7 Calon Menteri Masih Diragukan

HINGGA tadi malam, tak kurang dari 23 calon menteri telah memenuhi panggilan Susilo Bambang Yudhoyno (SBY). Beberapa kalangan meragukan kemampuan dan komitmen sebagian dari mereka. Tujuh calon menteri yang paling mendapat sorotan adalah Aburizal Bakrie, Rachmat Gobel, Mari Elka Pangestu, Hatta Radjasa, Surya Dharma Ali dan Sri Mulyani Indrawati.

Kabar yang beredar di banyak kalangan memperkirakan Aburizal akan ditempatkan sebagai Menko Perekonomian atau Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Gobel sebagai Menteri Perindustrian, Mari sebagai Menteri Perdagangan, Hatta Radjasa sebagai Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi, Surya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

SBY sendiri, hari Minggu di Cikeas menyatakan, dirinya belum mengambil keputusan siapa yang menjadi menteri pada pos tertentu. Bisa disimpulkan, perkiraan-perkiraan susunan kabinet masih sangat cair.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah pihak yang pertama kali bersuara miring menyikapi pemanggilan beberapa calon menteri yang menurut mereka tak layak masuk dalam “kabinet perubahan”. Hari Sabtu lalu, menyusul pemanggilan ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Mari Pangestu, pengusaha Aburizal Bakrie dan pengusaha Rachmat Gobel, Pjs Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring dan beberapa petinggi partai menggelar rapat serius. Mereka memberi peringatan keras pada SBY.

Dalam beberapa wawancara dengan sejumlah media massa, Tifatul mengatakan partainya tidak bisa menerima bila SBY menampung pengusaha bermasalah dan kaki tangan asing dalam kabinetnya.

“Kalau kaki tangan IMF (International Monetary Fund) masuk kabinet, jelas itu akan membuat rakyat kembali terjajah dan sengsara. Kami hanya ingin me-warning SBY dan berniat baik,” ujarnya Sabtu malam.

Ketua Presidium Komite Waspada Orde Baru Judilhery Justam, menilai Ical, begitu Aburizal biasa disapa, bukan figur yang tepat untuk menduduki kursi menteri di kabinet SBY. Menurut Judil, Ical termasuk pengutang terbesar di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), dan hingga kini belum semua kewajibannya diselesaikan, hingga BPPN akhirnya dibubarkan dan diganti dengan PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA).

Kritik untuk Sri Mulyani yang baru tadi malam menemui SBY, disampaikan oleh, di antaranya, Direktur Institute for Development on Economic and Finance (Indef) Imam Sugama dan pengamat Jefrey Winters.

Kata Imam, kalau Sri Mulyani yang Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) Asia Tenggara itu sungguh direkrut sebagai salah seorang anggota tim ekonomi SBY, maka pemerintahan SBY akan terjebak pada paradigma kebijakan yang menggantungkan diri pada lembaga donor semisal IMF dan Bank Dunia.

Pengamat Jefrey Winters juga mewanti-wanti kedekatan Sri Mulyani dengan IMF. Katanya, orang seperti Mulyani adalah komprador atau perwakilan kepentingan IMF dan Bank Dunia di Indonesia.

Kritik terhadap Yusril disampaikan aktivis Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Jakarta Irawanto. Menurutnya, Yusril termasuk menteri yang tidak punya prestasi. “Selama dia jadi menteri kehakiman, tidak ada pekerjaannya yang hebat. Pengadilan tetap saja jadi mafia,” kata Irawanto.

Dia juga menyesalkan arogansi Yusril yang tak mau diuji oleh SBY.

Keberatan atas Surya Dharma disampaikan seorang anggota Komisi V DPR periode 1999-2004. Dia mencium keterlibatan Surya Dharma dalam kasus pembelian pesawat Sukhoi yang merebak pertengahan tahun 2003 lalu.

“Saat itu Komisi V bermaksud memanggil Menperindag Rini Soewandi. Tapi mendadak Surya sebagai Ketua Komisi membatalkan pemanggilan itu,” katanya.

Bagaimana dengan Hatta Radjasa? Sejumlah kalangan di Partai Amanat Nasional (PAN) menyebut Hatta sebagai petualang politik. Itu sebabnya Majelis Penasihat Partai (MPP) PAN mengeluarkan surat khusus kepada SBY tentang calon-calon menteri dari PAN.

Surat yang ditandatangani Ketua MPP Amin Azis dan Sekretaris Poerwanto Soewandji itu menyebut Hatta berpotensi membuat kabinet SBY tidak produktif. GUH/ADE/AUL Rakyat Merdeka, 19 Oktober 2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s