Nisan Pak Pardi: Indonesia, Tanah Airku

SEBELUM meninggalkan Negeri Belanda, Senin pagi saya sempatkan mengunjungi makam seorang senior dan sahabat, Achmad Supardi Adiwijaya, di pemakaman umum di Zaandam.

Untuk menemukan makamnya, saya mendapatkan bantuan dari seorang teman baru, Siswa Santoso, yang dikenalkan Syahganda Nainggolan, beberapa saat sebelum saya berangkat ke Amsterdam dari Madrid, Spanyol.

Saya bertemu Mas Siswa di kediaman Bang Jusuf Sorkatara di Ettapalmstraat, Hoofddorp, tempat saya menginap selama kunjungan singkat ke negeri kincir angin.

Mas Siswa menghubungi beberapa warga Indonesia di Belanda, sampai ia mendapatkan nomor salah seorang putri Pak Pardi, Agustina.

Pak Pardi dimakamkan di Gemeentelijke Begraafplaats Zaandam di Zaanstad, sebuah municipality di Belanda Utara. Sekitar 35 kilometer dari Hoofddorp, kota utama di Municipality Haarlemmermeer. Seperti Zaanstad, Haarlemmermeer juga masuk wilayah Provinsi Belanda Utara.

Pak Pardi meninggal dunia tanggal 10 Februari 2012, sepuluh tahun lalu. Saat sedang main bulutangkis bersama kawan-kawannya.

Berita kepergiaannya sungguh mengejutkan.

Continue reading Nisan Pak Pardi: Indonesia, Tanah Airku

Catatan Alcala, dari Muhammad Najib sampai Christopher Columbus

TIDAK jauh dari Sungai Henares di Semenanjung Ibera, Alcala mulai dihuni manusia pada abad pertama Masehi.

Bangsa Romawi yang pertama kali menetap di sana menyebutnya Complutum, yang berarti sebuah kawasan di mana dua sungai bertemu dan bergabung menjadi satu. Kata complutum ini kelak diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi confluence untuk menjelaskan fenomena geografis itu.

Alcala de Henares yang berpenduduk 250 ribu jiwa masuk dalam Komunitas Otonom Madrid. Dari pusat Madrid, jaraknya sekitar 35 kilometer ke arah timurlaut.

Adapun kata alcala tampaknya dipengaruhi kata dalam bahasa Arab, al qala, yang berarti benteng. Ini merujuk pada kota-kota benteng yang dibangun orang-orang Islam ketika menguasai Andalusia di abad ke-8 sampai abad ke-15.

Kemarin Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, mengajak saya berkunjung ke kota itu. Persisnya ke Universidad de Alcala.

“Insya Allah, Anda tidak akan menyesal. Ini tidak kalah dari Toledo,” ujar Dubes Najib.

Continue reading Catatan Alcala, dari Muhammad Najib sampai Christopher Columbus

Cordoba

Cathedral of Our Lady of the Assumption atau Mezquita-Catedral de Cordoba.

Sebelum menjadi katedral bagi umat Katolik, bangunan ini adalah masjid yang didirikan Abdurrahman Ad Dakhil dari Bani Ummayah di Damaskus, Suriah.

Tahun 750 ia melarikan diri dari kejaran tentara Bani Abbasyiah yang menaklukkan Bani Umayyah.

Setelah mengembara melalui Palestina, Mesir, dan Maroko, Abdurrahman Ad Dakhil dan pengikutnya tiba di Andalusia.

Ketika itu yang disebut Andalusia meliputi seluruh Semenanjung Iberia.

Saat komunitas Muslim masih sedikit, ia mendirikan masjid di samping gereja St. Vincent of Saragossa di tepi Sungai Guadalquivir. Ini adalah sungai terpanjang di Iberia yang mengalir dari Teluk Cadiz.

Continue reading Cordoba

Don Quixote di La Mancha

Aku berdiri di antara deretan kincir angin di bukit Calderico di Consuegra, La Mancha.

Kata La Mancha kemungkinan berasal dari kata Arab, la mansha, yang berarti tempat lahir. Ini menurut Wikipedia.

Sementara dari bahasa Spanyol bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti “noda”, atau “stain” dalam bahasa Inggris.

Memandang Castillo Molinos di seberang deretan 12 kincir angin ini, hadir di benakku sosok Don Quixote, yang dalam novel dari awal abadcke-16 karya Miguel de Cervantes digambarkan sebagai seorang lelaki yang pikirannya menggembara bersama kisah-kisah kepahlawanan yang dibacanya dalam banyak literasi.

Continue reading Don Quixote di La Mancha

2022 Enlarged Meeting of OCIFPGPP

Rapat Panitia Festival Internasional untuk Menghormati Orang-orang Besar Gunung Paektu (OCIFPGPP) kemarin memilih sejumlah ketua baru dan sekretaris baru. Rapat dihadiri oleh sekitar 40 peserta dari berbagai negara, dipimpin ketua bersama Peter Woods dari Australia dan Damian Ogbonna dari Nigeria.

Sekjen OCIFPGPP Pak Kyong Il dari Korea Utara juga hadir secara virtual dari Pyongyang.

Continue reading 2022 Enlarged Meeting of OCIFPGPP

Pameran HUT ke-90 Tentara Rakyat Korea

Senin (25/4) memperingati HUT ke-90 Tentara Rakyat Korea, parade militer digelar KIm Il Sung Square. Rancak bana.

Tidak sekadar kemandirian pertahanan, tapi sudah mencapai taraf kedaulatan pertahanan.

Buka Puasa bersama Dubes Korea Utara

Duta Besar Republik Rakyat Demokratik Korea An Kwang Il menghadiri buka puasa bersama yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (22/4).

Dalam sambutannya, CEO RMOL Network Teguh Santosa mengatakan, kehadiran Dubes An bernilai istimewa karena terjadi di bulan suci Ramadhan yang bertepatan dengan bulan April.

Continue reading Buka Puasa bersama Dubes Korea Utara

Lagu Matahari Abadi

Saya baru mendapatkan foto2 dari kegiatan “Hari Matahari” itu tadi malam dari Kedubes Korea Utara di Jakarta.

Peringatan hari kelahiran ke-110 pendiri Republik Rakyat Demokratik Korea, Kim Il Sung, diselenggarakan dengan meriah di pusat kota Pyongyang, hari Jumat pekan lalu (15/4).

Ada tiga segmen kegiatan: pesta pemuda dan mahasiswa di Kim Il Sung Square, pesta kembang api di Sungai Taedong, dan grand performance “Lagu Matahari Abadi” di Kim Il Sung Square.

Cerita Afghanistan: Buka Puasa Bersama Dubes Faizullah Zaki

Buka puasa hari ini tak biasa. Duta Besar Republik Islam Afghanistan, Yang Mulia Faizullah Zaki, memenuhi undangan kami.

Usai membatalkan puasa dan shalat maghrib berjamaah serta santap malam, Dubes Zaki berdialog dengan kawan-kawan RMOL.

Pertanyaan demi pertanyaan diajukan.

Dubes Zaki menjawab dengan kebijaksanaan. Kata-katanya mengalir lembut dan tajam.

Continue reading Cerita Afghanistan: Buka Puasa Bersama Dubes Faizullah Zaki

Rekaman Terakhir Kejayaan Afghanistan

Beberapa minggu setelah pertemuan pertama, Dubes Faizullah Zaki menghubungi saya.

“Apakah Anda bisa datang untuk makan siang sederhana di Kedutaan kami,” tanya Dubes Zaki sambil menawarkan hari.

Baik, jawab saya segera.

Maka demikianlah. Pada hari yang telah dijadwalkan itu saya kembali ke Kedubes Republik Islam Afghanistan di kawasan Menteng. Masih didampingi Agung Hadiawan seperti dalam kunjungan sebelumnya.

Ruang makan berada di bagian belakang ruang kerja Dubes Zaki. Bendera tiga-warna Republik Islam Afghanistan dan bendera dwi-warna Indonesia berdiri bersisian di kepala meja. Dubes Zaki duduk di bagian itu.

“Sebuah kehormatan bagi saya diundang dalam jamuan ini,” kata saya.

Dubes Zaki tersenyum dan menganggukkan kepala.

Continue reading Rekaman Terakhir Kejayaan Afghanistan

Datang Terlambat ke Kebun Raya Bogor

Kemarin saya datang terlambat. Sekitar 15 menit. Ketika tiba di pusat penelitian anggrek Kebun Raya Bogor film dokumenter kunjungan Presiden Kim Il Sung dan Pemimpin Kim Jong Il ke Indonesia pada April 1965 sudah diputar.

Saya sudah beberapa kali menonton film ini. Ingat jalan ceritanya yang sederhana, kronologis. Semacam arsip perjalanan. Kim Il Sung dan Kim Jong Il berkunjung dari tanggal 10 sampai 20 April 1965. Selain ke Jakarta, keduanya dan rombongan juga ke Bogor dan Bandung.

Di Jakarta, selain kunjungan kenegaraan, Kim Il Sung juga mendapatkan gelar doctor honoris causa dari UI.

Continue reading Datang Terlambat ke Kebun Raya Bogor

Bendera Tiga Warna

Tak lama setelah Taliban kembali berkuasa, menggusur pemerintahan Afghanistan dan memaksa Presiden Ashraf Ghani tunggang langgang, saya menemuinya.

Yang Mulia Faizullah Zaki. Duta Besar Republik Islam Afghanistan untuk Republik Indonesia.

Kami bertemu di kantornya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Di halaman depan, bendera tiga warna Republik Islam Afghanistan masih berkibar. Juga di ruang kerjanya. Tapi foto Ashraf Ghani sudah tidak ada lagi di dinding utama.

“Dia sudah bukan presiden lagi. Dia melepaskan jabatan itu,” kata Dubes Zaki.

Dubes Zaki menerima pesan elektronik saya beberapa hari sebelumnya.

Dia berterima kasih, saya ingin mewawancarainya.

“Tapi saya tidak dapat memberikan keterangan apapun kepada media,” tulisnya membalas pesan saya.

“Kalau Anda mau datang, silakan. Pintu saya terbuka,” sambungnya.

Maka begitulah, dalam pertemuan itu, 9 September 2021, kami membicarakan banyak hal.

Ada hal-hal yang tak boleh saya ceritakan kepada publik.

Saya serahkan kepada Dubes Zaki kitab “Di Tepi Amu Darya” dari perjalanan saya ke Uzbekistan dalam upaya memasuki Afghanistan. Tahun 2001. Antara bulan Oktober sampai November. Hampir 21 tahun lalu.

Sudah sering saya ceritakan bahwa saya tak bisa menginjakkan kaki di bumi Afghanistan. Jembatan Persahabatan di Sungai Amu Darya yang menghubungkan Termez di Uzbekistan dengan Hairaton di Afghanistan tak kunjung dibuka.

Saya berputar-putar di Termez sampai Aliansi Utara merebut Kabul. Dan Taliban tunggang langgang kembali ke pegunungan batu di Kandahar. Tempat dimana mereka menyusun kembali kekuatan mereka.

Itu pertengahan November 2001.

Continue reading Bendera Tiga Warna

Megawati-Kim Jong Il 20 Tahun Lalu

Dari Bandung, setelah bertemu Kang Dekan yang juga promotor, saya bergegas kembali ke Jakarta.

Tadi pagi Sekretaris Dubes Korea Utara menghubungi saya, mengundang Perhimpunan Persahabatan dan Pertukaran Kebudayaan menghadiri satu resepsi penting di Kedubes.

“Karena masih pandemi, empat orang saja,” katanya.

Continue reading Megawati-Kim Jong Il 20 Tahun Lalu

Deklarasi Natuna: Tanggung Jawab Pers Merawat Perbatasan

Bahwa, Indonesia adalah negara maritim dengan wilayah laut seluas 3,25 juta km2, yang memiliki lebih dari 17.500 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, yang berada di antara dua samudera dan dua benua, yang karena itu semua memiliki posisi sangat strategis dalam percaturan dunia.

Bahwa, Kepulauan Natuna di Kepulauan Riau adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Vietnam, yang menjadi pintu gerbang Nusantara, yang karena itu harus dijaga dengan sebaik-baik penjagaan dan dirawat dengan sebaik-baik perawatan.

Bahwa, sejarah negeri-negeri di kepulauan ini adalah sejarah kejayaan Nusantara, negeri yang disatukan oleh lautan.

Bahwa, seluruh anak bangsa harus mempertegas kembali itikad dan tekad untuk secara bersama-sama memperjuangkan wilayah perbatasan dengan cara mengoptimalkan semua potensi yang ada, sumber daya manusia dan sumber daya alam.

Bahwa, hakikat pers adalah suluh atau penerang perjalanan umat manusia dalam membangun peradaban. Masyarakat pers nasional memiliki tanggung jawab yang besar dan peran yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan dan merawat perbatasan.

Bahwa, sebagaimana laut Nusantara yang menjadi faktor pemersatu seluruh pulau Nusantara, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) bertekad untuk menjadi faktor yang memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia dengan menghasilkan karya yang profesional, mengikuti kaidah dan etika jurnalistik.

Natuna, 22 Maret 2022

JARINGAN MEDIA SIBER INDONESIA

Teguh Santosa

Ketua Umum

Kutip Pernyataan Edy Rahmayadi, Ketum JMSI: Tanpa Pers, Pembangunan Tidak Bisa Selesai

Rasa bahagia dan syukur disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa lantaran bisa kembali berkunjung ke Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Tahun lalu Teguh Santosa berkunjung ke Batam untuk melantik Pengurus Daerah JMSI Kepri sekaligus mengawal verifikasi faktual yang dilakukan Dewan Pers. Sementara kali ini, mantan Wakil Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN itu hadir untuk memimpin jalannya Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) JMSI dan ikut meresmikan Kantor JMSI Kepri di Batam Center.

Continue reading Kutip Pernyataan Edy Rahmayadi, Ketum JMSI: Tanpa Pers, Pembangunan Tidak Bisa Selesai

Di Tengah Serangan Rusia, Terungkap Fakta tentang Jenderal Hoegeng di Ukraina

Sejak beberapa waktu belakangan ini Pemerintah Republik Ukraina tengah berusaha untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Ukraina terhadap Indonesia, dan sebaliknya.

Saling memahami di antara masyarakat kedua negara yang terpisahkan sejauh 9.500 kilometer ini diyakini akan meningkatkan kualitas hubungan dalam berbagai bidang, termasuk politik dan ekonomi.

Demikian dikatakan Duta Besar Republik Ukraina untuk Republik Indonesia, Vasyl Hamianin, ketika ditemui Kantor Berita Politik RMOL di kantornya di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (28/2).

Dubes Hamianin yang mengenakan batik coklat bercorak burung mengatakan berbagai hal yang dilakukan negaranya adalah dengan mempromosikan pahlawan dan tokoh-tokoh besar yang dimiliki Indonesia.

Continue reading Di Tengah Serangan Rusia, Terungkap Fakta tentang Jenderal Hoegeng di Ukraina

Mutatio Motus

Ilmu fisika menyebutnya mutatio motus. Secara harafiah berarti perubahan arah sebuah benda yang bergerak. Secara teoritis momentum ditentukan dua hal fundamental. Kecepatan dan massa.

Perubahan kecepatan dan massa pada suatu benda yang bergerak akan menentukan arah baru pergerakan benda itu.

Bila benda berada di bidang datar, momentum tidak akan terjadi selama tidak ada kecepatan sama sekali — betapapun massa benda bertambah.

Dalam situasi seperti ini, gaya tekan benda ke bawah akan sama dengan reaksi yang diberikan bidang datar ke atas. Benda akan diam, seolah terkunci.

Akan berbeda halnya bila massa benda yang tadinya diam bertambah, sementara benda tersebut berada di bidang miring. Dalam situasi seperti ini, gaya bidang miring untuk menekan ke atas — mengunci benda — tidak akan maksimal. Benda dipastikan meluncur ke bawah, mengikuti hukum gravitasi.

Lalu, dalam situasi lain dimana massa dan kecepatan benda yang bergerak tidak mengalami perubahan — bertambah atau berkurang — maka gerakan benda menjadi monoton.

Continue reading Mutatio Motus

Dubes Vasyl Hamianin: Rusia Tak Pernah Menganggap Ukraina Ada

Federasi Rusia kerap menggunakan alasan “kemanusiaan” untuk menjustifikasi invasi mereka di negeri tetangga.

Ketika menginvansi Georgia pada Agustus 2008 silam, misalnya. Rusia beralasan kehadiran mereka di Osetia dan Abkhazia adalah atas undangan kelompok etnis Rusia yang ada di dua wilayah itu.

