Pembaruan Agama Mutlak Diperlukan

Di tengah arus globalisasi dunia yang demikian cepat, umat Islam dituntut untuk terus memperbarui dan meningkatkan pemahaman keislaman mereka. Ini disebabkan, perkembangan dunia yang sarat kompetisi meniscayakan hanya yang memiliki kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), merekalah yang mumpuni, dan dapat mewarnai percaturan yang tengah berlangsung. Karena itu, agar ajaran Islam tidak ketinggalan konteks dan perannya, maka kaum Muslimin harus mau melakukan tajdid atau reformasi ajaran Islam.

Harapan kuat itu mengemuka dalam konferensi bertajuk Reformasi Pemikiran dan Pendidikan dalam Dunia Islam, yang diselenggarakan Center for Moderate Moslem (CMM) Indonesia dan Yayasan Dakwah Islamiyah Malaysia (YADIM), 10-12 Februari, di Jakarta. Pertemuan dibuka Wapres Jusuf Kalla itu dihadiri lebih seratus utusan dari ormas Islam di Malaysia dan Indonesia, serta menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, seperti Dr Tarmizi Taher, Prof Dr Nasaruddin Umar, Prof Dr Zuhal, Dr Syafii Anwar (Indonesia), Datuk Mohd Nakhai, Prof Dr Sidek Baba, Prof Dr Mohd Otsman El-Muhammady (Malaysia).

Menurut ketua dewan direktur CMM, Dr Tarmizi Taher, tajdid merupakan kebutuhan yang tak bisa ditawar lagi oleh umat Islam. “Hanya melalui proses pembaruan pemikiran dan pemahaman keislaman, kaum Muslimin akan mampu mengikuti dan mewarnai perkembangan modern. Tanpa itu, umat Islam hanya akan menjadi penonton pasif dan tidak memiliki kekuatan apapun,” kata mantan Menteri Agama tersebut.

Harus diakui, bahwa salah satu faktor dari sekian banyak faktor yang membuat umat Islam jauh tertinggal saat ini adalah lemahnya pemahaman keagamaan dan hilangnya tradisi pembaruan. Padahal, menurut pengajar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Nasaruddin Umar, umat Islam berjaya dalam bidang ilmu pengetahuan dan ajaran Islam begitu dinamis mewarnai perkembangan di masa lalu karena umat Islam menjadikan tradisi pembaruan sebagai kebutuhan dan jalan meraih kebahagiaan. “Integrasi ilmu dan agama demikian kuat. Tak heran bila masa itu muncul para pemikir brilian di bidangnya, mulai ahli fikih hingga kedokteran dan perbintangan,” Nasaruddin menjelaskan.

Rektor PTIQ Jakarta ini menambahkan, proses integrasi ilmu dan agama dipelopori langsung oleh Rasulullah dan dilanjutkan para sahabat hingga masa abad pertengahan. Karena itulah, imbuh Nasaruddin, kalau umat Islam mau maju, mereka harus melakukan lompatan mendasar dengan mereformasi ajaran Islam sehingga kontekstual dan dapat menjawab permasalahan umat dan bangsa.

Sementara itu, Prof Dr Sidek Baba menyoroti masalah isu-isu kontemporer yang dihadapi umat Islam dalam bidang pembaruan. Menurut pengajar di International Islamic University (IIU) Malaysia ini, problem mendasar umat Islam saat ini disebabkan kebanyakan mereka meninggalkan Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW. “Inilah awal kekalahan umat Islam. Sumber asasi telah ditinggalkan dan berpaling kepada sumber lain dari Barat,” kata Sidek Baba. Untuk mengakhiri krisis ini, lanjut Sidek, umat Islam harus menanamkan dalam dirinya pentingnya kesadaran mengimplementasikan ajaran Islam yang dinamis, rasional, dan maju, dengan tetap mengambil sesuatu yang baik dari luar Islam.

