dr. Arif yang Ikut Mengotopsi Mayat Tujuh Pahlawan Revolusi 1965

Lim Joe Thay alias dr. Arif Budianto

INI sudah bulan September. Beberapa hari lagi saya ingin menuliskan hasil visum et repertum enam jenderal dan seorang perwira pertama Angkatan Darat yang tewas dinihari 1 Oktober 1965. 

Jelas ini bukan barang baru. Beberapa tahun lalu, Benedict Anderson telah menggunakan hasil visum et repertum ini sebagai rujukan dalam artikelnya di jurnal Indonesia Vol. 43, (Apr., 1987), pp. 109-134, How Did the Generals Die?   

Continue reading “dr. Arif yang Ikut Mengotopsi Mayat Tujuh Pahlawan Revolusi 1965”

Lagu Berbau Sodomi, Ah Jijik, dan Indie Ciamik juga Musik Politik

DI hari pertama Ramadhan ini aku dikejutkan oleh posting berbau sodomi di blok Anggara yang diposting beberapa hari lalu. ย Anggara dengan baik hati menuntun pembaca ke sebuah forum yang membahas lagu berbau sodomi itu.ย Kontroversial. Sementara orang mengatakan, ini soal pengkhianatan. Yang lain bertahan pada pendapat: jelas ini lagu tentang sodomi. Continue reading “Lagu Berbau Sodomi, Ah Jijik, dan Indie Ciamik juga Musik Politik”

Aku Gak Sahur, Sayur Aja Deh…

“AKU gak bisa sahur. Sayur aja deh.” Continue reading “Aku Gak Sahur, Sayur Aja Deh…”

A Look at Communist Strategy to Survive in Japan

PRIOR to the July 2007 Upper House Election, the TIME Magazine has published an article titled โ€œCommunism is Alive and Well and Living in Japanโ€, spotlighting the Japanese Communist Partyโ€™s challenge to survive as a small-sized parliamentary opposition party.(1)

Continue reading “A Look at Communist Strategy to Survive in Japan”

Sekali Lagi, Hawaii Menggugat

“SERING KALI perjuangan dan perlawanan diajarkan oleh orang-orang yang sama sekali tidak pernah mengalami dan merasakan penindasan,” kata Haunani-Kay Trask tajam. Continue reading “Sekali Lagi, Hawaii Menggugat”

10 Tahun Reformasi: Demokrasi Lapar Duit, Lahirkan Agamawan Koruptor

Oleh: Djoko Edhi S. Abdurrahman

POSISI kekuasaan presiden versus legislatif, sangat jomplang: presiden minus kekuasaan, sedang legislatif surplus kekuasaan. Bersedianya PDIP masuk dalam pendongkel Gus Dur, telah mematangkan Sidang Istimewa Penggusuran Gus Dur final. Continue reading “10 Tahun Reformasi: Demokrasi Lapar Duit, Lahirkan Agamawan Koruptor”

international conference and cultural event (icce) of aceh 2008: call for papers and proposals

THE 1st International Conference and Cultural Event (ICCE) of Aceh will be held on Tuesday and Wednesday, October 21 & 22, 2008 in Honolulu, Hawaii. Continue reading “international conference and cultural event (icce) of aceh 2008: call for papers and proposals”

Ini yang Aku Lakukan Bila Sedang Rindu Padamu

KEKASIH, ini yang aku lakukan bila sedang rindu padamu.
Mengumumkan pada dunia betapa aku begitu mencintaimu…” Continue reading “Ini yang Aku Lakukan Bila Sedang Rindu Padamu”

Ke Monas, Naik Delman bersama Buah Hati

BULAN Juni lalu saya dan Intan menyempatkan jalan-jalan ke silang Monas dengan dua buah hati kami, Farah dan Timur.

Naik delman kami mengelilingi Monas. Delman memutar dari Jalan Medan Merdeka Selatan, lalu Gambir, Istana Merdeka, Medan Merdeka Barat. Berhenti sebentar untuk photo session. Continue reading “Ke Monas, Naik Delman bersama Buah Hati”

Nama Bayi: Thariq, Araf-araf Dikitโ€ฆ

INI masih tentang nama calon bayi kami.

Tadi malam (25 Agustus) pukul 23.00 waktu Hawaii, saya kirim pesan pendek via Skype kepada istri di rumah. Sementara istri membalas via nomor Mentarinya ke nomor Matrix saya.

