HINGGA tadi malam, tak kurang dari 23 calon menteri telah memenuhi panggilan Susilo Bambang Yudhoyno (SBY). Continue reading “7 Calon Menteri Masih Diragukan”
Antek IMF Dilirik Jadi Menteri
DIREKTUR Eksekutif International Monetary Fund (IMF) untuk kawasan Asia Pasifik, Dr. Sri Mulyani Indrawati, hari ini dijadwalkan memenuhi panggilan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Banyak kalangan menilai, kehadiran “antek IMF” itu dalam kabinet SBY akan memperparah proses perbaikan ekonomi Indonesia. Harapan perubahan di depan mata, menurut mereka, bisa hilang tak berbekas.
Sri Mulyani yang menetap di Amerika Serikat dihubungi hari Jumat kemarin. Menurut sumber di Cikeas, dalam pembicaraan via telepon itu, Sri Mulyani minta diberi waktu dua hari sebelum dirinya sampai ke Jakarta.
Direktur Institute for Development on Economic and Finance (Indef) Imam Sugama yang dihubungi kemarin, mengatakan, kalau Sri Mulyani dilantik sebagai salah seorang anggota tim ekonomi SBY, maka tidak akan ada perubahan paradigma kebijakan.
“Artinya, pemerintah SBY sama dengan pemerintah lalu, menggunakan pola neoliberal yang biasa diterapkan oleh IMF. Oleh karena itu masalah pengangguran dan kemiskinan tetap tidak akan tertangani,” urainya.
Ditambahkan Imam, ada tiga kebijakan utama yang merupakan turunan dari cara berpikir para ekonom neoliberal, yakni stabilisasi makro dalam bentuk stabilisasi harga dengan jalan menekan laju inflasi, deregulasi atau liberalisasi, serta privatisasi dan divestasi. Ketiga hal ini bukannya me-recovery, tetapi malah memperburuk kondisi ekonomi.
Mengenai posisi menteri keuangan yang disebut-sebut akan diserahkan kepada Sri Mulyani, Imam mengingatkan agar SBY ekstra hati-hati.
“Di Amerika, Australia dan New Zealand, posisi Menkeu adalah posisi yang ditempati oleh orang-orang memiliki kedekatan dengan presiden atau perdana menteri. Sementara Sri Mulyani ini adalah orang di luar lingkaran SBY,” katanya lagi.
Secara terpisah, menurut pengamat Jefrey Winters, kekhawatiran yang ada saat ini tidak semata-mata ditujukan pada Sri Mulyani secara pribadi. Menurutnya, ada sekelompok ekonom-teknokrat di Indonesia yang punya pandangan yang sama persis dengan IMF dan Bank Dunia.
Lanjut Jefrey, kelompok ini bukan lagi antek atau boneka IMF dan Bank Dunia. Melainkan komprador atau perwakilan kepentingan IMF dan Bank Dunia di Indonesia.
“Mungkin orang akan mengatakan tidak ada masalah punya pandangan seperti itu. Tetapi pertanyaan yang penting adalah, apa pernah ada negara di dunia yang maju cepat dengan diagnosis dan obat dari IMF dan Bank Dunia. Jawabannya sederhana, tidak ada,” kata Jefrey.
Ditambahkan Jefrey, yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah tim ekonomi yang tidak hanya bersikap go to hell dengan IMF dan Bank Dunia. Tetapi juga punya rencana yang nyata dan independen agar Indonesia bisa segera loncat dari kategori negara miskin.
“Saya yakin satu hal, kalau terus disetir Berkeley Mafia atau anak dan cucunya, tidak ada harapan bagi Indonesia. Contohnya Singapura, Jepang Korea Selatan, Taiwan dan Cina. Semua loncat dari kategori negara miskin, dan tidak satu pun yang menurut pada IMF,” ujarnya lagi.
Sri Mulyani yang sempat dikenal dekat dengan Megawati pergi ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, bulan Agustus 2001. Di sana dia membantu sejumlah lembaga Amerika selain mengajar tentang perekonomian Indonesia dan ekonomi makro di Georgia University.
Awal Oktober 2002 Sri Mulyani diangkat menjadi Direktur Eksekutif IMF yang mewakili 12 negara di Asia Tenggara, menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto. Sejak 1 November 2002, dia berkantor di lantai 13 markas pusat IMF di 19th Street, NW, Washington DC, Maryland. GUH Rakyat Merdeka, 18 Oktober 2004
Empat Media Harus Memuat Klarifikasi, Hanya RM yang Selamat
