Firli Bahuri: Threshold Pemilu Nol Persen, Biaya Politik Nol Rupiah

Selama Karantina

Namanya Aubertin Walter Sothern Mallaby. Hari lahirnya yang ke-122 tidak lama lagi.

Tahun 1918 Mallaby menyelesaikan pendidikan perwira di Wellington Cadet College, India.

Setelah malang melintang di berbagai kesatuan dan jabatan, di bulan Oktober 1945 ia ditugaskan ke Surabaya, memimpin Brigade Infranteri India Ke-49 untuk melucuti dan membawa tentara Jepang yang telah menyerah kalah.

Continue reading Selama Karantina

Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Sudah banyak orang yang menulis tentang tempat ini. Catatan baru rasanya tak akan mengubah apapun. Fakta dan opini.

Inilah Hagia Sophia. Aya Sofia. Kebijaksanaan Suci. Elemen kedua dalam Trinitas.

Dibangun pada tahun 537, di era Kaisar Justinian I, sebagai Gereja Ortodoks utama di Konstantinopel. Pada masa itu, ia yang terbesar di Emporium Romawi Timur.

Tahun 1204, Tentara Salib merebutnya, dan mengubahnya menjadi Gereja Katolik yang berkiblat ke Vatikan di Roma sampai 1261.

Continue reading Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Yang dari Luxor

Disebutkan dalam banyak catatan, Obelisk of Theodisius di Hippodrome of Constantinople didirikan Firaun Thutmose III di Kuil Karnak di Luxor, Mesir, di tepi Sungai Nil, untuk mengenang keberhasilannya menaklukkan Suriah. Itu sekitar abad ke-15 Sebelum Masehi.

Lalu di abad ke-4 Masehi, tepatnya di tahun 357, obelisk ini bersama satu obelisk lainnya dipindahkan Konstantinus II ke Alexandria di muara pertemuan Sungai Nil dan Laut Mediterania. Kali ini untuk mengenang dua dekade kekuasaan Konstantinus II.

Continue reading Yang dari Luxor

Tentang Galata Tower

Dibangun tahun 1348, menara setinggi 67 meter ini adalah bangunan tertinggi di koloni Republik Genoa di Tanduk Emas (Golden Horn) pada masa itu.

Ia hanya sepelemparan batu dari tembok Konstantinopel di sebelah selatan yang dipisahkan perairan Golden Horn.

Ada sejumlah teori mengenai asal kata Galata.

Continue reading Tentang Galata Tower

ASEAN Multilateralism and Anti-jingoism

Good evening, my name is Teguh Santosa. I am a lecturer from Islam State University in Jakarta, Indonesia.

I am thanking you for the opportunity given to me to present the Association of Southeast Asian Nations or ASEAN and the fruit of multilateralism practiced by the ASEAN since the very beginning of its foundation.

ASEAN is one of the most stable and dynamic regional organization that I believe can be a good model for other regions in the world.

Continue reading ASEAN Multilateralism and Anti-jingoism

Pemilu Akbar Venezuela Demokratis, ASEAN adalah Keajaiban

Pemilihan umum besar-besaran yang digelar Republik Bolivarian Venezuela hari Minggu lalu (21/11) berlangsung secara demokratis dengan hasil yang memuaskan.

Penilaian itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Imam Edy Mulyono ketika memberikan sambutan dalam Konferensi ASEAN-Venezuela di PDVSA La Estancia, La Floresta, Caracas, Kamis pagi (25/11) waktu setempat.

Continue reading Pemilu Akbar Venezuela Demokratis, ASEAN adalah Keajaiban

Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Khalid bin Zayd, lebih dikenal sebagai Abu Ayyub al Anshari.

Lahir di Madinah, tahun 594, Khalid bin Zayd muda ikut menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah di tahun 622.

Di tahun 671, di usia 77 tahun, Khalid bin Zayd berangkat ke Konstantinopel untuk memenuhi nubuat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kelak Konstantinopel akan kembali ke ajaran Tauhid, mengakui keesaan Tuhan.

Abu Ayyub dikisahkan sempat menantang pasukan Konstantinopel di gerbang kota. Tapi ia meninggal dunia karena penyakit di usia tua.

