar negeri negara tersebut, dan pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi saat ini.

Continue reading Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

Empat Menit Hirohito

Setelah dua kota penting Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, hancur dihajar bom atom AS pada 6 dan 9 Agustus, Kaisar Hirohito tak punya pilihan lain.

Tanggal 15 Agustus 1945, tengah hari, Radio Gyokun Hoso menyiarkan rekaman pernyataan Kaisar Hirohito menerima hasil Deklarasi Postdam. Rekaman pernyataan itu sepanjang empat menit.

“Kami sudah meminta Pemerintah untuk berkomunikasi dengan Pemerintah AS, Inggris Raya, China, dan Uni Soviet, bahwa Kerajaan kita menerima ketentuan dalam Deklarasi Bersama mereka (Deklarasi Postdam, 26 Juli 1945),” antara lain kata Hirohito di awal pernyataan.

Continue reading Empat Menit Hirohito

Ribhi Y. Awad

SAYA kembali teringat pada Ribhi Awad saat menemukan sebuah buku kecil yang ditulisnya, di antara buku-buku lain yang sedang berserakan di lantai rumah.

Arafat & Saya: Sebuah Pengalaman Abadi”, itu judulnya. Pada cover yang didominasi warna hijau ada gambar wajah sang penulis, Ribhi Yusuf Awad, dan tokoh pembebasan Palestina, Yasser Arafat.

Diterbitkan bulan Juni 2006, hampir dua tahun setelah Yasser Arafat meninggal dunia pada November 2004, seperti judulnya, buku ini berkisah tentang persahabatan Ribhi Awad dan Yasser Arafat. Juga kisah kepahlawanan pejuang Palestina lainnya. Dituliskan dengan sederhana, terkadang bernada satir, terkadang jenaka, beberapa terasa absurd.  

Saya baca-baca kembali. Sepintas.

Continue reading Ribhi Y. Awad

Jalur Maut ke China

Sampai pagi tadi, di sela-sela membaca kembali laporan-laporan mengenai perpanjangan PPKM Level 4 oleh Presiden Joko Widodo kemarin malam, saya masih menerima pertanyaan dari beberapa teman.

Ada yang disampaikan lewat telepon, ada yang lewat pesan pendek.

Pertanyaan yang diajukan intinya sama, terkait dengan keputusan Indonesia memulangkan diplomat dan staf KBRI dari Pyongyang, Korea Utara.

Dubes Berlian Napitupulu termasuk dalam rombongan yang meninggalkan Pyongyang menuju China pada hari Jumat (23/7).

Mereka telah tiba di Dandong, Provinsi Liaoning, Republik Rakyat China (RRC) dan kini harus mengikuti karantina selama 14 hari.

Dari Pyongyang, rombongan menempuh perjalanan darat sejauh 230 kilometer ke utara, ke arah Sungai Amnok dalam bahasa Korea, atau Sungai Yalu dalam bahasa China. Sungai inilah yang memisahkan wilayah China di utara dengan Korea Utara di selatannya.

Continue reading Jalur Maut ke China

Di Balik Star of Soekarno

BULAN Oktober 2015 saya diutus Mbak Rachma ke Pyongyang menyerahkan tropi dan sertifikat Star of Soekarno yang diberikan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) untuk, antara lain, Kim Jong Un.

Saya sudah sering ke Pyongyang. Tapi kunjungan kali ini rasanya luar biasa. Setelah jamuan minum teh di ruang VIP bandara, saya diantar ke sebuah guest house tak jauh dari Istana Kumsusan, agak di pinggir kota. Guest house yang indah, persis di tepi sebuah danau.

Di guest house saya diinformasikan, beberapa hari lagi akan ada penyambutan di Istana Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea. Juga, yang menerimanya adalah Presiden Presidium yang setara dengan Kepala Negara, Kim Yong Nam.

Kedua pendamping membantu saya agar lancar dalam upacara penyambutan. Kami gladi berkali-kali. Menghafalkan kira-kira posisi Presiden dan posisi saya.