Dalam pembicaraan ini saya menawarkan Tarung sebagai nama depan, diikuti Attila, dan diakhiri oleh tentu saja Santosa. Adapun Intan menolak Tarung, dan menawarkan Thariq. Dia menerima Attila dan sudah pasti Santosa. Continue reading “Nama Bayi: Thariq, Araf-araf Dikitโ€ฆ”

Teguh Pun Lengser Keprabon…

DI penghujung perayaan HUT ke-63 Republik Indonesia, di Kapiolani Park, Honolulu, Sabtu, 23 Agustus, ketua Permias Hawaii priode 2007-2008 Teguh Santosa menyampaikan laporan akhir masa tugas.

Dalam laporan setebal 11 halaman itu Teguh menguraikan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan Permias Hawaii dalam setahun terakhir. Continue reading “Teguh Pun Lengser Keprabon…”

Sulitnya Mencari Nama Calon Bayi

NAMA bayi, tentu saja, juga menjadi topik hangat menjelang kelahiran anak ketiga kami.
Continue reading “Sulitnya Mencari Nama Calon Bayi”

Menanti Bayi Ketiga (Ini Monasnya, Pak…)

SAYA dan istri sedang menanti kehadiran anak ketiga kami. Kini usia kandungan Intan memasuki bulan kedelapan. Bila tak ada aral melintang, operasi caesar akan dilakukan tanggal 18 September. Continue reading “Menanti Bayi Ketiga (Ini Monasnya, Pak…)”

Ke Honolulu bersama Amartya Sen dan Identitas yang Mengada-ada

KALI ini saya ditemani Amartya Sen. Ekonom yang juga filsuf, peraihย Nobel 1998 untukย bidang ekonomi.

Seperti beberapa profesor yang saya kenal di University of Hawaii, ia juga mengkritik habis teori benturan antarperadaban Samuel Huntington sebagai sebuah teori yang cacat metodologi dan lebih parah lagi sangat bertolak belakang dengan realita.

Setidaknya, menurut Amartya Sen dalam Identity and Violence: the Illusion of Destiny yang tahun lalu dialihbahasakan oleh penerbit Marjin Kiri menjadi Kekerasan dan Ilusi tentang Identitas, teori benturan antarperadaban yang dipopulerkan Huntington di awal era 1990-an dan menjadi semakin populer di “dunia Barat” pasca peristiwa 11 September 2001 memiliki dua kelemahan fundamental.

Kelemahan pertama berkaitan dengan karakter tunggal yang diberikan Huntington pada masing-masing peradaban yang dipilihnya, seperti peradaban Barat, Islam, Hindu, dan Budha.ย Pada kenyataannya, tidak ada seorang manusia pun di muka bumi ini yang lahir dengan karakter identitas tunggal.

Continue reading “Ke Honolulu bersama Amartya Sen dan Identitas yang Mengada-ada”

Meet Mari Alkatiri at Bidakara, Jakarta

KOMISI Kebenaran dan Persahabatan (KKP) yang dibentuk oleh Indonesia dan Timor Leste telah menyelesaikan tugas. Diharapkan, hasil kerja Komisi yang beranggotakan 14 komisioner dari kedua negara dan dibentuk tiga tahun lalu dapat menyembuhkan luka dan mempererat hubungan kedua negara.

Continue reading “Meet Mari Alkatiri at Bidakara, Jakarta”

Aneh, Ferry Tidak Mau Didampingi Pengacara

CHUDRY Sitompul, pengacara yang telah disiapkan Komite Bangkit Indonesia (KBI) untuk mendampingi Ferry J. Juliantono, merasa heran dan kaget bukan buatan. Continue reading “Aneh, Ferry Tidak Mau Didampingi Pengacara”

Membongkar “Sumpah Pocong” Habib Rizieq

APAKAH Habib Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI), menantang Gus Dur melakukan sumpah pocong untuk membuktikan siapa yang benar diantara mereka: Habib Rizieq yang meminta agar Ahmadiyah dibubarkan, atau Gus Dur yang membela Ahmadiyah. Continue reading “Membongkar “Sumpah Pocong” Habib Rizieq”

Western Sahara, Punya Siapa?

NEGERI SENJA, salah satu novel Seno Gumira Adjidarma, diinspirasi oleh negeri ini: Sahara.