Continue reading Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Monumen Bunga Kimilsung Kembali Diresmikan, Teguh Santosa: Buah Pikiran Founding Fathers dalam Menempatkan Indonesia di Tengah Percaturan Dunia

Monumen Bunga Kimilsung di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor kembali diresmikan, Rabu siang ini (10/11).

Peresmian dilakukan setelah renovasi Griya Anggrek selesai dilakukan. Wajah baru Griya Anggrek menjadi berbeda sama sekali, lebih megah dibandingkan bangunan sebelumnya. Sementara Monumen Bunga Kimilsung yang baru dipindahkan sekitar 30 meter dari lokasi sebelumnya.

Continue reading Monumen Bunga Kimilsung Kembali Diresmikan, Teguh Santosa: Buah Pikiran Founding Fathers dalam Menempatkan Indonesia di Tengah Percaturan Dunia

Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

SEBENARNYA, Indonesia dan India bukanlah negara asing satu sama lain. Keduanya memiliki kontak budaya dan telah menjalin hubungan komersial yang erat setidaknya selama dua milenium terakhir. Hindu, Buddha, dan kemudian Islam, melakukan perjalanan ke Indonesia di sepanjang pantai India dengan, antara lain, cerita dari epos Ramayana dan Mahabharata yang kemudian menjadi sumber penting seni dan budaya Indonesia.

Kesamaan budaya ini, bersama dengan sejarah kehidupan di era kolonial dan tujuan kemerdekaan untuk kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan politik luar negeri yang mandiri, pada gilirannya menjadi faktor yang memudahkan kedua negara untuk menjalin hubungan bilateral di era modern. zaman.

Karena sebagian budaya dan agama di Indonesia diyakini dibawa oleh para pedagang dari India, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sektor ekonomi dan komersial menjadi tumpuan terpenting dari hubungan mereka.

India dan Indonesia saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua dan keempat, serta negara demokrasi terbesar pertama dan ketiga di dunia. Kedua negara juga merupakan anggota G20, kelompok 20 kekuatan ekonomi di dunia. Dalam daftar tersebut, India yang berpenduduk 1,3 miliar jiwa berada di urutan ke-7 dengan PDB 2,7 triliun dolar AS. Sementara, Indonesia yang berpenduduk 270 juta jiwa berada di peringkat ke-16 dengan PDB 1 triliun dolar AS.

Menjajaki berbagai aspek kerja sama kedua negara, Republik Merdeka mengunjungi Duta Besar Republik India untuk Republik Indonesia, Shri Manoj Kumar Bharti, di Kedutaan Besar India di Gama Tower, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/8).

Shri Bharti mulai bertugas di Jakarta Januari lalu. Alumni Institut Teknologi India (IIT) di Kanpur yang mahir berbicara bahasa Persia, Rusia dan Nepal, ini juga pernah menjabat sebagai Duta Besar di Belarus (2001-2015) dan Ukraina (2015-2018). Saat bertugas di Ukraina, Shri Bharti menulis sebuah buku berjudul “Memahami Filsafat India melalui Ilmu Pengetahuan Modern” yang mencoba menjelaskan filosofi India yang mendasari kebijakan luar negeri negara tersebut, dan pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi saat ini.

Continue reading Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

Ribhi Y. Awad

SAYA kembali teringat pada Ribhi Awad saat menemukan sebuah buku kecil yang ditulisnya, di antara buku-buku lain yang sedang berserakan di lantai rumah.

Arafat & Saya: Sebuah Pengalaman Abadi”, itu judulnya. Pada cover yang didominasi warna hijau ada gambar wajah sang penulis, Ribhi Yusuf Awad, dan tokoh pembebasan Palestina, Yasser Arafat.

Diterbitkan bulan Juni 2006, hampir dua tahun setelah Yasser Arafat meninggal dunia pada November 2004, seperti judulnya, buku ini berkisah tentang persahabatan Ribhi Awad dan Yasser Arafat. Juga kisah kepahlawanan pejuang Palestina lainnya. Dituliskan dengan sederhana, terkadang bernada satir, terkadang jenaka, beberapa terasa absurd.  

Saya baca-baca kembali. Sepintas.

Continue reading Ribhi Y. Awad

Jalur Maut ke China

Sampai pagi tadi, di sela-sela membaca kembali laporan-laporan mengenai perpanjangan PPKM Level 4 oleh Presiden Joko Widodo kemarin malam, saya masih menerima pertanyaan dari beberapa teman.