Continue reading Di Balik Star of Soekarno

Perjanjian Damai Yordania dan Israel untuk Memperjuangkan Kedaulatan Palestina

DIKENAL sebagai negeri para nabi. Antara lain, Nabi Syuaib, Nabi Luth, Nabi Ayub, dan Nabi Harun, dimakamkan di negeri yang sejak 100 tahun lalu dikenal dengan nama Kerajaan Hasyimiyah Yordania ini. Nabi Isa dalam tradisi Islam atau Yesus Kristus dalam tradisi Kristiani dibaptis Nabi Yahya atau John the Baptist di Nahr Al Urdunn atau Sungai Jordan yang mengalir sejauh 250 kilometer dari Dataran Tinggi Golan menuju ke Laut Mati.

Juga di negeri ini, tepatnya di Umm Ar Rasas yang tak jauh dari kota Amman, sebelum misi kenabian, ketika berusia 9 atau 12 tahun, Nabi Muhammad SAW bertemu pendeta Kristen Nestorian keturunan Yahudi, dari Bushra, selatan Suriah kini, bernama Buhaira. Adalah Buhaira yang disebutkan dalam berbagai kisah melihat tanda-tanda kenabian Muhammad muda yang ketika itu sedang dapat perjalanan dagang bersama pamannya, Abu Thalib, dari Makkah menuju Syam atau Damaskus kini.

Continue reading Perjanjian Damai Yordania dan Israel untuk Memperjuangkan Kedaulatan Palestina

Mbak Rachma Tokoh Reunifikasi Korea, Ucapan Duka Mengalir Dari Berbagai Negara

Hari ini, Indonesia kehilangan seorang tokoh kelas dunia, Rachmawati Soekarnoputri.
Ia yang saya kenal adalah sosok yang memiliki perhatian dan kepedulian besar pada sejumlah isu internasional.

Mbak Rachma, demikian saya kerap menyapanya, kerap dan tanpa ragu menyuarakan protes terhadap praktik neokolonialisme dan neoimperialisme yang masih terjadi di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Iran, Kuba, Venezuela, juga Korea Utara.

Continue reading Mbak Rachma Tokoh Reunifikasi Korea, Ucapan Duka Mengalir Dari Berbagai Negara

Duta Besar Hungaria Judit Pach: Radikalisme Tidak Ada Kaitannya dengan Agama

Berada di dataran rendah Carpathian yang khas di tengah benua Eropa, sejak ribuan tahun lalu Hungaria telah menjadi titik pertemuan berbagai bangsa, dari Magyar, Celtic, Roman, Jerman, Huns, Slavia, Avars, dan sebagainya. Negeri ini mulai dikenal sebagai entitas politik di akhir abad ke-9 ketika Pangeran Hungaria Arpad menguasai dataran rendah Carpathian.

Dari tahun 1541 sampai 1699 sebagian wilayah negeri ini diduduki Turki Usmaniah. Lalu di abad ke-18 dikuasai Emporium Habsburg Jerman dan di awal abad ke-20 bersama Austria membentuk Emporium Austro-Hungaria yang merupakan salah satu major power pada masa itu.

Setelah kekalahan pada Perang Dunia Pertama, wilayah Hungaria modern ditentukan dalam perjanjian di Istana Trianon, Versailles, Prancis, di bulan Juni 1920.

Di arena Perang Dunia Kedua, Hungaria kembali bergabung dengan Jerman, dan kembali kalah di tahun 1945. Kekalahan kali ini membuat Hungaria menjadi satelit Uni Soviet sebagai Republik Rakyat Hungaria sampai terbentuknya Republik Ketiga Hungaria di tahun 1990 yang mengakhiri kekuatan kubu komunis. Hungaria bergabung dengan Uni Eropa pada 2004 dan kini menjadi salah satu negara yang menonjol secara ekonomi di Eropa.

