Itu Provokasi yang Sudah Dilatih dengan Baik

SEPERTI delapan tahun lalu, Rusia kembali menekan Ukraina. Sejak beberapa waktu belakangan ini Rusia mengkonsentrasikan pasukannya di tiga titik. Di perbatasan dengan Donesk dan Luhansk serta di perbatasan Ukraina dengan Belarusia.

Di wilayah Donbass, Rusia berdalih hadir untuk melindungi kelompok etnis Rusia yang berada di kedua wilayah milik Ukraina itu. Dukungan Rusia terhadap kelompok separatis di kedua wilayah milik Ukraina sudah diperlihatkan sejak 2014 lalu, bersamaan dengan dukungan Rusia terhadap Krimea.

Perjalanan sejarah ratusan bahkan ribuan tahun telah membuat kawasan ini dipenuhi dengan berbagai narasi. Beberapa narasi besar terakhir adalah buah dari pengalaman hidup bersama Republik Sosialis Soviet Ukraina dan Republik Sosialis Soviet Rusia di bawah bendera Uni Soviet, sampai Uni Soviet bubar di akhir Desember 1991.

Tanda-tanda kehancuran Uni Soviet yang mengakhiri Perang Dingin telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya. Setidaknya sejak Mikhail Gorbachev berusaha melakukan paket reformasi yang dikenal dunia sebagai glasnost dan perestroika. Keterbukaan dan restrukturisasi. Kebijakan ini menjadi semacam pembuka kotak pandora.

Januari 1990, warga Republik Sosialis Soviet Ukraina di kota-kota seperti Kiev dan Lviv mulai berani berkumpul menyuarakan keinginan mereka meninggalkan Uni Soviet. Mereka mengenang Traktar Penyatuan yang ditandatangani pada tanggal 22 Januari 1919 oleh Republik Rakyat Ukraina dan Republik Rakyat Ukraina Barat Lapangan St. Sophia di pusat Kiev.

Pada 1 Agustus 1999, Republik Sosialis Soviet Ukraina menggelar referandum yang hasilnya, hampir 100 persen, dimenangkan oleh kelompok yang ingin meninggalkan Uni Soviet dan membentuk negara yang berdaulat. Di pekan pertama Desember tahun itu, Ukraina akhirnya meninggakan Uni Soviet yang tak lama kemudian benar-benar dinyatakan bubar.

Ketika ditemui di kantornya di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Duta Besar Republik Ukraina untuk Republik Indonesia Vasyl Hamianin menjelaskan sedikit mengenai perjalanan perjuangan negaranya merebut kemerdekaan, dan hegemoni Rusia di kawasan.

Berikut petikannya:

Ukraina sedang jadi pembicaraan masyarakat dunia. Tetapi rasanya masyarakat Indonesia masih belum begitu memahami negara Anda. Pemahaman masyarakat Indonesia mengenai Ukraina masih sering tumpang tindih dengan Rusia. Bisa Anda jelaskan sedikit mengenai negara Anda?

Ukraina sangat menarik. Memang masih tidak banyak orang Indonesia yang mengetahui negara kami. Sama halnya orang Ukraina juga masih tidak banyak yang tahu  tentang Indonesia.

Saya akan memberikan sedikit informasi tentang Ukraina. Pertama, secara geografi, Ukraina adalah pusat dari Eropa. Ada wilayah Eropa yang merupakan bagian Rusia. Tapi pusat Eropa adalah di Ukraina. Ukraina merupakan negara terbesar di Eropa, lebih besar dari Prancis, Jerman, atau Inggris. Mengingat Rusia adalah negara Eurasia, jadi negara asli Eropa yang terbesar adalah Ukraina.

Di utara dan timur kami berbatasan dengan Federasi Rusia dan Belarusia, keduanya bekas negara Soviet. Kemudian di barat kami berbatasan dengan Polandia, Slovakia, Rumania, Hungaria. Serta Moldova di tenggara. Sementara dari selatan, di seberang Laut Hitam, kami berbatasan dengan Turki, Bulgaria, dan Georgia. Menurut saya, ini adalah posisi geografis yang bagus.

Bagaimana kita dapat membedakan orang Ukraina, dengan Rusia dan juga Belarusia?

Ini adalah cerita yang panjang, tapi akan saya coba sederhanakan. Jika Anda melihat peta, sebagian besar Ukraina adalah dataran rendah, tidak banyak pegunungan. Di barat kami memiliki Pegunungan Karpatia, di selatan ada pegunungan Krimea, sementara sisanya adalah dataran rendah. Jadi Ukraina memiliki tanah yanng bagus, dengan banyak sungai, danau, dan hutan. Baik untuk agrikultur, baik untuk kehidupan. Cuacanya juga bagus.

Hal itu membuat selama ratusan hingga ribuan tahun, ada puluhan hingga ratusan bangsa yang melintasi tanah ini. Bisa saya katakan, Ukraina seperti “melting pot” dari berbagai budaya yang berdatangan sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Kami memiliki peradaban Trypillia yang sangat maju, mereka membangun rumah seperti di era modern ini, bahkan di antaranya memiliki dua tingkat. Mereka memiliki kota besar yang sangat indah. Peradaban ini menyebar ke wilayah timur Eropa, seperti Rumania. Di sana masih ada sisa-sisa dari peradaban 6.000 tahun yang lalu itu.

Kemudian Bangsa Slavia datang, diikuti Skithia, Volhinia, dan para pengembara lainnya melintasi daerah ini (Ukraina). Jadi, orang-orang tinggal di sana, bertempur, kemudian melebur, dan bertempur lagi, melebur lagi. Ukraina selalu mendapatkan serangan dari utara, karena di sana lah suku-suku “liar” tinggal, seperti Karelia, dari Finlandia, dan sekitarnya.

Kami selalu mendapatkan serangan di stepa atau yang kami sebut dataran kosong, tidak ada hutan, tidak ada pohon, yang berada di selatan dari para pengembara. Serangan juga muncul dari timur, ketika orang-orang Mongolia datang pada abad ke-13, dan sangat menghancurkan. Kami juga punya persoalan dari Barat karena bangsa Eropa, seperti Kekaisaran Romawi.

Ukraina adalah melting pot dan arena pertarungan untuk bangsa-bangsa ini. Jadi orang Ukraina asli adalah kombinasi bangsa Slavia yang merupakan suku lokal, dengan semua bangsa yang ada di sekitar.

Jadi, jika Anda bertanya kecantikan asli perempuan Ukraina seperti apa, semua orang di Ukraina akan mengatakan, seperti di dalam lagu-lagu rakyat, bahwa perempuan Ukraina memiliki rambut hitam dan mata hitam. Bukan mata biru dengan rambut pirang (blonde).

Sementara orang Rusia sangat berbeda karena mereka memiliki lebih banyak darah Finlandia, Karelia, dan condong ke Asia, bukan dari Slavia. Itulah alasan mereka memiliki mata yang biru, wajah yang lebih datar, dan rambut blonde atau kekuningan.

