Saat Amerika dan China Berada di Ambang Perangkap Thucydides

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

PEKAN lalu saya diundang menjadi penguji naskah tesis S-2 seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Secara ringkas, tesis itu menguji pendekatan dua presiden AS, Donald Trump (2017-2021) dan Joe Biden (2021-2025) menghadapi upaya China mencuri perhatian di kawasan Indo-Pasifik. Trump menggunakan pendekatan offensive realism, sementara Biden mempraktikkan defensive realism dan hybrid realism.

Continue reading “Saat Amerika dan China Berada di Ambang Perangkap Thucydides”

Menolak Ekstra-teritorialitas AS di Kuba, Utamakan Stabilitas Karibia

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

WASHINGTON DC kembali memperketat tekanan terhadap Kuba melalui perintah eksekutif yang ditandatangani pada 1 Mei 2026. Langkah terbaru ini memperluas cakupan sanksi dengan tingkat ekstrateritorialitas yang belum pernah diterapkan sebelumnya, menyasar langsung perusahaan dan bank yang memiliki keterkaitan dengan negara pulau itu.

Continue reading “Menolak Ekstra-teritorialitas AS di Kuba, Utamakan Stabilitas Karibia”

Ujian bagi Konferensi Peninjauan NPT 2026

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

KONFERENSI Peninjauan NPT (Traktat Non-Proliferasi Nuklir) tahun 2026 berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang belum pernah terlihat sejak Perang Dingin. Agenda utamanya tetap sama: mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong perlucutan senjata, dan memastikan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Continue reading “Ujian bagi Konferensi Peninjauan NPT 2026”