DEWAN Pers memberi sanksi kepada empat dari lima media massa yang dinilai melanggar Continue reading “Empat Media Harus Memuat Klarifikasi, Hanya RM yang Selamat”
Mega Nekat, Mega Ditolak
Rakyat Merdeka, Agustus 2004
Catatan: Tiga artikel berikut ditulis menyusul pertemuan anak-anak Bung Karno dari Ibu Fatmawati di kediaman Rachmawati di Jati Padang, Jakarta Selatan, bulan Agustus 2004, beberapa saat sebelum putaran kedua Pilpres 2004 dimulai. Itu adalah pertemuan pertama antara Rachma dan Megawati yang sejak lama berseteru. Continue reading “Mega Nekat, Mega Ditolak”
Governor Puteh Case Reaches Anticlimax
CORRUPTION investigations into Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Governor Abdullah Puteh over the alleged mark up of a Rostov helicopter purchased by the provincial government have entered a new phase: Anticlimax. Continue reading “Governor Puteh Case Reaches Anticlimax”
Redaktur Harian Rakyat Merdeka Dipanggil Ke Kejaksaan Tinggi
REDAKTUR Eksekutif Rakyat Merdeka Teguh Santosa Tarigan, datang memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Continue reading “Redaktur Harian Rakyat Merdeka Dipanggil Ke Kejaksaan Tinggi”
Caleg Partai Pelopor “Ngamen” di Bus Kota
BANYAK cara dilakukan calon legislatif memenangkan kursi Senayan. Continue reading “Caleg Partai Pelopor “Ngamen” di Bus Kota”
Caleg Muda Minta Pemerintah Tegas soal Praktik Korupsi
CALON anggota legislatif (caleg) muda mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat bersikap tegas Continue reading “Caleg Muda Minta Pemerintah Tegas soal Praktik Korupsi”
Operasi Fajar Merah
Pasukan koalisi dengan leluasa menerobos pertahanan Saddam Hussein tanggal 9 April lalu. Tak satupun tentara Irak menyongsong kehadiran mereka. Tak ada perang kota. Pasukan Irak yang sebelumnya disebut-sebut gagah berani bagaikan hilang ditelan bumi. Dalam hitungan menit setelahnya, ratusan warga Irak menumbangkan patung Saddam setinggi 12 meter di Taman Firdaus. Kekuasaan Saddam runtuh sudah.
Continue reading “Operasi Fajar Merah”Enam Bulan Tarmidi Mikirin Lompat Pagar
DESEMBER 1993, hampir sepuluh tahun lalu. Continue reading “Enam Bulan Tarmidi Mikirin Lompat Pagar”
Melawan Mega, Melawan Sutiyoso
BEBERAPA tahun terakhir, hubungan Megawati dan Sutiyoso memang terlihat dekat. Continue reading “Melawan Mega, Melawan Sutiyoso”
Ketika Mega Menangis
MENGAPA Megawati Soekarnoputri membuang Tarmidi Continue reading “Ketika Mega Menangis”
Ditendang Mega, Dirangkul Rachma
DUA hari lalu Rachmawati Soekarnoputri melantik Tarmidi Suhardjo sebagai Ketua DPD Partai Pelopor DKI Jakarta. Continue reading “Ditendang Mega, Dirangkul Rachma”
Membelah Laut
DI Korea Utara, ada bendungan sepanjang delapan kilometer. Letaknya di Kota Nampo, sekitar dua setengah jam dari Pyongyang ke arah barat laut. Yang membuat saya geleng-geleng kepala, bendungan itu membelah laut, di muara Sungai Taedong, dan menghubungkan Kota Nampo dengan Provinsi Han Selatan. Continue reading “Membelah Laut”
Propaganda
RAKYAT Korea Utara siap menghadapi serangan Amerika Serikat. Kapanpun. Sebulan sebelum saya tiba di Pyongyang, pemerintah Korea menggelar latihan serangan udara. Bila sirine tanda bahaya meranung-raung di seluruh penjuru kota Pyongyang, semua warga berlarian menyelamatkan diri, menuju bunker-bunker perlindungan. Tak ada informasi yang menyebutkan berapa jumlah bunker di Pyongyang. Tapi kata teman saya, Pyongyang punya banyak bunker. Cukup banyak untuk menampung semua penduduk Pyongyang dan kota-kota lain di sekitar Pyongyang. Continue reading “Propaganda”
Bangkai Amerika
TEMAN Korea yang menemani selama kunjungan ke Pyongyang, mengajak saya mengunjungi Museum Pembebasan Tanah Air. Museum itu secara khusus menampilkan peninggalan-peninggalan selama Perang Korea selama 1950 sampai 1953, dan masa-masa setelah itu. Continue reading “Bangkai Amerika”
Perang Korea