Faktanya, kami sangat berbeda. Ini hasil dari riset yang dilakukan sejak lama, dan diperkuat dengan tes genetik. Orang Ukraina (secara genetik) lebih dekat dengan suku Slovenia, Slovaria, Polandia, bahkan Lithuania, dan Belarus bagian selatan, baru ke Rusia.

Adalah salah satu mitos yang dibuat oleh Uni Soviet untuk membuai orang-orang Slavia, bahwa bangsa Slavia itu adalah Rusia, Ukraina, dan Belarus. Nyatanya tidak.

Bahkan untuk bahasa, Ukraina memiliki bahasa terdekat dengan Belarusia dan Polandia, kemudian Slovenia, lalu Rusia. Jadi Rusia sangat jauh.

(Bahasa Ukraina) lebih tua dari Rusia. Kami masih menggunakan banyak kata yang saya pikir di antara bahasa-bahasa Slavia lainnya lebih tua. Bahasa paling dekat dengan bahasa ibu (lingua franca) kami seperti Bulgaria, Serbia, dan sejenisnya. Mereka masih menggunakan kata-kata yang sudah ratusan tahun lalu tidak kami gunakan. Kami pernah menggunakan kata-kata tersebut, kami memahaminya, tapi kami tidak menggunakannya lagi dalam kehidupan sehari-hari saat ini.

Informasi dari buku dan media selalu disebutkan bahwa Ukraina lebih dekat dengan Rusia. Bagaimana menurut Anda?

Itu adalah mitos yang dibuat oleh Uni Soviet karena mitos itu baik untuk komunis (era Uni Soviet).

Bisa Anda jelaskan proses Ukraina bergabung dengan Uni Soviet?

Ukraina tidak pernah bergabung dengan Uni Soviet. Tidak pernah.

Karena pada 1918-1920, Ukraina diokupasi oleh pasukan komunis, Bolshevik, atau disebut Tentara Merah. Kami melawan sekuat tenaga, kami memiliki satu pasukan, kemudian dua pasukan.Kami memiliki pasukan gerilya di seluruh negeri. Kami hanya mencoba melawan.

Namun ketika itu, pasukan-pasukan ini, termasuk pasukan gerilya dan tentara, sulit bersatu dalam satu kekuatan. Hal itu membuat mereka gugur satu per satu, dan kemudian Ukraina diokupasi. Dalam hal ini, saya membicarakan Ukraina bagian timur. Di samping, pada waktu itu ada ancaman lain, yaitu Tentara Putih yang pro monarki. Mereka semua berusaha untuk mengokupasi Ukraina.

Itu sangat buruk, sangat kompleks, sangat sulit, dan kami tidak bertahan dalam pertempuran ini. Ketika itu, bagian barat Ukraina dikuasai oleh Kerajaan Austria-Hungaria, sebagian oleh Polandia, dan sebagian Rumania.

Kondisi ini bertahan hingga Agustus 1939, ketika dalam sebuah perjanjian Joseph Stalin dan Adolf Hitler sepakat untuk membagi Polandia. Jadi Ukraina terpaksa untuk masuk Uni Soviet pada 1939, persis ketika Perang Dunia Kedua dimulai.

Meski begitu, pasukan perlawanan tetap berjuang melawan tentara Uni Soviet hingga, saya pikir, pada 1955 atau 1956, lama setelah Perang Dunia Kedua berakhir.

Setelah 1955 atau 1956, Ukraina sepenuhnya bersama Uni Soviet?

Ya. Ketika pejuang terakhir, tentara terakhir gugur, dan perlawanan berhenti. Tetapi orang-orang Ukraina masih mengingatnya hingga saat ini.

Apakah Ukraina menikmati periode di bawah Uni Soviet?

Sejujurnya sangat mudah untuk menjawab pertanyaan ini. Ketika itu saya lebih muda, lebih sehat, dan saya tidak mengetahui apa pun apa yang terjadi di luar sana. Yang diberitahu kepada kami hanya tentang kapitalisme, imperialisme, perbudakan, rasisme, dan segala hal buruk lainnya ada di sana, di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Sedangkan segala hal yang baik ada di sini, di Uni Soviet.

Pertama kali saya melihat warga asing adalah ketika saya berusia 16 tahun. Karena tempat tinggal saya sangat tertutup untuk warga asing. Mereka dilarang.

Apakah di Kiev?

Bukan. Saya tinggal di Dnipro, wilayah timur. Di sana tidak ada apa-apa kecuali industri militer. Semua rudal dan berbagai jenis persenjataan lainnya diproduksi di kota kelahiran saya. Jadi tentu saja, warga asing dilarang datang ke kota itu. Sehingga saya tidak menemukan orang satu pun.

Itu hal pertama. Hal kedua, ketika itu  Anda tidak bisa membeli pakaian, karena di sana tidak ada pakaian, khususnya pakaian bagus. Anda harus berkeliling, mencari bantuan untuk membeli kaos, celana, atau sepatu yang bagus.

Anda tidak bisa membeli makanan, karena tidak ada toko makanan di sana. Anda harus pergi ke gudang (untuk mendapatkan makanan). Kemudian Anda harus membayar tiga kali lipat lebih banyak untuk membeli makanan yang enak.

Untuk satu kotak cokelat Tahun Baru, Anda harus mengantre selama 30 jam, siang dan malam, Anda tidur dan menunggu hingga toko dibuka dan mereka memberikan satu kotak cokelat.

Saya ingat harus mengantre empat atau lima jam hanya untuk roti. Hal yang sama juga dilakukan jika Anda ingin susu, mentega, atau apapun.

Anda  tidak bisa membeli apapun di Uni Soviet. Bahkan untuk TV dengan kualitas yang buruk sekali pun, tidak bisa. Anda tetap harus mengantre, memesan, dan membayar. Tidak bisa untuk furnitur, kulkas, mesin cuci. Tidak ada.

Apakah yang terjadi adalah kemiskinan total?

Itu bukan kemiskinan, tapi defisit. Semuanya kekurangan. Kesan lainnya adalah propaganda besar-besaran. Setiap hari, sejak berusia 6 atau 7 tahun, kami pergi ke sekolah, mendengarkan berita-berita politik bahwa beberapa negara komunis ditekan oleh negara lain (blok Barat). Itulah alasan kami mendukung Nikaragua, Angola, dan perang di Afghanistan karena mereka komunis. Jadi semua orang yang bukan komunis itu buruk, musuh, dan harus mati. Itu yang kami dengar setiap hari.

Kapan Anda lahir?

Tahun 1971.

Jadi Anda berusia 20 tahun pada 1991?

Iya, ketika Uni Soviet hancur saya berusia 20 tahun.

Ketika itu Anda seorang mahasiswa?

Ya. Saya menyelesaikan ujian (SMA) pada 1990, kemudian saya pindah ke Kiev yang masih bagian Soviet, dan 1991 itu (kehancuran Uno Soviet) terjadi. Saya ingat semuanya.

Satu lagi, sebuah guyonan favorit Presiden (Ronald) Reagan dari Amerika Serikat. Guyonan ini sangat terkenal disampaikan pada Mikhail Gorbachev. Saya coba untuk memperagakannya.

