Mereka Harus Berdamai dengan Sejarah

SETELAH Uni Soviet bubar di akhir 1991, Republik Armenia terkunci di sisi selatan Kaukasus, diapit Georgia di utara, Iran di selatan, Azerbaijan di timur, dan Turki di barat.

Armenia negara yang terbilang muda. Namun sesungguhnya, sejauh sejarah dapat mencatat, peradaban Armenia telah berdiri sejak sekitar 6.000 tahun lalu. Pada puncak keemasannya, Armenia meliputi wilayah yang cukup luas yang terbentang dari Laut Kaspia di timur hingga Laut Mediterania di barat.

Kini, setelah terkunci, Armenia menjadi junction point, titik persimpangan. Itu istilah yang digunakan Dutabesar Armenia untuk Indonesia, Yang Mulia Dziunik Aghajanian, dalam perbincangan dengan Republik Merdeka di kantornya, belum lama ini.

Continue reading “Mereka Harus Berdamai dengan Sejarah”

Tidak Ada yang Membahayakan Integrasi Anda

DUBES Republik Armenia, Dziunik Aghajanian, mulai bertugas di Jakarta bulan Juni 2018. Selain untuk Indonesia, wanita kelahiran Yerevan, 10 Oktober 1966, ini adalah juga Dubes Armenia untuk Malaysia dan ASEAN.

Sebelum bertugas di Jakarta, antara Maret 2011 sampai Maret 2018, Dubes Aghajanian bertugas sebagai Dubes Armenia di Kerajaan Belanda.

Juga antara 2011 sampai 2018, Dubes Aghajanian bertugas sebagai Perwakilan Tetap Republik Armenia di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Continue reading “Tidak Ada yang Membahayakan Integrasi Anda”

Mayjen Kohler

Namanya Johan Harmen Rudolf Kohler. Pangkat terakhir mayor jenderal. Tiba di Aceh tgl 8 April 1873, enam hari kemudian dia tewas ketika memimpin pasukannya mengepung Masjid Baiturrahman.

Jantungnya dirobek peluru laskar Aceh yg melindungi kesucian rumah Allah dan kemerdekaan bangsa Aceh. Mayatnya dibawa ke Singapura, lalu ke Batavia dan dimakamkan di Tanah Abang, di tempat yg kini dikenal sebagai Museum Taman Prasasti.

Continue reading “Mayjen Kohler”

Drama dari UMNO

LIHATLAH foto ini. Dari kiri ke kanan: Muhyiddin Yassin, Anwar Ibrahim, Mahathir Mohamad, dan Najib Razak.

Keempatnya masih merupakan politisi United Malays National Organisation (UMNO) yang didirikan Datuk Oon Jafar, Tunku Abdul Rahman dan kawan-kawan mereka pada 11 Mei 1946 sebagai alat perjuangan mencapai kemerdekaan Malaysia.

Foto ini diperkirakan diambil di tahun 1997, tak lama sebelum Mahathir Mohamad yang ketika itu Perdana Menteri memecat Anwar Ibrahim dari posisi Wakil Perdana Menteri.

Continue reading “Drama dari UMNO”

Copy Terakhir Di Tepi Amu Darya

Amu Darya, sebuah sungai di Asia Tengah, mengalir sepanjang 2.400 kilometer dari satu titik di Pegunungan Pamir di persimpangan Himalaya, Tian Shan, Karakoram, Kunlun, dan jajaran Hindu Kush, di ketinggian 6.000 meter dapl, menuju Danau Aral, menjadi pemisah sekaligus penghubung Afganistan dengan Tajikistan dan Uzbekistan.

Buku #DiTepiAmuDarya adalah rekaman perjalanan saya ketika meliput konflik di Afganistan tahun 2001. Keinginan menyeberangi Amu Darya tak terlaksana sampai rezim Taliban tumbang.

Buku itu diterbitkan tahun 2018.