Ada yang disampaikan lewat telepon, ada yang lewat pesan pendek.

Pertanyaan yang diajukan intinya sama, terkait dengan keputusan Indonesia memulangkan diplomat dan staf KBRI dari Pyongyang, Korea Utara.

Dubes Berlian Napitupulu termasuk dalam rombongan yang meninggalkan Pyongyang menuju China pada hari Jumat (23/7).

Mereka telah tiba di Dandong, Provinsi Liaoning, Republik Rakyat China (RRC) dan kini harus mengikuti karantina selama 14 hari.

Dari Pyongyang, rombongan menempuh perjalanan darat sejauh 230 kilometer ke utara, ke arah Sungai Amnok dalam bahasa Korea, atau Sungai Yalu dalam bahasa China. Sungai inilah yang memisahkan wilayah China di utara dengan Korea Utara di selatannya.

Continue reading Jalur Maut ke China

Di Balik Star of Soekarno

BULAN Oktober 2015 saya diutus Mbak Rachma ke Pyongyang menyerahkan tropi dan sertifikat Star of Soekarno yang diberikan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) untuk, antara lain, Kim Jong Un.

Saya sudah sering ke Pyongyang. Tapi kunjungan kali ini rasanya luar biasa. Setelah jamuan minum teh di ruang VIP bandara, saya diantar ke sebuah guest house tak jauh dari Istana Kumsusan, agak di pinggir kota. Guest house yang indah, persis di tepi sebuah danau.

Di guest house saya diinformasikan, beberapa hari lagi akan ada penyambutan di Istana Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea. Juga, yang menerimanya adalah Presiden Presidium yang setara dengan Kepala Negara, Kim Yong Nam.

Kedua pendamping membantu saya agar lancar dalam upacara penyambutan. Kami gladi berkali-kali. Menghafalkan kira-kira posisi Presiden dan posisi saya.

Continue reading Di Balik Star of Soekarno

Perjanjian Damai Yordania dan Israel untuk Memperjuangkan Kedaulatan Palestina

DIKENAL sebagai negeri para nabi. Antara lain, Nabi Syuaib, Nabi Luth, Nabi Ayub, dan Nabi Harun, dimakamkan di negeri yang sejak 100 tahun lalu dikenal dengan nama Kerajaan Hasyimiyah Yordania ini. Nabi Isa dalam tradisi Islam atau Yesus Kristus dalam tradisi Kristiani dibaptis Nabi Yahya atau John the Baptist di Nahr Al Urdunn atau Sungai Jordan yang mengalir sejauh 250 kilometer dari Dataran Tinggi Golan menuju ke Laut Mati.

Juga di negeri ini, tepatnya di Umm Ar Rasas yang tak jauh dari kota Amman, sebelum misi kenabian, ketika berusia 9 atau 12 tahun, Nabi Muhammad SAW bertemu pendeta Kristen Nestorian keturunan Yahudi, dari Bushra, selatan Suriah kini, bernama Buhaira. Adalah Buhaira yang disebutkan dalam berbagai kisah melihat tanda-tanda kenabian Muhammad muda yang ketika itu sedang dapat perjalanan dagang bersama pamannya, Abu Thalib, dari Makkah menuju Syam atau Damaskus kini.

Continue reading Perjanjian Damai Yordania dan Israel untuk Memperjuangkan Kedaulatan Palestina

Duta Besar Hungaria Judit Pach: Radikalisme Tidak Ada Kaitannya dengan Agama

Berada di dataran rendah Carpathian yang khas di tengah benua Eropa, sejak ribuan tahun lalu Hungaria telah menjadi titik pertemuan berbagai bangsa, dari Magyar, Celtic, Roman, Jerman, Huns, Slavia, Avars, dan sebagainya. Negeri ini mulai dikenal sebagai entitas politik di akhir abad ke-9 ketika Pangeran Hungaria Arpad menguasai dataran rendah Carpathian.

Dari tahun 1541 sampai 1699 sebagian wilayah negeri ini diduduki Turki Usmaniah. Lalu di abad ke-18 dikuasai Emporium Habsburg Jerman dan di awal abad ke-20 bersama Austria membentuk Emporium Austro-Hungaria yang merupakan salah satu major power pada masa itu.