Ada seorang lelaki datang ke bank dan berkata kepada petugas bank, “Berapa banyak uang yang saya miliki? Saya sudah memesan mobil, dan dalam waktu lima tahun saya akan kembali dan mengambil uang untuk membayar mobil itu.”

Petugas bank berkata, “Baik, kami tunggu.”

Kemudian lelaki itu bertanya lagi, “Jam berapa kalian buka? Jam berapa saya bisa datang?”

Petugas bank menjawab, “Kapan saja.”

“Tidak, jam berapa kalian buka?” tanya lelaki itu lagi.

“Jam 12. Mengapa Anda bertanya?” tanya petugas bank.

“Karena 5 tahun lagi, pada pukul 10 pagi, ada tukang ledeng yang memperbaiki saluran air saya,” jawab lelaki itu.

Anda membutuhkan 5 tahun untuk memesan mobil dan mengantre untuk mendapatkan tukang ledeng.

Memang ada banyak guyonan tentang Uni Soviet.

Sekarang saya tidak bisa tertawa. Ketika itu mungkin lucu, tapi sekarang tidak, karena saya pikir, “Ya Tuhan, itu benar-benar waktu yang sangat sulit bagi orangtua saya.”

Lalu, apa yang salah dengan Uni Soviet?

Yang salah adalah ideologinya. Ideologinya sangat-sangat salah, dan saya tidak pernah mendukungnya. Untungnya Ayah saya bukan seorang komunis. Beliau mengajari dan menjelaskan kepada saya mengapa dan apa yang terjadi pada negara ini (Uni Soviet). Berapa banyak orang yang meninggal.

Apakah Anda tahu cerita tentang kelaparan hebat di Ukraina? Itu terjadi pada 1932-1933. Ketika itu sebagian Ukraina sudah diokupasi oleh Uni Soviet. Pada saat itu, selama satu tahun, sekitar enam hingga delapan juta orang meninggal karena kelaparan di Ukraina. Tidak ada tahu angka yang pasti. Itu karena mereka tidak ingin bergabung dengan pertanian kolektif, mereka tidak ingin bergabung dengan partai, dan tidak mengikuti arahan partai. Kemudian mereka “dibunuh”, karena semua yang mereka miliki, seperti gandum, jagung, biji-bijian, termasuk kentang direbut.

Itu adalah satu contoh yang dilakukan oleh Uni Soviet. Hal itu juga alasan hingga saat ini saya pribadi, dalam lubuk hati, menilai komunisme dan ideologi komunis merupakan kejahatan besar di dunia ini.

Tapi saat ini kita masih memiliki negara komunis, seperti China, Vietnam. Dan Anda pernah tinggal di China. Lalu apa perbedaan antara Uni Soviet dan negara-negara komunis saat ini?

Saya tidak begitu paham soal Vietnam, tapi saya bisa menjelaskan perbedaan (Uni Soviet) dengan China. Ideologi China adalah komunis, tapi realitanya lebih seperti liberal borjuasi. Kenyataannya lebih kapitalis.

Apa yang mereka lalukan? Mereka mencampurnya, mereka menyebutnya sosialisme dengan karakteristik China. Mereka tidak menyerahkan semuanya pada ideologi sosialisme. Sektor-sektor ekonomi, seperti perbankan dan sebagainya, tidak memperlihatkan hal itu (sosialisme).

Tentu di sana pembatasan, ada klan, ada Partai Komunis China yang berkuasa, ada beragai aturan, dan lain sebagainya. Kita semua memahami ini. Tetapi setelah Mao Zedong, terjadi perubahan dan kapitalisme liberal muncul perlahan.

Saya tidak dalam posisi  mengkritisi ideologi China hari ini. Saya merasa nyaman ketika (berada China) dari 2002 hingga 2010. Saya melihat sebuah negara berkembang dengan pesat ke arah yang benar. Jadi bisa dianggap bahwa ideologi (sosialisme di China) tidak mempengaruhi ekonomi.

Berbeda dengan di Uni Soviet yang sangat teratur. Anda memiliki ideologi komunisme, tidak ada yang lain. Sehingga tidak ada yang peduli pada rakyat. Sementara China peduli dengan rakyat.

Mereka (China) mengatakan, “Demokrasi kami berbeda dengan demokrasi yang diimpor dari Barat. Karena kami peduli pada rakyat. Kami mengeliminasi kemiskinan. Kami membiarkan mereka mendapatkan uang. Kami membiarkan mereka sejahtera. Kami membiarkan mereka sehat.”

Di Uni Soviet, penguasa tidak peduli pada rakyat. Sampai sekarang keturunan Uni Soviet yaitu Rusia punya cerita yang sama. Ketika kami mengatakan, “Anda memulai perang di timur Ukraina, banyak rakyat Anda yang tewas, bagaimana Anda bisa menjelaskan itu kepada rakyat Anda?”

(Mereka mengatakan), “Kami negara besar, kami memiliki banyak perempuan. Kami akan memiliki lebih banyak anak-anak. Jadi tidak masalah.”

Itu adalah formula dari era Stalin, (yang disampaikan pemimpin militer Uni Soviet) Georgy Zhukov selama Perang Dunia Kedua. Formula ini yang digunakan oleh Vladimir Putin saat ini.

Karena rakyat dianggap hanya sebatas properti negara?

Ya, tidak bernama, tidak berjiwa. Kemudian pergi begitu saja. []

***

Sekarang saya akan bahas isu bilateral antara Indonesia dan Ukraina. Apa misi Anda di Indonesia? Menurut Anda, kerjasama apa yang bisa dikembangkan kedua negara?

Ini pertanyaan yang bagus. Saya juga bisa berbicara banyak tentang hal ini. Tapi saya pikir, misi utama saya adalah satu hal yang Anda sebutkan sejak awal kita berbincang. Misi utama saya adalah untuk memperkenalkan Ukraina kepada Indonesia, dan membawa Indonesia ke Ukraina. Tapi untuk ini lebih banyak tugas rekan saya, Dubes Ghafur Dharmaputra yang saat ini berada di Ukraina Sebelumnya itu adalah tugas Dubes Yuddy Chrisnandi.

Saya akan memformulasikannya begini, “Saya ingin warna Ukraina atau bendera Ukraina dikibarkan setiap hari di peta Indonesia.” Itu adalah misi saya, untuk memperkenalkan Ukraina kepada Indonesia, agar mereka lebih tahu.

Karena menurut saya, tidak baik untuk memulai jika kita tidak tahu satu sama lain. Kami memiliki banyak produk, banyak teknologi yang bisa dikenalkan. Jika saya mengatakan ini, masyrakat Indonesia mungkin akan mengatakan “Saya tidak mengetahui siapa Anda”, atau “Apa itu Ukraina?”

Coba tanya kepada orang Ukraina pada umumnya, apa yang mereka tahu tentang Indonesia. Saya bertanya kepada orang dari pedesaan hingga perkotaan, termasuk generasi muda. Saya tanya, “Apa yang anda tahu tentang Indonesia?”

Jawabannya, “Di mana Indonesia? Apakah tidak jauh dari Singapura dan Bali”. Itulah yang mereka katakan. Hal serupa juga terjadi di sini.

“Di mana Ukraina?” Dan, “Apakah Ukraina ada sekitar Rusia?” merupakan jawaban paling baik.

Itulah mengapa saya ingin menyampaikan pesan ini. Pertama Ukraina itu bukan Rusia. Kedua, kami ramah, dan kita bisa menjadi teman dan mitra yang baik. Tapi untuk berteman, langkah pertama adalah mengenal satu sama lain. Saya tidak akan pernah bekerja sama dengan Anda sebelum saya mengetahui nama Anda.

Lalu, saya sudah tahu nama Anda, Anda tahu nama saya. Apakah kita bekerja sama? Tidak. Kita harus duduk bersama dan berbicara.

Apakah setelah itu kita bekerjasama? Tidak. Setelahnya saya mengundang Anda untuk makan malam dan mengundang keluarga. Apakah kita bekerjasama? Tidak.

Kita menjadi teman, bermain golf. Mungkin saya bahkan mengundang Anda ke Ukraina lalu kita menjadi teman. Kemudian apa yang terjadi? Apakah kita bekerja sama? Mungkin.

Kita bertukar informasi dan Anda percaya pada saya.

Maksud saya, pada situasi ini, baru saya akan mengatakan, “Kami memiliki empat teknologi di bidang yang mungkin Anda tertarik. Lalu Anda akan mengatakan, “Baiklah, Anda teman saya, saya percaya pada Anda. Ayo coba”.

Itulah yang terjadi. Kita harus lihat, dengar, dan rasakan. Itulah misi saya, membawa Ukraina ke Indonesia, agar orang mengetahui bahwa meski kita berjarak 10 ribu kilometer, kita memiliki banyak kesamaan. Itu luar biasa. Hampir setiap hari saya merasa ada banyak hal yang sama.

Bisa Anda sebutkan kesamaan-kesamaan tersebut?

Hari Kemerdekaan kedua negara pada bulan Agustus, tanggal 17 dan 24 Agustus. Hari Pahlawan juga hampir sama di bulan November, Indonesia tanggal 10 November, dan kami tanggal 16 November.

Seperti Ukraina, Indonesia berjuang untuk kemerdekaan. Kemerdekaan kita tidak diberikan, kita berjuang dengan senjata secara habis-habiskan. Kita berjuang di PBB. Kami berjuang melawan musuh pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20. Bahkan pada pertengahan abad ke-20, kami bertempur seperti Anda.

Anda memiliki pahlawan seperti Jenderal Sudirman, kami juga memiliki banyak pahlawan seperti Anda. Ini luar biasa.

Jenderal Sudirman meninggal karena ia sakit, tapi ia melihat kemerdekaan. Jenderal dari Ukraina meninggal pada 1950 karena dikhianati oleh pengkhianat, dan dieksekusi oleh Uni Soviet. Ia adalah Roman Shukhevych, pemimpin militer seperti Jenderal Sudirman. Meski ia (Shukhevych) tidak melihat kemerdekaan, tapi perkataannya terus digemakan.

“Kita semua pasti mati. Tapi kita akan mati untuk masa depan kemerdekaan Ukraina.” Itu perkataan luar biasa.

Kisah yang sama, semangat berjuang yang sama. Kami memahami ini, berjuang untuk kemerdekaan.

Seperti Indonesia, Ukraina juga selalu menjaga (perjuangan kemerdekaan) di dalam hati. Karena Ukraina tidak pernah menjadi kekaisaran atau kerajaan. Kami tidak pernah memiliki raja dalam sejarah. Saya secara personal menyebutnya “demokrasi anarki”.

Apa artinya? Setiap kali militer Cossack berkumpul, jika mereka tidak menyukai pemimpinnya, maka akan dipilih yang baru. Mereka tidak menginginkan raja, mereka adalah manusia bebas. Itulah keunikan yang dimiliki oleh Ukraina selama berabad-abad, dan luka yang dimiliki Ukraina selama berabad-abad, karena mereka tidak pernah bersatu. Lantaran semua orang adalah raja.

Hal lainnya adalah kami mencari gagasan nasional dan identitas nasional Ukraina. Rusia selama ini mengatakan, “Apa itu Ukraina? Kita tidak tahu ada negara seperti Ukraina karena mereka terpisah-pisah, ada Ukraina barat, timur, selatan. Semuanya berbeda. Kalian tidak pernah bersatu.”

Kemudian ketika saya datang ke Indonesia, saya melihat Garuda Pancasila, dan saya baca “Bhinneka Tunggal Ika”. Inilah gagasan nasional kami. Ini adalah gagasan tak terkalahkan dari identitas nasional kita. Kita berbeda tapi kita satu. Ini luar biasa.

Anda memiliki banyak bangsa, banyak suku, banyak agama. Di Ukraina, kami memiliki agama yang berbeda, etnis berbeda, bahkan disebutkan kami memiliki lebih dari 100 etnis di Ukraina. Tidak seperti di sini yang lebih kompleks. Tapi di Ukraina juga sama banyak.

Dalam hal agama, di Ukraina juga agamanya berbeda-beda. Kami memiliki Ortodoks yang berpengaruh, dan tidak ada di Indonesia. Kami memiliki Yahudi, dan tidak ada di Indonesia. Tapi kami tidak memiliki agama Buddha, Konfusianisme, dan Hindu.

Bagaimana dengan Muslim?

Tentu, kami memiliki komunitas Muslim yang besar. Sebenarnya mereka tersebar di seluruh Ukraina, tapi terkonsentrasi di Krimea. Itulah mengapa situasi saat ini menjadi tragedi bagi masyarakat Muslim di negara kami. Ini juga yang membuat saya menyerukan komunitas Muslim Indonesia agar mendukung saudara mereka yang menderita.

Anda tahu, sejarah Krimea sebenarnya sederhana. Tidak sesederhana itu, tapi bisa saya deskripsikan. Tartar Krimea adalah etnis asli Krimea yang hidup di sana selama berabad-abad. Mereka berbeda, bukan Tatar dari Kazan atau Tatar dari Mongolia.

Tatar Krimea memiliki agama sendiri, mereka memiliki bahasa sendiri, arsitektur, tulisan, dan semuanya sendiri. Jadi sangat spesifik.

Semuanya baik-baik saja, mereka berdagang dengan Ukraina daratan karena mereka ada di semenanjung. Mereka berdagang dengan Turki dan yang lainnya. Terkadang ada konflik, normal. Terkadang bersatu melawan yang lain, normal. Tapi mereka tetap di sana, dan semua orang tahu itu. Krimea adalah Tatar Krimea.

Namun pada 1943, Stalin tiba-tiba membuat perintah untuk menyingkirkan semua Tatar Krimea dari Krimea. Dalam beberapa pekan, 100 persen Tatar Krimea tersingkir dari Krimea.

Ke mana mereka (Tatar Krimea) pergi?