Continue reading “Copy Terakhir Di Tepi Amu Darya”

Kleinhüningen

Di Kleinhüningen

Pecinta ilmu kejiwaan atawa psikologi tentu sering membaca dan mendengar nama ini: Carl Gustav Jung. Lahir 26 Juli 1875, dan meninggal dunia 6 Juni 1961.

Saya dan dia dipisahkan jarak sejauh 100 tahun.

Tidak seperti Sigmund Freud yang memperlakukan psikologi sebagai bagian dari ilmu alam dan memandangnya secara mekanik, Jung memberikan perhatian pada sejarah individual dan kolektif yang dipadukan dengan semangat individu mencari jati diri.

Freud yang pernah menjadi mentor Jung percaya bahwa libido adalah faktor pendorong utama kejiwaan. Jung tidak sepakat. Ia memandang energi kejiwaan jauh lebih luas dari urusan itu.

Continue reading “Kleinhüningen”

Mansudae

Patung raksasa pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, setinggi 22 meter di bukit Mansu atau Mansudae di tengah kota Pyongyang.

Di dalam gambar ini, patung Kim Jong Il di sebelah kirinya tidak terlihat. Foto saya ambil dari sisi Istana Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea. Monumen di Mansudae selesai dibangun pada 1972. Awalnya, hanya ada patung Kim Il Sung.

Continue reading “Mansudae”

Reruntuhan Masjid Agung di Hudaibiyah

Sekitar 22 kilometer ke arah barat Mekah. Inilah reruntuhan Masjid Ar Ridhwan yang konon dijadikan lokasi penandatanganan perjanjian Hudaibiyah bulan Maret 628 M atau Dzulkaidah 6 H.

Hudaibiyah adalah nama tempat dimana masjid itu berada. Nama lainnya adalah Asy Syumaisi, diambil dari nama orang yang menggali sumur di tempat itu.

Di tahun 628 M itu, sebanyak 1.400 umat Muslim dari Madinah berangkat ke Mekah, hendak melakukan ibadah Umrah. Namun pihak Quraisy yang menguasai Mekah menahan mereka.

Continue reading “Reruntuhan Masjid Agung di Hudaibiyah”

Patung Pendirian Partai, Pyongyang

Monumen Pendirian Partai Pekerja Korea di salah satu sudut kota Pyongyang.

Tiga fitur utamanya adalah palu, kuas, dan arit, yang masing-masing melambangkan tiga elemen masyarakat penggerak revolusi Korea, pekerja, cendekiawan, dan petani.

Terletak di Jalan Munsu, Distrik Taedonggang, monumen ini selesai dibangun dan diresmikan pada 10 Oktober 1995, pada peringatan 50 tahun Partai Pekerja Korea, yang dilambangkan dengan ketinggian monumen 50 meter.

Pada bagian luar sabuk di monumen itu tertulis kalimat “Panjang umur pemimpin dan organisatoris kemenangan rakyat Korea, Partai Pekerja Korea!”

Sementara di bagian dalam sabuk terdapat mural yang menjelaskan tiga babak penting: akar sejarah partai, persatuan rakyat di bawah partai, dan visi masa depan partai yang progresif.

Foto saya ambil dalam kunjungan ke Pyongyang di bulan April 2012.

UU Pers Tidak Perlu Masuk Omnibus Law

SELAMAT malam kawan semua. Ini pandangan saya terkait keberadaan dua pasal UU 40/1999 tentang Pers di dalam draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pandangan ini saya sampaikan memanfaatkan peluang yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada siapapun untuk memberikan masukan atas draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Sejak awal saya menyadari bahwa Presiden Jokowi dalam periode kedua ini ingin memastikan investasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman. Investor untung, negara, dan rakyat juga ikut untung. Tidak ada yang buntung.

Secara umum ada beberapa persoalan di dalam negeri  yang kerap diduga menjadi penyebab investasi tidak lancar, yang sering dianggap sebagai faktor yang membuat investor asing jadi ragu-ragu untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.