Setelah kekalahan pada Perang Dunia Pertama, wilayah Hungaria modern ditentukan dalam perjanjian di Istana Trianon, Versailles, Prancis, di bulan Juni 1920.

Di arena Perang Dunia Kedua, Hungaria kembali bergabung dengan Jerman, dan kembali kalah di tahun 1945. Kekalahan kali ini membuat Hungaria menjadi satelit Uni Soviet sebagai Republik Rakyat Hungaria sampai terbentuknya Republik Ketiga Hungaria di tahun 1990 yang mengakhiri kekuatan kubu komunis. Hungaria bergabung dengan Uni Eropa pada 2004 dan kini menjadi salah satu negara yang menonjol secara ekonomi di Eropa.

Continue reading Duta Besar Hungaria Judit Pach: Radikalisme Tidak Ada Kaitannya dengan Agama

Pesan May Day dari Indonesia, Hentikan Blokade untuk Kuba

Pemerintah Amerika Serikat diminta mengakhiri blokade ekonomi, perdagangan, dan keuangan yang diterapkan kepada Kuba.

Pemerintahan Amerika Serikat yang kini dikendalikan Presiden Joe Biden juga disarankan untuk mengubah mentalitas dan perspektif dalam berhubungan dengan negara-negara lain di dunia, termasuk Kuba.

Demikian antara lain disampaikan wartawan dari Indonesia, Teguh Santosa, yang ikut memberikan pandangan dalam Forum internasional bertema “Solidaritas untuk Mengakhiri Blokade Kuba” yang diselenggarakan Instituto Cubano de Amistad con los Pueblos (ICAP) dan Central de Trabajadores de Cuba (CTC), Sabtu pagi waktu Indonesia (1/5) atau Jumat malam waktu Havana, Kuba (30/4).

Continue reading Pesan May Day dari Indonesia, Hentikan Blokade untuk Kuba

Di Mulut Gua Johny Indo

Johny Indo yang punya nama lengkap Johanes Hubertus Eijkenboom dan pada masanya dikenal sebagai pentolan Pasukan China Kota (Pachinko) pernah bersembunyi di tempat ini setelah menggasak toko emas di Cikini. Saat itu tahun 1979.

Di tempat ini pula ia akhirnya ditangkap, lalu dikirim ke Jakarta untuk menjalani proses hukum sebelum akhirnya divonis 14 tahun penjara dan mendekam di Nusakambangan.

Ini kisah nyata. Saya baru baca.

Continue reading Di Mulut Gua Johny Indo

Yang Tertunda

Barusan membaca berita Bashar Al Assad akan mencalonkan diri kembali sebagai Presiden Suriah. Untuk kali ketiga.

Saya jadi ingat. Salah satu hal yang saya rencanakan di tahun 2020 lalu adalah perjalanan ke Damaskus, Suriah, untuk mewawancarai Presiden Bashar Assad.

Continue reading Yang Tertunda

Prabowo Subianto dan Obsesi Elang Muda

Boramae dalam bahasa Korea. Elang Muda dalam bahasa Indonesia. Ini nama jet tempur pertama buatan Korea Selatan yang diluncurkan hari ini, Jumat (9/4), di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan.

Nama lengkapnya KF-21 Boramae.

Continue reading Prabowo Subianto dan Obsesi Elang Muda

A Letter on Juche

Juche, which is often interpreted as an ideology of independence or self-reliance, was developed by the founder of the DPRK, Kim Il Sung, in the era of the Korean nation’s struggle against Japanese colonialism.

In 1982 President Kim Jong Il wrote down his main thoughts on Juche in a book. However, Juche was widely recognized among Korean founding fathers during the struggling era.

Initially, Juche was seen as an ideology of struggle influenced by Marxism. However, in subsequent developments, Juche succeeded in growing into a distinctive ideology in the Korean independence struggle. In principle, this ideology teaches that every human being is the master of his own destiny, as well as the master of its revolution.

Continue reading A Letter on Juche

Di Makam Raden Wijaya(?)

Saya sudah mengawali dengan kisah Arca Joko Dolog di Taman Apsari, Surabaya, beberapa hari lalu. Arca dari batu andesit hitam ini adalah gambaran Kertanegara, raja terakhir Singasari, sebagai Dhyani Buddha.

