Klaim sejarah yang selalu digunakan pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk mendukung klaim mereka atas perairan yang dinamakan Laut China Selatan sangat tidak relevan.
Faktanya, Perang Dunia Kedua yang berakhir di tahun 1945 telah mengubah lanskap politik dunia. Gerakan kebangsaan dan negara-negara baru yang lahir pada era dekolonisisai mendapat tempat yang pantas dalam sistem internasional.
Insiden di udara Asia Timur yang terjadi kemarin (Selasa, 23/7) tidak hanya melibatkan jet tempur Korea Selatan dan sebuah pesawat pengintai Rusia, tetapi juga melibatkan pesawat China dan Jepang.
Insiden terjadi di atas Pulau Dokdo atau Pulau Takeshima yang masih diperebutkan Korea Selatan dan Jepang.
Ambisi Republik Rakyat China (RRC) mendominasi perekonomian kawasan bahkan dunia dengan gagasan One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI) akhirnya menjadi persoalan tersendiri dalam kontestasi politik di banyak negara Asia, termasuk di Indonesia.
Pengamat politik Asia Timur yang juga wartawan CNN James Griffiths dalam kolomnya kemarin (Jumat, 5/4) menguraikan sejumlah fakta yang memperlihatkan betapa sikap “anti-RRC” tengah menjadi trend yang berkembang di banyak negara Asia.
Kalendar tahun 2019 pada sistem penanggalan Gregorian yang biasa kita gunakan sama dengan kalendar tahun 1895. Tanggal 1 Januari 2019 dan 1895 sama-sama jatuh pada hari Selasa. Begitu juga dengan tanggal 31 Desember sama-sama jatuh pada hari Selasa. Kedua tahun yang berjarak 124 tahun itu sama-sama bukan tahun kabisat.
TIONGKOK merupakan negara multisuku dan multiagama. Hak-hak kebebasan beragama dan kepercayaan warga negara Tiongkok dijamin Undang-undang Dasar. Pemerintah Tiongkok, berdasarkan peraturan dan perundang-undangan, memberikan perlindungan kepada setiap warga negaranya, termasuk Muslim suku Uighur di Xinjiang untuk menjalankan kebebasan beragama dan kepercayaan.
Termasuk
suku Uighur, ada 10 suku di Xinjiang yang mayoritasnya menganut agama Islam,
dengan jumlah penduduk sekitar 14 juta.
Ada
24,4 ribu masjid di wilayah Xinjiang, atau sekitar 70 persen dari jumlah total
masjid di seluruh Tiongkok, jumlah masjid per kapita berada di jajaran terdepan
di dunia. Jumlah ulama ada 29 ribu orang, sekitar 51 persen dari jumlah total
di seluruh negara. Di Xijiang, ada 103 ormas agama Islam, mengambil porsi 92%
dari seluruh ormas agama di Xinjiang. Didirikan pula beberapa pesantren dan
madrasah.
Setiap
tahun, pemerintah lokal menyelenggarakan ribuan Muslim menunaikan ibadah haji
ke Mekkah dengan menggunakan charter flight dan menyediakan staf dokter,
tukang masak, pemandu, penerjemah dan sebagainya untuk memberikan layanan
sepanjang perjalanan. Kitab Suci Al Quran dan serangkaian koleksi dari Al-Sahih
Muhammad Ibn-Ismail al-Bukhari telah diterjemahkan dan dipublikasikan dalam
bahasa Mandarin, Uighur, Kazak, Kirgiz dan bahasa lainnya di Tiongkok.
Akibat
pengaruh ekstremisme keagamaan internasional, ekstremisme keagamaan telah
tumbuh dan menyebar luas di Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir ini. Oknum
ekstremis dan teroris telah merancang dan melakukan tindakan kekerasan dan
teror sebanyak ribuan kali di Tiongkok, termasuk kerusuhan tanggal 5 Juli 2009
di Urumqi yang mengakibatkan 197 korban jiwa dan lebih dari 1700 orang teluka;
serangan teror di stasiun kereta api Kunming pada tanggal 1 Maret 2014 yang
mengakibatkan 31 orang tewas dan 141 orang terluka.
Selain
itu, mereka juga merancang dan melaksanakan sejumlah tindakan kekerasan dan
teror yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian harta benda yang luar biasa
besarnya, antara lain serangan kekerasan dan teror di Urumqi pada 22 Mei 2014,
di Shanshan pada 26 Juni 2013, di Shache pada 28 Juli 2014, di Baicheng pada 18
September 2015.
Masyarakat
dari berbagai suku di Xinjiang sama-sama merasa marah dan mengecam kejahatan
teroris. Dalam surat kepada pemerintah daerah oleh anak seorang polisi Uighur
yang gugur saat menjalankan tugas, berbunyi bahwa saya berharap Pemerintah
dapat secara tegas memberantaskan tindak pindana kekerasan dan teror sampai
tuntas supaya tidak ada anak lagi yang membesar tanpa pendampingan ayahnya.
