Agus Widjojo: Tidak Pantas Mempertanyakan Apakah Pahlawan Revolusi Disiksa

21686321_10155641446576668_31176531500000347_n
Tidak pantas mempertanyakan apakah enam jenderal dan seorang perwira muda TNI Angkatan Darat yang diculik dan dibunuh, lantas dimasukkan ke dalam sumur tua di Lubang Buaya pada dinihari 1 Oktober 1965, mengalami penyiksaan atau tidak.

Continue reading Agus Widjojo: Tidak Pantas Mempertanyakan Apakah Pahlawan Revolusi Disiksa

Lagi, Misteri Jenazah Pahlawan Revolusi

harum-bunga
“JELASLAH bagi kita yang menyaksikan dengan mata kepala betapa kejamnya aniaya yang telah dilakukan oleh petualang-petualang biadab dari apa yang dinamakan Gerakan 30 September.” Pangkostrad Mayjen Soeharto, 4 Oktober 1965. Continue reading Lagi, Misteri Jenazah Pahlawan Revolusi

Catatan Hantu Komunis

Oleh: Harsutejo

Di seputar pilkada Jawa Timur baru-baru ini beredar lagi hantu komunis yang konon bakal menempati kursi kekuasaan. Continue reading Catatan Hantu Komunis

Ex-agents say CIA compiled death lists for Indonesians

TAKEN from this. Continue reading Ex-agents say CIA compiled death lists for Indonesians

Mengenang Malam Jahanam (17): G30S Dirancang untuk Gagal

Tulisan ini adalah karya Harsutejo, dimuat atas izin yang diberikan si penulis kepada saya, dan karenanya saya berterima kasih. Pemuatan tulisan ini untuk menyambut peringatan peristiwa G30S yang telah mengubah secara fundamental jalan sejarah negeri ini. Kalau boleh, saya ingin mendedikasikan pemuatan tulisan ini kepada semua korban di pihak manapun dan keluarga korban peristiwa keji itu dan rangkaian perisiwa keji dengan efek horor yang tak terperikan yang terjadi berikutnya.

Oleh: Harsutejo

Meletusnya peristiwa G30S dan seluruh tragedi 1965 [dan 1966] merupakan salah satu ujung perang dingin antara dua kubu kekuatan di dunia, baik kubu kapitalis versus komunis maupun kubu revisionis versus dogmatis ekstrim kiri [berdasarkan istilah para pihak] dan kubu imperialis versus gerakan kemerdekaan yang ikut menyeret Indonesia ke dalam pusarannya. Menurut rumusan Bung Karno (BK) pertentangan dua kubu antara oldefos melawan nefos. Hanya dengan memahami situasi ini semua maka kita dapat mengerti tragedi 1965 beserta seluruh akibatnya, sebagai bagian suksesnya kubu anti-Sukarno di dalam negeri [yang dipandegani sejumlah jenderal AD] dan luar negeri [yang dibenggoli Amerika Serikat] untuk menjatuhkan Presiden Sukarno. Kekuatan dalam dan luar negeri anti-komunis dan anti-Sukarno memiliki kepentingan yang sama untuk menghancurkan PKI yang perkembangannya ketika itu menakutkan musuh-musuhnya, serta menggulingkan Presiden Sukarno sekaligus. Continue reading Mengenang Malam Jahanam (17): G30S Dirancang untuk Gagal

Mengenang Malam Jahanam (16): Dewan Revolusi dan Kudeta di Radio

Tulisan ini adalah karya Harsutejo, dimuat atas izin yang diberikan si penulis kepada saya, dan karenanya saya berterima kasih. Pemuatan tulisan ini untuk menyambut peringatan peristiwa G30S yang telah mengubah secara fundamental jalan sejarah negeri ini. Kalau boleh, saya ingin mendedikasikan pemuatan tulisan ini kepada semua korban di pihak manapun dan keluarga korban peristiwa keji itu dan rangkaian perisiwa keji dengan efek horor yang tak terperikan yang terjadi berikutnya.

Oleh: Harsutejo

Menyerimpung Politik PKI

Dalam pengakuannya di depan Mahmillub pada 1967-1968, Ketua BC PKI Syam menyatakan seluruh perbuatannya sebagai pelaksanaan instruksi Ketua PKI Aidit termasuk pengumuman dan dekrit yang disampaikan lewat RRI Jakarta menurut pengakuannya disusun oleh Aidit. Segala pengakuan Syam tentang G30S boleh dibilang tidak dapat diperiksa dan dirujuk kebenarannya. Dokumen G30S yang diumumkan pada 1 Oktober 1965 yang terdiri dari pengumuman Letkol Untung, Dekrit No.1, Keputusan No.1 dan Keputusan No.2, rendah mutu politiknya. Dalam pengumuman pertama bernada emosional. Sulit dipercaya dokumen semacam itu disusun oleh seorang Aidit, seorang pemimpin politik yang telah malang melintang secara nasional dan internasional, pemimpin komunis kaliber dunia. Continue reading Mengenang Malam Jahanam (16): Dewan Revolusi dan Kudeta di Radio

Mengenang Malam Jahanam (15): DN Aidit, PKI dan G30S

Tulisan ini adalah karya Harsutejo, dimuat atas izin yang diberikan si penulis kepada saya, dan karenanya saya berterima kasih. Pemuatan tulisan ini untuk menyambut peringatan peristiwa G30S yang telah mengubah secara fundamental jalan sejarah negeri ini. Kalau boleh, saya ingin mendedikasikan pemuatan tulisan ini kepada semua korban di pihak manapun dan keluarga korban peristiwa keji itu dan rangkaian perisiwa keji dengan efek horor yang tak terperikan yang terjadi berikutnya.

Oleh: Harsutejo

Pemimpin Muda yang Enerjetik

Sudah sejak muda, sejak jaman penjajahan Belanda, Aidit dalam umur belasan tahun telah ikut serta dalam gerakan melawan penjajahan dalam berbagai bentuknya. Sudah sejak muda pula ia gemar membaca dan tertarik pada marxisme. Di masa revolusi fisik ada sebutan populer di kalangan kaum kiri, “mabuk marxisme” dalam artian positif, giat belajar teori dengan membaca, berdiskusi dan berdebat serta kursus-kursus politik sejak masa pendudukan Jepang, serta menerapkannya dalam praktek perjuangan. Selanjutnya juga menuliskan berbagai gagasannya. Continue reading Mengenang Malam Jahanam (15): DN Aidit, PKI dan G30S