Konflik berkepanjangan antara negara-negara Arab dan Israel, khususnya yang kini sedang berlangsung adalah antara Israel dan Libanon, terus menyedot keprihatinan dunia internasional. Continue reading “Arab Mau Hidup Berdampingan dengan Israel”
Perang Hizbullah-Israel Hancurkan Peradaban
Setelah hampir 32 hari, genjatan senjata di Libanon terkait diterimanya resolusi PBB No. 1701 oleh Dewan Keamanan (DK) PBB secara konsensus, awal pekan ini, akhirnya disepakati. Israel pun secara bertahap mulai memundurkan pasukannya dari wilayah selatan Libanon. Namun tak bisa dipungkiri kerusakan peradaban telah terjadi akibat perang antara tentara Israel dan pejuang Hizbullah. Continue reading “Perang Hizbullah-Israel Hancurkan Peradaban”
14 Bulan di Belantara Sulawesi, Sadeli Menembak Kahar Tiga Kali
KOPRAL Dua Ili Sadeli bersembunyi di balik sebatang pohon. Tanggal 3 Februari 1953, sekitar pukul 06.00 WITA. Pasukan TNI dari Divisi Infanteri Kujang 330/Siliwangi yang berkekuatan 19 orang tengah mengepung markas Kahar Muzakkar.
Hari itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.
Setelah 14 bulan menyisir belantara Sulawesi akhirnya mereka menemukan markas sang Imam, pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan. Untuk mempersempit ruang gerak Kahar Muzakkar, pasukan Sadeli menggunakan formasi tapal kuda.
Ikuti edisi lengkap kisah misteri Kahar Muzakkar ini:
Sakit Gula, “Kahar Muzakkar” Meninggal Dunia
Misteri Kahar Muzakkar
14 Bulan di Belantara, Ili Sadeli Menembak Kahar Tiga Kali
“Dia Bukan Kahar Muzakkar, Dia Orang Banjar”Dan tulisan pembuka:
Sepenggal Kahar Muzakkar di Parung Bingung
Ketika menceritakan kisah ini puluhan tahun kemudian (Pikiran Rakyat, 5 April 2003), Sadeli yang terakhir berpangkat sersan mayor mengatakan dirinya tidak mengetahui wajah Kahar Muzakkar si yang menjadi target utama mereka hari itu.
Yang dia tahu, di markas itu ada sekitar 20 anggota kelompok pemberontak, selain 140-an penduduk sipil.
Dari balik pohon, Sadeli melihat seorang anggota kelompok pemberontak keluar dari sarang. Laki-laki ini menenteng bren dan dua ransel besar, masing-masing di punggung dan dada. Baru saja Sadeli hendak mengejar laki-laki yang menenteng bren, seorang anggota kelompok pemberontak lainnya menyusul keluar dari rumah danmendekati pohon tempat Sadeli bersembunyi dan mengintai.
Tak mau kecolongan, Sadeli menyergap dan menangkap laki-laki itu. Secepat kilat ia menyarangkan tiga tembakan pistol hingga menembus jantung lawan. Laki-laki itu pun roboh.
Setelah lawan pertama terkapar, Sadeli melanjutkan niatnya mengejar laki-laki pertama yang menenteng bren dan dua ransel. Tetapi kali ini Thompson yang hendak dipakainya untuk menghabisi laki-laki itu ngadat. Dia akhirnya memilih kembali ke pohon yang tadi digunakannya sebagai tempat bersembunyi dan memeriksa kondisi mayat laki-laki kedua yang keluar dari markas di tengah hutan.
Sadeli masih ingat laki-laki itu memakai jam tangan bermerek Titus. Sadeli juga masih ingat sebuah pulpen Pelican terselip di kantong baju lelaki itu. Selain Titus dan Pelican, sadeli juga menemukan uang tunai sebesar Rp 65.000, jumlah yang amat besar saat itu.
Sesaat kemudian dia tersadar bahwa yang dihabisinya bukanlah pemberontak biasa. Melainkan sang Kahar Muzakar.
“Kahar beunang, Kahar beunang,” teriaknya ke arah kawan-kawannya yang juga telah melumpuhkan anggota kelompok pemberontak itu.
Selanjutnya sebuah helikopter dikirim untuk menjemput mayat Kahar. Sadeli ikut mengawal mayat itu hingga ke Makassar. Di atas helikopter, dia sempat berfoto dengan hasil buruannya.
“Rasanya amat bangga bisa menunaikan tugas-tugas negara, apalagi sudah 14 bulan hidup di tengah-tengah hutan,” kata Sadeli.