Terorisme
dan ekstremisme adalah musuh manusia.
Dengan
menyerap pengalaman komunitas internasional dalam melawan terorisme, Tiongkok
telah mengambil serangkaian langkah deradikalisasi. Di sebagian daerah di
Xinjiang, sejumlah penduduk masih kurang menguasai bahasa mandarin, kesadaran
dan ilmu pengetahuan hukum terbatas, keterampilan kerja mereka pun tidak
memadai untuk mendapatkan kerja sehingga sangat rentan akan penghasutan dan
instigasi oleh terorisme dan ekstremisme.
Berdasarkan
situasi ini, pemerintah daerah menyediakan program pelatihan dan pendidikan
vokasi gratis kepada sebagian orang yang terdampak oleh pemikiran ekstremisme.
Konten pelajarannya adalah bahasa mandarin, ilmu pengetahuan hukum,
keterampilan kerja dan pendidikan deradikalisasi.
Kursus
yang disediakan oleh lembaga pelatihan dan pendidikan vokasi itu termasuk
produksi pakaian dan topi, pengolahan makanan, perakitan produk elektronik,
tipografi dan pencetakan, e-commerce dan lain-lain. Para pelajar dapat
mengambil satu atau dua kursus sesuai dengan keinginan dan kondisi diri
sendiri. Selama masa pelatihan, para pelajar dibayar gaji. Kebiasaan kehidupan
normal mereka dihormati dan dilindungi berdasarkan latar belakang eknis dan
agamanya.
Setelah
para pelajar lulus, institut ini akan merekomendasikannya kepada perusahaan
lokal sesuai dengan keterampilan kerja mereka, supaya para lulusan mendapat
pekerjaan dan menjadi kaya. Praktek ini membuktikan bahwa pelatihan vokasional
merupakan tindakan efektif di Xinjiang untuk menghapuskan lingkungan dan tanah
terorisme dan ekstremisme, dan juga mencegah kejahatan kekerasan dan teror.
Hingga
saat ini, tindakan antiteroris komprehensif di Xinjiang telah mendapat hasil
nyata. Selama 21 bulan ini, tak pernah terjadi serangan teroris dan kekerasan
di Xinjiang, jumlah perkara tindak pidana dan gangguan keamanan umum menurun
secara drastis. Kondisi keamanan umum di Xinjiang membaik signifikan,
penyebaran ekstremisme keagamaan terkendali efektif. Stabilitas sosial
mempercepat pembangunan ekonomi.
Pertumbuhan
PDB Xinjiang pada tahun 2017 mencapai 7.6 persen. Pada bulan Januari sampai
September tahun ini, Xinjiang mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara
sebanyak 132 juta orang,
bertumbuh 40 persen dibandingkan waktu sama tahun yang lalu.
Sekarang
Xinjiang semakin indah dan aman. Penduduk setempat tak perlu takut-menakut
lagi, bisa berjalan-jalan, belanja, makan bersama dan bertamasya dengan tenang
hati. Kepercayaan beragama setiap suku di Xinjang termasuk Uighur dilindungi
pemerintah dengan lebih baik.
Tiongkok dan Indonesia merupakan tetangga baik, teman baik dan mitra baik. Kita selalu saling mendukung dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan besar masing-masing. Kami yakin bahwa jika telah diketahui keadaan nyata Xinjiang, teman-teman Indonesia akan lebih memahami dan mendukung tindakan yang diambil pemerintah Tiongkok untuk memerangi terorisme dan ekstremisme, menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat di Xinjiang. Dalam beberapa tahun ini, Kedutaan Besar Tiongkok terus-menerus menulis artikel di media Indonesia untuk memperkenalkan keadaan Xinjiang, mengundang tokoh-tokoh agama dan jurnalis Indonesia untuk berkunjung ke Xinjiang dan provinsi-provinsi yang lain. Seperti apa yang mereka lihat, penduduk Xinjiang dari berbagai suku dan muslin lain di Tiongkok sedang hidup dan bekerja dengan bahagia. Kami menyambut lebih banyak teman-teman Indonesia mengunjungi, melihat dan mengenal Tiongkok yang nyata. []
KEDUA matanya berkaca-kaca, suaranya terdengar berat. Sekuat tenaga ia menahan emosi agar air matanya tidak jatuh menetes. Raut wajah wanita berusia 29 tahun itu menyiratkan rasa ketakutan yang amat sangat saat bercerita tentang penyiksaan dan penderitaan yang dialaminya di tanah airnya sendiri, Uighur-Xinjiang, Republik Rakyat China.
