Mengapa Bandit Bisa Berkuasa?

DI sekolah diajarkan, bahwa demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, yang diselenggarakan oleh rakyat dan bekerja untuk rakyat. Tapi bagi Eko Prasetyo, si penulis buku ini, demokrasi berasal dari rakyat, diselenggarakan para bandit politik, serta sama sekali tidak untuk rakyat!

Buku ini, aku Eko, berawal dari rasa kecewa karena perubahan politik yang berada di bawah panji-panji agung demokrasi telah “gagal”.

Rakyat yang menjadi merek dagang demokrasi, berangsur-angsur kian terpinggirkan. Yang meminggirkan siapa lagi kalau bukan pemerintahan bandit yang melegitimasi diri lewat suara rakyat dalam pemilihan umum. Modus peminggiran itu banyak ragamnya. Mulai dari menerapkan kebijakan pengurangan subsidi dengan alasan agar rakyat lebih mandiri (pengurangan subsidi harga BBM dilakukan dengan alasan agar orang kaya tak menikmati subsidi serupa!), hingga penggusuran pemukiman rakyat.

Continue reading Mengapa Bandit Bisa Berkuasa?

Islam, Fahrenheit 9/11, Dan Gadis Osama

INILAH faktanya: Islam selalu dihadap-hadapkan dengan produk pemikiran sekaligus produk politik yang berasal dari Barat, seperti demokrasi dan liberalisasi. Terlebih setelah blok Timur-Komunis yang sesungguhnya adalah lawan-sekandung blok Barat-Liberal runtuh di kurun akhir 1980-an dan awal 1990-an.

Dalam kehidupan sehari-hari di kalangan Barat, Islam didefinisi sebagai pandangan hidup yang anti-demokrasi, dogmatis dan mengekang hak asasi manusia. Definisi ini semakin negatif setelah Amerika mengibarkan bendera perang-melawan-teroris pasca serangan yang menghancurkan WTC di New York, September 2001.

Continue reading Islam, Fahrenheit 9/11, Dan Gadis Osama

Atas Identitas

AMIN Maalouf lahir di Beirut, Lebanon, 56 tahun lalu dari keluarga kelas menengah Katholik Arab. Ayahnya, Ruchdi Maalouf, adalah seorang penulis, jurnalis, dan guru yang dihormati komunitas mereka. Dan ibunya, Odette, adalah juga wanita terhormat yang lahir di tengah keluarga Kristen Maronite. Di usia muda, Amin Maalouf mengikuti pendidikan di Akademi Jesuit Prancis, di kampung halamannya, Beirut. Di tempat itulah dia mempelajari sosiologi dan ekonomi.

Continue reading Atas Identitas

Konspirasi, Lagi

“SEORANG bocah kurus berusia belasan tahun terkulai lemas, Continue reading Konspirasi, Lagi

Jalan Lurus Menuju Penjajahan Baru

PEKAN lalu dari ponsel ke ponsel beredar sebuah pesan pendek (SMS). Bunyinya:

SBY: “Andi…! Bawa semua koran ke sini!” Dengan tergopoh-gopoh Andi Mallarangeng membawa semua koran. Presiden cuma membalik-balik halaman koran dengan tergesa-gesa. “Bawa lagi,” katanya dengan lesu. Hal itu terjadi setiap pagi. Sementara para jenderal setiap hari bertanya pada Presiden, “Kapan perang di Ambalat.” Dengan kesal Presiden menjawab, “Saya menunggu iklan Freedom Institute.”

Continue reading Jalan Lurus Menuju Penjajahan Baru

Merebut Minyak Di Pulau Neraka

SEJARAH dan kekuasaan hanya dipisahkan oleh jarak setipis kulit bawang. Karena sejarah, menurut kaum bijak bestari, adalah catatan para pemenang yang berkuasa. Ini artinya, hanya Anda yang termasuk golongan pemenanglah—dan kemudian berkuasa—yang punya hak untuk menceritakan atau menuliskan kisah-kisah kemenangan Anda serta mengajarkannya di sekolah-sekolah.