Informasi itu diperoleh pada prasasti di bagian dudukan arca. Juga disebutkan bahwa arca dipahat tahun 1289 oleh pematung Nada.

Masih ada perbedaan pandangan mengenai asal usul sang arca. Ada yang mengatakan patung setinggi 1,6 meter itu berasal dari Candi Jawi di Prigen, Pasuruan, yang sama-sama terbuat dari batu andesit.

Ada juga yang mengatakan, patung manusia berkepala plontos dengan sikap duduk bhumisparsa mudra itu berasal dari Trowulan yang dipercaya sebagai ibukota Majapahit pada masa keemasannya.

Kekuasaan Kertanegara berakhir di tahun 1892 oleh kudeta yang dilakukan Jayakatwang, Bupati Gelang Gelang (kira-kira di sekitar Madiun sekarang).

Continue reading Di Makam Raden Wijaya(?)

Joe Biden dan Persimpangan Jalan Perdamaian Korea

PEMBICARAAN damai di Semenanjung Korea akan menghadapi dinamika baru tak lama lagi. Joe Biden memperlihatkan tanda-tanda akan mengambil kebijakan yang berbeda dari pendahulunya, Donald Trump.

Di masa kampanye yang lalu, Biden menyebut Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un sebagai “thug” atau penjahat, dan mengatakan, hanya bersedia bertemu dan melanjutkan pembicaraan damai dengan Korea Utara bila Korea Utara sepakat untuk melakukan denuklirisasi.

Apa yang disampaikan Joe Biden ini mengabaikan kenyataan bahwa pendahulunya, Donald Trump, telah mencatat sejumlah pencapaian yang manis untuk perbaikan hubungan negara itu dengan Korea Utara.

Joe Biden akan terlihat tidak bijaksana bila mengembalikan hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara ke titik sebelum pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura bulan Juni 2018. Bagaimanapun setelah pertemuan itu, Korea Utara memperlihatkan sikap koperatif dengan melucuti fasilitas nuklir mereka.

Continue reading Joe Biden dan Persimpangan Jalan Perdamaian Korea

Dubes Iran Mohammad Azad: Tidak Penting Siapa yang Menjadi Presiden AS

SEPERTI semua negara di muka bumi, di tahun yang baru berlalu Iran dihantam dan terdampak oleh gelombang pandemi Covid-19. Sejumlah pejabat tinggi Iran terinfeksi virus SARS Cov-2 dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Tetapi bukan hanya itu yang membuat 2020 menjadi tahun spesial bagi Iran. Tahun 2020 dibuka dengan peristiwa pembunuhan salah seorang figur penting di tubuh Pasukan Pengawal Revolusi Iran, Mayjen Qassem Soleimani. Ia dan rombongannya yang baru tiba di Baghdad, ibukota Irak, tewas dihantam rudal Amerika Serikat, 3 Januari 2020.

Sementara pada 27 November 2020 seorang ilmuwan dan ahli nuklir Iran, Prof. Mohsen Fakhrizadeh, tewas dibunuh oleh sekelompok orang yang memiliki kaitan dengan Israel di pinggiran kota Tehran. Pembunuhan Prof. Fakhrizadeh menambah panjang daftar kematian ilmuwan nuklir Iran oleh kaki tangan negara musuh.

Continue reading Dubes Iran Mohammad Azad: Tidak Penting Siapa yang Menjadi Presiden AS

Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia

Putri proklamator Republik Indonesia Rachmawati Soekarnoputri memprakarsai pendirian Juche Study Group Indonesia (JSGI).

Selain untuk mempelajari Juche, ideologi negara Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara, JSGI juga didirikan untuk membicarakan pikiran-pikiran kebangsaan dan kedaulatan yang relevan bagi bangsa-bangsa di dunia dalam menghadapi neokolonialisme dan neoimperialisme dengan segala manifestasinya.

Juche yang kerap diartikan sebagai ideologi kemandirian atau self reliance dikembangkan pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, di masa perlawanan bangsa Korea terhadap penjajahan Jepang.

Continue reading Rachmawati Inisiasi Pembentukan Juche Study Group Indonesia

ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan

Asia Tenggara dan negara-negara anggota ASEAN memiliki arti penting bagi Republik Korea atau Korea Selatan. Hubungan Korea Selatan dengan kawasan ini dimulai pertama kali melalui ASEAN-ROK Partnership Dialogue yang diselenggarakan November 1989.