Negeri Senja di novel itu adalah sebuah negeri di mana matahari selalu bergantung di ufuk barat. Selamanya. Tak mengenal pagi, siang dan malam. Yang ada hanya senja, dan intrik politik. Kisah asmara dan dendam yang tak berkesudahan.

Continue reading “Western Sahara, Punya Siapa?”

Lagi Istanbul, Masjid Biru, dan Aya Sofia

ISTANBUL, yang sebelumnya bernama Byzantium lalu Constantinople, dibangun sekitar 658 sebelum Masehi oleh bangsa Megarians, salah satu koloni Yunani. Kota ini persis berada di tepi Tanduk Emas (Golden Horn) dan berbatasan langsung dengan selat Bosporus yang memisahkannya dari benua Asia di timur.

Kata Byzantium diambil dari nama pemimpin Megarians, Byzus yang berasal dari Megara, sebuah wilayah di dekat Athena. Continue reading “Lagi Istanbul, Masjid Biru, dan Aya Sofia”

Dikotomi Politisi Tua Lawan Politisi Muda Menyesatkan

DI DALAM politik, dikotomi tua dan muda menyesatkan. Usia tidak menjadi jaminan sikap pro-rakyat, pro-reformasi dan progresif. Persaingan politik idealnya dilakukan secara terbuka tanpa menyertakan embel-embel tua atau muda. Continue reading “Dikotomi Politisi Tua Lawan Politisi Muda Menyesatkan”

Bantah Pemekaran Aceh, Djoko Tegaskan MoU Helsinki Perjanjian Maksimal

DPR sama sekali tidak menyetujui usul pemekaran Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sejauh ini DPR menilai UU Pemerintahan Aceh hasil MoU Helsinki yang mendasari sistem pemerintahan di Serambi Mekah pasca konflik masih merupakan produk hukum yang maksimal, dan karenanya perlu dipertahankan. Continue reading “Bantah Pemekaran Aceh, Djoko Tegaskan MoU Helsinki Perjanjian Maksimal”

Tari Perut di Padang Rumput

LAHIR dan besar di Jerman, di usia 15 tahun Onur ร‡akmak memilih hijrah ke tanah leluhur: Istanbul, Turki. Di Turki ia dikenal sebagai Asena, the most famous Turkish belly dancer.

Dia dianggap berhasil mengembalikan citra tarian perut, sekaligus menaikkan derajat penari-penari perut di Turki yang sudah kadung dianggap sebagai penari telanjang.

Continue reading “Tari Perut di Padang Rumput”

Foto-foto Rusak dari Korea Utara

SEBUAH ruangan di depan saya memancarkan cahaya merah, sementara alunan lagu yang tadinya samar-samar kini terdengar semakin jelas.

Kami baru saja melewati sebuah mesin besar yang secara otomatis menyedot debu yang mungkin melekat di tubuh kami mulai dari ujung sepatu sampai ujung rambut. Continue reading “Foto-foto Rusak dari Korea Utara”

Interlude, From Syria to North Korea

JADI ceritanya, saya lebih dahulu ke Timur Tengah: Syria dan Turkey antara Februari hingga Maret 2003. Lima tahun lalu.

Saya meninggalkan Suriah dua hari sebelum Presiden George W. Bush memerintahkan tembakan pertama ke pusat pertahanan Saddam Hussein di Baghdad yang menandai Perang Teluk 2003.

Continue reading “Interlude, From Syria to North Korea”

Kapan-kapan Cerita tentang Mayat Kim Il Sung

ILLUSION (Ilyushin Il-62) buatan Rusia milik Air Koryo, maskapai nasional Korea Utara, yang membawa saya dari Beijing, China, mendarat dengan mulus di Sunan International Airport, Pyongyang.

Gambar Kim Il Sung, yang hari itu, 15 April 2003, berulang tahun menyambut kami di puncak bandara. Ia meninggal dunia 8 Juli 1994. Tetapi bagi rakyat Korea, sang Great Leader pendiri Korea Utara itu tak pernah sungguh-sungguh mati meninggalkan mereka: dialah the Eternal President.

Continue reading “Kapan-kapan Cerita tentang Mayat Kim Il Sung”

Menuju Korea Utara

LIMA tahun lalu, saya tiba di Pyongyang. Tanggal 15 April 2003, bersamaan dengan hari ulang tahun Kim Il Sung, sang pendiri the hermit kingdom, Republik Demokratik Rakyat Korea yang dikenal dengan Korea Utara.