Wanita itu bernama Mihrigul Tursun. Dibantu seorang penerjemah, Tursun berbicara di hadapan National Press Club di Washington, Amerika Serikat, akhir November lalu mengenai penyiksaan yang dia alami di kamp pendidikan politik di Xinjiang.
Tursun lahir di Uighur, Daerah Otonomi Uighur Xinjiang (XUAR). Beberapa tahun lalu ia ke Mesir untuk belajar bahasa Inggris. Di negeri Cleopatra itu pula Tursun bertemu dengan pria yang kelak menjadi suaminya. Dari pernikahan ini, Tursun melahirkan bayi kembar tiga.
BERBAGAI program kerjasama yang ditawarkan Republik Rakyat China (RRC) mesti dipelajari dengan lebih teliti. Sepintas, China seakan menawarkan kerjasama yang saling menguntungkan.
TERLEPAS dari berbagai kontroversi yang berkembang di tengah masyarakat, Indonesia diyakini dapat memanfaatkan kebijakan One Belt One Road (OBOR) yang dipromosikan pemerintah Republik Rakyat China (RRC) kepada negara-negara di kawasan. Continue reading “Indonesia Sentris: Quo Vadis”
REVOLUSI Xinhai di tahun babi besi 1911 yang dipimpin DR. Sun Yat-sen mengakhiri era kekaisaran China. Menyusul kemenangan revolusi kaum nasional itu, Republik China pun diproklamasikan pada 1 Januari 1912.
Forum Wartawan OBOR diharapkan tidak sekadar menjadi alat kepentingan Republik Rakyat China (RRC) untuk mendominasi kawasan dan negara-negara yang menjadi partner China dalam Inisiatif One Belt One Road (OBOR).
Kalangan akademisi menyambut baik inisiatif pemerintah membuat peta baru wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peta baru itu dipandang sebagai upaya pemerintah membentengi kedaulatan dan menegakan kewibawaan negara dalam berinteraksi dengan negara-negara tetangga terdekat, dan menciptakan kepastian hukum internasional. Continue reading “Teguh Santosa: Istilah Laut Natuna Utara Brilian”
AMBISI Republik Rakyat China (RRC) mengembangkan jalur sutra baru yang disebut One Belt One Road (OBOR) dinilai sebagai sebuah imajinasi yang dibangun di atas kepentingan diri sendiri. Karena itu, imajinasi ini cepat atau lambat akan kandas di tengah jalan. Continue reading “Bermasalah dengan Banyak Negara, Ambisi Obor China Sulit Terlaksana”
Ketegangan di Semenanjung Korea dan Asia Timur memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melucuti Korea Utara dengan atau tanpa melibatkan Republik Rakyat China.
Masyarakat pers Indonesia dan China atau Tiongkok mesti berperan di garda terdepan dalam meningkatkan dan memperkuat hubungan baik kedua negara. Perusahaan pers yang profesional dan wartawan yang kompeten di Indonesia dan Tiongkok merupakan jembatan yang baik untuk mempertemukan berbagai kepentingan kedua negara yang menguntungkan rakyat Indonesia dan China. Continue reading “Wartawan Indonesia dan China Kembangkan Kerjasama”
Umat Muslim di Tiongkok menghadapi tiga musuh utama yang hanya dapat diatasi dengan cara bahu membahu bersama umat agama lain di negeri komunis itu.
Di saat bersamaan ormas Islam juga berperan besar sebagai ujung tombak dalam mengembangkan sikap patriotisme di kalangan umat Muslim.
Masyarakat Muslim Tiongkok diajarkan bahwa mencintai agama sama dengan mencintai negara.
“Islam hanya bisa berkembang dengan baik bila negara stabil dan ekonomi tumbuh,” ujar Ketua Perhimpunan Masyarakat Muslim di Shanghai, Tiongkok, Imam Musa Jin, saat menerima delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di kantornya, Rabu siang (29/11/2016).
“Umat Muslim di Tiongkok menghadapi tiga musuh utama, yakni terorisme, ekstremisme dan separatisme. Ini masalah serius yang harus kami hadapi,” kata dia lagi.
Imam Musa Jin mengatakan dirinya sangat senang bisa bertemu dengan delegasi PWI yang dipimpin Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat, Teguh Santosa.
Dia mengatakan, pertemuan ini adalah kesempatan yang baik bagi dirinya untuk sosialisasikan kehidupan Muslim Tiongkok.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) membuat individu memiliki akses maksimal terhadap sumber-sumber informasi.
Bahkan memungkinkan setiap individu menjadi produsen informasi di ruang publik. Di saat bersamaan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab juga dapat dengan mudah mempabrikasi informasi bohong atau hoax dan menyebarkannya ke tengah masyarakat.
Revolusi 1949 membelah China menjadi dua. Partai Komunis yang memenangkan pertarungan dan menguasai sebagian besar negeri China di daratan dan mendirikan Republik Rakyat China.
Sementara pengikut Partai Nasional yang dipimpin Chiang Kai-shek angkat kaki ke Taiwan dan melanjutkan eksistensi Repulik China yang didukung Amerika Serikat dan blok Barat.
ANGGREK menjadi tools politik luar negeri Singapura dalam berhubungan dengan negara tetangga mereka, Indonesia.
Hari Rabu lalu Singapura memikat hati Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan menggunakan anggrek. Sebuah anggrek yang disebutkan varietas baru dari persilangan dua jenis Dendrobium, D. christabella dan D. haldis morterud, dinamai D. iriana jokowi.
Tidak dapat dipungkiri, kekuatan militer Republik Rakyat China semakin mengagumkan dan menggetarkan. Pekan ini, China menggelar airshow di Zhuhai, sebuah kota di selatan negeri itu.
Di dalam pameran udara itu, China memperlihatkan kepada dunia beberapa pesawat tempur baru yang mereka produksi dan digunakan secara eksklusif oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China. Continue reading “Kekuatan Militer China Semakin Menggetarkan”
RIBUAN buruh China yang bekerja di sebuah pabrik peralatan elektronik yang didanai Jepang di Dongguan, menghentikan mogok kerja setelah salah seorang eksekutif perusahaan Jepang itu mencabut pernyataan yang dia sampaikan beberapa waktu sebelumnya.
Changan Rihua Electronic Plant yang berada di Changan, Dongguan, di Provinsi Guangdong dibiayai perusahaan Jepang, Alp Electric Co. Ltd.
Andreas Rentimun, mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Shozou, Tiongkok, mencoba toboggan, peluncur yang digunakan untuk menuruni Tembok China di Gerbang Mutianyu. Peluncur sepanjang 1 kilometer ini adalah salah satu fasilitas penunjang wisata Tembok China yang memudahkan wisatawan sekaligus menambah nuansa petualangan. Tiongkok adalah negara dengan jumlah kunjungan wisatawan asing terbesar ketiga di dunia setelah Prancis dan Amerika Serikat. Pada tahun 2011 negeri itu dikunjungi hampir 57 juta turis asing.
Pengunjung Kuil Konfusius di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, menyaksikan salah satu pohon tertua yang ada di kuil tersebut. Pohon cypress yang diperkirakan berusia 700 tahun ini disebutkan ditanam oleh Ji Jiu Guo Zi Jian atau Kepala Sekolah Kerajaan, Xu Heng, pada masa Dinasti Yuan antara 1206 hingga 1368. Pohon ini juga disebutkan memiliki kemampuan membedakan manusia yang memiliki niat baik atau niat jahat.
Foto di atas memperlihatkan lima lelaki sedang mengantre dan menunggu giliran di depan restoran bebek Peking Li Qun di Beixiangfeng di Beijing, Tiongkok. Kamis malam, 24 Mei 2013.
Saya minta mahasiswa Indonesia mengantarkan saya ke restoran ini. Nama dan alamatnya saya dapatkan dari Rizal Ramli yang sedang berada di Jakarta.
“Lapor. Saya sedang di Beijing,” tulis saya lewat pesan Black Berry.
“Kalau sempat ke Li Qun, bebek Peking paling tersohor di antara pesohor,” tulisnya, lalu mengirimkan pesan berikutnya berisi alamat restoran.
Li Qun yang terlihat sangat sederhana di pelosok perkampungan di tengah kota ini adalah salah satu restoran bebek Peking terkenal di Beijing.
Sejumlah politisi dunia dan bintang film pernah menyantap bebek Peking panggang khas restoran itu. Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore dan bintang film Jet Li termasuk di antara yang pernah makan di restoran itu dan fotonya diabadikan bersama foto para tokoh dan bintang film lain yang pernah singgah.
Andreas Rentimun, mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Suzhou, Tiongkok, mengamati sate kalajengking yang dijual di pasar tradisional di belakang kompleks mall modern Wangfujing di pusat kota Beijing. Sate kalajengking yang dijual seharga RMB 20 per tusuk ini merupakan salah satu jajanan pasar yang diminati pengunjung pasar.
JEPANG sedang menjadi masalah bagi dua negara tetangganya yang kini juga memiliki kemampuan ekonomi yang terbilang besar di dunia, Republik Rakyat China dan Republik Korea.
Akhir September lalu, saat berbicara di Sidang Umum PBB, Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi mengecam keras pemerintah Jepang karena membeli tiga dari lima pulau kecil di Kepulauan Diaoyu atau Kepulauan Senkaku di Laut China Timur. Tindakan Jepang dinilai tidak pada tempatnya karena sejak 1970an klaim atas kepulauan tersebut masih diperebutkan kedua negara.