Sampai di situ Sadeli tak tahu lagi nasib mayat sang Kahar dibawa. Ia hanya mendengar kabar mayat Kahar Muzakkar dibawa pihak lain yang tidak dikenalinya. Sejak itulah (mayat) Kahar hilang. Tidak jelas dimana makamnya.
Cerita Sadeli ini kembali diangkat untuk melengkapi kisah tentang misteri Kahar Muzakkar dan seputar kematiannya yang sampai hari ini masih menyimpan misteri.
Hari Sabtu dua pekan lalu (5/8), seorang lelaki yang selama ini dikenal dengan nama Imam Besar Majelis An Nadzir Syamsuri Abdul Madjid alias Syekh Imam Muhammad Al Mahdi Abdullah meninggal dunia.
Beberapa tahun terakhir, oleh pengikutnya Syamsuri disebut-sebut sebagai Kahar Muzakkar yang selamat dari kepungan pasukan TNI yang berusaha menangkapnya hidup atau mati di Hari Raya Idul Fitri 1965 Masehi.
Kisah ini belum lagi selesai.
Misteri Kahar Muzakkar
USAI Shalat shubuh, 1 April lalu, Susana Corry Van Stenus meninggal dunia di Parung Bingung, Cinere-Depok, Jawa Barat. Wanita blasteran Belanda-Klaten ini adalah istri kedua Kahar Muzakkar. Mereka menikah di tahun 1947.
Setelah menikah Susana masuk Islam, dan sejak saat itu, Susana yang biasa dipanggil Mami, juga oleh anak buah Kahar, ikut kemanapun Kahar melangkahkan kaki. Continue reading “Misteri Kahar Muzakkar”
Sakit Gula, “Kahar Muzakkar” Meninggal Dunia
TANPA diketahui banyak orang, Syamsuri Abdul Madjid alias Syekh Imam Muhammad Al Mahdi Abdullah telah meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhir di usia ke-83 tahun pada hari Sabtu lalu (5/8).
Syamsuri wafat dalam perjalanan menuju RS Persahabatan, Jakarta Timur, sekitar pukul 20.45 WIB. Imam Besar Majelis An Nadzir itu dimakamkan di Pondok Pesantren An Nadzir, Dumai, yang dipimpinnya. Continue reading “Sakit Gula, “Kahar Muzakkar” Meninggal Dunia”
Perlu Terobosan Managemen yang Radikal
Lembaga pendidikan yang dikelola umat Islam sejauh ini masih berkualitas rendah. Banyaknya lembaga pendidikan Islam tidak serta merta mencerminkan peningkatan kualitas, namun di banyak sisi justru mencerminkan stagnasi alias tidak banyak mengalami perubahan yang lebih baik. Padahal di tengah persaingan pasar global yang lebih mengedepankan kualitas SDM, umat Islam dituntut lebih bisa mewarnai dan ikut dalam pergulatan tersebut. Continue reading “Perlu Terobosan Managemen yang Radikal”
Meneropong Masa Depan Pendidikan Islam
Di era globalisasi yang mengedepankan kemampuan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mutu pendidikan, semua pihak dituntut untuk terus meningkatkan kualitas di berbagai lini. Continue reading “Meneropong Masa Depan Pendidikan Islam”
Kaum Fundamentalis Biang Konflik Timteng
Dunia terus digemparkan oleh agresi Israel ke Libanon dan Palestina. Perhatian internasional yang kian kencang menunjukkan kekejaman Israel yang didukung habis-habisan oleh Amerika Serikat (AS) telah di luar batas. Kekejian itu sekaligus membuktikan Israel dan AS sebagai penjahat perang paling bengis di dunia modern saat ini. Continue reading “Kaum Fundamentalis Biang Konflik Timteng”
Memahami Konflik Arab-Israel
Dalam dua pekan terakhir diskursus dunia internasional kembalidiramaikan oleh aksi penyerangan pasukan Israel ke Palestina dan Lebanon. Continue reading “Memahami Konflik Arab-Israel”
Jihad Bukan Hanya Angkat Senjata
Dinamika pemikiran Islam, dengan segala kecenderungannya, dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan gambaran yang cukup positif. Fakta ini membuktikan bahwa perkembangan Islam sangat terkait erat dengan perubahan dan dinamika zaman itu sendiri. Seiring hal itu, tentu saja terjadi perubahan pergeseran pemahaman, setidaknya peningkatan ke arah lebih baik, dari pengamalan ajaran Islam. Continue reading “Jihad Bukan Hanya Angkat Senjata”
Keharusan Merekonstruksi Makna Jihad
Tak kurang dari 72 orang asal Indonesia akan berkumpul dengan 57 orang dari Filipina, 36 orang Malaysia, 43 orang Thailand, 5 orang Brunei, 3 orang Bangladesh, dan seorang Singapura untuk bersama-sama bergabung dalam Pasukan Bom Jihad (PBJ) Palestina. Continue reading “Keharusan Merekonstruksi Makna Jihad”
Indonesia cartoon editor charged
BBC NEWS — An Indonesian journalist faces trial over his decision to publish cartoons depicting the Prophet Muhammad.
