Dua Bom Amerika yang Nyaris Sia-sia

DCS09045XAVIER High School di pebukitan Peniya di sebelah utara Weno adalah tempat kedua yang kami kunjungi hari Minggu lalu (1/3).

Kunjungan ke beberapa tempat bersejarah di Pulau Weno dan pulau-pulau lain di Chuuk Lagoon dianggap penting, dan dimaksudkan agar anggota tim pemantau pemilihan umum Asia Pacific Democracy Partnership (APDP) yang terdiri dari 10 negara ini mendapatkan sebanyak mungkin gambaran mengenai kehidupan masyarakat Chuuk di masa lalu.

Saya pribadi termasuk orang yang percaya bahwa kejadiaan-kejadiaan yang dialami masyarakat Chuuk, penjajahan, pendudukan dan kolonialisasi yang dilakukan berbagai bangsa di kepulauan ini sejak ratusan tahun lalu, termasuk sejarah kekerasaan di antara masyarakat Chuuk, ikut mempengaruhi kondisi Chuuk saat ini. Sengketa tanah di antara anggota masyarakat, misalnya. Hal ini akan saya ceritakan kemudian.

Xavier High School dikelola Society of Jesuit. Sekolah ini dianggap sebagai lembaga pendidikan terbaik di Kepulauan Caroline. Selain dari Chuuk, murid-muridnya berasal dari negara bagian lain di Federasi Mikronesia, juga dari Guam, Palau dan Kepulauan Marshall. Sejauh ini Xavier High School dianggap berhasil mencetak banyak pemimpin di kawasan Pasifik.

DSC09034

Guru-gurunya pun didatangkan dari banyak negara, termasuk Indonesia. Father Richard McAuliff, SJ yang menerima kunjungan kami memperkenalkan saya pada seorang guru dari Bogor, Bayu, yang sudah hampir dua tahun mengajar di sekolah itu.

Di masa pendudukan Jepang, gedung yang kini digunakan Xavier High School adalah kantor pusat sistem komunikasi militer Jepang. Dibangun Mabuchi Construction Company tahun 1938, gedung ini didesain khusus sebagai bangunan tahan bom. Pilar-pilarnya begitu besar dan menopang gedung ini dengan kokoh. Pintu dan jendelanya terbuat dari besi murni yang tak dapat ditembus peluru.

Ketika Amerika Serikat menyerang habis-habisan pangkalan militer Jepang di Chuuk dalam Operasi Hailstone di tahun 1944, dua buah bom jatuh menimpa gedung komunikasi ini dan hanya mengakibatkan kerusakan kecil. Namun begitu, satu bom jatuh di atas ruang pembangkit listrik dan melumpuhkan jalur komunikasi Jepang di seluruh kawasan itu.

50 tahun setelah Operasi Hailstone, pilot pesawat tempur Amerika Serikat yang menjatuhkan bom tersebut di atas “gedung Mabuchi” mengunjungi Chuuk dan menyempatkan diri mendatangi Xavier High School. Sang pilot kaget karena gedung yang dibomnya ternyata masih berdiri utuh dan hanya mengalami kerusakan yang terbilang kecil.

DSC09068

“Dia masih mengingat peristiwa itu. Tadinya sang pilot mengira bom yang dijatuhkannya itu menghancurkan seluruh kantor pusat komunikasi Jepang. Tetapi ternyata tidak,” cerita Mason Fritz, Direktur Otoritas Pariwisata Negara Bagian Chuuk, yang hari itu menjadi tour guide kami.

Adapun pesawat tempur sang pilot jatuh menghujam laut setelah ditembak oleh senjata anti-serangan-udara Jepang dari menara pemantau yang terletak di bukit Sapuuk. Kapal laut Amerika Serikat yang berjaga-jaga di utara Weno menyelamatkan pilot itu.

Menara pemantau atau light house di bukit Sapuuk masih berdiri dan dapat disaksikan dari Xavier High School. Masih kokoh di puncak bukit, walau tampaknya kurang terawat.

Tahun lalu, dalam rangka memperingati ulang tahun ke-100, Mabuchi mengirimkan 15 pekerja untuk merenovasi gedung itu. Mereka menambal kembali dua bekas bom yang melubangi atap gedung itu, menutupnya dengan lapiran anti air dan mengecat atap dengan warna perak.

Sementara dinding bagian luar dicat warna putih dan jendela serta pintu besi gedung itu dicat dengan warna merah menyala. Di dinding dan pintu besi itu kita masih dapat menemukan jejak ribuan peluru. Setelah renovasi selesai, di dinding depan Mabuchi memasang plakat yang berbunyi, “Gedung ini dibangun tahun 1938 sebagai stasiun komunikasi dan radio yang tahan-bom milik angkatan laut Jepang. Kami memperbaiki gedung ini dalam rangka memperingati ulang tahun ke-100 Mabuchi.” Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s