Jalan dakwah yang telah dicontohkan Rasulullah SAW selama ini adalah dakwah yang mengedepankan keteladanan dan nasihat yang baik. Dakwah yang dikedepankan dalam ajaran Islam adalah dakwah yang menyejukkan hati setiap orang. Poin penting yang juga dijalani Rasulullah dalam berdakwah adalah mengedepankan empati. Continue reading “Pentingnya Komunikasi Dakwah yang Menyejukkan”
Kesaksian Bekas Menteri Kabinet Dwikora
M ACHADI adalah satu dari sedikit saksi sejarah peristiwa G30S tahun 1965 yang masih hidup. Saat peristwa itu terjadi Achadi menjabat sebagai menteri koperasi dan transmigrasi Kabinet Dwikora, disamping sebagai rektor Universitas Bung Karno (UBK) yang dibubarkan setelah Soeharto berkuasa.
Menurut Achadi, Soeharto adalah tokoh yang paling bertanggung jawab atas peristiwa pembantaian jutaan orang yang terjadi pasca G30S, atau peristiwa yang oleh Bung Karno disebut sebagai Gerakan Satu Oktober (Gestok). Continue reading “Kesaksian Bekas Menteri Kabinet Dwikora”
Harus Ada Keteladanan
Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena kekerasan di masyarakat semakin memprihatinkan. Intensitas kekerasan bahkan menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Kekerasan tak hanya terjadi secara fisik, tapi juga non-fisik seperti teror, ketakutan, dan trauma psikis akibat tindak tak manusiawi yang dialami seseorang. Dampak parah yang ditimbulkan adalah trauma psikis, yang membutuhkan waktu cukup lama untuk penyembuhannya. Sejauhmana peran masyarakat dan negara dalam mengeliminir kekerasan? Continue reading “Harus Ada Keteladanan”
Mencegah Kekerasan di Rumah Kita
Di tengah kehidupan modern yang lebih mementingkan materi daripada rohani seperti sekarang ini, banyak keluarga yang berantakan. Suami-istri sibuk bekerja atau bahkan bercerai. Belum lagi pengaruh lingkungan yang membuat anak-anak menjadi korban. Padahal agama mengajarkan, negara menjadi kuat jika didukung oleh keluarga-keluarga kuat yang hidup harmonis dan penuh kasih sayang. Continue reading “Mencegah Kekerasan di Rumah Kita”
Integrasi Ilmu Mutlak Diperlukan
Umat Islam dalam hampir empat abad terakhir, terus tertinggal dalam bidang pendidikan. Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan Islam, sehingga diharapkan kelak mampu berkompetisi di tengah dunia yang kian maju dan mengglobal. Dalam seminar Tajdid Islam yang digelar kerjasama Center for Moderate Moslem (CMM) Jakarta, dan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM), di Sepang, Malaysia, Continue reading “Integrasi Ilmu Mutlak Diperlukan”
Pendidikan Islam, Saatnya Bangkit dari Keterpurukan
Memasuki abad ke-21, harus diakui bahwa umat Islam tertinggal jauh dengan peradaban Barat. Menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditawar bahwa dalam proses penyehatan dan menyegarkan peradaban Islam yang lemah adalah dengan memperbaiki sistem dan tujuan pendidikan Islam. Tanpa itu, membangun umat Islam dari ‘tidur panjang’ adalah sebuah utopia. Continue reading “Pendidikan Islam, Saatnya Bangkit dari Keterpurukan”
Kembangkan Islam Substantif
Bagaimana wajah Islam dewasa ini? Seperti apa ajaran Islam ideal yang mesti diamalkan penganutnya agar dapat meraih kemajuan sains dan teknologi? Dan bagaimana nasib Islam di masa mendatang? Bersama beberapa wartawan lain, At-Tanwir berhasil mewawancarai mantan PM Malaysia Dr Mahathir Mohamad, Continue reading “Kembangkan Islam Substantif”
Islam Melayu Jadi Tumpuan
Banyak pakar dan ilmuwan menilai, Islam di alam Melayu memiliki ciri khas dan watak yang toleran. Continue reading “Islam Melayu Jadi Tumpuan”
Sains dan Teknologi Kunci Kebangkitan Islam