Kazakhstan, Uzbekistan, Siberia.

Lalu, mereka (Uni Soviet) memindahkan orang Rusia ke Krimea?

Ya. Jadi Tatar Krimea seperti orang Yahudi. Mereka kehilangan tanah air, mereka tidak punya tanah air. Tanah air mereka tidak ada lagi. Tanah air mereka ada, tapi mereka tidak bisa ke sana.

Apakah mereka (Tatar Krimea) masih ada?

Setelah tahun 1991, setelah kemerdekaan Ukraina, semua (Tatar Krimea) kembali ke Krimea. Tapi ketika itu orang Rusia dari Uni Soviet tinggal di sana, dan mereka tidak menyambutnya (Tatar Krimea).

“Kenapa kalian datang? Apa yang kalian inginkan dari kami? Apakah kalian ingin tanah? Ini adalah tanah kami sekarang.”

Kemudian mereka (Tatar Krimea) mulai tinggal di suatu distrik, yang kondisinya tidak begitu baik untuk hidup. Tapi mereka komunitas besar, sekitar satu juta orang.

Ini cerita yang menarik. Saya belum pernah mendengar ini sebelumnya.

Ini adalah kebenarannya. Dan sekarang, setelah Rusia mengokupasi Krimea tahun 2014, mereka mulai melakukan kekerasan lagi pada (Tatar) Krimea. “Ini bukan tanahmu, pergilah.”

Mayoritas Tatar Krimea pindah ke Ukraina, lari ke Turki, dan ke tempat lain.

Rusia juga melarang adanya Majelis Tatar Krimea, dengan menyebutnya organisasi teroris di parlemen. Puluhan, bahkan ratusan aktivis Krimea, dan jurnalis ditahan di Krimea oleh Rusia, dengan tuduhan terorisme.

Kembali lagi  misi Anda di Indonesia?

Misi kedua adalah, kami memiliki sesuatu yang istimewa untuk ditawarkan pada Indonesia. Saya tidak akan menyebutkan semuanya, tapi seperti ketahanan pangan dan teknologi, karena teknologi Ukraina sangat dibutuhkan dan diinginkan Indonesia. Tapi penting bagi mereka mengetahui bahwa kami benar-benar memilikinya.

Teknologi apa pun, mulai dari pengolahan makanan, militer, bahkan seperti penerbangan, pembangunan kapal, pembuatan mesin, dan lainnya. Semuanya.

Misi ketiga menurut saya sangat penting, edukasi dan pariwisata. Sekarang semua orang tahu Bali, dan semua orang Ukraina ingin pergi ke Bali. Sebaliknya, saya ingin orang Indonesia wisata ke Ukraina, karena di sana sangat indah cantik, dan menarik untuk dijelajah.

Saya ingin pelajar Indonesia pergi ke Ukraina untuk belajar, karena untuk beberapa alasan. Saya masih baru di sini, tapi Anda tahu, ada sekitar 30 ribu pelajar India di Ukraina. Saya tidak melihat perbedannya. Mereka berbicara Bahasa Inggris, orang Indonesia juga bicara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Apa yang mereka pelajari?

Banyak pelajar India mempelajari ilmu kedokteran. Kami memiliki banyak pelajar dari China, Pakistan, Afrika, dan lainnya. Kami punya banyak pelajar dari Eropa dan Amerika Serikat, umumnya belajar musik, opera, seni, dan budaya.

Pelajarannya menggunakan Bahasa Inggris?

Bisa jadi. Ini bukan masalah. Maksudnya pelajar Indonesia dan negara lainnya datang ke Ukraina setelah melakukan persiapan selama satu tahun, mereka belajar Bahasa Inggris dan Ukraina. Setelah itu mereka pergi ke Ukraina. Sebetulnya, (Bahasa Ukraina) mudah untuk dipelajari. Kami memiliki ratusan ribu pelajar di Ukraina.

Dan ini sangat penting, yaitu pendidikan di Ukraina sangat murah. Jadi Anda memiliki pilihan, bayar 2.500 dolar AS atau 25.000 AS per tahun. Itu sangat berbeda.

Saya sangat menyambut pelajar Indonesia.

Apakah ada skema beasiswa?

Tidak ada karena itu sangat murah. Jika Anda belajar di Australia seharga 25.000 dolar AS, Anda bisa mendapatkan program beasiswa untuk mengurangi jumlahnya. Tapi di Ukraina sudah sangat murah, 2.500 dolar AS per tahun. Itu sudah seperti beasiswa.

Dalam hal perdagangan dan investasi, apakah kita memiliki catatan?

Kita tidak memiliki catatan investasi. Sejauh yang saya tahu, ada investasi yang terdaftar tapi sangat kecil karena alasan yang sederhana. Baik Ukraina maupun Indonesia bukan investor besar di dunia. Namun saya pikir, ada prospek yang baik untuk investasi. Saya tahu ada beberapa orang Ukraina yang membuat investasi-investasi kecil di Indonesia. Investasi besar di Indonesia seperti kelapa sawit, sumber daya mineral, logam, dan sebagainya, kemudian pengolahan makanan, serta IT. Banyak orang Ukraina di Bali, mereka melakukan proyek-proyek bagus dari nol.

Jadi ada investasi kecil. Investor adalah orang-orang yang memperhitungkan uang. Jika ada kebijakan yang menarik atau jika kebijakan tidak menarik tapi keuntungannya besar, mereka akan datang.

Sekali lagi, misi saya adalah untuk memperkenalkan lingkungan untuk investor di Ukraina.

Contohnya sangat sederhana. Sekarang Indonesia sedang menghadapi, bukan permasalahan, tapi pertanyaan tentang ekspor kelapa sawit ke Eropa karena satu dan lain hal. Saya tahu ada banyak orang kuat dan kaya di Indonesia, dengan perusahaan-perusahaan swasta. Jika mereka datang ke Ukraina dan membuat investasi kecil untuk mulai proses kelapa sawit ke produk lain, saya tidak tahu apa karena bukan ahlinya. Tapi produk itu bisa diekspor ke Eropa karena Ukraina memiliki zona perdagangan bebas dengan Eropa, bahkan bisa ke Afrika Utara, atau negara-negara bekas Soviet, seperti Belarus, Georgia, mungkin juga Turki. Kami memiliki pasar yang baik.

Untuk mengirim produk dari Ukraina ke misalnya Afrika, itu lebih mudah dibandingkan dari Indonesia. Sederhana. Jadi ini mungkin bisa menjadi jalan, karena Ukraina terkenal dengan tenaga kerja berkualitas tapi tidak mahal. Kami memiliki 65 persen tenaga kerja dari populasi, dengan pendidikan tinggi. Bahkan pekerja atau teknisi di tingkat bawah, mereka memiliki pendidikan tinggi.

Bagaimana dengan perdagangan?