Continue reading Merebut Minyak Di Pulau Neraka

Berburu Orang Miskin

Rakyat Merdeka, 9 Maret 2005

BEBERAPA hari lalu kita masih asyik bertanya-tanya kenapa subsidi harga BBM dicabut pemerintah, sementara subsidi biaya rekap bank yang jumlahnya dua kali subsidi harga BBM tetap dipertahankan. Saat itu kita juga masih tekun “curiga” kenapa instansi seperti Direktorat Bea dan Cukai atau Direktorat Pajak yang mestinya bisa dioptimalkan untuk menggenjot pendapatan negara—sehingga APBN kita tidak begitu babak belur—justru menjadi lembaga yang memiliki tingkat korupsi tertinggi, setidaknya menurut survei Transparency International Indonesia (TII). Continue reading Berburu Orang Miskin

SBY & Partai Demokrat: Anak Bawang Di Tengah Badai

PARTAI Demokrat memang aneh: Continue reading SBY & Partai Demokrat: Anak Bawang Di Tengah Badai

Kepleset

KINI “I don’t care” sudah identik dengan SBY. Kalau Anda menyebut nama SBY, maka di benak teman Anda akan terbayang secara kilat sejumlah “kata kunci”, mulai dari Pelangi di Matamu, lagu kelompok Jamrud yang kerap dinyanyikan SBY di masa kampanye selain lagu Ebiet G Ade, Berita Kepada Kawan, sampai “I don’t care” itu tadi. Continue reading Kepleset

Gitu Aja Kok Repot Versus I Don’t Care

BILA Gus Dur punya “gitu aja kok repot”, maka SBY kini punya “I don’t care”. Bedanya, “gitu aja kok repot” sudah (terlalu) sering diucapkan Gus Dur, sejak dia belum lagi jadi presiden, dan malang melintang di NU serta di banyak forum pro demokrasi, sampai hari ini. “Gitu aja kok repot” bisa dikatakan telah menjadi icon bagi Gus Dur, dan Gus Dur telah menjadi icon bagi “gitu aja kok repot”. Continue reading Gitu Aja Kok Repot Versus I Don’t Care

100 Hari Mencari Utang

ISTILAH ‘100 hari pertama’ untuk mengukur, mengevaluasi atau menilai jalannya roda pemerintahan Continue reading 100 Hari Mencari Utang

Sukses Untuk Yang Doyang Ngutang

Rakyat Merdeka, 22 Januari 2005

MENCARI uang untuk merehabilitasi dan merekonstruksi Aceh (dan Sumatera Utara) yang dihantam badai tsunami akhir tahun lalu, memang bukan pekerjaan mudah. Sulit, pasti sulit. Continue reading Sukses Untuk Yang Doyang Ngutang

Sulitnya Mencari Uang Untuk Tanah Rencong

Rakyat Merdeka, 6 Januari 2005

JERMAN didukung beberapa negara kreditur (pemberi utang) mengajukan tawaran menarik bagi Indonesia: moratorium utang. Memang belum jelas benar bagaimana bentuk moratorium ini. Apakah sekedar penundaan pembayaran utang (rescheduling), atau pemotongan utang (debt reduction). Continue reading Sulitnya Mencari Uang Untuk Tanah Rencong

2004 World Press Freedom Review

INDONESIA’S harsh and often abused defamation laws have come under strong criticism throughout the year as Indonesian businessman Tomy Winata and other powerful figures repeatedly filed criminal suits against newspapers who dared to report on their business activities. Continue reading 2004 World Press Freedom Review

Tadi Malam SBY Melemah

BEBERAPA jam setelah dilantik, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung berada di bawah tekanan terkait dengan finalisasi susunan menteri-menteri di kabinetnya. Tarik menarik terutama terjadi pada posisi tim ekonomi.

Continue reading Tadi Malam SBY Melemah

Ibu Ani IMF Ancam Mundur?

BEBERAPA jam sebelum pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, Continue reading Ibu Ani IMF Ancam Mundur?