Teguh Santosa, online editor of Rakyat Merdeka, is charged with inciting hatred towards a religious group. Continue reading “Indonesia cartoon editor charged”
IFJ supports AJI’s international appeal to release detained editor in Indonesia
The International Federation of Journalists (IFJ) gives is full support to the Alliansi Jurnalis Independen’s (AJI) international appeal demanding the release of Teguh Santosa, chief editor of Rakyat Merdeka Online, who was detained for publishing religiously offensive cartoons, on July 19 in Jakarta. Continue reading “IFJ supports AJI’s international appeal to release detained editor in Indonesia”
Indonesia detains online news editor over prophet drawings
New York, July 20, 2006—The Committee to Protect Journalists condemns the detention of Teguh Santosa, chief editor of Rakyat Merdeka Online, for posting cartoons that depicted the Prophet Mohammad. Continue reading “Indonesia detains online news editor over prophet drawings”
Teguh Santosa Tak Langgar Kode Etik Jurnalistik
Ramdhan Muhaimin – detikcom
Jakarta – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyesalkan tindakan penahanan terhadap Pemimpin Redaksi (Pemred) situs Rakyat Merdeka Online, Teguh Santosa. Menurut AJI, Teguh tak melanggar kode etik jurnalistik. Continue reading “Teguh Santosa Tak Langgar Kode Etik Jurnalistik”
Pemred Rakyat Merdeka Online Ditahan di LP Cipinang
Suwarjono – detikcom
Jakarta – Pemimpin Redaksi (Pemred) situs rakyatmerdeka.co.id ditahan di LP Cipinang sejak Rabu 19 Juli pukul 18.00 WIB. Penahanannya terkait kasus pemuatan karikatur nabi di situs itu beberapa waktu lalu. Continue reading “Pemred Rakyat Merdeka Online Ditahan di LP Cipinang”
Kedekatan Ba’asyir-Parpol Soal Strategi
Gelombang reformasi yang bergulir sejak 1998 lalu, telah memberi berkah tersendiri bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Salah satunya adalah lahirnya partai-partai politik, termasuk partai politik berasas Islam maupun berbasis massa Islam. Kehidupan multipartai itu sekaligus menandai berakhirnya era asas tunggal Pancasila Orde Baru yang mengharuskan hanya ada tiga partai, yakni Golkar, PPP, dan PDI. Continue reading “Kedekatan Ba’asyir-Parpol Soal Strategi”
Menanti Kiprah Nyata Parpol Islam
Reformasi telah membuka peluang hadirnya partai politik (parpol) Islam untuk terlibat dalam berbagai persoalan bangsa. Kehadiran parpol Islam berguna bagi simpatisan agar dapat menyalurkan aspirasi melalui jalur konstitusional. Continue reading “Menanti Kiprah Nyata Parpol Islam”
Terorisme Sudah Jadi Bahaya Laten
Ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara dewasa ini dinilai banyak pengamat dan kalangan masih cukup besar. Setidaknya, dari berbagai tindak kekerasan dan pemboman yang terjadi baik di Indonesia, Malaysia, Thailand Selatan maupun Filipina selatan menunjukkan, aksi terorisme dari waktu ke waktu bukannya menyurut, Continue reading “Terorisme Sudah Jadi Bahaya Laten”
Meneropong Ancaman Terorisme (Islam Radikal) di Asia Tenggara
Asia Tenggara menghadapi ancaman besar aksi terorisme sejak 2002 dan diperkirakan hingga 2006 ini ancaman itu belum benar-benar hilang. K Continue reading “Meneropong Ancaman Terorisme (Islam Radikal) di Asia Tenggara”
Apa yang Dimaksud dengan Islam Radikal?
Dinamika gerakan Islam Indonesia dalam beberapa tahun belakangan menunjukkan tingkat vitalitas yang cukup menggembirakan. Peranan ormas-ormas Islam bagi perbaikan umat dan kemajuan perkembangan Islam dinilai banyak kalangan semakin meningkat. Continue reading “Apa yang Dimaksud dengan Islam Radikal?”