Pentingnya pembaruan pemikiran juga dilontarkan direktur eksekutif International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Dr Syafii Anwar. Intelektual Muslim yang membahas masalah Islam dan demokrasi di dunia Muslim ini menyatakan, pembaruan pemikiran keagamaan akan dapat membantu kaum Muslimin menerapkan prinsip-prinsip demokrasi di masa modern. Apalagi, tambah Syafii, pada hakikatnya Islam dan demokrasi adalah entitas yang selaras, komplementer dan saling memberi.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

7 thoughts on “Pembaruan Agama Mutlak Diperlukan”

  1. Demi penjelasan total “Pembaharuan Agama Mutlak Diperlukan”, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berhjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambuatan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”

    Telah dibedah oleh:

    A. DR. Abdurahman Wahid, GUs Dur, Islam, Presiden Republik Indonesia yang ke-4 tahun 1999 – 2001.

    B. Prof DR. Boedya Pradipta, Penghayat Ketuhanan Yang Maha Esa, dosen FSUI.

    C. Prof. DR. Usman Arif, Khonghucu, dosen Filsafat UGM.

    D. Prof DR. Robert Paul Walean Sr., Pendeta Nasrani, sebagai moderator, seorang peneliti isi Al Quran, sebagamana Soegana Gandakoesoema, peneliti Al Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru.

    Pada hari kamis tanggal 29 Mei 2008, jam 09.00-14.30, diauditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, jl. Salemba Raya 21A, Jakarta, dalam rangka peringatan satu abad (1908-2008) kebangkitan nasional “dan kebangkitan agama-agama” di-Seminar & Bedah Buku hari/tanggal Selasa 27 Mei – Kamis 29 Mei 2008, dengan tema merunut benang merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri Bhinneka Tunggal Ika Panca Sila Indonesia.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  3. Camkan dengan akal sehat dan hati nurani berbudi luhur, sesuai dengan sifat nenek moyang kita Indonesia!

    Dalam masa waktu ratusan tahun bertahap agama-agama luar seperti Hindu, Buddha, Islam , Nasrani, Konghucu, Ahmadiyah dan lain-lainnya telah masuk kedalam Nusantara Indonesia dan mempengaruhi jalan fikiran dan naluri hati masyarakatnya, akhirnya tempat kita ini dijadikan ajang pertarungan macam-macam yang katanya “kebenaran”
    Padahal sebelum itu masyarakat kita hidup rukun dan damai dalam keadaan “animisme” atau “Penghayat Kepada Ketuhanan Yang Maha Esa”.
    Berdasarkan keaslian Indonesia marilah kita kembali kepada “ber-Shahadat Tauhid” memenuhi Az Zumar (39) ayat 45, sebagai pengganti menghalau “ber-Shahadatain” dengan ngandung sifat ARBABAN sesuai Ali Imran (3) ayat 80, ARBABAN At Taubah (9) ayat 31, seperti disimbulkan oleh makna “azan”, diawali oleh “Shahadatain” Allah dan Nabinya dan diakhirin oleh “Shahadat Tauhid” Lailaha ilallah.

    Shahadatain bersifat didalam hati seperti disitir oleh Al Hajj (22) ayat 31, At Taubah (9) ayat 5, 28, 36, 113, An Nisaa (4) ayat 48,116.

    Tinggalkanlah sifat At Taubah (9) ayat 97 !

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  4. Bangsa Indonesia berdasarkan Q. 41:44 telah diberikan rahasia hari takwil kebenaran kitab 7:52,53, tentang Bani Israil yang senantisa diperselisihkan sejak Adam sampai kiamat 27:76 karena diruksak 2x 17:4,5,6 oleh umat manusia beragama dan akhirnya ditugaskan menghakimi perselisihan antara agama-agama memenuhi 2:111,112,113 3:55 10:93 16:92,124 22:69 31:25
    45:16,17,18
    dan perpecahan dalam agama 6:159 23:53,54 30:32 42:13 dengan syariat kiamat 45:18
    yaitu bayan Al Quran 75:17,18,19
    yang sebelumnya bayan itu didahulukan 75:13 merusak masa depan menjdi 73 firqah.