Umat Islam sejauh ini memandang sains dan teknologi sebagai barang sekunder, dan menempatkannya di posisi pinggiran. Dengan pandangan demikian, tidak heran jika umat Islam jauh tertinggal dalam bidang sains dan teknologi. Padahal kedua hal tersebut di masa lalu pernah dikuasai umat Islam sehingga umat Rasulullah ini meraih kejayaannya dan diperhitungkan oleh bangsa dan umat-umat lainnya. Continue reading “Sains dan Teknologi Kunci Kebangkitan Islam”
Menjadikan Agama Alternatif bagi Pemberantasan Aids
Dewasa ini, berbagai pihak, mulai kalangan LSM, pemerintah, hingga masyarakat umum, menghadapi tantangan penyebaran virus HIV yang dinilai demikian pesat penyebarannya. Virus mematikan yang menyebabkan penyakit Aids yang hingga hari ini belum diketemukan obatnya itu, menjadi perhatian khusus para pemuka agama, khususnya Islam dan Kristen, beberapa waktu lalu dalam sebuah forum yang diselenggarakan badan PBB khusus urusan Aids (UNAIDS), di London, Inggris. Continue reading “Menjadikan Agama Alternatif bagi Pemberantasan Aids”
Optimalkan Peran Tokoh Lintas Agama
Salah satu ancaman yang dihadapi bangsa-bangsa di dunia, selain masalah keamanan dan kejahatan transnasional, juga masalah merebaknya penyakit Aids. Dalam catatan, penyakit Aids di masa mendatang akan menjadi bom waktu bagi umat manusia, khususnya para pemimpin di berbagai negara. Benua Afrika, yang menurut data, tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penderita Aids paling banyak, menyebabkan banyak pihak merasa was-was dan berpikir ulang, bagaimana upaya cerdas dan jitu dalam memberantas penyakit mematikan tersebut. Continue reading “Optimalkan Peran Tokoh Lintas Agama”
Departemen Penerangan Gaya Baru?
RENCANA Departemen Komunikasi dan Informatika, mendata media massa membuat resah Continue reading “Departemen Penerangan Gaya Baru?”
Barat Menyadari Pentingnya Dunia Islam
Ada yang menarik dari kunjungan dua petinggi besar dunia Barat, Menlu AS Condoleeza Rice, dan PM Inggris Tony Blair, ke Indonesia beberapa waktu lalu. Keduanya sama-sama mengunjungi pondok pesantren, lembaga Islam yang sejauh ini kerap dinilai negatif oleh dunia Barat. Apa makna kunjungan tersebut, dan kepentingan apa yang melatarbelakangi kedua pentinggi itu ‘mampir’ ke pesantren. Apakah hal ini menunjukkan perubahan orientasi dunia Barat terhadap dunia Islam? Continue reading “Barat Menyadari Pentingnya Dunia Islam”
Tata Ulang Hubungan Islam dan Barat
Dalam hitungan pekan di bulan Maret lalu, Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim, berturut-turut kedatangan dua tamu penting petinggi negara Barat. Tamu pertama adalah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Condoleezza Rice. Adapun tamu kedua Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair. Keduanya tentu membawa agenda masing-masing. Continue reading “Tata Ulang Hubungan Islam dan Barat”
Sepenggal Kahar Muzakkar di Parung Bingung
Catatan: Tulisan-tulisan berikut diambil dari Situs Berita Rakyat Merdeka (www.rakyatmerdeka.co.id), diawali kabar kematian Susana Corry van Stenus pada hari Sabtu, 1 April 2006. Dia adalah salah seorang istri Kahar Muzakkar–seorang yang pernah dikenal sebagai salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, sebelum akhirnya “divonis” sebagai pengkhianat. Continue reading “Sepenggal Kahar Muzakkar di Parung Bingung”
Harus Pakai Cara yang Elegan
Aspirasi agar Syariat Islam ditegakkan di bumi Indonesia, dari waktu ke waktu terus disuarakan. Beberapa tahun terakhir, tuntutan tersebut kian kencang, seiring dengan arus reformasi dan kebebasan menjalankan ibadah. Berbagai gerakan Islam, mulai dari yang radikal seperti Hizbut Tahrir (HT), MMI, FPI, hingga gerakan Islam moderat seperti NU dan Muhammadiyah, tak ketinggalan menyuarakan hal tersebut. Continue reading “Harus Pakai Cara yang Elegan”
Liku Panjang Penegakan Syariat Islam
