Ilham Bintang

Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat

SAYA termasuk orang yang senang meluapkan kegembiraan dan ikut  bahagia setiap kali ada sejawat wartawan menulis buku. Buku adalah mahkota wartawan, kata ungkapan klasik.

Tetapi tidak banyak wartawan yang bisa menulis buku. Ini memang bukan perkara mudah. Banyak teman wartawan yang terlalu sibuk dalam karier jurnalistik sampai akhir hayat lupa menulis buku.

Selagi masih reporter sibuk dengan agenda pemberitaan. Meliput peristiwa, mengumpulkan bahan,  kemudian menuliskannya. Satu hari  bisa enam sampai tujuh berita. Memburu sendiri berita ke sana kemari sampai berdebu baru balik kantor. Dan, subuh baru tiba di rumah. Setiap hari.

Dahlan Iskan

Ketua Umum Serikat Penerbit Surat Kabar

SETIAP terjadi gejolak, wartawan bergolak. Dalam hatinya. Ingin terjun ke pergolakan itu. Melaporkan dari tangan pertama. Apa yang terjadi di sana.

Itulah yang dialami Teguh Santosa. Wartawan Rakyat Merdeka. Yang masih muda. Yang darah wartawannya terus bergolak.

Tahun 2001 Teguh nekat ingin ke Afghanistan. Meliput perang di sana. Tapi lewat mana? Lewat Pakistan? Lalu ke Peshawar? Masuk perbatasan?

Di situlah gejolak paling brutal. Mungkin sulit juga lewat Pakistan. Saya baca novel-novel tentang Afghanistan. Termasuk kisah penyelundupan manusia di perbatasan Peshawar itu. Menegangkan. Mengharukan.

Rudiantara

Menteri Komunikasi dan Informatika (2014-2019)

PADA era yang disebut-sebut sebagai era post-truth saat ini, informasi menjadi senjata untuk menguasai. Pada era post-truth, informasi digelontorkan bertubi-tubi agar menjadi opini, tak peduli benar atau salah. Pada gilirannya, opini masyarakat atau seseorang terbentuk hanya oleh saking intensnya sebuah informasi terpapar, bukan oleh faktual atau tidaknya informasi tersebut.

Pada masa lalu penulisan sejarah mungkin relatif lebih sederhana justru karena terbatasnya informasi yang harus diseleksi. Hari ini, kita tidak dapat membayangkan akan ditulis jadi seperti apa sejarah kita kelak, mengingat banjir informasi sekarang ini juga membawa serta banjir hoaks atau kabar bohong di dalamnya.

Oleh sebab itu, salah satu cara paling pas menurut saya adalah dengan bersama-sama memerangi hoaks melalui pasokan informasi yang benar dan konten yang positif di dunia maya. Memang kegiatan penanggulangan hoaks seperti ini adalah kegiatan yang sangat menguras energi, terutama bagi bangsa yang sebetulnya sedang lebih butuh memfokuskan energinya untuk mengejar banyak ketertinggalan seperti bangsa kita, namun kita harus melewatinya bersama-sama.

Oleh sebab itu saya mengapresiasi setiap upaya untuk memenuhi dunia ini dengan informasi yang sahih, detil, dan faktual seperti yang disampaikan oleh Mas Teguh Santosa ini. Karena latar belakangnya yang wartawan, maka tulisan yang umumnya becerita tentang Afganishtan ini mengalir dengan runtut, enak dibaca, namun tidak kehilangan detil-detil yang memperkuat posisi tulisan ini sebagai kaya jurnalistik yang berbobot.

Indonesia memiliki modal yang cukup untuk tumbuh menjadi bangsa dan negara terpandang di dunia. Founding fathers Indonesia merajut rasa kebangsaan di atas penderitaan hidup di bawah penjajahan bangsa asing, dan mendirikan negara untuk melindungi dan mensejahterahkan rakyat.

Setelah kemerdekaan diproklamasikan, rakyat Indonesia melanjutkan hidup sebagai satu bangsa yang sama. Perkawinan dan berbagai bentuk hubungan kekerabatan dan pertemanan membuat rajutan kebangsaan itu semakin kuat.

“Ketika Wartawan Membingkai Konflik”
Hari: Kamis, 20 Desember 2018
Pukul: 14.00 – 16.00 WIB
Tempat: Press Room, Nusantara III, Senayan

279ba3ee-0611-4ef7-86f3-d55dd555fc7a

Dalam sebuah pertemuan antara pimpinan media grup kami dengan Prabowo di Hambalang menjelang Pilpres 2014, saya menjadi penanya atau komentator kedua.

Saya katakan pada Prabowo, bahwa saya tidak menyangka ia akan menyampaikan hal-hal yang disampaikannya dalam presentasi itu.

dinasti-rente

Persoalan politik rente di Indonesia sudah lama menjadi keprihatinan kalangan akademisi dan aktivis pro demokrasi.

Di era 1990an yang lalu Prof. Arief Budiman dalam salah satu bukunya yang berjudul Negara dan Pembangunan memperlihatkan bukti-bukti yang membuat proses pembangunan di Indonesia tersendat-sendat, tidak berkeadilan dan me­nyisakan jejak kesenjangan yang luar biasa.

0816624372big

READING James Ferguson’s The Anti-Politics Machine: “development,” depoliticization and bureaucratic power in Lesotho (2005) reminds me of what the global developmentalist regime has done in Indonesia from the second half of 1960s until recent time; even though these two countries have different characteristics in many ways.

Nevertheless Ferguson’s presentation tells how the idea of developmentalism being spread through out what is then called and categorized the third world, developing, or under developed countries mostly in Africa and Asia. This idea has been used as political banners to widen and strengthen the developed countries’ power in the regions.

JAMES C. Scott’s Domination and the Arts of Resistance: Hidden Transcript deals with conflicting circumstances between the powerful and powerless group, between colonizer and colonized people, between the rulers and the ruled.

INDONESIAN study was directly and indirectly shaped by dynamic of the conflict between the West-capitalist and East-communist blocks throughout the Cold War drama.

339.jpg

THIS is a colorful, sparkling, and rich narratives of how an imagination of a particular nationality, society, and polity has been assembled, shaped, campaigned and delivered by the radicals and avant-garde persons, scholars and political activists among the colonized people during the second half of the nineteenth century in an archipelago that later become the Philippines.

TENTU seorang perempuan istimewa telah melahirkan Barack Obama—presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat. Dan buku ini memperlihatkan satu sisi perempuan berkulit putih yang bernama Stanley Ann Dunham itu.

SUKSES Barack Husein Obama Jr dalam pemilu presiden AS membuat apa pun di sekitar dirinya menarik, termasuk buku Peasant Blacksmithing in Indonesia: Surviving and Thriiving Against All Odds yang diterjemahkan menjadi Pendekar-Pendekar Besi Nusantara. Demikian juga buku yang ditulis Barack Obama sendiri yang berjudul Dreams from My Father yang juga menyebut sosok S. Ann Dunham, ibundanya.

viewimagephp

Dikutip dari Mizan.

Penulis : S. Ann Dunham (Ibu Barack Obama, Presiden Terpilih AS)
Tebal : 220 halaman
Penerbit : Mizan Pustaka
Harga : Rp 44500.00
ISBN : 978-979-433-534-5

“Aku tahu ibu adalah orang yang paling baik, paling murah hati, dan aku berutang budi kepadanya untuk hal-hal terbaik pada diriku.”
-Barack Obama, tentang Ann Dunham, ibunya, dalam Dreams from My Father

KALI ini saya ditemani Amartya Sen. Ekonom yang juga filsuf, peraih Nobel 1998 untuk bidang ekonomi.

ENOLA GAY tiba kemarin pagi. Di halaman pertama saya menemukan tandatangan sang penulis, Paul W. Tibbets, tertanggal 9-12-02 dengan tinta biru.

Saya sedang terburu-buru dan tak punya banyak waktu. Maka di lobby Hale Manoa saya bolak-balik halaman demi halaman, meneliti daftar isi, lalu membaca bab paling akhir: 44 Epilog.

Black Hawk Down

BAGI Anda yang (ingin) gemar mengintervensi konflik perlulah kiranya membuat peta konflik secermat dan sedetil mungkin.

NATIONALISM is acknowledged as an outcome of historical aspect of human being. In his monumental book “The Idea of Nationalism” (first published in April 1944), historian and philosopher Hans Kohn underlines that as a state of mind and an act of consciousness, nationalism is the product of the growth of social and intellectuals’ factors at certain stage of history.

SANKARAN Krishna tampil sebagai pembicara pada sesi ketiga untuk mata kuliah POLS 600 tentang metode ilmu politik, Selasa malam (4/9). Sejak seminggu sebelumnya kami disarankan membaca dua tulisan Krishna, yakni “The Bomb, Biography and the Indian Middle Class” yang dimuat di jurnal Economic and Political Weekly, 10 Juni 2006, dan “The Social Life of Bomb: India and the Ontology of an ‘Overpopulated’ Society”.

a03_0RTRMNQW

Jepang akhirnya menyerah kalah tanpa syarat pada Sekutu. Perang Dunia Kedua sungguh telah memporakporandakan negara itu. Pengakuan kekalahan disampaikan Kaisar Hiroito pada 15 Agustus 1945, setelah dua kota penting Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, hancur lebur oleh bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat pada 6 dan 9 Agustus 1945.

ARTIKEL ini dikutip dari buku “Human Rights Violation by The United States of America” yang dikeluarkan pada 2007 oleh Departemen HAM—Kementerian Politik Luar Negeri, Iran.

Knowledge, Power and Islam in the western media
IF knowledge is power then those who control the modern western media (visual and print) are most powerful because

KATA banyak orang: semakin marah, Michael Moore semakin lucu dan tajam. Itu betul.

runtuhnya-majapahit

SUATU hari di tahun 1475, tak kurang dari 1.000 tentara Demak yang dipimpin Jin Bun menyerang Semarang.

Mereka bagai gelombang raksasa, melumat apapun yang dilalui, menghancurkan banyak bangunan dan memaksa keturunan Tionghoa non-Muslim di Semarang lari tunggang langgang. Tak perlu waktu lama bagi Jin Bun menaklukkan kota itu.

COEN Husain Pontoh adalah satu dari sekian aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang ditangkap dan dipenjarakan di Surabaya antara 1996 hingga 1998.

rayni-massardie1

RASANYA tak berlebihan bila kita menyebut Pemilu 2004 lalu, sejauh ini, adalah pemilu paling kolosal di atas muka bumi.

1421

KATA sejarah, Amerika ditemukan Christopher Columbus, seorang pelaut yang lahir di Genoa, Italia, dari keluarga tukang kayu dan perajin wol. Tanggal 3 Agustus 1492, di usia ke-41, Columbus memimpin rombongan besar yang terdiri dari tiga kapal, Nina, Pinta dan Santa Maria.