Mr 2,5 Persen Tetap Ditolak Jadi Menteri

SELAIN ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Mari Elka Pangestu Continue reading Mr 2,5 Persen Tetap Ditolak Jadi Menteri

7 Calon Menteri Masih Diragukan

HINGGA tadi malam, tak kurang dari 23 calon menteri telah memenuhi panggilan Susilo Bambang Yudhoyno (SBY). Continue reading 7 Calon Menteri Masih Diragukan

Antek IMF Dilirik Jadi Menteri

DIREKTUR Eksekutif International Monetary Fund (IMF) untuk kawasan Asia Pasifik, Dr. Sri Mulyani Indrawati, hari ini dijadwalkan memenuhi panggilan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Banyak kalangan menilai, kehadiran “antek IMF” itu dalam kabinet SBY akan memperparah proses perbaikan ekonomi Indonesia. Harapan perubahan di depan mata, menurut mereka, bisa hilang tak berbekas.

Sri Mulyani yang menetap di Amerika Serikat dihubungi hari Jumat kemarin. Menurut sumber di Cikeas, dalam pembicaraan via telepon itu, Sri Mulyani minta diberi waktu dua hari sebelum dirinya sampai ke Jakarta.

Direktur Institute for Development on Economic and Finance (Indef) Imam Sugama yang dihubungi kemarin, mengatakan, kalau Sri Mulyani dilantik sebagai salah seorang anggota tim ekonomi SBY, maka tidak akan ada perubahan paradigma kebijakan.

“Artinya, pemerintah SBY sama dengan pemerintah lalu, menggunakan pola neoliberal yang biasa diterapkan oleh IMF. Oleh karena itu masalah pengangguran dan kemiskinan tetap tidak akan tertangani,” urainya.

Ditambahkan Imam, ada tiga kebijakan utama yang merupakan turunan dari cara berpikir para ekonom neoliberal, yakni stabilisasi makro dalam bentuk stabilisasi harga dengan jalan menekan laju inflasi, deregulasi atau liberalisasi, serta privatisasi dan divestasi. Ketiga hal ini bukannya me-recovery, tetapi malah memperburuk kondisi ekonomi.

Mengenai posisi menteri keuangan yang disebut-sebut akan diserahkan kepada Sri Mulyani, Imam mengingatkan agar SBY ekstra hati-hati.

“Di Amerika, Australia dan New Zealand, posisi Menkeu adalah posisi yang ditempati oleh orang-orang memiliki kedekatan dengan presiden atau perdana menteri. Sementara Sri Mulyani ini adalah orang di luar lingkaran SBY,” katanya lagi.

Secara terpisah, menurut pengamat Jefrey Winters, kekhawatiran yang ada saat ini tidak semata-mata ditujukan pada Sri Mulyani secara pribadi. Menurutnya, ada sekelompok ekonom-teknokrat di Indonesia yang punya pandangan yang sama persis dengan IMF dan Bank Dunia.

Lanjut Jefrey, kelompok ini bukan lagi antek atau boneka IMF dan Bank Dunia. Melainkan komprador atau perwakilan kepentingan IMF dan Bank Dunia di Indonesia.

“Mungkin orang akan mengatakan tidak ada masalah punya pandangan seperti itu. Tetapi pertanyaan yang penting adalah, apa pernah ada negara di dunia yang maju cepat dengan diagnosis dan obat dari IMF dan Bank Dunia. Jawabannya sederhana, tidak ada,” kata Jefrey.

Ditambahkan Jefrey, yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah tim ekonomi yang tidak hanya bersikap go to hell dengan IMF dan Bank Dunia. Tetapi juga punya rencana yang nyata dan independen agar Indonesia bisa segera loncat dari kategori negara miskin.

“Saya yakin satu hal, kalau terus disetir Berkeley Mafia atau anak dan cucunya, tidak ada harapan bagi Indonesia. Contohnya Singapura, Jepang Korea Selatan, Taiwan dan Cina. Semua loncat dari kategori negara miskin, dan tidak satu pun yang menurut pada IMF,” ujarnya lagi.

Sri Mulyani yang sempat dikenal dekat dengan Megawati pergi ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, bulan Agustus 2001. Di sana dia membantu sejumlah lembaga Amerika selain mengajar tentang perekonomian Indonesia dan ekonomi makro di Georgia University.

Awal Oktober 2002 Sri Mulyani diangkat menjadi Direktur Eksekutif IMF yang mewakili 12 negara di Asia Tenggara, menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto. Sejak 1 November 2002, dia berkantor di lantai 13 markas pusat IMF di 19th Street, NW, Washington DC, Maryland. GUH Rakyat Merdeka, 18 Oktober 2004

Pembantu Lama Juga Berpikir Untuk Tinggalkan SBY

REAKSI tak puas juga diperlihatkan kelompok yang selama ini mendampingi SBY. Continue reading Pembantu Lama Juga Berpikir Untuk Tinggalkan SBY

Empat Media Harus Memuat Klarifikasi, Hanya RM yang Selamat

DEWAN Pers memberi sanksi kepada empat dari lima media massa yang dinilai melanggar Continue reading Empat Media Harus Memuat Klarifikasi, Hanya RM yang Selamat

Mega Nekat, Mega Ditolak

Rakyat Merdeka, Agustus 2004

Catatan: Tiga artikel berikut ditulis menyusul pertemuan anak-anak Bung Karno dari Ibu Fatmawati di kediaman Rachmawati di Jati Padang, Jakarta Selatan, bulan Agustus 2004, beberapa saat sebelum putaran kedua Pilpres 2004 dimulai. Itu adalah pertemuan pertama antara Rachma dan Megawati yang sejak lama berseteru. Continue reading Mega Nekat, Mega Ditolak

Governor Puteh Case Reaches Anticlimax

CORRUPTION investigations into Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Governor Abdullah Puteh over the alleged mark up of a Rostov helicopter purchased by the provincial government have entered a new phase: Anticlimax. Continue reading Governor Puteh Case Reaches Anticlimax

Redaktur Harian Rakyat Merdeka Dipanggil Ke Kejaksaan Tinggi

REDAKTUR Eksekutif Rakyat Merdeka Teguh Santosa Tarigan, datang memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Continue reading Redaktur Harian Rakyat Merdeka Dipanggil Ke Kejaksaan Tinggi

Caleg Partai Pelopor “Ngamen” di Bus Kota

BANYAK cara dilakukan calon legislatif memenangkan kursi Senayan. Continue reading Caleg Partai Pelopor “Ngamen” di Bus Kota

Caleg Muda Minta Pemerintah Tegas soal Praktik Korupsi

CALON anggota legislatif (caleg) muda mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat bersikap tegas Continue reading Caleg Muda Minta Pemerintah Tegas soal Praktik Korupsi

1993 Aidit, 2003 Saddam

PASUKAN koalisi menerobos pertahanan Saddam tanggal 9 April lalu. Tak seorangpun tentara Irak menyongsong kehadiran pasukan yang dipimpin Amerika itu. Tak ada perang kota. Pasukan Irak yang disebut-sebut gagah berani bagaikan hilang ditelan bumi. Dalam hitungan menit setelahnya, ratusan warga Irak menumbangkan patung Saddam setinggi 12 meter di Taman Firdaus. Kekuasaan Saddam runtuh sudah.

Continue reading 1993 Aidit, 2003 Saddam

Enam Bulan Tarmidi Mikirin Lompat Pagar

DESEMBER 1993, hampir sepuluh tahun lalu. Continue reading Enam Bulan Tarmidi Mikirin Lompat Pagar

Melawan Mega, Melawan Sutiyoso

BEBERAPA tahun terakhir, hubungan Megawati dan Sutiyoso memang terlihat dekat. Continue reading Melawan Mega, Melawan Sutiyoso

Ketika Mega Menangis

megawati-sukarnoputri MENGAPA Megawati Soekarnoputri membuang Tarmidi Continue reading Ketika Mega Menangis