Di samping tentu saja ada beragam persoalan lain yang tidak terkait langsung dengan situasi dan kondisi di Indonesia, misalnya kepentingan geopolitik dan geostrategis tempat darimana  investor berasal.

Continue reading “UU Pers Tidak Perlu Masuk Omnibus Law”

Wingitnya Kediri, Dari Jayabaya Sampai Jokowi

Arc de Triomphe Dari Kediri/Dolanae.com

ENTAH siapa yang memulai cerita itu. Di tengah sebagian masyarakat ada semacam kepercayaan bahwa Kediri adalah kota yang harus dijauhi oleh penguasa negeri.

Konon katanya, tiga pemimpin Indonesia, Bung Karno, Pak Harto, dan Gus Dur, terjungkal tak lama setelah mengunjungi Kediri yang berada di Jawa Timur, sekitar 700 kilometer dari Jakarta.

Karena kepercayaan akan wingitnya Kediri itu pula, Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung mewanti-wanti Presiden Joko Widodo agar tak mendatangi Kediri.

Continue reading “Wingitnya Kediri, Dari Jayabaya Sampai Jokowi”

Pesan Kepada Kawan

Catatan Ilham Bintang, Wartawan Senior

PENDIRI media on line berita politik Republik Merdeka On Line (RMOL), Teguh Santosa, mengundang saya. Ia mewanti- wanti jauh hari supaya hadir dalam acara deklarasi pembentukan wadah berhimpun media-media on line, atau media siber. Nama wadahnya : Jaringan Media Siber Indonesia.

Teguh Santosa wartawan muda. Selalu gelisah — syarat mutlak yang memang harus dimiliki oleh seorang wartawan. Yang lebih tertarik mencari dan meneliti sesuatu di balik sebuah peristiwa. Mengulik latar belakang sebuah fakta. Selalu bergelut dengan gagasan dan pemikiran baru.

Continue reading “Pesan Kepada Kawan”

Australia adalah Pendukung Terkuat Indonesia…

WARMEST congratulations @jokowi on your re-election as President of Indonesia. Indonesia is one of Australia’s most important strategic relationships. We look forward to further deepening ties between Australia and Indonesia across all of our shared interests.”

Begitu dikatakan Perdana Menteri Australia Scott Morrison melalui akun Twitter @ScottMorrisonMP menyambut kemenangan Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019.

Seperti banyak negara lain, Australia kelihatannya merasa perlu berhati-hati menyatakan sikap atas hasil pemilihan yang paling menegangkan dalam sejarah Indonesia itu. Perdana Menteri Morrison baru menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan secara resmi hasil pemungutan suara pada dini hari 21 Mei 2019.

Continue reading “Australia adalah Pendukung Terkuat Indonesia…”

Gus Solah

Innalillahi wainnailaihi rajiun.

Gus Solah telah meninggalkan kita semua. Mendahului kita menemui Sang Pencipta.

Saya mengenal Gus Solah ketika kakaknya, Gus Dur, menjabat sebagai Presiden RI. Bagi saya beliau adalah narasumber yg baik utk memahami pikiran Gus Dur. Keduanya kerap berbeda pendapat, walau jarang sekali memperlihatkan perbedaan itu di depan orang banyak.

Continue reading “Gus Solah”

Revolusi Fajar

1 Februari 1979, pemimpin besar revolusi itu kembali ke tanah air yang ditinggalkannya sejak ia terusir lebih dari 15 tahun.

Pesawat Air France 4721 yang membawa Imam Khomeini dari Paris, Prancis, mendarat pagi hari. Dari Bandara Mehrabad di Tehran, Imam Khomeini mengunjungi pemakaman para syuhada, Behest-e Zahra.

Continue reading “Revolusi Fajar”

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen Cukup Menjanjikan

HUBUNGAN diplomatik Indonesia dan Finlandia dimulai pada 6 September 1954. Sampai tahun 2019, kedua negara mencatat sejumlah kemajuan penting di berbagai bidang kerjasama.

