
SALAH satu metode golput Continue reading “Bos, Kalau Mau Golput Jangan Sungkan-sungkan”

Melintasi Batas Peradaban, Mencatat Perjalanan, Menawarkan Cara Pandang

SALAH satu metode golput Continue reading “Bos, Kalau Mau Golput Jangan Sungkan-sungkan”
PRESIDEN Amerika Serikat Barack Hussein Obama tak dapat menahan kekesalannya pada petinggi American International Group, Inc. (AIG). Continue reading “Lagi, Barack Obama Marah”

Friendship meeting on anniversary of Kim Jong Il’s visit to Indonesia Continue reading “Delapan Tahun Lalu di Korea Utara”
SEBANYAK 171.265.442 warganegara Indonesia terdaftar sebagai pemilih dan karenanya berhak untuk memilih (atau tidak memilih) dalam rangkaian pemilihan umum tahun ini.
Jumlah pemilih – atau yang memiliki hak memilih – dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang diumumkan KPU Sabtu malam waktu Jakarta (14/3) mengalami penambahan sebanyak 196.775 dari daftar pemilih sementara (DPS) yang diumumkan 24 November lalu. Continue reading “Yang Punya Hak Pilih 171.265.442, Mau Golput?”
ROBERT Putnam (1993) and Sheri Berman (1997) discuss the making of civil society in nation state and its role in promoting and extending the values of democratic life in a nation-state. Continue reading “Civil Society Or Masyarakat Madani”
INI baru versi Don Suber. Continue reading “Obama: 52 Hari, 52 Salah”
APAKAH ada hubungan antara sakit perut yang dialami Presiden SBY saat berkunjung ke Makassar dengan pertemuan antara Wapres Jusuf Kalla dan Ketua Umum PDP Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat?
Yang jelas, SBY mengaku lelah.

Kartun Sean Delonas di New York Post, edisi 18 Februari 2009. Continue reading “Simpanse yang Ditembak Mati, Obama dan Sang Kartunis”
SEHARI sebelum pemilihan umum di Federasi Mikronesia saya bertemu dengan laki-laki itu: Obama dari Mikronesia. Continue reading “Simpang Siur Nasib Obama dari Mikronesia”
SULIT untuk mengetahui perkembangan terakhir pemilihan umum di negara bagian Chuuk, Federasi Mikronesia. Continue reading “Menanti Siapa yang Dapat Menghentikan Semua Kegilaan Ini”

PULAU Polle berada di pojok paling barat Chuuk Lagoon. Continue reading “Dari Separatisme sampai Peradaban yang Bergerak ke Jaman Batu”
XAVIER High School di pebukitan Peniya di sebelah utara Weno adalah tempat kedua yang kami kunjungi hari Minggu lalu (1/3). Continue reading “Dua Bom Amerika yang Nyaris Sia-sia”

KETIKA berkuasa di Kepulauan Caroline antara 1914 hingga 1945, Jepang menjadikan Chuuk Lagoon dan pulau-pulau lain di gugus Kepulauan Caroline —meliputi Federasi Mikronesia, Republik Kepulauan Marshall, Republik Palau, dan Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara saat ini— sebagai basis utama pertahanan mereka yang menghubungkan tanah Tenno Heika dengan medan perang di Samudera Pasifik.
Continue reading “Gua Romusha dan Meriam yang Nganggur Selama Perang Dunia Kedua”
DISAIN Kongres Federasi Mikronesia terbilang unik. Continue reading “Ketika Politik jadi Bisnis Keluarga”

ORANG_ORANG tua di Chuuk masih ingat betapa enak hidup di jaman Jepang. Continue reading “Enaknya Hidup di Jaman Jepang”
POHNPEI adalah negara bagian Federasi Mikronesia berikutnya yang kami singgahi dalam perjalanan menuju Chuuk Lagoon. Continue reading “Uang Raksasa dari Pohnpei dan Pemberontakan Sokesh yang Mengubah Sikap Jerman”

SETELAH terbang sekitar satu jam dari Kwajelin, pulau penting milik Republik Kepulauan Marshall yang menjadi salah satu pangkalan militer Amerika Serikat di Pasifik, akhirnya saya tiba di Federasi Mikronesia.
Negara bagian pertama Federasi Mikronesia yang disinggahi Continental Airlines CO 597 yang membawa saya dari Honolulu, Hawaii, adalah Kosrae. Ini satu-satunya negara bagian Federasi Mikronesia yang hanya memiliki satu pulau.
Pulau seluas sekitar 110 kilometer persegi dan didiami sekitar 7.300 orang di lima kabupaten ini di masa Trust Territory of the Pacific Islands (1947-1979) yang menyatukan seluruh kepulauan di utara Pasifik bergabung dengan Pohnpei dan dikenal dengan nama Kusaie. Continue reading “Dari Bunker Jepang sampai Bajak Laut Bully Hayes”
Saya tidak sedang membahas perang. Continue reading “Kisah Kepulauan yang Berpindah-pindah Tangan”
APA boleh buat, dalam perang kekejaman adalah hal yang lumrah. Continue reading “Jepang dan Amerika, Hibakusha dan Romusha”

SAYA diundang East West Center (EWC) untuk ikut memantau pemilihan umum di Federated States of Micronesia (FSM). Continue reading “Lucky Dragon yang Tak Seberuntung Namanya”

PESAWAT Continental Airlines CO 957 yang membawa saya dari Honolulu, Hawaii, mendarat di Weno, salah satu pulau utama di Chuuk Lagoon, Federasi Mikronesia, Kamis siang (26/2). Continue reading “1.000 Kali Bom Atom Hiroshima di Marshall Islands”

President Obama spoke to a joint session of Congress Tuesday night. Here is a transcript of the speech: Continue reading “My job — our job — is to solve the problem”
LAMPU hijau yang diberikan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla pada proses penjaringan calon presiden dari partai beringin itu menandakan babak baru dalam dinamika politik Indonesia menjelang rangkaian pemilihan umum di tahun ini. Continue reading “Polling: Duet SBY-JK Tamat”

CONNIE, atau sering disapa Conchita.
Begitu teman-teman sesama demonstran dan aktivis memanggilnya.
Lahir di Spanyol tahun 1936 dan pindah ke Amerika Serikat 18 tahun kemudian, pemilik nama lengkap Concepcion Picciotto ini sudah menjadi penghuni Taman Lafayette di seberang White House, Washington DC sejak 1981 silam, saat Ronald Reagent berkuasa, jauh sebelum Obama punya mimpi menjadi penguasa Amerika Serikat.
Concepcion, Connie atau Conchita adalah ikon lain di pojokan panggung politik Amerika.
Ia memilih menetap di Taman Lafayette karena dari tempat itu dia merasa pesan-pesannya –kampanye anti-nuklir adalah pesan pertamanya– atau pesan yang dititipkan orang lain untuk tetangganya, penghuni 1600 Pennsylvania Avenue, dapat terdengar dengan jelas. Walau dia pun sadar bahwa pada kenyataannya pesan-pesan itu diabaikan sang tetangga.
Continue reading “Tetangga Obama di Seberang Gedung Putih Sedang Berduka”
TIBA dari Kahala Mall saya disambut kabar duka Continue reading “Bram Zakir: Jalan Baru dan Selamat Jalan”

PADA mulanya sederhana saja. Sekitar pertengahan Agustus 2007, DR Rizal Ramli punya gagasan menyambut ”100 Tahun Kebangkitan Nasional” yang jatuh pada 2008.
Ekonom senior yang punya bekal politik gerakan sejak mahasiswa (ITB) ini, yang prihatin atas kemunduran sangat seirus perekonomian rakyat, ingin mengambil momentum ”100 Tahun Kebangkitan Nasional” untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan yang akut. Continue reading “Pidato Terlarang: Pertama Sejak Soeharto Tumbang”
MEGAWATI sendiri yang minta dicarikan pacar. Tidak tanggung-tanggung, pacar yang keren dan ganteng. Continue reading “Pacar Megawati Masih Misteri [Keren dan Ganteng yang Dicari]”