Membumikan Wajah Islam Moderat
Islam moderat merupakan pandangan keagamaan yang mempunyai akar historis sejak deklarasi kemerdekaan Republik Indonesia. Kelapangdadaan dan keterbukaan sejumlah tokoh Muslim untuk menerima Pancasila sebagai dasar bernegara dan berbangsa merupakan ijtihad politik yang paling bermakna bagi perjalanan Islam di kemudian hari. Continue reading “Membumikan Wajah Islam Moderat”
Penentang Perda Syariah Ingin Ambangkan Pancasila
Pro-kontra peraturan daerah (Perda) yang dinilai bernuansa Islami di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini terasa semakin menguat. Baik kalangan yang menentang maupun mendukung sama-sama memiliki argumentasinya sendiri. Perda tentang anti-pelacuran, anti-perjudian, dan anti-miras seperti di Tangerang (Banten), Bulukumba (Sulsel), Gorontalo, Cianjur (Jabar), Padang (Sumbar) dan tempat lain telah menyedot perhatian baik di pusat maupun di daerah. Namun seperti apakah perda tersebut? Continue reading “Penentang Perda Syariah Ingin Ambangkan Pancasila”
Perda Syariah Alternatif Membangun Moral Bangsa
Peraturan Daerah (perda) bernuansa syariat Islam saat ini telah diberlakukan lebih-kurang di 22 kabupaten dan kotamadya di seluruh Indonesia. Beberapa daerah yang sudah melahirkan perda tersebut antara lain, Pemkab Cianjur (Jawa Barat), Pemkot Tangerang (Jawa Barat), Pemkot Makassar (Sulawesi Selatan), dan Pemkot Padang (Sumatra Barat). Sementara sejumlah daerah hendak meniru perda itu, sebagian masyarakat lainnya justru memprotes pembuatan perda tersebut. Continue reading “Perda Syariah Alternatif Membangun Moral Bangsa”
Islam tidak Bertentangan dengan Pancasila
Belakangan ini, banyak kalangan, khususnya para tokoh bangsa, membincangkan kembali relevansi Pancasila dengan kondisi bangsa saat ini. Bahkan, sebagian malah memiliki kekhawatiran jika Pancasila kini sudah semakin jauh terpinggirkan dari kancah pergaulan kebangsaan. Continue reading “Islam tidak Bertentangan dengan Pancasila”
Agar Pancasila Tetap ‘Hidup’
Dalam sebuah risetnya, Douglas E Ramage (Politics in Indonesia: Democracy, Islam and Ideology of Tolerance, Routledge London, 1995), mengungkapkan, Indonesia adalah sebuah negara yang terlalu banyak meributkan masalah ideologi dibanding negara-negara lain. Indonesia, terutama para elite bangsanya, sangat memikirkan masalah ideologi sehingga mereka seringkali terbenam dalam polemik tak berkesudahan. Continue reading “Agar Pancasila Tetap ‘Hidup’”
Umat Harus Bersatu Tangani Bencana Gem
Gempa bumi di Yogyakarta dan sekitarnya, pada Sabtu 27 Mei 2006, yang membawa korban nyawa hampir 6.000 orang membawa duka bagi bangsa Indonesia dan juga warga Muslim. Ini terbukti dengan aksi ratusan warga Muslim Jakarta yang serempak mendoakan para korban gempa. Continue reading “Umat Harus Bersatu Tangani Bencana Gem”
Benahi Mental Dulu
Maraknya tindak korupsi bukan saja telah mengancam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, tapi juga telah menelantarkan masa depan bangsa ini di masa mendatang. Keterpurukan di hampir seluruh lini kehidupan, dan menurunnya daya beli masyarakat, kian memperparah kondisi akibat tindakan segelintir koruptor yang memperkaya diri dengan uang haram. Semua akibat korupsi. Continue reading “Benahi Mental Dulu”
Agama Landasan Memberantasan Korupsi
Korupsi, tentu semua orang tahu kalau itu perbuatan buruk dan menyengsarakan. Semua agamapun mencelanya. Karena korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), negeri ini ambruk, meruntuhkan segala sendi-sendi peradaban kemanusiaan. Tentu amat ironis, justru di negeri yang mayoritas penduduknya beragama, korupsi malah demikian kuatnya membudaya di Indonesia. Tak heran bila negeri kaya sumber alam namun rakyatnya melarat ini, tercatat sebagai negara terkorup ke-6 di dunia. Continue reading “Agama Landasan Memberantasan Korupsi”
Kembangkan Dakwah Fungsional Agama’
Aktivitas dakwah Islam dari waktu ke waktu terus mengalami pasang surut. Harus diakui, problem yang dihadapi para juru dakwah Islam antara lain kerap mengabaikan cara atau strategi yang benar, sehingga tak jarang misi Islam tidak dapat tersampaikan dengan baik. Continue reading “Kembangkan Dakwah Fungsional Agama’”