Ini perjalanan yang sudah lama saya idam-idamkan.

Sejak bulan Januari saya sudah berdiksusi dengan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara Rachmawati Soekarnoputri mengenai perjalanan ini. Rachma, yang beberapa bulan kemudian mendirikan Partai Pelopor dan kini menjadi salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menyambut baik dan berjanji akan memperkenalkan saya kepada kontak-kontaknya di Kedutaan Besar Korut di Jakarta, KBRI di Beijing, juga pihak-pihak lain di Pyongyang.

Ia terakhir kali ke Korea Utara tahun 2001.

โ€œKalau jadi ke Pyongyang, jangan lupa lihat pohon persahabatan yang saya tanam waktu itu,โ€ kata salah seorang putri Bung Karno ini.

Saya pun mengajukan permohonan visa ke Kedubes Korea Utara, dan Kedubes China di Jakarta. China adalah satu-satunya pintu masuk ke Korea Utara.

Keinginan berangkat ke Korea Utara semakin kuat setelah Presiden George W. Bush, dalam pidato politiknya akhir Januari kembali menuding Korea Utara, Irak dan Iran sebagai axis of evil atau poros kejahatan. Tudingan serupa telah disampaikannya bulan Oktober 2002.

โ€œNorth Korea is a regime arming with missiles and weapons of mass destruction, while starving its citizens. Iran aggressively pursues these weapons and exports terror, while an unelected few repress the Iranian peopleโ€™s hope for freedom. Iraq continues to flaunt its hostility toward America and to support terror. The Iraqi regime has plotted to develop anthrax, and nerve gas, and nuclear weapons for over a decadeโ€ฆ States like these, and their terrorist allies, constitute an axis of evil, arming to threaten the peace of the world.โ€ (Bush, January 29, 2003)

โ€œYa, Korea Utara nih,โ€ pikir saya.

โ€œMengapa bukan Irak yang sudah jelas di ambang perang,โ€ tanya beberapa teman.

โ€œSemua orang pergi ke Irak. Saya pergi ke tempat yang banyak orang tak mau memikirkannya,โ€ jawab saya.

Tetapi sampai pertengahan Februari visa Korea Utara tetap tak pasti.

Sementara Irak sudah semakin terdesak.

Adapun di Jakarta, pemerintahan Megawati Soekarnoputri sedang dirudung hujan demo, hampir setiap hari. Tarif dasar listrik (TDL), tarif telepon, dan harga BBM naik di saat bersamaan.

Perhatian saya terpecah dua: mengamati perkembangan politik di tanah air, dan kemungkinan perang di Timur Tengah, sambil sekali-kali melirik Korea Utara.

Dan, ini juga penting, rencana pernikahan saya dengan calon istri tercinta semakin mendekati hari H.


โ€œWaktu habis. Kita butuh seseorang di Timur Tengah sekarang,โ€ kata pimpinan saya.

โ€œBaik. Saya akan pergi lewat Suriah,โ€ jawab saya.

Begitulah. Maka saya terbang ke Damaskus. Sementara sejumlah wartawan Indonesia memilih mengunjungi Jordania yang di tahun 1991 memang menjadi pintu masuk ke Irak. (Bersambung)

Fund Rising: Hawaii Public Radio

INI pengalaman pekan lalu, jadi relawan mengumpulkan donasi untuk Hawaii Public Radio (HPR).

Teringat waktu masih jadi anchor “Magic Breakfast” di Radio Ramako.

Kali ini begitu angkat telepon, “Thanks for calling Hawaii Public Radio. May I take your pledge?” Continue reading “Fund Rising: Hawaii Public Radio”

Di Hawaii Menristek Beberkan Tiga Krisis

INDONESIA sedang menghadapi tiga bahaya besar di depan mata, yakni kerawanan pangan, krisis energi dan krisis air bersih.

Tiga bahaya besar itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman saat berbicara di depan masyarakat Indonesia di Honolulu, Hawaii, akhir pekan lalu. Continue reading “Di Hawaii Menristek Beberkan Tiga Krisis”

Delapan Bahaya di Depan Mata Kita

KAWASAN Asia Pasifik menghadapi tantangan yang semakin besar di masa depan. Berbagai tantangan itu hanya dapat dihadapi dengan mengembangkan sikap saling memahami dan kerjasama. Continue reading “Delapan Bahaya di Depan Mata Kita”