North Korea, Notes

Bangkai Amerika

TEMAN Korea yang menemani selama kunjungan ke Pyongyang, mengajak saya mengunjungi Museum Pembebasan Tanah Air. Museum itu secara khusus menampilkan peninggalan-peninggalan selama Perang Korea selama 1950 sampai 1953, dan masa-masa setelah itu.

Di ruang pertama, saya diceritakan tentang bagaimana Amerika Serikat masuk ke Semenanjung Korea, membentuk pemerintahan boneka di wilayah selatan, sambil melancarkan provokasi demi provokasi kepada pihak Korea di utara.

Beberapa dokumen memperlihatkan bagaimana serangan ke wilayah utara Korea sengaja dilakukan Amerika untuk menguasai seluruh Semananjung Korea yang mestinya, saat dekolonialisasi, dikembalikan ke rakyat Korea. Beberapa dokumen ditandatangani oleh Douglas Mc Arthur, panglima pasukan Amerika di Asia Pasifik selama Perang Dunia Kedua.

“Dokumen-dokumen ini asli. Tentara kami memperolehnya saat berhasil menduduki Seoul (pusat kekuasaan pasukan Amerika) tahun 1952,” kata tentara wanita Korut yang menjadi guide saya di museum itu.

Di dinding, berbagai gambar, dokumen-dokumen yang diperbesar berkali-kali lipat dipajang. Juga peta-peta yang menggambarkan gerakan pasukan Korea dan gerakan pasukan kaum penjajah Amerika.

Lalu saya dibawa ke ruang bawah tanah. Di sana ditampilkan beberapa senjata yang dipakai oleh tentara Korea selama berperang menghadapi Amerika. Mulai dari senjata genggam sampai pesawat tempur. Juga beberapa miniatur kapal perang Korea.

“Ini adalah Kapal Torpedo nomor 21 yang berhasil menenggelamkan kapal perang Amerika, Baltimore,” kata tentara itu lagi. “Baltimore bukan kapal kecil. Beratnya 17.300 ton, jumlah tentaranya 1.700 orang, dengan moncong senjata sebanyak 69 buah,” lanjutnya.

Lalu saya dibawa masuk ke ruangan lain. Masih di bawah tanah. Di ruang ini, pemandangannya lebih seram lagi. Puluhan bangkai pesawat tempur Amerika dipamerkan. Semuanya dalam keadaan tak utuh. Kebanyakan dengan moncong hancur lebur, karena mencium bumi setelah ditembak para pejuang Korea. Ada yang sayapnya patah, bagian kokpitnya hancur. Beberapa lainnya, cuma tinggal puing-puingnya saja.

Selain bangkai pesawat, di ruangan itu saya juga melihat puluhan tank Amerika, sejenis dengan tank Abrams, hancur lebur. Di sebelah barisan bangkai tank Amerika, adalah bangkai kendaraan tempur dan truk-truk Amerika yang dihancurkan Korea selama perang.

Di sudut ruangan ada koleksi senjata tentara Amerika yang direbut Korea. Bayangkan, jumlahnya ribuan. Senjata-senjata itu ditumpuk bersama helm-helm baja milik tentara Amerika yang juga sudah rombeng, penyok-penyok kena tembak tentara Korea, tempat air minum, seragam, dan bendera Amerika yang juga sudah koyak-koyak.

“Kami mengumpulkan semua benda ini, agar generasi muda bangsa kami bisa memahami betapa berharganya kemrdekaan yang kini kami miliki. Kalau mereka menghargai kemerdekaan, tentu mereka tidak akan rela bila suatu kali penjajah kembali menekan bangsa kami,” ujar si guide, agak panjang kali ini.[t]

Standard

2 thoughts on “Bangkai Amerika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s