Kualitas hubungan itu meningkat dari tahun ke tahun dan semakin signifikan setelah dalam kunjungan ke Jakarta di bulan November 2017 Presiden Moon Jaein mengumumkan kebijakan baru yang diberi nama New Southern Policy (NSP).

Dengan kebijakan ini, Korea Selatan ingin meningkatkan kualitas hubungannya dengan India dan Asia Tenggara sehingga memiliki kualitas yang sama seperti hubungan Korea Selatan dengan mitra tradisional mereka yakni Republik Rakyat China, Jepang, Amerika Serikat, dan Federasi Rusia.

Continue reading ASEAN Berpeluang Besar Menjadi Partner Terbesar Korea Selatan

Mengenang Ibunda

Mengenang Ibunda
Adalah mengenang kasih
Sepanjang jalan
Mengenang cinta
Yang seluas alam semesta
Tak terkira

Mengenang Ibunda
Bersama doa-doa
Memohon agar Tuhan Yang Kuasa
Mengasihinya,
Memberikan tempat terbaik
Untuknya
Dan kelak
Mempertemukan kembali
Aku dengannya
Di alam baqa

Selamat hari lahir, Mama.

Dubes Viet Nam: Kompetisi adalah Hal yang Biasa

DENGAN wilayah seluas 331 kilometer per segi yang memanjang dari utara ke selatan di lengkungan paling timur daratan Asia Tenggara, Viet Nam yang memiliki populasi sebanyak 96,2 juta jiwa kini menjadi salah satu tujuan utama investasi dunia.

Negeri ini pernah koyak moyak dihancurkan perang saudara yang berlangsung cukup lama di era Perang Dingin, dari 1955 hingga 1975. Perang Viet Nam adalah salah satu pertikaian bersenjata paling berdarah pasca Perang Dunia Kedua yang merengut korban jiwa sekitar 1,5 juta orang dari kalangan sipil maupun militer. Konflik kedua Viet Nam telah mengundang kehadiran negara-negara asing yang membuat konflik semakin parah. Namun akhirnya perang saudara berakhir jua dan pada 2 Juli 1976, Viet Nam Utara dan Viet Nam Selatan sepakat mendirikan Republik Sosialis Viet Nam.

Kebangkitan ekonomi Viet Nam dimulai di bulan Desember 1986. Di dalam Kongres Nasional Ke-6 Partai Komunis Viet Nam ketika itu politisi muda yang berorientasi reformis menggantikan kelompok politisi senior. Doi Moi atau Renovasi yang diperkenalkan Sekjen PKVN Nguyen Van Linh sejatinya adalah serangkaian kebijakan yang mengadopsi prinsip pasar bebas dengan mempertahankan orientasi sosialisme. Viet Nam pun mulai membuka diri.

Continue reading Dubes Viet Nam: Kompetisi adalah Hal yang Biasa

Juara Tour De France 2019 Dari Kolombia Titipkan Cindera Mata Untuk Jokowi Yang Dikaguminya

Namanya Egan Arley Bernal Gomez. Biasa disapa Ergan Benal. Lahir di Bogota, ibukota Kolombia, 13 Januari 1997, Ergan Bernal adalah juara Tour de France tahun 2019 lalu sejauh 3.365 kilometer.

Egan Bernal pembalap dari Amerika Latin pertama yang memenangkan balap sepeda dunia tahunan yang mulai pada 1903 itu. Di saat bersamaan dia juga berhasil mencatatkan diri sebagai orang termuda yang memenangkannya. Ketika memenangkan Tour de France, Egan Bernal baru berusia 23 tahun.

Continue reading Juara Tour De France 2019 Dari Kolombia Titipkan Cindera Mata Untuk Jokowi Yang Dikaguminya

Munas JMSI, Teguh Santosa Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum

Setelah berlangsung selama sembilan jam, sebanyak 21 Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) akhirnya secara aklamasi memilih Teguh Santosa menjadi Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional pertama yang digelar secara virtual, Senin (29/6).

CEO RMOL Network itu akan memimpin organisasi perusahaan media siber ini untuk periode 2020-2025.

Continue reading Munas JMSI, Teguh Santosa Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum