Relief Misterius di Sarinah

Akhirnya, kemarin saya berkesempatan singgah di Sarinah yang telah direnovasi. Banyak hal baru di Sarinah Baru. Layout lantai berubah luar biasa.

Pelataran parkir disulap jadi taman yang indah. Daya tampung mobil di bagian ini berkurang. Hanya untuk VVIP dan undangan khusus. Sebagai kompensasi, di sisi timur, di depan kafe Demang, dibangun gedung parkir.

Bagian yang juga bikin degdegan adalah relief misterius ini. Terbentang, memanjang, gagah, di bagian utama lantai satu.

Continue reading Relief Misterius di Sarinah

Di Tengah Serangan Rusia, Terungkap Fakta tentang Jenderal Hoegeng di Ukraina

Sejak beberapa waktu belakangan ini Pemerintah Republik Ukraina tengah berusaha untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Ukraina terhadap Indonesia, dan sebaliknya.

Saling memahami di antara masyarakat kedua negara yang terpisahkan sejauh 9.500 kilometer ini diyakini akan meningkatkan kualitas hubungan dalam berbagai bidang, termasuk politik dan ekonomi.

Demikian dikatakan Duta Besar Republik Ukraina untuk Republik Indonesia, Vasyl Hamianin, ketika ditemui Kantor Berita Politik RMOL di kantornya di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (28/2).

Dubes Hamianin yang mengenakan batik coklat bercorak burung mengatakan berbagai hal yang dilakukan negaranya adalah dengan mempromosikan pahlawan dan tokoh-tokoh besar yang dimiliki Indonesia.

Continue reading Di Tengah Serangan Rusia, Terungkap Fakta tentang Jenderal Hoegeng di Ukraina

Dubes Vasyl Hamianin: Rusia Tak Pernah Menganggap Ukraina Ada

Federasi Rusia kerap menggunakan alasan “kemanusiaan” untuk menjustifikasi invasi mereka di negeri tetangga.

Ketika menginvansi Georgia pada Agustus 2008 silam, misalnya. Rusia beralasan kehadiran mereka di Osetia dan Abkhazia adalah atas undangan kelompok etnis Rusia yang ada di dua wilayah itu.

Sampai sekarang, Rusia mengklaim kekuasaan atas Osetia dan Abkhazia, walaupun dunia internasional mengakui kedaulatan Georgia atas kedua wilayah ini.

Alasan yang sama juga digunakan Rusia ketika menginvasi Ukraina pada 2014, di Krimea, Donetsk, dan Luhansk. Sampai hari ini Rusia mengklaim Krimea dan memberikan dukungan pada separatis Donetsk dan Luhansk, walaupun dunia internasional, seperti dalam kasus Osetia dan Abkhazia, juga mengakui Krimea, Donetsk, dan Luhansk sebagai bagian dari teritori Ukraina.

Continue reading Dubes Vasyl Hamianin: Rusia Tak Pernah Menganggap Ukraina Ada

Itu Provokasi yang Sudah Dilatih dengan Baik

SEPERTI delapan tahun lalu, Rusia kembali menekan Ukraina. Sejak beberapa waktu belakangan ini Rusia mengkonsentrasikan pasukannya di tiga titik. Di perbatasan dengan Donesk dan Luhansk serta di perbatasan Ukraina dengan Belarusia.

Di wilayah Donbass, Rusia berdalih hadir untuk melindungi kelompok etnis Rusia yang berada di kedua wilayah milik Ukraina itu. Dukungan Rusia terhadap kelompok separatis di kedua wilayah milik Ukraina sudah diperlihatkan sejak 2014 lalu, bersamaan dengan dukungan Rusia terhadap Krimea.

Perjalanan sejarah ratusan bahkan ribuan tahun telah membuat kawasan ini dipenuhi dengan berbagai narasi. Beberapa narasi besar terakhir adalah buah dari pengalaman hidup bersama Republik Sosialis Soviet Ukraina dan Republik Sosialis Soviet Rusia di bawah bendera Uni Soviet, sampai Uni Soviet bubar di akhir Desember 1991.

Tanda-tanda kehancuran Uni Soviet yang mengakhiri Perang Dingin telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya. Setidaknya sejak Mikhail Gorbachev berusaha melakukan paket reformasi yang dikenal dunia sebagai glasnost dan perestroika. Keterbukaan dan restrukturisasi. Kebijakan ini menjadi semacam pembuka kotak pandora.

Januari 1990, warga Republik Sosialis Soviet Ukraina di kota-kota seperti Kiev dan Lviv mulai berani berkumpul menyuarakan keinginan mereka meninggalkan Uni Soviet. Mereka mengenang Traktar Penyatuan yang ditandatangani pada tanggal 22 Januari 1919 oleh Republik Rakyat Ukraina dan Republik Rakyat Ukraina Barat Lapangan St. Sophia di pusat Kiev.

Continue reading Itu Provokasi yang Sudah Dilatih dengan Baik

Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

DI tengah pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun mengurung dunia dan membatasi pergerakan dan hubungan antar bangsa, nyatanya hubungan Republik Indonesia dan Federasi Rusia mengalami peningkatan yang berarti.

Di tahun 2021, menurut Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, volume perdagangan kedua negara meningkat sekiatr 40 persen. Diperkirakan, sampai akhir tahun ini volume perdagangan kedua negara mencapai nilai 3 miliar dolar AS.

Selain membahas hubungan kedua negara di era pandemi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Dubes Lyudmila Georgievna Vorobieva juga menjawab sejumlah pertanyaan terkait ketegangan di kawasan Asia Pasifik yang tengah meningkat dipicu oleh pakta pertahanan Australia, Inggris, dan Amerika Serikart (AUKUS), posisi Rusia di tengah persaingan AS dan China, serta ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Wawancara dilakukan di kediaman Duta Besar Federasi Rusia di pojokan Jalan Denpasar dan Jalan Pedurenan Masjid Raya, persis di belakang Kedubes Federasi Rusia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Berikut kutipannya:

Continue reading Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

Ketegangan Empat Negara di Atas Dokdo atau Takeshima

Insiden di udara Asia Timur yang terjadi kemarin (Selasa, 23/7)  tidak hanya melibatkan jet tempur Korea Selatan dan sebuah pesawat pengintai Rusia, tetapi juga melibatkan pesawat China dan Jepang.

Insiden terjadi di atas Pulau Dokdo atau Pulau Takeshima yang masih diperebutkan Korea Selatan dan Jepang.

Dokdo adalah nama yang diberikan Korea Selatan untuk dua pulau karang di Laut Timur. Sementara Takeshima dalah nama yang diberikan Jepang untuk kedua pulau karang itu. Jepang juga menamakan perairan itu sebagai Laut Jepang.

Bukan hanya Rusia yang memasuki wilayah udara di atas Dokdo atau Takeshima.

China juga mengirimkan dua pesawat pembom H-6, yang disebutkan melakukan manuver yang mengancam kedaulatan udara.

Selain Beriev A-50, Rusia juga mengirimkan dua buah Tupolev Tu-95 ke wilayah udara yang disengketakan Jepang dan Korea Selatan itu.

Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, dua pesawat H-6 China melakukan manuver menyusup ke wilayah udara Korea Selatan (KADIZ) sekitar pukul 6.44 pagi.

Dua Tu-95 yang merupakan bomber strategis kemudian bergabung dengan kedua H-6. Bersama-sama keempat pesawat itu memasuki KADIZ pada pukul 8.40 pagi, dan berputar-putar di wilayah itu selama setidaknya 24 menit.

Sebagai respon, Korea Selatan mengirimkan sebuah F-15F dan sebuah KF-16. Kedua pesawat melepaskan setidaknya 360 tembakan di depan pesawat Rusia.

Sebanyak 80 tembakan dilepaskan pada pelanggaran pertama, dan 280 tembakan dilepaskan pada pelanggaran kedua.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan, mereka juga melepaskan setidaknya 60 tembakan untuk memperingati Beriev A-50 yang tidak dipersenjatai.

Kementerian Pertahanan Rusia mengakui, bahwa negara Putin dan negara Jinping melakukan latihan militer bersama untuk pertama kali melibatkan pesawat-pesawat yang memiliki daya jelajah yang jauh.

Menurut kementerian Rusia, mengerahkan empat pesawat dalam latihan itu. Sebuah A-50, dua Tu-95 dan sebuah KJ-2000 yang seperti A-50 juga merupakan pesawat pengintai yang tidak dipersenjatai.

Kedua Tu-95 Rusia dan kedua H-6 China sedang melakukan patroli di atas Laut Jepang dan Laut China Timur. Sama sekali tidak ada keinginan untuk menyerang pihak ketiga, kata Komandan Armada Udara Jarak Jauh Rusia, Letjen Sergey Kobylash.

Letjen Kobylash membantah pihaknya menerima tembakan peringatan dari Korea Selatan. Apalagi sampai 360 kali. Kalau saja pesawat-pesawat tempur Korea Selatan melepaskan tembakan, Rusia pasti akan melakukan balasan yang sepadan.

Jepang juga tidak tinggal diam. Sebagai pihak yang juga berkepentingan atas wilayah laut dan udara yang sedang diributkan itu, negeri sakura mengirimkan pesawat-pesawat tempur untuk ikut menghalau kehadiran pesawat China, Rusia, dan Korea Selatan. []

Kalender 2019 Sama Dengan 1895, Apa Saja Kejadiannya?

Kalendar tahun 2019 pada sistem penanggalan Gregorian yang biasa kita gunakan sama dengan kalendar tahun 1895. Tanggal 1 Januari 2019 dan 1895 sama-sama jatuh pada hari Selasa. Begitu juga dengan tanggal 31 Desember sama-sama jatuh pada hari Selasa. Kedua tahun yang berjarak 124 tahun itu sama-sama bukan tahun kabisat.

Continue reading Kalender 2019 Sama Dengan 1895, Apa Saja Kejadiannya?

Gelora Bung Karno, Bulu Tangkis, Dan Sukhoi, Ikon Hubungan Baik Indonesia-Rusia

sukarno dan kruschev

SABTU malam (18/8), miliaran pasang mata warga dunia diarahkan ke satu titik penting di Jakarta: Gelora Bung Karno (GBK).

Upacara pembukaan Asian Games ke-18 berlangsung dengan meriah dan spektakuler. Melibatkan ribuan penari dan penyanyi, berbagai atraksi, hingga panggung gunung, hutan dan air terjun buatan yang diterangi lampu sorot berwarna-warni. Continue reading Gelora Bung Karno, Bulu Tangkis, Dan Sukhoi, Ikon Hubungan Baik Indonesia-Rusia

Dutabesar Lyudmila Vorobieva: Perdamaian yang Buruk Lebih Baik dari Perang yang Bagus

PEMERINTAH dan media yang dikuasai dan dipengaruhi “blok Barat” masih sering menggambarkan Rusia sebagai ancaman bagi perdamaian dunia. Ketegangan antara Rusia dengan Amerika Serikat dan sekutunya sangat terasa akhir-akhir ini, terutama di kawasan Timur Tengah. Continue reading Dutabesar Lyudmila Vorobieva: Perdamaian yang Buruk Lebih Baik dari Perang yang Bagus

Suatu Hari di Moskow, Bersama Pak Pardi dan Tuan Zakharov

Agustus 2011, lima tahun lalu, sambil menunggu Sabar Gorky turun dari Elbrus, saya sempat jalan-jalan keliling Moskow dengan dua senior, Pak Ahmad Supardi Adiwijaya dan Tuan Svet Zakharov. Keduanya kini telah tiada. Pak Pardi meninggal dunia setahun setelah kunjungan itu, dan Tuan Zakharov menyusul beberapa bulan lalu.

Keduanya adalah teman lama, sudah saling mengenal sejak Pak Pardi tinggal di Moskow antara 1962 hingga 1990. Pada tahun 1990 Pak Pardi berangkat ke Belanda dan menetap di negeri kincir angin sampai ajal menjemputnya. Continue reading Suatu Hari di Moskow, Bersama Pak Pardi dan Tuan Zakharov

Selected Items from Tatarstan of Russia

IMG_3225

IMG_3226

IMG_3246 Continue reading Selected Items from Tatarstan of Russia

A Night in Kazan of Tatarstan (2)

IMG_6681

IMG_6680

IMG_6678

IMG_6677

IMG_6676

IMG_6675

A Night in Kazan of Tatarstan

IMG_6692

IMG_6690

IMG_6688

IMG_6686

IMG_6684

IMG_6683

Inilah Kul Sharif atau мечеть Кул-Шариф atau Колшәриф мәчете

IMG_6467
IMG_6465

Masjid Kul Sharif, Qolşärif, Qol Sharif, Qol Sherif atau Kol Sharif. Atau dalam bahasa Rusia dengan aksara cyrillic ditulis мечеть Кул-Шариф (dibaca: mechet Kul-Sharif), dan dalam bahasa Tatar dengan aksara cyrillic ditulis Колшәриф мәчете (dibaca: Qolşärif mäçete).

Continue reading Inilah Kul Sharif atau мечеть Кул-Шариф atau Колшәриф мәчете

From Kremlin of Kazan, Part #1, 9 Pics

IMG_6512

IMG_6507

IMG_6505 Continue reading From Kremlin of Kazan, Part #1, 9 Pics

Inilah Kesaksian Prof. Drugov atas Tawa Lebar Jenderal AH Nasution dan DN Aidit yang Tak Bisa Didamaikan

IMG_3121

Sebelum peristiwa G30S pada dinihari 1 Oktober 1965 meletus, pemerintah Uni Soviet pernah berusaha mendamaikan dua tokoh penting Indonesia, Menteri Pertahanan Jenderal AH Nasution dan Ketua Umum CC Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit.

Salah satu upaya itu adalah menggelar pertemuan ramah tamah di Kedubes Uni Soviet pada suatu hari di tahun 1963. Ada sekitar 10 sampai 12 orang yang diundang Dubes Uni Soviet Nikolai Mikhailov dalam pertemuan tersebut. Namun tokoh pentingnya ketika itu adalah Jenderal Nasution dan Aidit yang sangat berpengaruh di masing-masing kelompok.

Continue reading Inilah Kesaksian Prof. Drugov atas Tawa Lebar Jenderal AH Nasution dan DN Aidit yang Tak Bisa Didamaikan

Uni Soviet Tidak Mendorong Ganyang Malaysia

Pemerintah Uni Soviet tidak mendukung kampanye ganyang Malaysia pemerintahan Sukarno pada paruh pertama 1960an. Di satu sisi Uni Soviet merasa senang karena yang dilawan Sukarno adalah Inggris yang berada di belakang pembentukan Malaysia. Tetapi di sisi lain, kampanye itu disebutkan tidak terukur dan tidak jelas.

“Bung Karno adalah seorang revolusioner. Tetapi kesalahan beliau adalah pada waktu itu tidah beralih dari revolusi politik dan fisik ke revolusi ekonomi,” ujar peneliti Indonesia dari Rusia, Alexey Drugov di sela makan malam di Wisma Indonesia di Moskow, Rusia (Selasa, 14/5). Continue reading Uni Soviet Tidak Mendorong Ganyang Malaysia

Beginilah Cara Oratmangun Bayangi Dominasi Malaysia di Rusia

IMG_3109

Sejak pertama kali ikut serta terhitung sudah 10 kali Kamaz memenangkan ajang rally paling bergengsi di mula bumi, Rally Dakkar yang dulu dikenal sebagai Rally Paris-Dakkar.

Tahun 2013 pengendara Kamaz yang memenangkan Rally Dakkar dengan rute Lima-Tucuman-Santiago untuk kategori truk adalah Eduard Nikolaev.

Kamaz merupakan singkatan dari Kamskiy Avtomobilny Zavod yang bila dialihbahasakan menjadi Pabrik Otomobil Kama adalah produsen truk Rusia di Naberezhnye Chelny, sebuah distrik di Republik Tatarstan, Federasi Rusia. Continue reading Beginilah Cara Oratmangun Bayangi Dominasi Malaysia di Rusia

Inilah Foto-foto Bung Karno di Uzbekistan

Keempat foto ini direproduksi dari buku Indonesia Through Russian Lens yang disusun Kedutaanbesar RI untuk Federasi Rusia tahun 2011.

IMG_3116

IMG_3117

IMG_3118

IMG_3119

Foto-foto di atas melengkapi tulisan lama dari tahun 2001, Bung Karno Mencari Makam Imam al Bukhari dan tulisan tahun 2007 Bagaimana Bung Karno Dicium Gadis Rusia?

Djauhari Oratmangun: Ada Gairah Baru di Rusia, Deal Harus Segera Di-seal

Ada sebuah persoalan besar yang selama ini menjadi semacam kendala dalam hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia.

Kendala itu adalah persepsi yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia dan Rusia.

Demikian dikatakan Dutabesar Republik Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun ketika berbicara di depan wartawan di Moskow, Rusia (Senin malam, 13/5). Continue reading Djauhari Oratmangun: Ada Gairah Baru di Rusia, Deal Harus Segera Di-seal

Dirjen Amerop: Kerjasama dengan Eropa Timur Menguntungkan Indonesia

Saat ini barangkali kawasan Eropa Timur kerap disebut sebagai pasar non-tradisional bagi Indonesia. Tetapi di era 1960an kawasan itu adalah pasar tradisional Indonesia. Hal itu ditandai dengan kuatnya hubungan politik juga bisnis antara Indonesia dengan Eropa Timur di masa itu sampai terjadi perubahan besar dalam konteks politik di arena internasional yang memaksa Indonesia menjauh dari Eropa Timur.

Merujuk pada fakta sejarah itu, Direktur Jenderal Amerika-Eropa Dian Triansyah Djani merasa lebih tepat apabila istilah yang digunakan untuk kawasan Eropa Timur adalah pasar yang saat ini belum tergarap dengan baik. Dan fakta sejarah itu juga memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman menjalin hubungan dengan Eropa Timur. Continue reading Dirjen Amerop: Kerjasama dengan Eropa Timur Menguntungkan Indonesia

Inilah Maksud Gosip tentang Wanita-wanita Sukarno

Bung Karno ngobrol dengan (dari kiri ke kanan) Marilyn Monroe, Elizabeth Taylor, dan Jackie Kennedy, dalam kunjungan ke Amerika Serikat tahun 1962.

Ada dua hal yang dicintai Svet Zacharov dari Indonesia. Keduanya adalah Sukarno dan Pancasila.

Pria berusia 75 tahun ini adalah jurnalis senior yang menjadi kontributor untuk sejumlah media massa di Indonesia. Ia menjadi penterjemah Perdana Menteri Rusia Nikita Khrushchev yang mengunjungi Presiden Sukarno di Jakarta tahun 1960.

Continue reading Inilah Maksud Gosip tentang Wanita-wanita Sukarno

Mengapa Banyak Bangkai Pesawat di Bandara Kazan

IMG_2382

Republik Tatarstan berbenah tengah untuk menjadi salah satu tujuan wisata utama di Federasi Rusia. Sejauh ini negeri yang dipimpin Presiden Rustam Minnikhanov yang berkuasa sejak Agustus 2010 itu tampaknya berhasil menarik turis domestik dari negeri-negeri atau subjek federal Federasi Rusia lainnya, juga dari beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah.

Tatarstan juga berhasil menarik perhatian investasi asing, termasuk dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Singapura dan Korea Selatan.

Continue reading Mengapa Banyak Bangkai Pesawat di Bandara Kazan

Resep Anti-Korupsi di Tatarstan Sangat Sederhana

John Emerich Edward Dalberg-Acton (1834-1902) dari Inggris yang lebih dikenal sebagai Lord Acton punya adagium yang sampai kini masih berlaku: power tends to corrupt and absolute power corrupt absoultely.

Oleh sementara kalangan di Indonesia, merujuk pada jumlah kasus korupsi yang terbongkar bertambah dari hari ke hari dan kenyataan bahwa kasus-kasus itu melibatkan tokoh-tokoh yang sebelumnya dianggap prominent, adagium Lord Acton itu pun dimutakhirkan menjadi: power tends to corrupt and stupid power corrupt stupidly. Continue reading Resep Anti-Korupsi di Tatarstan Sangat Sederhana

Sergey Ivanov Berharap Lebih Banyak Turis Indonesia Kunjungi Tatarstan

IMG_2505

IMG_2496

IMG_2500

IMG_2502 Continue reading Sergey Ivanov Berharap Lebih Banyak Turis Indonesia Kunjungi Tatarstan

Bolgar, Kota Islam Pertama di Rusia

Islam diadopsi sebagai agama resmi di negeri yang kini dikenal sebagai Republik Tatarstan pada 922. Di tahun itu pemimpin Bolgar Aydai Khan menerima delagasi Khalifah Al Muqtadir yang berkuasa di Baghdad yang dipimpin Ibnu Fadlan. Khalifah Abasiyah bersedia membantu mengislamkan orang Tatar dengan mengirimkan guru-guru agama ke Bolghar. Baghdad juga membantu pembangunan sejumlah masjid di Bolghar pada masa itu.

IMG_2552
IMG_2558
Continue reading Bolgar, Kota Islam Pertama di Rusia

Inilah Musa Jalil, Pejuang Muslim Komunis dari Tatarstan

IMG_2417

IMG_2420

IMG_2421

Sudah menjadi tradisi di masyarakat Rusia merayakan Victory in Europe Day atau Hari Kemenangan di Eropa setiap tanggal 9 Mei dengan memberikan bunga kepada para veteran Perang Dunia Kedua yang masih hidup atau meletakkannya di bawah patung-patung para pahlawan dan monumen-monumen yang dibangun untuk mengenang kepahlawanan para pejuang Rusia (d/h Uni Soviet), baik dari kalangan militer maupun sipil.

Tidak terkecuali di tahun ini. Patung Musa Mustafa Jalil di dekat Kremlin Kazan di pusat kota dipenuhi oleh bunga. Continue reading Inilah Musa Jalil, Pejuang Muslim Komunis dari Tatarstan

Mas, untuk Gairah Islam di Rusia

Dalam sepuluh tahun pertama setelah Uni Soviet bubar, negeri-negeri Muslim di Asia Tengah menggali kembali peradaban Islam yang membentuk mereka sejak abad-abad awal kelahiran Islam hingga keruntuhan Ottoman Turki di penghujung Perang Dunia Pertama. Continue reading Mas, untuk Gairah Islam di Rusia

Tentang Catatan Harian Sang Diplomat

Membaca setiap tulisan yang kemudian dirangkum dalam buku ini membuat saya merasa seakan-akan negeri putih Rusia berada di depan mata dan berjarak hanya sejengkal saja. Tema-tema yang dipilih sang penulis, M. AJi Surya, juga bukan tema-tema yang terlalu melambung tinggi di angkasa. Melainkan tema-tema bumi yang biasa dan tak terasa maya. Gaya bahasanya sederhana, sesederhana penampilan sang penulisnya, lagi mudah dicerna. Continue reading Tentang Catatan Harian Sang Diplomat

Foto-foto untuk Melengkapi “Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan…”

Berikut adalah tiga foto untuk melengkapi salah satu bagian dalam “Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan…” Tentulah foto-foto ini dipinjam dari sana-sini. Continue reading Foto-foto untuk Melengkapi “Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan…”