    Bangsa Indonesia wajib bangga telah diberi kehormatan oleh Allah untuk menjadi hakim agama-agama diseluruh permukaan bumi

    Salaamuun qaulam mir robbir rahim 36:13,14,20,58

    Soegana Gandakoesoema, Pembeharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

  5. Saalamun qaulam mir robbir rahim 36:13,14,20,58

    Hai Bangsa IIndonesia seluruhnya,

    1. Menurut Al Quran yang mulia, sebagai wujud isi yang ada didalam kitab Muhammad 56:77,78,79 yang ayat-ayatnya berkalimat berbahasa Arab 12:2,3 20:113 39:28 41:3,44 42:7 43:2,3 46:12 telah dibayankan / dijelakan oleh orang-orang Arab selama 1400 tahun lebih 75:13 kepada arah multi tafsir 15:91..
    2. Orang-orang Arab adaalah paling kafir dan paling munafik, mereka tidak mengetahui sama sekali tentang hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya sejak Adam sampai kiamat 9:97. Buktinya Allah memperingatkan nabi agar tidak percaya kepada orang-orang Arab menurut 8:64,65 9:73 33:1,45-48 66:9.
    3. Bangsa Indonesia selama 300 tahun lebih sejak orang-orang Arab masuk membawa, menyampaikan menyebar luaskan agama nabi Muhammad, telah mengikuti multi tafsir Al Quran sesuai 15:91 sejak perselisihan Khulafa Rasyidin, para mashab Syafi’i, Maliki, Hambali, Hanafi, Syi’ah, Sunah wal Jamaah sampai sekaran Wahabi di Arab Saudi. Di Indonesia sendiri Muhammadiyah, NU, dll 23:53,54 dan mereka semua merasa bangga dengan perpecaha itu.
    Hadits: Pasca nabi berhaji wa’da mengatakan peringatan di Mina: Umatku sepeninggalku akan menjadi kafir 2:212 dan berpecah-belah menjadi 73 firqah 23:53,54 dan semuannya masuk neraka perpecahan 2:36. Kecuali mereka yang mengikuti Allah menyampaikan Risalah-Nya 6:124,125, aku nabi menyampaikan Risalah Allah 33:38,39,40 dan sahabat-sahabatku tingkat kenabian seperti Nuh menyampaikan Risalah-Nya 7:62,60 26:108-110; Huud manyampaikan Risalah-Nya 7:68,66 26:125,126; Shaleh menyampaikan Risalah-Nya 7:79,75 26:143,144; Syua’ib menyampaikan Risalah-Nya 7:93,88 26:178,179; Musa menyampaikan Risalah Allah 7:144,145,103. Orang-orang yang takwa diera global 17:104 18:99 101:4 menurut hukum in,i wajib mengikuti para pembawa Risalah Allah.
    Soegana Gandakoesoema NKRI-2007 juga menyampaikan Risalah Allah 33:39 melalui buku panduan “Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika” terhadap “Skema Tunggal Ilmu Laduni Tempat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang Kesatuan Agama” penerbit God-A Centre tanggal 4 Pebruari 2007. Dan menurut hukum-hukum tersebut diatas dan dibawah ini wajib
    4. Sifat Firaun senantiasa akan mucul dalam masa panjang pasca setelah para nabi uamt yang bersangkautan wafat, termasuk setelah wafatnya nabi Muhammad dan seterusnya.
    Sifat utama dari Firaun dan pengikutnya yang paling utama adalah
    1 Sombong takabur dan pemecah-belah agama 28:4 23:46.
    2. Agamanya tidak sudi diganti 40:26 dari agama disisi Allah adalah islam kafah 3:19 5:3 22:78 2:208 menjadi agama Allah 3:83 110:1,2,3 untuk memenuhi perjanjian para nabi kepada Aallah 3:19.81,82,83,85 5:44,46,48,50,54,66,67,68. Yang tidak memenuhi perjanjian ini 1.3 milyard umat Muhammad adalah bodoh 5:50 dan murtad 5:54 alias jadi Firaun..
    3. Sifat Firaun adalah Kafir .7:101,103 sesat 20:79.

    Salamun qaulam mir robbir rahim 36:13,14,20,58

    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3, Rasul ke-3 Rumus Bani Israil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s