Kita memiliki total perdagangan sebesar 1,2 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Potensi kita jauh lebih besar. Saya tidak berpikir itu sudah baik untuk sebuah negara seperti Indonesia, karena saya ditugaskan untuk meningkatkan ekspor Ukraina ke Indonesia. Tapi saya juga akan mendukung ekspor Indonesia, saya tidak akan sebutkan karena terlalu banyal. Mulai dari buah-buahan hingga tekstil dan obat.

Pengobatan adalah area kerjasama yang sangat bagus. Kita bisa banyak bekerja sama dalam hal ini. Ukraina memiliki sistem yang sangat berkembang untuk pelayanan pengobatan beberapa area spesifik. Contohnya, Anda ingat bencana nuklir Chernobyl? Sejak 1986 hingga saat ini, kami meriset dan mengembangkan obat dan pengobatan untuk mereka yang terkontaminasi nuklir.

Terdampak di Kiev?

Di seluruh Ukraina, di banyak tempat. Jadi tahu bagaimana merawat orang yang terpapar radiasi.

Kami memiliki sistem yang sangat bagus untuk penyakit jantung dan lainnya. Jadi kenapa tidak bekerja sama? Dalam hal perdagangan, saya akan berusaha tingkatkan.

Apa yang Indonesia impor dari Ukraina?

Biji-bijian dan beberapa peralatan, tidak banyak.

Mesin?

Beberapa, tapi tidak banyak.

Peralatan militer?

Tidak banyak. Ini sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 karena dana digunakan untuk penanganan pandemi. Jadi semuanya melambat. Tapi saya harap pandemi akan berakhir dan menjadi endemi sehingga kita lanjutkan.

Pekan lalu saya terinfeksi Omicron. Itu seperti flu. Hari pertama, kedua, ketiga, lalu kembali baik. Minum air, istirahat, minum air, minum vitamin, dan selesai.

***

Mari kita lanjutkan ke isu yang saat ini terjadi. Apakah Anda berpikir Rusia akan menyerang ke Ukraina?

Rusia telah menekan Ukraina selama lebih dari 300 tahun. Mereka tidak akan pernah berhenti. Kami, saya, tidak berpikir Rusia akan berkata, “Baik, pergilah. Kami lelah dengan Ukraina. Urus dirimu sendiri.” Mereka tidak akan pernah melakukan itu.

Bagi Putin, seperti yang ia sampaikan dengan jelas, bencana geopolitik terbesar abad ke-20 adalah runtuhnya Uni Soviet. Bukan Perang Dunia Kedua, bukan Perang Dunia Pertama, bukan rezim Stalin, bukan kejahatan Gulag ketika 10 juta orang meninggal di kamp, bukan kamp Auschwitz, tapi keruntuhan Uni Soviet. Ini adalah posisinya.

Jika dia berpikir runtuhnya Uni Soviet lebih buruk dari Perang Dunia Kedua, apakah dia akan berhenti mencoba membangun kembali semuanya? Tidak.

Dia ingin mengumpulkan negara-negara kembali ke pangkuan Rusia.

Apakah maksud Anda negara-negara anggota Commonwealth of Independent States (CIS)?

Ya, bekas negara-negara Uni Soviet. Dia (Putin) paham telah kehilangan Estonia, Latvia, dan Lithuania selamanya.

Tapi dia paham jika ingin membentuk “Uni Soviet baru” seperti yang ia mimpikan, mungkin tidak apa-apa tanpa Armenia atau mungkin Tajikistan. Namun, tanpa Ukraina tidak bisa menjadi Uni Soviet. Itu sudah pasti. Itu mengapa ia sangat fokus pada Ukraina.

Apakah karena posisi Anda secara geografis?

Karena semuanya, ideologi, tanah, sumber daya, semuanya, dan apa yang ada di dalam kepala.

Mereka (Rusia) selalu mengatakan tidak ada negara seperti Ukraina. Mereka mengatakan itu secara terbuka. Mereka menggambarkan Ukraina sebagai “belum menjadi negara”.

Apakah mereka (Rusia) tidak mengajarkan Ukraina di sekolah?

Tidak, mereka menganggap tidak ada negara Ukraina. Ukraina bukan negara. Ukraina bukan negara yang berdaulat. Ukraina adalah bagian dari Kekaisaran Rusia yang sementara pergi tetapi akan kembali. Itu yang mereka katakan secara terbuka, di mana-mana, di sekolah, di TV.

Ini ideologi mereka. Sehingga Rusia tidak akan pernah berhenti. Apa yang bisa kami lakukan adalah kami harus belajar bagaimana melawan, bagaimana melindungi diri kami, bagaimana bertahan, dan mengumpukan senjata, serta mengumpulkan dukungan dari dunia.

Kenapa saya berusaha mati-matian untuk mendapatkan dukungan dari Indonesia? Karena Indonesia, seperti negara lain di dunia, tahu harga untuk kedaulatan dan kemerdekaan. Dan jika Indonesia bersuara dengan lantang, maka tidak ada negara di dunia yang bisa menolaknya, tidak China, tidak Rusia, tidak Amerika Serikat, tidak Uni Eropa. Itulah mengapa saya mencobanya.

Anda tahu cerita tentang Dmytro Manuilsky dan PBB di tahun 1946? Ketika itu, 1946, sebuah negara yang baru mendeklarasikan diri sebagai negara merdeka, Indonesia, belum memiliki kursi di PBB. Pada 21 Januari 1946, perwakilan Ukraina Uni Soviet, Dmytro Manuilsky, pertama dalam sejarah mengangkat tangan dan menulis surat kepada PBB dan seluruh negara, mengatakan, “Indonesia harus diakui sebagai negara independen, dan tanpa Indonesia, tidak ada keamanan dan perdamaian di kawasan.”

Ini cerita yang terkenal. Kemudian pada 1948-1949, delegasi Ukraina sangat mendorong dan mempersiapkan semua dokumen dan melakukan banyak hal agar Indonesia diakui dan akhirnya duduk di PBB. Jadi kami semacam mengambil peran utama dalam proses ini. Kami sangat bangga.

Tapi cerita ini tidak ada di dalam buku sejarah kami.

Lihat foto ini, “Terima kasih Ukraina dan hidup Manuilsky”. Ini adalah foto orang-orang Indonesia di jalanan. Ketika itu Presiden Soekarno menginisiasi ini. Seluruh Indonesia menunjukkan rasa terima kasih untuk Manuilsky, perwakilan permanen Ukraina untuk PBB.

Ketika itu Ukraina bagian Uni Soviet, tapi kami memiliki perwakilan terpisah.

Setelah Perang Dunia Kedua, Uni Soviet adalah pemenang. Tapi Uni Soviet sangat cerdik. Itu seperti persatuan republik independen. Uni Soviet mengatakan, “Kalian, AS, Inggris, Prancis, dan banyak negara memiliki keanggotaan di PBB. Dan kami, negara besar yang menang dari Hitler dan Nazi, juga menginginkannya. Itu tidak adil.”

Jadi mereka memperkenalkan delegasi Uni Soviet, delegasi Ukraina, dan delegasi Belarus. Tiga delegasi yang mewakili.

Tentu keputusan berasal dari (Soviet), tapi inisiatifnya adalah Ukraina. Jadi kami bisa membuat beberapa langkah.

