Ketika Saddam Menantang Bush

0225
BAGAIKAN singa padang pasir, Presiden Irak Saddam Hussein menantang Presiden Amerika George W Bush Continue reading Ketika Saddam Menantang Bush

Menculik Saddam

0224
DEVIDE et impera atau pecah belah dan jajah adalah teknik paling tua dan paling populer Continue reading Menculik Saddam

Hidup Perancis dan Jerman!

0223
LIGA Arab, persatuan negara-negara Arab, kembali mengecam rencana penyerangan ke Irak yang tengah dipersiapkan Amerika dan Inggris. Dengan alasan apapun. Kata Sekjen Liga Arab Amir Moussa, yang pantas disebut teroris dan menjadi ancaman peradaban manusia bukan Irak. Tetapi Israel, yang setiap hari membantai warga Palestina di depan hidung PBB dan negara-negara adikuasa, Amerika Cs. Continue reading Hidup Perancis dan Jerman!

Yang Kembali Diundur

sur13

0222
RENCANA Amerika dan Inggris menyerang Irak kembali diundur. Continue reading Yang Kembali Diundur

Menculik Saddam Hussein

sur01

0222
AMERIKA Serikat dan Inggris terus menambah jumlah pasukan mereka di kawasan Teluk. Moncong peluru kendali telah diarahkan ke Baghdad dari kapal-kapal induk Amerika di Teluk Parsia, Teluk Oman, Laut Arab dan Laut Mediterania. Pada saatnya nanti, sekali tekan tombol, semua senjata berhulu ledak dahsyat itu meluncur mulus, menghancurkan Baghdad dalam hitungan detik. Setelah itu, ratusan pesawat tempur melintasi udara Baghdad menjatuhkan bom. Satu demi satu. Continue reading Menculik Saddam Hussein

Mencari Jalan ke Baghdad

sur49

0221
KEDUBES Irak di Damaskus letaknya tepat di depan Kedubes Amerika di Jalan Abu Ja’far. Continue reading Mencari Jalan ke Baghdad

Komite Rakyat untuk Memerangi Proyek Zionis

sur06

0220
TIDAK sulit menemukan Kedubes Amerika Serikat di Damaskus. Letaknya di Jalan Abu Jafar, tak begitu jauh dari rumah Presiden Syria Bashar Al Assad. Seperti di Jakarta, Kedubes Amerika juga dikawal polisi lokal. Jumlahnya banyak juga. Mungkin sama banyak dengan jumlah polisi kita yang menjaga Kedubes Amerika di Jakarta itu. Continue reading Komite Rakyat untuk Memerangi Proyek Zionis

Hizbudakwah

0219
TAHUN 1957, di Irak berdiri sebuah kelompok Islam fundamentalis. Continue reading Hizbudakwah

Shapol Madjid

0218
TAHUN 1996 Shapol Madjid baru berumur 15 tahun. Orangtuanya memutuskan pergi dari Sulaimaniyah, kota di utara Irak, dekat perbatasan Iran. Katanya, mereka tak tahan lagi tinggal di negeri seribu satu malam itu. Teror demi teror datang setiap hari. Rakyat ketakutan. Continue reading Shapol Madjid

Kisah Haider Al Jayashy

sur12

0217
USAI Perang Teluk 1991, Haider Al Jayashy, pemuda dari kota Sawamah di selatan Baghdad, Continue reading Kisah Haider Al Jayashy

Sayyidah Zaenab

0216
SAYYIDAH Zaenab adalah nama sebuah distrik, sekitar sepuluh kilometer dari kota Damaskus. Ini tempat yang cukup unik.

Nama Sayyidah Zaenab diambil dari nama adik Hussein bin Ali bin Abu Thalib, yang tewas dibunuh di Padang Karbala, Irak sana, beberapa abad lalu. Bersama kepala kakaknya, Sayyidah Zaenab dibawa ke Damaskus oleh pasukan Yazid bin Muawiyah Abi Sofyan. Continue reading Sayyidah Zaenab

Demo Raksasa

0215
DIPERKIRAKAN tidak kurang dari sepuluh ribu rakyat Syria, Continue reading Demo Raksasa

Penjahat yang Melindungi Penjahat

sur57a

PULUHAN atau mungkin ratusan ribu rakyat Suriah hari ini akan menggelar demonstrasi menentang dan mengecam keinginan Amerika Serikat yang ingin membumihanguskan Irak. Demonstrasi dipusatkan di Damaskus, ibukota Suriah.

Kelihatannya pemerintahan Bashar Al Assad memberi dukungan penuh kepada para demonstran. Hubungan Suriah dengan Amerika Serikat memang tidak baik. Pemerintah Amerika di Washington DC memasukkan Suriah dalam daftar negara yang mendukung aksi terorisme. Dalam warning terakhir yang dikeluarkan awal pekan lalu, Gedung Putih meminta warga Amerika Serikat di seluruh dunia berhati-hati. Apalagi kalau berada di Lebanon, Yordania dan Suriah.

Sementara bagi Suriah, Amerika adalah penjahat yang melindungi penjahat. Amerika Serikat membiarkan Israel menduduki Dataran Tinggi Golan di barat laut Suriah. Kini Dataran Tinggi Golan menjadi salah satu ladang pembantaian bangsa Palestina oleh pemerintahan Israel, selain Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Seperti di Jakarta, Indonesia, demonstrasi menentang Amerika dan sekutunya yang ingin menghabisi bangsa Irak belakangan marak di wilayah Suriah. Hari Senin (10/2) lalu, misalnya, seribuan anak-anak dan kaum ibu yang tergabung dalam Women Committee for Supporting Intifada juga menggelar demonstrasi. Selain menentang rencana ratusan ribu pasukan Amerika Serikat ke kawasan Teluk, demonstran juga mengecam pembantaian yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.

Suriah berperan penting dalam upaya menggagalkan keinginan Amerika Serikat menguasai Irak dan mengontrol kehidupan di Timur Tengah. Akhir pekan lalu, Presiden Bashar Al Assad mengadakan pertemuan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak dan pemimpin Libyia Kolonel Muamar Qaddafi.

Dalam pertemuan yang digelar di Mesir itu, ketiga kepala negara tersebut menekankan pentingnya menjaga solidaritas sesama bangsa Arab dalam menghadapi isu serangan Amerika ini.

Seperti usul Prancis dan Jerman, dua negara berpengaruh di Eropa, Bashar Cs meminta Amerika memberi kesempatan kepada UNMOVIC dan IAEA yang ditugaskan PBB memeriksa kemungkinan Irak memiliki dan mengembangkan senjata pemusnah massal.

UNMOVIC atau United Nations Monitoring, Verification and Inspection Commission yang dibentuk pada tahun 1999 adalah badan khusus PBB yang bertugas untuk memastikan bahwa Irak tidak memiliki persenjataan yang dilarang oleh PBB. Adapun IAEA atau International Atomic Energy Agency adalah badan independen yang mengawasi pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. Didirikan pada 29 Juli 1957 atas inisiatif Presiden Amerika Serikat Dwight D. Eisenhower, walaupun independen, IAEA memberikan laporan kepada Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB.

Suriah dan Irak memiliki arti tersendiri bagi umat Muslim. Damaskus di Suriah dan Kufa di Irak pernah menjadi pusat kekhalifahan Islam di masa lalu.

Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab yang secara berturut-turut melanjutkan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, memandang Damaskus sebagai titik strategis yang harus dikuasai agar umat Muslim dapat bebas dari tekanan Romawi.

Perintah Abu Bakar (memimpin 632-634 M) kepada panglima perang Khalid bin Walid untuk menaklukkan Damaskus atau Syam dilanjutkan Umar bin Khattab (memimpin 634-644 M). Setahun setelah Umar menjadi pemimpin umat Muslim, Syam berhasil dikuasai. Muawiyah bin Abu Sufyan ditunjuk sebagai gubernur di Damaskus mewakili Khalifah Umar.

Di era Khalifah Utsman bin Affan (memimpin 644-655), sang khalifah berkeinginan memperluas pengaruh pemerintahannya hingga ke Bizantium, Turki kini. Angkatan Laut didirikan dan berbagai ekspedisi dikirimkan ke Laut Tengah. Namun hingga akhir hayat Khalifah Utsman, Bizantium tak bisa ditaklukkan pasukan Muslim.

Ali bin Abi Thalib yang menggantikan Utsman memindahkan pusat pemerintahan umat Muslim ke Kufa di Irak sampai 660 M saat dia dibunuh oleh pengikut sekte Khawariz. Bukan hanya Ali, dua pemimpin umat Muslim sebelumnya, Umar dan Utsman juga tewas dibunuh. Umar dibunuh seorang budak Parsia, sementara Utsman dibunuh kelompok oposisi. Umar dan Utsman tewas di Madinah. [guh]

Busway: Bagaimana Kesiapan Jakarta?

Release dari Yayasan Pelangi Indonesia

MASALAH lalu lintas di Jakarta seperti benang kusut yang menimbulkan berjuta Continue reading Busway: Bagaimana Kesiapan Jakarta?

Menabur Angin, Menuai Badai

main_900

DALAM Perjanjian Peshawar di bulan April 1992, menyusul kehancuran pemerintahan Najibullah, kelompok mujahidin Afganistan sepakat mendirikan Negara Islam Afganistan dan membagi kekuasaan di antara mereka.

Pemimpin Masyarakat Islam atau Jamiati Islami, Burhanuddin Rabbani, diberi mandat sebagai presiden transisional. Dia juga dipercaya memimpin semacam dewan presidium yang terdiri dari pentolan-pentolan kelompok mujahidin. Continue reading Menabur Angin, Menuai Badai

Dostum yang Licin

PIMPINAN Aliansi Utara Abdurrashid Dostum tiba-tiba menjadi pahlawan baru bagi rakyat Afghanistan. Padahal dulu laki-laki Uzbek ini kaki tangan rejim komunis Uni Soviet. Seorang veteran Tentara Merah menceritakan sepak terjang Dostum yang oportunis ini kepada saya. Continue reading Dostum yang Licin

Perang yang Tidak Sederhana

PERANG di Afghanistan sangat tidak sederhana. Konflik ini tidak dimulai ketika Amerika menjatuhkan ribuan bom dari pesawat B-52 dan melepaskan ribuan rudal dari USS Theodore Roosevelt di Laut Arab yang menghancurkan kota-kota penting Afghanistan, Kabul, Kandahar, Jalalabad, Mazar I Sharif dan Herat. Continue reading Perang yang Tidak Sederhana

Linglung di Tengah “Kemerdekaan”

KABUL bagai kota tidak bertuan. Tidak jelas siapa yang berkuasa dan memerintah di ibu kota Afghanistan itu. Tidak jelas hukum apa yang dipegang masyarakat. Sekilas mirip hukum rimba. Siapa yang kuat, menang. Sementara yang lemah harus menyingkir atau mati berkalang tanah. Continue reading Linglung di Tengah “Kemerdekaan”

Uzbekistan Masih Maju Mundur

BANYAK kalangan mengira setelah aliansi Utara menguasai Mazar I Sharif di utara Afghanistan, pemerintah Uzbekistan akan segera membuka jembatan di atas sungai Amu Darya yang menghubungkan Uzbekistan dan Afghanistan. Dugaan ini salah. Sampai kemarin (12/11) Presiden Uzbekistan Islam Karimov belum menunjukkan tanda-tanda akan segera membuka jembatan itu. Continue reading Uzbekistan Masih Maju Mundur

Dostum Menuju Kabul

AMERIKA membonceng serangan Aliansi Utara pimpinan Abdur Rashid Dostum atas kota Mazar I Sharif di Afghanistan Jumat malam lalu (9/11). Sementara pasukan Dostum mati-matian menghadapi pasukan Taliban, puluhan pesawat tempur F-18 dan pesawat pembom B-52 Amerika berputar-putar di atas kota yang berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa. Kebanyakan penduduk Mazar I Sharif adalah suku Uzbek, Tajik dan Hazaras. Continue reading Dostum Menuju Kabul

Bom yang Ditumpahkan dari Langit

STAF PBB di Termez mulai buka mulut menentang Amerika Serikat. Diakui staf PBB serangan udara Amerika hanya membunuh penduduk sipil yang tak berdosa dan menghancurkan fasilitas umum. Continue reading Bom yang Ditumpahkan dari Langit

Mengintip Afghanistan dari Kebun Binatang

uz66

KEBUN binatang di Jalan Normansky, Termez, belakangan ramai dikunjungi wartawan asing. Berdiri sejak tahun 1939, kebun binatang ini berada tepat di garis perbatasan dua negara. Dua negara yang tengah berkonflik pula.

Continue reading Mengintip Afghanistan dari Kebun Binatang

Pos Militer 9221

uz21

TERMEZ terlihat tenang.

Untuk mengamati kehidupan di sekitar garis perbatasan sebetulnya tidak perlu jauh-jauh hingga ke gurun dekat perbatasan Uzbekistan dan Tajikistan atau ke makam Bapak Termez. Beberapa pemukiman di pusat kota Termez berada persis di garis perbatasan.

Sabtu (3/11), pagi hari, saya mengelilingi beberapa pemukiman tersebut. Yang pertama saya kunjungi adalah Desa Pattakesar dan Desa Lilingrad. Empat orang laki-laki, penduduk sipil, tengah duduk di atas rel kereta api. Seorang diantara mereka berdiri menyandarkan tubuhnya pada sepeda. Sesekali mereka tertawa. Continue reading Pos Militer 9221

Kami Bekerjasama dengan Thaliban

JUMAT malam (02/11) pukul 21.00 waktu Termez sebuah pesawat Uzbekistan Airways yang membawa 40 ton bahan makanan berprotein tinggi milik Unicef mendarat di bandara Termez. Bahan makanan yang diproduksi oleh sebuah pabrik di Kopanhagen Denmark itu akan dikirimkan ke Mazar I Sharif. Dari bandara Termez, dengan menggunakan sebuah kontainer bahan makanan itu dikirim ke gudang PBB sebelum ditimbun di pelabuhan Amu Darya. Belum diketahui kapan bantuan kemanusiaan itu dikirim ke Mazar I Sharif.

Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Kepala Unicef di Tashkent, Rudy Rodriguez.

Continue reading Kami Bekerjasama dengan Thaliban

Di Tepi Amu Darya

uzbekistan

TERMEZ terletak di sisi utara Sungai Amu Darya yang memisahkan ibukota Provinsi Surkhandariyah itu dengan Hairatan, Afghanistan, di sisi selatan.

Sampai sekarang, arti nama Termez masih kerap diperdebatkan. Ada yang berpendapat nama Termez berasal dari kata dalam bahasa Iran kuno yang berarti tempat persinggahan. Pendapat ini didorong oleh kenyataan bahwa Termez dan Amu Darya yang mengalir di sisinya merupakan titik penting di kawasan itu sepanjang sejarah peradaban manusia. Continue reading Di Tepi Amu Darya

Bung Karno Mencari Makam Imam al Bukhari

img_3116-1

DI Tashkent tidak ada Jalan Bung Karno. Tapi bukan berarti rakyat Uzbekistan tidak mengenal presiden pertama Republik Indonesia itu.

Bagi masyarakat Uzbekistan, Bung Karno adalah “penemu” makam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari alias Imam Al Bukhari, salah seorang perawi hadist Nabi Muhammad SAW yang mahsyur.

Continue reading Bung Karno Mencari Makam Imam al Bukhari

Bahaya Baru dari Vozrozhdeniya

TIDAK banyak orang yang tahu bahwa Uzbekistan mewarisi cadangan anthrax milik Uni Soviet dalam jumlah besar. Kuman anthrax itu disimpan di dalam ratusan drum baja yang ditanam di Pulau Vozrozhdeniya, di tengah Laut Aral, di sebelah utara Uzbekistan.

Warisan anthrax di Uzbekistan baru diketahui umum setelah Kantor Berita Rusia ITAR-TASS memberitakan rencana pemerintah Amerika Serikat mengucurkan dana sebesar 6 juta dolar AS kepada pemerintah Uzbekistan. Disebutkan, uang sebanyak itu akan dipakai untuk menetralisir timbunan drum berisi anthrax tersebut. Continue reading Bahaya Baru dari Vozrozhdeniya

Afghanistan, Negeri yang Jadi Rebutan

central-asia-map

PERANG yang tengah berkecamuk di negeri tetangga, Afghanistan, sejauh pengamatan saya tidak membuat masyarakat Uzbekistan gelisah.

Setidaknya belum.

Awalnya, sikap ini mengherankan saya.

Bagaimana mungkin masyarakat Uzbekistan tidak peduli? Apakah mereka mengabaikan kenyataan bahwa negara mereka berbatasan langsung dengan Afghanistan. Continue reading Afghanistan, Negeri yang Jadi Rebutan

Habib Rizieq: Kalau Perlu, Mega Kami Gus Dur-kan

hqdefault

AMERIKA tetap ngotot hendak menyerang Afghanistan. Rencana itu memunculkan gelombang solidaritas Islam dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Front Pembela Islam (FPI), misalnya, mengancam akan merusak fasilitas Amerika di Indonesia, kalau serangan ke Afghanistan benar terjadi. Di saat bersamaan, Presiden Megawati Soekarnoputri juga berancana bertemu dengan Presiden George Bush.

Apakah akan ada pesan yang disampaikan Mega kepada Bush, atau sebaliknya?

Berikut petikan wawancara Teguh Santosa dari Rakyat Merdeka dengan Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab.

Continue reading Habib Rizieq: Kalau Perlu, Mega Kami Gus Dur-kan

Jika Presiden Tolak Hadir di SI MPR, Hari Kamis Sudah Ada Presiden Baru

Kompas – Apabila Presiden Abdurrahman Wahid merealisasikan niatnya untuk tidak hadir dalam Sidang Istimewa (SI) MPR hari ketiga Senin besok, hampir dapat dipastikan pada hari Kamis (26/7), Indonesia  memiliki Presiden baru, saat MPR menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden.

Hari berikutnya, Jumat, sudah terpilih Wakil Presiden baru yang akan mendampingi Megawati. Bahkan, penetapan Presiden dan pengangkatan Wakil Presiden bisa lebih cepat dilakukan apabila kerja Panitia Ad Hoc (PAH) Majelis dipersingkat.

Demikian dijelaskan Wakil Ketua Panitia Ad Hoc (PAH) Khusus Badan Pekerja (BP) MPR Rully Chaerul Azwar, Sabtu kemarin, tentang jadwal acara SI MPR yang kemungkinan akan berubah pada Senin besok apabila Presiden Abdurrahman Wahid menolak hadir dalam SI MPR.

Sabtu kemarin, Presiden di Istana Negara menegaskan tidak akan hadir pada Rapat Paripurna MPR dengan agenda penyampaian pertanggungjawaban. Presiden menganggap rapat paripurna itu tidak sah karena melanggar Peraturan Tata Tertib MPR.

Rully menjelaskan, apabila Presiden Abdurrahman Wahid tidak hadir Senin besok, fraksi-fraksi menyampaikan pemandangan umum atas ketidakhadirannya. Pemandangan umum dilanjutkan hari Selasa (24/7) dan pembentukan PAH MPR untuk membahas Rantap MPR. Hari Rabu pembahasan pertanggungjawaban Presiden dan Rantap MPR. Pada Kamis, merupakan laporan PAH MPR kepada paripurna untuk meminta pendapat akhir fraksi MPR. “Pada Kamis malam, pengambilan keputusan penetapan Wakil Presiden (Megawati) sebagai Presiden baru,” katanya.

Sabtu kemarin, MPR menggelar SI MPR yang pelaksanaannya dipercepat dari tanggal 1 Agustus 2001. Sembilan fraksi MPR yang hadir, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Partai Golkar, PPP, Reformasi, Partai Bulan Bintang, Perserikatan Daulatul Ummah, Kesatuan Kebangsaan Indonesia, TNI/Polri, dan Utusan Golongan, menyatakan bahwa rapat paripurna MPR adalah SI MPR.

Alasan percepatan, Presiden Abdurrahman Wahid dianggap melanggar Ketetapan MPR No VII/ MPR/2000 karena menetapkan Komjen (Pol) Chaeruddin Ismail sebagai Pemangku Sementara Jabatan Kepala Polri. Dua fraksi tidak hadir, yakni Fraksi PKB dan PDKB. Fraksi PKB yang dikenal sebagai pendukung Presiden Abdurrahman Wahid menolak percepatan SI MPR, sedangkan Fraksi PDKB menganggap pengangkatan Chaeruddin tidak bertentangan dengan Tap No VII/MPR/2000.

Rapat paripurna yang dimulai pukul 09.30 dipimpin Ketua MPR Amien Rais, didampingi lengkap para wakilnya, yakni Sutjipto, Ginandjar Kartasasmita, Husnie Thamrin, Jusuf Amir Feisal, Hari Sabarno, Nazri Adlani, dan Matori Abdul Djalil.

Setelah Amien membuka sidang, seluruh fraksi diberi kesempatan menyampaikan pemandangan umum mengenai pelaksanaan SI MPR. Fraksi PDI Perjuangan yang mendapat giliran pertama, seolah menjadi penentu. Fraksi TNI/Polri yang memiliki 38 kursi di MPR juga membuat “kejutan” dengan menyatakan setuju bahwa rapat paripurna ini merupakan SI MPR.

Amien mengatakan, latar belakang dilaksanakannya rapat paripurna karena adanya perkembangan situasi dan kondisi yang semakin memburuk, selain terjadinya krisis konstitusional dan adanya pemimpin yang lebih mengutamakan pendekatan kekuasaan. Untuk itu MPR memandang perlu mengundang anggota Majelis untuk rapat paripurna dalam rangka SI MPR.

“Ini langkah demokratis dan konstitusional, sebab MPR adalah lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan rakyat. Rapat paripurna dilaksanakan akibat tindakan Presiden yang mengancam keselamatan bangsa dan negara,” kata Amien.

Interupsi Forum UD

Sekjen MPR Umar Basalim membacakan tiga surat yang masuk, yakni dari PKB dan PDKB yang menyatakan tidak hadir, dan surat dari Forum Utusan Daerah (UD) yang meminta SI MPR mengagendakan pembahasan terhadap kemungkinan dibentuknya Forum UD menjadi Fraksi UD di MPR. Surat PKB menyatakan, partai ini tidak membenarkan dan tidak menyetujui percepatan SI serta tidak ikut serta dan tidak ikut bertanggung jawab atas seluruh ketetapannya. Dengan alasan berbeda, PDKB juga menyatakan tidak hadir. Tetapi salah seorang anggotanya, Astrid Susanto, hadir di Gedung Nusantara sebagai peninjau.

Tentang usulan Forum UD, Amien sempat menawarkan apakah usulan ini diselesaikan sekarang atau pada Sidang Tahunan 2001. Oesman Sapta, anggota UD dari Kalbar menginterupsi dengan mengatakan, sudah sepantasnya menghargai orang-orang daerah.

“Tidak ada salahnya kita meluluskan keinginan aspirasi seluruh daerah,” katanya. Bachtiar Ibrahim, anggota MPR UD Sumut menginterupsi dan mengatakan Fraksi UD harus dilahirkan secepatnya.

Sembilan fraksi MPR dalam pemandangan umumnya soal usulan Forum UD sepakat bahwa Fraksi UD akan dibentuk pada Sidang Tahunan MPR 2001, sebab SI MPR saat ini hanya mengagendakan pertanggungjawaban Presiden.

Soal rapat paripurna yang menetapkan SI MPR juga disetujui sembilan fraksi, termasuk Fraksi TNI/ Polri. Dari 601 anggota MPR-seluruh anggota MPR berjumlah 686-yang hadir, 592 orang menyatakan setuju rapat paripurna adalah SI MPR. Lima orang menyatakan menolak dan empat orang abstain. Mereka yang menolak dan abstain berasal dari Forum UD.

Fraksi PDI Perjuangan lewat juru bicara Sutjipno menyatakan tidak ragu lagi menyelenggarakan SI MPR yang membahas, mengkaji, dan mengambil keputusan yang berkenaan dengan rangkaian perbuatan dan sikap Presiden selama ini, yang berpuncak pada pengangkatan Chaeruddin selaku pemangku sementara Kepala Polri.

PDI Perjuangan meminta Presiden menyampaikan pertanggungjawaban 2×24 jam atau dua hari setelah pembukaan SI MPR. Fraksi Partai Golkar dengan juru bicara Rambe Kamarulzaman mengatakan, pengangkatan Chaeruddin pada hakikatnya sama dengan pemberhentian Kepala Polri S Bimantoro.

Fraksi PPP dengan juru bicara Lukman Hakiem Saifuddin menilai, pernyataan Presiden sering meresahkan masyarakat seperti ancaman mengeluarkan dekrit atau ancaman akan pisahnya sejumlah daerah. Menurut PPP, itu tidak pantas diucapkan Presiden.

Fraksi Reformasi dengan juru bicara Syamsul Balda menilai, kesalahan yang diulang membuktikan bahwa Presiden Abdurrahman Wahid secara sadar memosisikan dirinya sebagai kekuatan diktatorial yang otoriter dan melecehkan konstitusi.

Fraksi PDU dengan juru bicara Asnawi Latief berpendapat, situasi semakin memburuk yang membahayakan keselamatan bangsa dan negara, khususnya di lingkungan alat negara, dengan diangkatnya Chaeruddin.

Fraksi TNI/Polri dengan juru bicara Yahya Sacawiria berpendapat yang sama dengan fraksi-fraksi lainnya soal pengangkatan Chaeruddin. “Pengangkatan pejabat sementara Kepala Polri di satu sisi dapat menyelesaikan dualisme kepemimpinan Polri, tetapi pada sisi lain diliputi nuansa kepentingan politis yang berimplikasi luas dalam kehidupan berbangsa dan negara,” katanya.

Fraksi Utusan Golongan lewat juru bicara Ahmad Zaky Siradj menilai, selama dua bulan terakhir sejak ditetapkannya SI MPR, Presiden telah melakukan kebijakan, ucapan dan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.

Darmansyah Hussein dari Fraksi PBB menegaskan, UUD 1945 beserta penjelasannya dan Tap MPR tidak secara tegas mengatur kapan SI MPR digelar setelah ada permintaan dari DPR. Konstitusi pun, katanya, tidak mengatur siapa yang akan mengundang SI MPR, tetapi hanya menyebutkan SI bisa digelar untuk meminta pertanggungjawaban Presiden.

Juru bicara Fraksi KKI Ismawan DS berharap, waktu dua bulan yang digunakan BP MPR untuk mempersiapkan materi SI MPR dipergunakan oleh Presiden untuk melakukan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan. “Bukan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang terjadi, melainkan justru situasi yang membingungkan,” katanya.  (pep/tra/sah/ryi)