Sampai sekarang, Rusia mengklaim kekuasaan atas Osetia dan Abkhazia, walaupun dunia internasional mengakui kedaulatan Georgia atas kedua wilayah ini.

Alasan yang sama juga digunakan Rusia ketika menginvasi Ukraina pada 2014, di Krimea, Donetsk, dan Luhansk. Sampai hari ini Rusia mengklaim Krimea dan memberikan dukungan pada separatis Donetsk dan Luhansk, walaupun dunia internasional, seperti dalam kasus Osetia dan Abkhazia, juga mengakui Krimea, Donetsk, dan Luhansk sebagai bagian dari teritori Ukraina.

Continue reading Dubes Vasyl Hamianin: Rusia Tak Pernah Menganggap Ukraina Ada

Itu Provokasi yang Sudah Dilatih dengan Baik

SEPERTI delapan tahun lalu, Rusia kembali menekan Ukraina. Sejak beberapa waktu belakangan ini Rusia mengkonsentrasikan pasukannya di tiga titik. Di perbatasan dengan Donesk dan Luhansk serta di perbatasan Ukraina dengan Belarusia.

Di wilayah Donbass, Rusia berdalih hadir untuk melindungi kelompok etnis Rusia yang berada di kedua wilayah milik Ukraina itu. Dukungan Rusia terhadap kelompok separatis di kedua wilayah milik Ukraina sudah diperlihatkan sejak 2014 lalu, bersamaan dengan dukungan Rusia terhadap Krimea.

Perjalanan sejarah ratusan bahkan ribuan tahun telah membuat kawasan ini dipenuhi dengan berbagai narasi. Beberapa narasi besar terakhir adalah buah dari pengalaman hidup bersama Republik Sosialis Soviet Ukraina dan Republik Sosialis Soviet Rusia di bawah bendera Uni Soviet, sampai Uni Soviet bubar di akhir Desember 1991.

Tanda-tanda kehancuran Uni Soviet yang mengakhiri Perang Dingin telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya. Setidaknya sejak Mikhail Gorbachev berusaha melakukan paket reformasi yang dikenal dunia sebagai glasnost dan perestroika. Keterbukaan dan restrukturisasi. Kebijakan ini menjadi semacam pembuka kotak pandora.

Januari 1990, warga Republik Sosialis Soviet Ukraina di kota-kota seperti Kiev dan Lviv mulai berani berkumpul menyuarakan keinginan mereka meninggalkan Uni Soviet. Mereka mengenang Traktar Penyatuan yang ditandatangani pada tanggal 22 Januari 1919 oleh Republik Rakyat Ukraina dan Republik Rakyat Ukraina Barat Lapangan St. Sophia di pusat Kiev.

Continue reading Itu Provokasi yang Sudah Dilatih dengan Baik

TPU Jelupang

Tadi sebelum tengah hari saya dan istri Intansari Fitri bersama anak-anak kami berziarah ke makam Pak Margiono di TPU Jelupang, Tangerang Selatan.

Saya baru keluar dari karantina kemarin pagi. Tadinya dari hotel di Jalan Kasablanka saya mau langsung ke makam Pak MG. Sudah dapat alamat TPU Jelupang dari Darto Wiryosukarto alias Sudarto alias RTO. Tapi saat laporan ke Intan, dia bilang mau ikut ziarah juga.

Continue reading TPU Jelupang

Kutukan Bung Karno dalam Pledoi Syahganda Nainggolan

“Menggugat Indonesia Menggugat: Catatan dari Balik Penjara” karya tokoh pergerakan Syahganda Nainggolan ini sangat menarik untuk dibaca baik dari sisi gaya penulisannya yang bertutur, ringan, dan personal, maupun dari sisi subjek yang dikenal benar oleh sang penulis: Paradoks Demokrasi Indonesia.

Bagian utama dari buku ini adalah naskah pledoi atau pembelaan diri Syahganda dalam persidangan kasus ujaran kebencian yang dituduhkan kepadanya. Namun dengan berbagai pertimbangan pledoi yang telah dipersiapkan dengan sangat cermat itu tidak jadi dibacakan. Sebaliknya, ia membacakan pledoi yang lebih singkat namun juga mengena dan menjawab tuduhan yang dialamatkan negara kepada dirinya.

Continue reading Kutukan Bung Karno dalam Pledoi Syahganda Nainggolan

Masjid Selimiye di Edirne

Masjid Selimiye di Edirne, Turki, sedang direnovasi. Besar-besaran. Luar dalam.

Masjid karya arsitek Mimar Sinan ini dibangun antara 1568 sampai 1574, dan diresmikan Sultan Selim II pada 1575. Atau 400 tahun sebelum kelahiranku.

Mimar Sinan dikenal sebagai salah seorang arsitek ulung di era Turki Utsmaniah. Selain Masjid Selimiye ini, masjid lain yang dibangunnya antara lain adalah Masjid Sulaymaniyah dan Masjid Stari Most di Mostar, di Herzegovina-Neretva Canton, Federasi Bosnia Herzegovina kini.

Dari sekian banyak karya emasnya, Masjid Selimiye yang memiliki empat menara masing-masing setinggi 83 meter ini dianggap Mimar Sinan sebagai karya terbaik arsitektur Islam.

Di tahun 2011 Masjid Selimiye dicatat UNESCO sebagai salah satu World Heritage Site.

Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

DI tengah pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun mengurung dunia dan membatasi pergerakan dan hubungan antar bangsa, nyatanya hubungan Republik Indonesia dan Federasi Rusia mengalami peningkatan yang berarti.

Di tahun 2021, menurut Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, volume perdagangan kedua negara meningkat sekiatr 40 persen. Diperkirakan, sampai akhir tahun ini volume perdagangan kedua negara mencapai nilai 3 miliar dolar AS.

Selain membahas hubungan kedua negara di era pandemi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Dubes Lyudmila Georgievna Vorobieva juga menjawab sejumlah pertanyaan terkait ketegangan di kawasan Asia Pasifik yang tengah meningkat dipicu oleh pakta pertahanan Australia, Inggris, dan Amerika Serikart (AUKUS), posisi Rusia di tengah persaingan AS dan China, serta ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Wawancara dilakukan di kediaman Duta Besar Federasi Rusia di pojokan Jalan Denpasar dan Jalan Pedurenan Masjid Raya, persis di belakang Kedubes Federasi Rusia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Berikut kutipannya:

Continue reading Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

Firli Bahuri: Threshold Pemilu Nol Persen, Biaya Politik Nol Rupiah

Selama Karantina

Namanya Aubertin Walter Sothern Mallaby. Hari lahirnya yang ke-122 tidak lama lagi.

Tahun 1918 Mallaby menyelesaikan pendidikan perwira di Wellington Cadet College, India.

Setelah malang melintang di berbagai kesatuan dan jabatan, di bulan Oktober 1945 ia ditugaskan ke Surabaya, memimpin Brigade Infranteri India Ke-49 untuk melucuti dan membawa tentara Jepang yang telah menyerah kalah.

Continue reading Selama Karantina

Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Sudah banyak orang yang menulis tentang tempat ini. Catatan baru rasanya tak akan mengubah apapun. Fakta dan opini.

Inilah Hagia Sophia. Aya Sofia. Kebijaksanaan Suci. Elemen kedua dalam Trinitas.

Dibangun pada tahun 537, di era Kaisar Justinian I, sebagai Gereja Ortodoks utama di Konstantinopel. Pada masa itu, ia yang terbesar di Emporium Romawi Timur.

Tahun 1204, Tentara Salib merebutnya, dan mengubahnya menjadi Gereja Katolik yang berkiblat ke Vatikan di Roma sampai 1261.

Continue reading Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Yang dari Luxor

Disebutkan dalam banyak catatan, Obelisk of Theodisius di Hippodrome of Constantinople didirikan Firaun Thutmose III di Kuil Karnak di Luxor, Mesir, di tepi Sungai Nil, untuk mengenang keberhasilannya menaklukkan Suriah. Itu sekitar abad ke-15 Sebelum Masehi.

Lalu di abad ke-4 Masehi, tepatnya di tahun 357, obelisk ini bersama satu obelisk lainnya dipindahkan Konstantinus II ke Alexandria di muara pertemuan Sungai Nil dan Laut Mediterania. Kali ini untuk mengenang dua dekade kekuasaan Konstantinus II.

Continue reading Yang dari Luxor