Pada 24 September 2019 Indonesia dan Finlandia kembali menyelenggarakan Forum Konsultasi Bilateral untuk membicarakan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua negara. Forum Konsultasi tersebut digelar di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.

“Tahun ini adalah kali ke-6 Indonesia menyelenggarakan forum konsultasi dengan Finlandia dan hal tersebut adalah refleksi bagaimana kedua negara berupaya menjaga komitmen untuk meningkatkan kerja sama yang konkret dan menggali potensi kerja sama lainnya,” ujar Dr. Teuku Faizasyah, ketua delegasi Indonesia sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI.

Continue reading “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen Cukup Menjanjikan”

Anda Tidak Bisa Menyamakan Islam dengan Terorisme

BAGI masyarakat dunia hari ini, Sanna Mirella Marin adalah salah satu ikon baru. Wanita muda kelahiran Helsinki, 16 November 1985, itu dilantik sebagai Perdana Menteri ke-46 Finlandia pada tanggal 10 Desember 2019 lalu di saat baru berusia 34 tahun.

Marin bergabung dengan Partai Sosial Demokrat di tahun 2006, dan menjadi Wakil Presiden Pemuda Sosial Demokrat dari tahun 2010 sampai 2012. Dalam Pemilu 2012, Marin terpilih sebagai anggota Dewan Kota Tampere. Usianya baru 27 tahun saat itu. Setahun kemudian, ia menjadi Wakil Ketua Dewan Kota Tampere, dan kembali terpilih dalam Pemilu 2017. Di tahun 2014 alumni University of Tampere ini terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Partai Sosial Demokrat. Lalu di tahun 2015, saat usianya 30 tahun, Marin terpilih sebagai anggota Parlemen dari Distrik Pirkanmaa.

Empat tahun kemudian, Juni 2019, istri dari Markus Raikkonen ini kembali terpilih sebagai anggota Dewan. Namun Perdana Menteri Antti Juhani Rinne saat itu meminta ibu satu anak ini bergabung dalam pemerintahan sebagai Menteri Transportasi dan Komunikasi.

Setelah Rinne mengundurkan diri pada 8 Desember 2019, Partai Sosial Demokrat memilih Marin sebagai Perdana Menteri baru. Marin adalah wanita ketiga yang menjadi Perdana Menteri Finlandia setelah dua politisi senior Partai Tengah, yakni Anneli Jaatteenmaki (2003) dan Mari Kiviniemi (2010-2011).

Continue reading “Anda Tidak Bisa Menyamakan Islam dengan Terorisme”

46 Tahun Malari, Hariman Siregar Tetap Menjadi Bintang, Kadrun Bin Taha Mencari Negara

PERISTIWA itu terjadi pada 15 Januari 1974, hingga kini sering disingkat Malari. ia diperingati ratusan aktivis yang memadati gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).

Tokoh legendaris Malari, Hariman Siregar, tetap menjadi bintang.

Pria kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara, 1 Mei 1950 ini rasanya sudah pantas disebut sebagai Bapak Demonstran Indonesia. Seperti matahari, ia adalah epicentrum tata surya demonstran Indonesia hari ini. Sejak 46 tahun lalu. Sejak kemenangannya dalam pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ditorpedo kekuasaan melalui tangan Ali Murtopo.

Sejak ia turun ke jalan, sejak demonstrasi mahasiswa di Jakarta menolak ketergantungan ekonomi dan utang luar negeri pada Jepang berubah menjadi kerusuhan pada peristiwa Malari itu. Menewaskan sekian orang, membenturkan faksi-faksi yang ada di lingkaran kekuasaan. 

Continue reading “46 Tahun Malari, Hariman Siregar Tetap Menjadi Bintang, Kadrun Bin Taha Mencari Negara”

Dewan Pers: Sudah 511 Media Massa Yang Terverifikasi Faktual

Sampai akhir tahun 2019, Dewan Pers telah memverifikasi secara administrasi dan faktual 511 media massa di seluruh Indonesia.

Dari jumlah itu, sebanyak 250 adalah media massa cetak, lalu 211 media massa berbasis internet atau siber, 45 televisi, dan 5 radio.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun, di sela-sela pemberian sertifikat terverifikasi administrasi dan faktual untuk Kantor Berita Politik Republik Merdeka atau RMOL, di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis pagi (9/1).

Continue reading “Dewan Pers: Sudah 511 Media Massa Yang Terverifikasi Faktual”

Pelanggaran ZEE Indonesia dan Watak Anti Dialog Komunis China

Penyelesaian sengketa di Laut China Selatan dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna sulit dilakukan selagi pemerintahan Partai Komunis China (PKC) tidak mau mengubah watak dasar politik negeri tirai bambu itu.

Sedari awal, sejak mengklaim kembali perairan di Laut China Selatan, China sudah memperlihatkan sikap arogan dan tidak mau mengikuti aturan main dan hukum internasional yang berlaku.

Continue reading “Pelanggaran ZEE Indonesia dan Watak Anti Dialog Komunis China”

Tentang Impeachment Donald Trump

Link wawancara dapat dilihat disini.

Ini Bukan Zaman Kublai Khan

Kublai Khan as the first Yuan emperor, Shizu. Yuan dynasty (1271–1368). Album leaf, ink and color on silk. National Palace Museum, Taipei, 000324-00003. Photograph © National Palace Museum, Taipei.

Klaim sejarah yang selalu digunakan pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk mendukung klaim mereka atas perairan yang dinamakan Laut China Selatan sangat tidak relevan.

Faktanya, Perang Dunia Kedua yang berakhir di tahun 1945 telah mengubah lanskap politik dunia. Gerakan kebangsaan dan negara-negara baru yang lahir pada era dekolonisisai mendapat tempat yang pantas dalam sistem internasional.

Continue reading “Ini Bukan Zaman Kublai Khan”

Menuntaskan Perjuangan Laut Natuna Utara

Pelanggaran Exclusive Economy Zone (EEZ) Indonesia oleh armada Coast Guard Republik Rakyat China (RRC) dan kapal pencari ikan negara itu hanya bisa dihentikan bila pemerintah serius memperjuangkan Laut Natuna Utara.

Selama perairan di wilayah Indonesia dari kawasan Pulau Natuna sampai Bangka Belitung masih menggunakan nama Laut China Selatan, selama itu pula China akan “besar kepala” karena merasa memilik “hak sejarah” atas perairan itu.

Sikap pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, memanggil Dubes China di Jakarta, Xiao Qian, untuk dimintai keterangan sudah tegas dan tepat.

Namun, langkah ini kelihatannya masih kurang efetif untuk menghentikan agresifitas China di Laut China Selatan di masa depan yang bisa mengancam integritas teritori dan kedaulatan Indonesia.

Indonesia bukan merupakan salah satu negara yang terlibat dalam sengketa perebutan batas wilayah di Laut China Selatan.

Sengketa di kawasan yang oleh China diklaim dengan menggunakan sembilan garis-putus atau dashed-line itu terjadi antara China dengan negara-negara ASEAN yang lain, yakni Malaysia, Filipina, Vietnam dan Brunei Darussalam.

Continue reading “Menuntaskan Perjuangan Laut Natuna Utara”

Sambil Makan Gule Kepala Ikan Manyung

Saya berbisik kepada senior saya, Pak Marah Sakti Siregar, yang duduk di sebelah kiri.

Meja makanan di hadapan kami dipenuhi berbagai jenis makanan. Mulai dari kepala ikan manyung yg masuk keluarga ikan2 berkumis Ariidae, sayur daun labu dan kacang hijau khas dari Sulawesi Selatan, telur mata sapi dengan sambal yang juga khas, serta ayam goreng.

Continue reading “Sambil Makan Gule Kepala Ikan Manyung”

Keluar Dari Penjara, Ahmad Dhani Terbitkan Buku Sejarah Nasional Indonesia

Tidak lama lagi masa hukuman musisi Ahmad Dhani akan berakhir. Menurut jadwal, pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972, ini keluar dari LP Cipinang pada hari Senin (30/12) pekan depan.

Hari Senin lalu (23/12), bersama aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma, saya berkunjung ke LP Cipinang membesuk Dhani.

Ini adalah kali kedua saya membesuknya di LP Cipinang.

Continue reading “Keluar Dari Penjara, Ahmad Dhani Terbitkan Buku Sejarah Nasional Indonesia”

Situasi di Papua dan Timor Leste Berbeda

Berada di Teluk Iberia, sejak berdiri di tahun 868 M Portugal yang kini dihuni sekitar 10,2 juta jiwa nyaris tidak mengalami perubahan batas wilayah.

Di masa lalu, Portugal adalah negeri para penjelajah. Vasco da Gama, Pedro Alvares Cabral, Ferdinand Magellan, Christopher Columbus, Diogo Cao, Diogo Silves, dan Bartolomeu Dias, adalah beberapa dari sekian banyak penjelajah Portugal yang langsung atau tidak langsung ikut menentukan peta dunia dan batas-batas negeri, serta mendorong kebangkitan gagasan kebangsaan di banyak tempat di muka bumi.

Ketika menerima kami di kantornya, Dutabesar Republik Portugal Rui Fernando Sucena Do Carmo tidak sungkan membagi cerita dari masa lalu, termasuk kompetisi di antara negara-negara Eropa dalam menemukan negeri-negeri baru yang kelak menjadi koloni mereka. 

Misalnya tentang Perjanjian Tordesillas tahun 1494 antara Portugal dan Spanyol yang membuat, antara lain, hingga kini hanya Brazil di Amerika Latin yang menggunakan bahasa Portugis. Sementara selebihnya menggunakan bahasa Spanyol, kecuali tiga negara kecil yakni Suriname, Guyana Prancis dan Guyana Inggris.

Continue reading “Situasi di Papua dan Timor Leste Berbeda”

Foto Bertiga

Saya sudah mau pulang. Sudah meninggalkan tenda utama di halaman Kedubes Amerika Serikat yang warnanya merah, putih, dan biru.

Di tempat ini barusan Dubes AS Joseph R. Donovan Jr. memberikan sambutan.

“Semoga hubungan baik Amerika Serikat dan Indonesia akan berlangsung untuk 70 tahun berikutnya, dan selanjutnya,” kata dia mengajak toast tamu semua.

Sambil berjalan ke arah pintu keluar saya melihat2 pemandangan taman yang asri. Sudah lama tidak berkunjung ke Kedubes AS.

Terakhir tahun 2012 saat mengurus visa untuk keperluan perjalanan demi memenuhi undangan dari Komite 4 PBB di New York.

Kini sudah banyak berubah. Saya simpulkan saja: Gedung Kedubes AS semakin kokoh dan megah.

Continue reading “Foto Bertiga”

Kabar Duka Dari Kuba

Kabar duka itu datang kemarin pagi (Rabu, 11/12). Dari Havana, Kuba.

Achmad Soengkawa Soepardja meninggal dunia. Selasa (10/12) sekitar jam 06.00 waktu setempat.

Kabar kepergian pria kelahiran Jakarta, 2 Mei 1934 itu menghadap Illahi saya terima dari Staf KBRI Havana Dedi Supardi.

Saya dikirimi foto sebuah kuburan di Pemakaman Colon, Vedado. Di tempat itulah, tubuh Achmad Soepardja yang kerap disapa Aki oleh masyarakat Indonesia di Kuba, dibaringkan.

Continue reading “Kabar Duka Dari Kuba”

Patung Fidel Castro

BEGITULAH adanya. Tak ada patung Fidel Castro di seantero Kuba.

Memang saya tidak punya waktu untuk berkunjung ke semua sudut Kuba. Tetapi demikian disampaikan oleh teman-teman yang menemani saya dalam perjalanan ke negeri itu bulan lalu.

Continue reading “Patung Fidel Castro”