Dari Bunker Jepang sampai Bajak Laut Bully Hayes

natehayesdvd1

SETELAH terbang sekitar satu jam dari Kwajelin, pulau penting milik Republik Kepulauan Marshall yang menjadi salah satu pangkalan militer Amerika Serikat di Pasifik, akhirnya saya tiba di Federasi Mikronesia.

Negara bagian pertama Federasi Mikronesia yang disinggahi Continental Airlines CO 597 yang membawa saya dari Honolulu, Hawaii, adalah Kosrae. Ini satu-satunya negara bagian Federasi Mikronesia yang hanya memiliki satu pulau.

Pulau seluas sekitar 110 kilometer persegi dan didiami sekitar 7.300 orang di lima kabupaten ini di masa Trust Territory of the Pacific Islands (1947-1979) yang menyatukan seluruh kepulauan di utara Pasifik bergabung dengan Pohnpei dan dikenal dengan nama Kusaie.

Jepang yang berkuasa di kawasan itu antara 1914 hingga 1945 juga menjadikan Kosrae sebagai salah satu pangkalan militer mereka. Walau demikian, Kosrae luput dari Perang Dunia Kedua. Serangan balasan Amerika Serikat ditujukan langsung ke pusat pertahanan Jepang di Pasifik: Chuuk Lagoon. Karena selamat dari perang, beberapa bunker pertahanan Jepang masih dapat ditemukan di Kosrae hingga hari ini dalam keadaan baik.

Cerita lain dari Kosrae adalah tentang William Henry Bully Hayes, bajak laut kelahiran Cleveland, Ohio. Kejam dan bengis, begitulah sosok Hayes digambarkan. Dia juga kerap dijuluki the last buccanner, kelompok bajak laut yang beroperasi di Laut Karibia dan hanya menjadikan kapal-kapal berbendera Prancis dan Spanyol sebagai sasaran mereka di abad ke-17 silam.

Kapal Leonora milik Hayes tiba berlabuh Kosrae bulan Maret 1874 silam. Selama hampir satu tahun dia menetap di Utwe sebelum melarikan diri dari kejaran pasukan Inggris. Banyak orang percaya Hayes mengubur harta kekayaannya di salah satu tempat di Kosrae. Namun begitu, sejauh ini, setelah sekian banyak penggalian dilakukan, tak satu pun harta Hayes yang berhasil ditemukan.

Hayes diperkirakan meninggal dunia di atas kapalnya tahun 1877. Dia dibunuh oleh salah seorang anak buahnya, Peter Radeck atau Dutch Peter. Mayat Hayes dibuang di tengah laut.

Kisah Hayes begitu terkenal. Tahun 1983 Hollywood pernah mengangkat petualangannya ke layar lebar. Dibintangi Tommy Lee Jones sebagai Hayes, produksi Paramount Pictures ini di Amerika Serikat diberi judul “Nate and Hayes”. Sementara di Inggris film ini diberi judul “Savage Islands”.

***

Seperti di Majuro dan Kwajelin, pesawat hanya transit untuk mengisi bahan bakar dan “security check”. Setelah setengah jam perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini menuju Pohnpei, ibukota Federasi Mikronesia. Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s