Kesepahaman masyarakat Indonesia terhadap ide-ide yang bersumber pada Syariat Islam yang cukup tinggi ternyata tidak tercermin di dalam dukungan terhadap organisasi atau partai politik yang memperjuangkan pelaksanaannya. Continue reading “Liku Panjang Penegakan Syariat Islam”
Berani Mati, Tak Berani Hidup
Aksi radikalisme Islam, dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan peningkatan berarti. Kasus peledakan bom Bali I dan II, serta berbagai bom lainnya, membuktikan, radikalisme telah menjadi ancaman nyata di negeri ini. Agama yang sejatinya untuk kesejahteraan dan kedamaian umat manusia, dibajak untuk alat legitimasi aksi terorisme. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Apa sebab-musabab sehingga aksi radikal menjadi kian akrab di masyarakat? Continue reading “Berani Mati, Tak Berani Hidup”
Ketidakadilan dan Kemiskinan Picu Radikalisme
Daniel Pipes, Ketua Organisasi Perdamaian Amerika Serikat (AS) dan juga anggota Kongres AS, pernah menulis dalam The National Interest, Winter 2001, mengenai hubungan radikalisme dalam Islam dengan kemiskinan. Pipes mencatat banyak tokoh Muslim yang berpendapat bahwa Muslim militan dan radikal muncul karena kemiskinan. Continue reading “Ketidakadilan dan Kemiskinan Picu Radikalisme”
Dakwah Harus Menebar Kedamaian
Dakwah Islam dewasa ini terus berkembang di hampir seluruh lini kehidupan. Media massa yang selama ini sulit ditembus oleh kegiatan keagamaan, pun kini marak dengan acara religius. Namun demikian, dakwah tetap membutuhkan reformulasi dan reorientasi mengingat tantangan yang dihadapi kini semakin besar. Seberapa jauh tantangan tersebut dan bagaimana strategi dakwah Islam harus diterapkan sehingga dapat mengena sasaran. Continue reading “Dakwah Harus Menebar Kedamaian”
Dakwah Tanpa Kekerasan di Era Modern
Misi utama diutusnya Nabi Muhammad SAW ke muka bumi adalah untuk berdakwah. Berbagai bentuk benturan dihadapi beliau dengan kesabaran yang luar biasa, yang kadang-kadang ‘di luar’ kewajaran sebagai manusia. Mereka yang memusuhi Nabi ternyata dibalas beliau dengan kasih. Nabi SAW selalu menyatakan bahwa mereka belum mengerti tentang Islam. Pengemis buta yang Yahudi, yang senantiasa mencemoohkan nama Nabi SAW ternyata justru disuapinya setiap hari tanpa sepengetahuan pengemis tersebut. Subhanallah. Continue reading “Dakwah Tanpa Kekerasan di Era Modern”
Tanamkan Saling Pengertian
Hubungan Islam dan Barat kembali mengalami cobaan cukup berat. Kasus pemuatan kartun Nabi Saw beberapa waktu lalu oleh koran Jyllands-Posten di Denmark, dan disebarluaskan beberapa media Eropa lainnya, makin memperkeruh hubungan Islam dan Barat yang selama ini diupayakan serasi dan damai. Kasus itu pula menunjukkan Barat belum dewasa dalam menyikapi dan menghargai Islam dan agama lainnya sebagai suatu keyakinan yang dianut umat manusia. Continue reading “Tanamkan Saling Pengertian”
Barat Jangan Picu Konfrontasi
Pemuatan kartun Nabi Muhammad Saw di Jyllands-Posten, koran independen di Denmark, menghadirkan tragedi internasional. Tragedi ini memicu huru-hara di banyak negara, korban harta benda, dan bahkan nyawa. Di balik itu, pemuatan kartun tersebut juga kian memperuncing jurang perbedaan Islam dengan negara-negara Barat (Amerika Serikat dan Eropa). Continue reading “Barat Jangan Picu Konfrontasi”
Tanamkan Saling Pengertian
Hubungan Islam dan Barat kembali mengalami cobaan cukup berat. Kasus pemuatan kartun Nabi Saw beberapa waktu lalu oleh koran Jyllands-Posten di Denmark, dan disebarluaskan beberapa media Eropa lainnya, makin memperkeruh hubungan Islam dan Barat yang selama ini diupayakan serasi dan damai. Kasus itu pula menunjukkan Barat belum dewasa dalam menyikapi dan menghargai Islam dan agama lainnya sebagai suatu keyakinan yang dianut umat manusia. Continue reading “Tanamkan Saling Pengertian”
Kekerasan Beragama tak Menyelesaikan Masalah