Continue reading Duta Besar Hungaria Judit Pach: Radikalisme Tidak Ada Kaitannya dengan Agama

Kebijakan AS dalam Isu Israel-Palestina Sudah Usang, Perlu Diubah

Sudah waktunya Amerika Serikat (AS) mengubah kebijakan luar negeri mereka, khususnya dalam memandang isu Palestina dan Israel.

Tiga pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) pekan lalu yang tidak membuahkan hasil merupakan bukti perlunya revisi kebijakan dilakukan oleh Washington.

DK PBB telah menggelar sesi pertemuan darurat tertutup pada 10 dan 12 Mei, serta sesi pertemuan darurat terbuka pada 16 Mei untuk membahas serangan Israel ke Palestina.

Continue reading Kebijakan AS dalam Isu Israel-Palestina Sudah Usang, Perlu Diubah

Pesan May Day dari Indonesia, Hentikan Blokade untuk Kuba

Pemerintah Amerika Serikat diminta mengakhiri blokade ekonomi, perdagangan, dan keuangan yang diterapkan kepada Kuba.

Pemerintahan Amerika Serikat yang kini dikendalikan Presiden Joe Biden juga disarankan untuk mengubah mentalitas dan perspektif dalam berhubungan dengan negara-negara lain di dunia, termasuk Kuba.

Demikian antara lain disampaikan wartawan dari Indonesia, Teguh Santosa, yang ikut memberikan pandangan dalam Forum internasional bertema “Solidaritas untuk Mengakhiri Blokade Kuba” yang diselenggarakan Instituto Cubano de Amistad con los Pueblos (ICAP) dan Central de Trabajadores de Cuba (CTC), Sabtu pagi waktu Indonesia (1/5) atau Jumat malam waktu Havana, Kuba (30/4).

Continue reading Pesan May Day dari Indonesia, Hentikan Blokade untuk Kuba

Yang Tertunda

Barusan membaca berita Bashar Al Assad akan mencalonkan diri kembali sebagai Presiden Suriah. Untuk kali ketiga.

Saya jadi ingat. Salah satu hal yang saya rencanakan di tahun 2020 lalu adalah perjalanan ke Damaskus, Suriah, untuk mewawancarai Presiden Bashar Assad.

Continue reading Yang Tertunda

Prabowo Subianto dan Obsesi Elang Muda

Boramae dalam bahasa Korea. Elang Muda dalam bahasa Indonesia. Ini nama jet tempur pertama buatan Korea Selatan yang diluncurkan hari ini, Jumat (9/4), di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan.

Nama lengkapnya KF-21 Boramae.

Continue reading Prabowo Subianto dan Obsesi Elang Muda

A Letter on Juche

Juche, which is often interpreted as an ideology of independence or self-reliance, was developed by the founder of the DPRK, Kim Il Sung, in the era of the Korean nation’s struggle against Japanese colonialism.

In 1982 President Kim Jong Il wrote down his main thoughts on Juche in a book. However, Juche was widely recognized among Korean founding fathers during the struggling era.

Initially, Juche was seen as an ideology of struggle influenced by Marxism. However, in subsequent developments, Juche succeeded in growing into a distinctive ideology in the Korean independence struggle. In principle, this ideology teaches that every human being is the master of his own destiny, as well as the master of its revolution.

Continue reading A Letter on Juche

Joe Biden dan Persimpangan Jalan Perdamaian Korea

PEMBICARAAN damai di Semenanjung Korea akan menghadapi dinamika baru tak lama lagi. Joe Biden memperlihatkan tanda-tanda akan mengambil kebijakan yang berbeda dari pendahulunya, Donald Trump.

Di masa kampanye yang lalu, Biden menyebut Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un sebagai “thug” atau penjahat, dan mengatakan, hanya bersedia bertemu dan melanjutkan pembicaraan damai dengan Korea Utara bila Korea Utara sepakat untuk melakukan denuklirisasi.

Apa yang disampaikan Joe Biden ini mengabaikan kenyataan bahwa pendahulunya, Donald Trump, telah mencatat sejumlah pencapaian yang manis untuk perbaikan hubungan negara itu dengan Korea Utara.

