Puisi Cinta Seorang Wanita yang Menunggu Kekasihnya Selesai Bekerja

ENGKAU yang disana, membelakangiku
Bergulat dengan rutinitas kita dalam sehari
Meski dalam kadar yang berbeda, agak jauh memang.

Tapi engkau setia dengan itu.

Dan aku pun,
Setia menunggu engkau:
Menekan tuts terakhirmu untuk malam ini,
Bergegas membenahi berkas-berkasmu
Berbalik ke arahku,
Sambil berucap, “mari kita pulang.”

Dan di luar sana, kita bebas memadu cinta!

[Agak bosan memang aku menunggu…]

Puisi cinta di atas ditulis Intan pada tanggal 24 Februari 2001, pukul 20.05 WIB, di ruang redaksi Rakyat Merdeka. Foto di bawah diambil Januari 2009, hampir delapan tahun setelah puisi itu ditulis Intan..

dsc05624

7 comments

  1. ya ampun yah..begitu tertib administratipnya dirimu..menyimpan puisiku yang udah lama itu…kangenku masih kayak waktu itu, waktu nulis puisi itu di tepi selatan kebayoran..

  2. Kalo ucapan dari predi sih, Ya kalo ada yang lebih romantis lagi, biar pacar aku ya bermama Eny yayuk puji rahayu ikut baca puisi itu. Dan tau kalo puisi itu dari aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s