TAHUN 1932, pemimpin spritual dan inspirator perjuangan rakyat Korea menghadapi kaum penjajah, Kim Il Sung meresmikan berdirinya Tentara Rakyat Korea atau Korean People’s Army (KPA). Sejak hari itu, perjuangan rakyat Korea mengusir Jepang yang sudah puluhan tahun menjajah mereka, semakin terorganisir dengan rapi dan baik.
Continue reading “Perang Korea”Korean People’s Army

SELAMA berada di Pyongyang, setiap hari saya berpapasan dengan tentara Korut. Mereka ada di mana-mana, berjalan berbaris berkelompok, atau berkumpul. Di lokasi pameran bunga Kim Il Sung, ribuan tentara Korut hadir. Mereka mengunjungi satu persatu stand pameran. Beberapa dari mereka mengenakan seragam kebanggaan, dengan deretan bintang jasa memenuhi dada kiri dan kanan.
Continue reading “Korean People’s Army”The Axis of Evil: Korea Utara?





BULAN Oktober tahun lalu, dengan entengnya, Presiden Amerika George W Bush menuding Irak, Iran dan Korea Utara sebagai axis of evil alias poros setan. Katanya lagi, poros ini mesti dihabisi.
Continue reading “The Axis of Evil: Korea Utara?”Kim Il Sung Square


SAYA tiba di Pyongyang, ibukota Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara tanggal 15 April lalu. Saat itu, rakyat Korut tengah memperingati ulang tahun ke-91 pemimpin spritual dan inspirator perjuangan mereka, Kim Il Sung. Continue reading “Kim Il Sung Square”
The Old Damascus
0319
Di Damaskus, ibukota Syria, ada benteng tua. Letaknya persis di tengah kota. Kota di dalam benteng itulah yang disebut sebagai Damaskus Tua dan telah dihuni manusia sejak 6.000 sampai 4.000 tahun sebelum Masehi. Continue reading “The Old Damascus”
Di Tepi Sungai Efrat
0225
Abu Kamal atau Al Bukamal sebuah kota kecil di timur Suriah. Letaknya di sisi kanan Sungai Efrat yang mengalir dari Turki di utara sana. Kalau Anda melihat peta Suriah, Abu Kamal persis berada di garis perbatasan negara itu dengan Irak.
Busway: Bagaimana Kesiapan Jakarta?
Release dari Yayasan Pelangi Indonesia
MASALAH lalu lintas di Jakarta seperti benang kusut yang menimbulkan berjuta Continue reading “Busway: Bagaimana Kesiapan Jakarta?”
Menabur Angin, Menuai Badai

DALAM Perjanjian Peshawar di bulan April 1992, menyusul kehancuran pemerintahan Najibullah, kelompok mujahidin Afganistan sepakat mendirikan Negara Islam Afganistan dan membagi kekuasaan di antara mereka.
Pemimpin Masyarakat Islam atau Jamiati Islami, Burhanuddin Rabbani, diberi mandat sebagai presiden transisional. Dia juga dipercaya memimpin semacam dewan presidium yang terdiri dari pentolan-pentolan kelompok mujahidin. Continue reading “Menabur Angin, Menuai Badai”
Dostum yang Licin
PIMPINAN Aliansi Utara Abdurrashid Dostum tiba-tiba menjadi pahlawan baru bagi rakyat Afghanistan. Padahal dulu laki-laki Uzbek ini kaki tangan rejim komunis Uni Soviet. Seorang veteran Tentara Merah menceritakan sepak terjang Dostum yang oportunis ini kepada saya.
Continue reading “Dostum yang Licin”Perang yang Tidak Sederhana
PERANG di Afghanistan sangat tidak sederhana. Konflik ini tidak dimulai ketika Amerika menjatuhkan ribuan bom dari pesawat B-52 dan melepaskan ribuan rudal dari USS Theodore Roosevelt di Laut Arab yang menghancurkan kota-kota penting Afghanistan, Kabul, Kandahar, Jalalabad, Mazar I Sharif dan Herat. Continue reading “Perang yang Tidak Sederhana”
Linglung di Tengah “Kemerdekaan”
KABUL bagai kota tidak bertuan. Tidak jelas siapa yang berkuasa dan memerintah di ibu kota Afghanistan itu. Tidak jelas hukum apa yang dipegang masyarakat. Sekilas mirip hukum rimba. Siapa yang kuat, menang. Sementara yang lemah harus menyingkir atau mati berkalang tanah. Continue reading “Linglung di Tengah “Kemerdekaan””
Uzbekistan Masih Maju Mundur
BANYAK kalangan mengira setelah aliansi Utara menguasai Mazar I Sharif di utara Afghanistan, pemerintah Uzbekistan akan segera membuka jembatan di atas sungai Amu Darya yang menghubungkan Uzbekistan dan Afghanistan. Dugaan ini salah. Sampai kemarin (12/11) Presiden Uzbekistan Islam Karimov belum menunjukkan tanda-tanda akan segera membuka jembatan itu. Continue reading “Uzbekistan Masih Maju Mundur”
Dostum Menuju Kabul
AMERIKA membonceng serangan Aliansi Utara pimpinan Abdur Rashid Dostum atas kota Mazar I Sharif di Afghanistan Jumat malam lalu (9/11). Sementara pasukan Dostum mati-matian menghadapi pasukan Taliban, puluhan pesawat tempur F-18 dan pesawat pembom B-52 Amerika berputar-putar di atas kota yang berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa. Kebanyakan penduduk Mazar I Sharif adalah suku Uzbek, Tajik dan Hazaras. Continue reading “Dostum Menuju Kabul”
Bom yang Ditumpahkan dari Langit
STAF PBB di Termez mulai buka mulut menentang Amerika Serikat. Diakui staf PBB serangan udara Amerika hanya membunuh penduduk sipil yang tak berdosa dan menghancurkan fasilitas umum. Continue reading “Bom yang Ditumpahkan dari Langit”