Joe Biden akan terlihat tidak bijaksana bila mengembalikan hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara ke titik sebelum pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura bulan Juni 2018. Bagaimanapun setelah pertemuan itu, Korea Utara memperlihatkan sikap koperatif dengan melucuti fasilitas nuklir mereka.

Continue reading Joe Biden dan Persimpangan Jalan Perdamaian Korea

Agresifitas China dan Fragmentasi Sikap Indonesia

Menlu RI Retno Marsudi (kanan) dan Menlu China Wang Yi.

Sikap tegas yang diperlihatkan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, ketika menerima Menteri Luar Negeri RRC, Wang Yi, di Pejambon, Rabu sore (13/1), patut diapresiasi.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno Marsudi mengingatkan kembali arti penting menjaga perdamaian dan stabilitas di perairan Laut China Selatan dengan menghormati hukum internasional United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.

Sikap tegas Menlu Retno Marsudi memang perlu disampaikan langsung di hadapan Menlu China dengan harapan China mengkoreksi agresifitas yang mereka perlihatkan beberapa tahun belakangan ini.

Continue reading Agresifitas China dan Fragmentasi Sikap Indonesia

A Letter from Pyongyang on Christmas

Dear Mr. Teguh Santosa,

I hope this email finds you good in health.

The unexpectedly worldwide Covid-19 stopped us from having face-to-face meetings, but neverthless this further deepened feelings towards and trust in you. Especially, the October international E-seminar in commemoration of the 75th anniversary of the WPK’s founding was held on the plateform of the website of Indonesia-Korea Friendship and Cultural Exchange: www.kawankorea.com. This reminded us of the initiative and position taken by the Indonesian friends and your society in putting the support and solidarity with the Korean people on the global basis. I am really proud of having you as my friend and working with IKFCE.

Continue reading A Letter from Pyongyang on Christmas

Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban

KEMENANGAN Fidel Castro, Ernesto Che Guevara, Camilo Cienfuegos, dan kawan-kawan, di penghujung 1958 dalam perjuangan menggulingkan rezim diktator Fulgencio Batista telah menempatkan Kuba sebagai episentrum dan simbol revolusi dunia di era Perang Dingin.

Revolusi Kuba mewabah dan menginspirasi gerakan serupa setelahnya di banyak negara di berbagai belahan dunia. Kata-kata “Kuba”, “Revolusi”, “Castro”, dan “Che Guevara” menjadi identik dan diucapkan dalam satu tarikan nafas yang sama.

Di luar tema revolusi, Kuba identik dengan cerutu, mobil tua, atau novelis legendaris Ernest Hemingway yang menghabiskan sekitar 30 tahun waktunya di Cuba dimana dia menghasilkan banyak novel kelas dunia, termasuk “The Old Man and the Sea”.

Tentu saja Kuba lebih dari itu. Apalagi belakangan ini, ketika dunia dilanda pandemi Covid-19. Dunia telah menyaksikan bagaimana Kuba menangani penyebaran Covid-19 dan di saat yang sama juga memberikan bantuan yang tidak sedikit untuk banyak negara.

Continue reading Dubes Kuba Tania Velazquez Lopez: Ini Seperti Sebuah Keajaiban

Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia

Putri proklamator Republik Indonesia Rachmawati Soekarnoputri memprakarsai pendirian Juche Study Group Indonesia (JSGI).

Selain untuk mempelajari Juche, ideologi negara Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara, JSGI juga didirikan untuk membicarakan pikiran-pikiran kebangsaan dan kedaulatan yang relevan bagi bangsa-bangsa di dunia dalam menghadapi neokolonialisme dan neoimperialisme dengan segala manifestasinya.

Juche yang kerap diartikan sebagai ideologi kemandirian atau self reliance dikembangkan pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, di masa perlawanan bangsa Korea terhadap penjajahan Jepang.

Continue reading Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia