Gua Romusha dan Meriam yang Nganggur Selama Perang Dunia Kedua

dsc08936

KETIKA berkuasa di Kepulauan Caroline antara 1914 hingga 1945, Jepang menjadikan Chuuk Lagoon dan pulau-pulau lain di gugus Kepulauan Caroline —meliputi Federasi Mikronesia, Republik Kepulauan Marshall, Republik Palau, dan Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara saat ini— sebagai basis utama pertahanan mereka yang menghubungkan tanah Tenno Heika dengan medan perang di Samudera Pasifik.

Pulau Towanas dipilih sebagai pangkalan utama angkatan udara Jepang sementara Pulau Weno, juga di dalam Chuuk Lagoon, dipilih sebagai pusat komunikasi armada militer Jepang. Serangan ke pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor bulan Desember 1941 diatur dari kantor pusat komunikasi Jepang di pulau ini.

Selain membangun fasilitas militer, Jepang juga memperkenalkan perkebunan dan pertanian: menjadikan Chuuk dan pulau-pulau lainnya sebagai lumbung makanan yang dapat menopang kehidupan ribuan tentara Jepang di kawasan itu.

Jepang tampaknya merasa perlu menjadikan Kepulauan Caroline sebagai kepulauan kedua karena menyadari bahwa cepat atau lambat mereka akan berhadapan dengan Amerika Serikat yang berada di seberang Samudera Pasifik dan sekutu Amerika yang bergerak menuju kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.

Mason Fritz, Direktur Otoritas Pariwisata Negara Bagian Chuuk hari Minggu kemarin (1/3) membawa kami, tim pemantau pemilu dari Asia Pacific Democracy Partnership (APDP) dan East West center (EWC), mengunjungi beberapa lokasi peninggalan masa pendudukan Jepang di Pulau Weno.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Gua Nefo di kawasan pebukitan Nantaku. Walau dikelilingi semak dan tampak tak terawat dengan rapi, namun gua buatan tangan manusia itu masih aman untuk dimasuki.

Gua ini berada sekitar 50 meter dari rumah dinas Gubernur Chuuk, naik sedikit menembus semak bukit Nantaku. Dengan lebar sekitar 2.5 meter, tinggi 2 meter dan panjang sekitar 15 meter, gua ini bercabang di beberapa titik. Namun cabang-cabangnya itu sudah tidak dapat lagi dimasuki.

Setelah menyusuri Gua Nefo kami tiba di sisi barat pebukitan itu. Sebuah meriam laras panjang Vickers 50-Calibre 6-In dipasang siaga menghadap ke laut, menunggu kapal perang lawan yang merapat di pantai barat Weno dan pesawat tempur lawan yang diperkirakan menyerbu dari baratdaya dan utara.

Karena musuh tak datang dari arah itu, maka menurut keterangan Mason, tak sekalipun meriam itu digunakan. Alias ia nganggur selama Perang Dunia Kedua. Serangan Hailstone di tahun 1944 justru datang dari arah sebaliknya.

Gua-gua Jepang di seluruh Weno dikerjakan oleh Romusha, tenaga kerja paksa, yang didatangkan Jepang dari negeri-negeri lain yang mereka jajah, termasuk Indonesia. Romusha lah yang menggali bukit Weno dan membangun jaringan gua di bawah perut bumi. Begitu juga dengan transportasi yang digunakan untuk membawa meriam Vicker yang sangat besar itu. Adalah Romusha yang mendorongnya perlahan-lahan dari bawah hingga ke puncak bukti.

Di Tonawas, Jepang membangun pangkalan angkatan udara yang amat luas dan dapat menampung ratusan pesawat. Romusha menimbun karang, dan memadatkannya sehingga rata dengan daratan. Mereka mengeruk bagian bawah bukit, membuat rongga yang begitu besar hingga bisa menjadi hangar rahasia.

Sekarang pangkalan udara itu telah menjelma menjadi hutan, ditumbuhi oleh begitu banyak pohon sukun, yang merupakan salah satu makanan pokok di Chuuk, yang dibiarkan tumbuh liar. Rumah-rumah penduduk, sekolah dan gereja dibangun agak ke dalam hutan tak beraturan.

Sisa bagian pesawat tempur masih dapat ditemukan terserak di beberapa titik, begitu juga bangkai bom, dan bunker yang tidak terawat lagi. Bersambung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s