Jadi Ukraina ada di PBB sejak saat itu?

Ya, tidak berhenti.

Termasuk ketika Uni Soviet hancur?

Ya.

Dan juga Belarusia?

Ya.

Ukraina memiliki bendera di PBB?

Ya. Tapi bukan bendera saat ini. Setiap Republik Sosialis Soviet memiliki bendera sendiri. Jadi kami (Republik Sosialis Soviet Ukraina) memiliki bendera di PBB.

Dan kami memiliki Kementerian Luar Negeri Ukraina saat itu. Tapi hanya menjadi perwakilan PBB di New York, Jenewa, dan Austria.

Saya tidak tahu pasti tentang perwakilan Belarusia, tapi rasanya sama.

Tadi Anda sebutkan, Rusia mengatakan tidak ada negara Ukraina. Dan mereka akan terus mengganggapnya seperti itu…

Ya, mereka akan seperti itu dan kami menyebutnya perang hybrid. Artinya apa? Mereka memberlakukan ancaman langsung seperti militer karena setelah okupasi Krimea, dan kami bertarung di Donbass. Anda tahu, sejak 2014, sudah sebanyak 15.000 tentara Ukraina meninggal dalam konflik. Itu lebih dari tentara Soviet yang meninggal di Afghanistan selama 10 tahun perang. Jadi itu sangat biabab. Jutaan orang juga mengungsi, pindah ke Ukraina, ke banyak tempat.

Kemudian tekanan ekonomi, selalu menekan energi, kami menyebutnya pemerasan energi. Jika Anda tidak mendengarkan kami, kami akan memutus gas, minyak, dan listrik.

Anda masih bergantung pada Rusia dalam hal minyak dan gas?

Ya. Tidak sepenuhnya, tapi di beberapa bagian kami masih membeli dari mereka. Volumenya menurun setiap tahun, tapi sayangnya kami masih membelinya dari Rusia. Dengan semua pemerasan, propaganda media mengatakan tidak ada negara seperti Ukraina.

Ketika mengokupasi Krimea dan Stavospol pada 2014, Rusia mengatakan itu dilakukan karena orang-orang yang tinggal di sana meminta untuk dilindungi.

Mereka harus punya alasan, itu sangat sederhana. Apa yang mereka lakukan sama seperti di Donbass. Provokator mengatakan, “Putin tolong datanglah karena kami ditekan oleh orang Ukraina.”

Itu kemudian menjadi undangan bagi Rusia?

Itu adalah provokasi yang sudah dilatih dengan baik. Kami semua memahami ini.

Sekarang saya paham cerita mengenai Tatar Krimea. Mereka mengosongkan daerah tersebut lebih dulu, mereka tempatkan orang lain di sana, dan…

Ya, sangat sederhana. Seorang tokoh terkenal Ukraina ditanya oleh media, “Apakah Anda takut jika orang Ukraina barat datang ke wilayah Anda?” Dia jawab, “Tidak, saya takut Rusia datang untuk menyelamatkan saya dan melindungi saya. Itu yang saya takut. Saya tidak ingin perlindungan seperti itu.”

Sebuah film yang saya tonton sudah lama sekali judulnya “Battleship Potemkin”, apakah itu terjadi di Kiev?

Itu salah satu film lama. Tidak, itu di Odessa, selatan Ukraina.

Ketika itu, Ukraina sudah independen?

Ketika itu, Ukraina independen untuk waktu yang sangat singkat, hampir dua tahun, antara 1918 sampai1920. Kami bahkan memiliki kedutaan di mana-mana, tetapi setelah itu Bolshevik datang.

Ketika Anda ingin memperkenalkan Ukraina kepada masyarakat Indonesia, saya pikir satu hal yang penting adalah orang Indonesia lebih mengenal Rusia. Jadi apakah itu menjadi tantangan bagi Anda?

Itu tantangan besar. Saya tidak bisa mengatakan saya mengerti sejarah Indonesia, tapi saya membaca dan mengerti bahwa pada era 1940an, 1950an , dan 1960an, ada hubungan baik antara pemimpin Uni Soviet dan Indonesia, dengan semua pertukaran dan lain sebagainya. Masih ada orang yang mengingatnya dan bahkan berpartisipasi dalam proses itu, dan sebagainya.

Anda tahu, kebijakan Rusia sangat baik di era Uni Soviet. Semua hal baik adalah Rusia. Umumnya, ketika orang mengetahui tentang Uni Soviet, mereka berpikir tentang Rusia. Negara lain? Tidak ada.

Bisakah Anda jelaskan tentang CIS?

Tidak ada lagi hal seperti CIS saat ini. Tapi minionnya (sekutu) Putin selalu mengatakan, ini adalah kesalahan besar dari Boris Yeltsin, bahwa dia membiarkan kami pergi.

Itu yang Putin katakan?

Ya, Putin dan minion-minionnya mengatakan ini adalah kesalahan besar. Tapi mereka semua menyebut ini sementara. “Biarkan mereka bermain sebentar. Lalu mereka akan paham bahwa tanpa Rusia, mereka bukan apa-apa, dan mereka kembali.”

Jadi mereka membentuk Commonwealth of Independent States (CIS). Tapi itu tidak pernah hidup, tidak pernah berjalan, tidak ada kerjasama ekonomi, tidak ada kerjasama militer, lebih pada kerjasama antarparlemen.

Jadi Ukraina tidak menjadi bagian dari negara-negara CIS?


Kami pernah menjadi bagian sebelum perang 2014.

Negara-negara CIS lainnya, apakah mereka bergantung pada Rusia?

Tidak. Anda tahu apa yang dilakukan Rusia? Setiap kali Rusia datang, yang tertinggal hanya kejahatan, tidak ada kebaikan.

Contohnya, kami pernah memiliki hubungan perdagangan yang baik dengan negara-negara Asia Tengah, seperti Kazakhstan, Uzbekistan. Kami memiliki nilai perdagangan yang besar. Sekarang, Rusia memblokir transportasi. Kami tidak bisa mengirimkan barang karena tidak memiliki akses.

Turkmenistan, sekutu dan mitra baik kami. Kami pernah mengimpor banyak gas dari Turkmenistan, tapi kemudian Rusia mengatakan, “Tidak ada lagi ekspor gas Turkmenistan ke Ukraina. Kami membeli gas Anda untuk berapa pun harganya, dan menjualnya ke Ukraina sebagai milik kami.” Itu harganya tiga hingga sepuluh kali lipat. Itulah yang mereka lakukan.

Secara fisik, mereka memblokir komunikasi kami. Bahkan Armenia. Semua orang menganggap Armenia adalah minion dari Rusia, yang bergantung sepenuhnya pada Rusia dalam hal apa pun. Dalam pertarungan Azerbaijan dan Armenia, Rusia tidak memindahkan pasukannya untuk membantu. Apa yang terjadi?

Rusia menjual senjata, baik ke Armenia dan Azerbaijan. Semua senjata yang sama. Di sini dua pesawat tempur, di sana dua pesawat tempur. Di sini tiga rudal, di sana tiga rudal. Anda tidak bisa berteman dengan Rusia. Tidak bisa.

Bagaimana situasi saat ini? Apakah mereka (Rusia) menarik pasukan?

Sejauh yang saya tahu, dalam level tertentu mereka mendeklarasikan akan menarik pasukan. Tapi itu bukan penarikan pasukan karena mereka mengatakan akan memindahkannya ke tempat lain.

Mereka mengatakan akan menyelesaikan latihan militer dan memindahkan pasukan ke seluruh negara. Kementerian Luar Negeri mengatakan, “Kami senang mendengarnya, tapi kami ingin melihatnya. Tunjukanlah, karena kami tidak mempercayai Anda.” Semua yang mereka katakan adalah kebohongan.

Anda tahun frasa “diplomat adalah orang yang dikirim ke luar negeri untuk berbohong atas nama negaranya” kan? Jadi, itu adalah motto dari diplomat Rusia. Mereka datang dan berbohong.

Saya baru baca wawancara Anda dengan Lyudmila Vorobieva, tetangga saya. Dan ia mengatakan hal konyol seperti, kami mengetahui apa itu perang karena kami kehilangan 27 juta orang selama Perang Dunia Kedua. Lalu bagaimana dengan 10 juta orang Ukraina? Bagaimana dengan 6 juta orang Belarusia?

Mereka mengatakan mereka adalah pemenangnya, apakah iya? Maksudnya perang datang melalui Belarus dan Ukraina, dua kali, dari arah sini dan arah sana, seperti memukul segala hal. Tapi pemenangnya adalah Rusia, bagaimana bisa? Apa maksudnya?

Maksud Anda, 10 juta orang Ukraina meninggal selama Perang Dunia Kedua?

Setiap satu dari enam orang Ukraina meninggal selama Perang Dunia Kedua, dan setiap satu dari tiga orang Belarus. Jadi mereka hampir punah.

Kemudian sekarang ini mereka mengatakan, “Kami memindahkan pasukan kami dari perbatasan. Jadi orang lain tidak perlu ikut campur karena ini adalah teritori kami.” Lalu muncul perkataan lainnya, “Tapi Ukraina melakukan militerisasi. Ukraina mendapatkan senjata.”

Kami mendapatkan senjata untuk melindungi diri di perbatasan kami. Mengapa Anda peduli tentang hal ini?

Jika kita berbicara tentang Rusia, kita tidak boleh menyebut (militerisasi). Tapi jika berbicara tentang Ukraina, sebaliknya.

Maksud saya, tidak normal ketika Anda mengonsentrasikan pasukan sebanyak itu di perbatasan, dan mengatakan setiap hari, “Jika Anda mencoba memperluas NATO, lihat apa yang bisa kami lakukan.”

Siapa yang mengontrol Krimea dan Stavospol?

Rusia.

Mereka ada di sana?

Ya. Mereka memproklamirkannya sebagai teritori Rusia. Kami menyebut Krimea dan Stavospol sebagai teritori yang untuk sementara diokupasi. Dan mereka menyebutnya sebagai bagian Federasi Rusia.

Bagaimana reaksi orang-orang di sana?

Ini isu yang kompleks karena banyak orang yang meninggalkan Krimea.

Maksud Anda setelah 2014?

Ya, mereka meninggalkan Krimea ke Ukraina, jadi mereka tinggal di Ukraina saat ini. Saya tidak 100 persen tahu, karena saya melihat berbagai laporan dan mereka tidak senang dengan hal ini. Tapi saya tidak bisa ke sana dan melihatnya sendiri.

Rusia mengatakan bahwa pada 2014 ada referendum, dengan lebih dari 90 persen orang memilih bersama Rusia…

Saya punya sebuah video seorang laki-laki di Rusia berjalan di jalanan dan mengatakan, “Saya 36 tahun, saya bekerja 16 jam sehari, saya punya tiga anak, saya memiliki tiga perusahaan, tapi saya punya waktu untuk anak, teman, dan istri saya. Saya main voli, berenang 3 kilometer setiap hari, dan berlari 15 kilometer sehari. Anda tahu, semua mudah jika Anda berbohong.”

Maksud saya, ya ada referendum. Kami melihat referendumnya. Apa yang terjadi adalah mereka ambil orang-orang di pesisir, Sevastopol dan Simferopol, yang mayoritas, bisa saya katakan, pro-Rusia. Orang-orang itu datang untuk pemungutan suara, mereka memilih untuk meninggalkan Ukraina.

Tapi di tempat-tempat lain yang kami ketahui, seperti orang-orang sebut, “Jika kalian memilih Rusia, kalian mendapatkan uang, kentang, bubur. Tetapi jika tidak, kalian harus pergi dari Krimea karena kami akan mengingat kalian dan kalian akan sulit.”

Kami menyebutnya referendum di bawah senjata. Itu sama seperti referendum atau pemilihan di Donbass, ketika pasukan berseragam hijau dengan senjata dan mengatakan, “Jangan coba-coba untuk memilih lawan.” Kemudian mereka memberikan hak suara. Sebelum mereka memasukkannya ke box, mereka harus menunjukkan terlebih dulu.

Itu didokumentasikan, ada video dan semuanya. Ketika itu, mereka tidak begitu paham tentang itu, jadi tidak ada yang peduli. Mereka kemudian mabuk kemenangan, mengambil alih Krimea.

Pertanyaan sederhana, apa arti warna pada Bendera Ukraina?

Anda ingin jawaban filosofis atau ilmiah?

Keduanya.

Jawaban filosofis, biru artinya langit dan perdamaian, kuning adalah kebun gandum. Itu artinya. Jadi pekerjaan yang damai dan langit yang damai. Ukraina adalah pemasok biji-bijian untuk seluruh Eropa in adab ke-19 abad ke-20.

Jawaban ilmiah lebih kompleks karena sampai saat ini tidak ada yang tahu. Tapi warna-warna dan trisula yang menjadi simbol kami, mereka muncul sejak 1.000 atau 500 tahun yang lalu. Artinya warna Viking, orang-orang utara datang ke selatan. Ketika itu, raja dari utara datang atas undangan, “kami tidak bisa memerintah, datanglah dan atur kami, karena kami tidak bisa terus bertempur.”

Bendera Swedia juga memiliki warna yang sama tapi berbeda. Kemudian trisula itu awalnya dari coin era Rus Kiev, seperti tanduk yang menjadi simbol partai penguasa di Indonesia, yang merupakan simbol Viking yang berarti kuat. Kemudian muncul satu tanduk lagi.

Ini sesuatu yang saya baca, dan mungkin ini kebenarannya. Tapi ada banyak legenda dan cerita, jadi tidak 100 persen bisa dipercaya. Tapi jika Anda melihatnya, ini sangat unik. Saya sangat menyukainya, karena sangat sederhana, sangat kecil tidak ada yang perlu ditambahkan atau dikurangi. Tidak seperti di Rusia yang memiliki elang dengan dua mahkota tanpa arti. Saya sangat bangga. []

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s