Masalah kekerasan dalam beragama hingga kini masih kerap terjadi, bahkan dari waktu ke waktu cenderung meningkat. Banyak pengamat memprediksikan, masalah ini akan terus mewarnai kehidupan beragama di masa mendatang. Kekerasan itu tak hanya terjadi pada pengikut antar agama, tetapi juga antar pemeluk satu agama. Continue reading “Kekerasan Beragama tak Menyelesaikan Masalah”
Asia Tenggara Pusat Kebangkitan Islam
Banyak kalangan menilai, Islam yang diamalkan kaum Muslimin belum mampu menyentuh permasalahan riil umat. Karena itu, agar Islam benar-benar aktual dan fungsional, umat Islam harus melakukan pembaruan pemikiran dan sikap keberagamaan mereka selama ini. Membahas lebih dalam hal ini, berikut wawancara tim At-Tanwir dengan presiden Yayasan Dakwah Islamiyah Malaysia (YADIM)–sebuah lembaga Islam semi pemerintah—Datuk Mohammad Nakhaie Ahmad, yang juga pengajar di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan mantan anggota parlemen. Continue reading “Asia Tenggara Pusat Kebangkitan Islam”
Pembaruan Agama Mutlak Diperlukan
Di tengah arus globalisasi dunia yang demikian cepat, umat Islam dituntut untuk terus memperbarui dan meningkatkan pemahaman keislaman mereka. Ini disebabkan, perkembangan dunia yang sarat kompetisi meniscayakan hanya yang memiliki kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), merekalah yang mumpuni, dan dapat mewarnai percaturan yang tengah berlangsung. Karena itu, agar ajaran Islam tidak ketinggalan konteks dan perannya, maka kaum Muslimin harus mau melakukan tajdid atau reformasi ajaran Islam. Continue reading “Pembaruan Agama Mutlak Diperlukan”
Anatomy of the Cartoon Protest Movement
Opposing Certainties Widen Gap Between West and Muslim World
By Anthony Shadid and Kevin Sullivan
— Washington Post Foreign Service
Thursday, February 16, 2006; A01
BEIRUT, Feb. 15 — It was Oct. 13 when Teguh Santosa, a 30-year-old editor with wire-rim glasses, slicked-back black hair and a stubbly beard, decided to make a point in Indonesia, the world’s most populous Muslim country. His idea was a small gesture in a broader confrontation, illustrating the power of images in shaping sentiments. He scanned a dozen cartoons published in September by a Danish newspaper that lampooned the prophet Muhammad and chose to publish the one on his news Web site that has proven the most inflammatory: the prophet wearing a turban shaped like a bomb with a lit fuse. Continue reading “Anatomy of the Cartoon Protest Movement”
Agama Menolak Radikalisme
Salah satu tantangan terpenting umat beragama saat ini adalah radikalisme agama, atau lebih tepatnya radikalisme beragama. Dalam beberapa tahun belakangan menunjukkan, masalah radikalisme beragama menjadi sorotan banyak kalangan di berbagai negara mengingat dampak sosial yang ditimbulkan cukup besar. Munculnya aksi terorisme berkedok agama tertentu, misalnya, yang kerap dipakai pihak atau orang-orang tertentu, sebut saja kelompok Noordin M. Top dan jaringan JI, sungguh menggambarkan betapa pemahaman mereka terhadap ajaran agama sangat sempit dan parsial. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa akar permasalahan dan bagaimana solusinya? Continue reading “Agama Menolak Radikalisme”
Fanatisme Lahirkan Radikalisme
Pascatragedi 11 September 2001, terlebih pascabom Bali I dan bom Bali II, opini publik kian kuat mengarah kepada sekelompok Islam radikal sebagai pelaku utamanya.
Tentu, mayoritas umat Islam menolak opini tersebut. Apalagi, opini itu cenderung ‘menuduh’ bahwa Islam identik dengan radikalisme. Fenomena radikalisme sebenarnya tidak hanya terjadi pada masyarakat Islam, namun seluruh agama yang ada berpotensi menghadapi persoalan radikalisme. Penyebabnya adalah fanatisme dan kemutlakan yang dapat mendorong munculnya sikap keberagamaan radikal. Continue reading “Fanatisme Lahirkan Radikalisme”
