Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Syariah: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute & Wakil Ketua Komite Luar Negeri MES

EKONOMI syariah dan ekonomi kerakyatan sejatinya berakar pada nilai yang sama: keadilan distributif dan penghapusan eksploitasi manusia atas manusia. Ketika kedua jalur ini disatukan, ia menjadi jawaban atas ketimpangan struktural yang lama mendera Indonesia.

Continue reading “Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Syariah: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia”

Menavigasi Badai: Prabowo, Odiseus, dan Pertarungan Melawan Leviathan Oligarki

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

DI tengah kancah geopolitik yang terus bergolak, perjalanan sebuah bangsa sering kali menyerupai epos besar yang melintasi samudra penuh marabahaya. Saat ini, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tengah menavigasi arus sejarah yang menuntut keteguhan hati dan ketajaman visi. Ibarat Odiseus dalam mahakarya Homerus, “Odyssey” (Abad ke-5 SM), Prabowo memimpin bahtera nasional melewati selat sempit yang diapit oleh monster-monster masa lalu yang selama ini mencengkeram nasib bangsa.

Continue reading “Menavigasi Badai: Prabowo, Odiseus, dan Pertarungan Melawan Leviathan Oligarki”

Reformasi 1998, Dua Front, dan Satu Jalan Keluar

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia

REFORMASI 1998 lahir dari rahim krisis yang akut. Ketika krisis moneter melanda Asia Tenggara pada 1997–1998, ilusi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi semu yang dibangun selama tiga dekade Orde Baru runtuh dalam hitungan bulan. Nilai tukar Rupiah terhempas dari Rp2.500 per Dolar AS menjadi lebih dari Rp16.000, memicu inflasi hebat yang melambungkan harga kebutuhan pokok. Rakyat, yang dipelopori oleh gerakan mahasiswa, turun ke jalan menuntut perubahan fundamental.

Continue reading “Reformasi 1998, Dua Front, dan Satu Jalan Keluar”

Membaca Ulang Arah yang Tidak Pernah Netral

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

BUKU “Four Points of the Compass: The Unexpected History of Direction” karya Jerry Brotton bukan sekadar sejarah peta. Ia adalah pembacaan ulang tentang bagaimana arah mata angin telah menjadi alat politik, kebudayaan, dan kekuasaan.

Continue reading “Membaca Ulang Arah yang Tidak Pernah Netral”

Segitiga Iran, Pakistan, China Hadapi AS

Video ini membahas dinamika geopolitik antara Iran, China, dan Amerika Serikat. Berikut adalah poin-poin pentingnya:

Hubungan Strategis Iran-China (0:49-3:39): Iran dan China telah menjalin kerja sama strategis sejak tahun 2021, terutama di bidang energi dan pembangunan infrastruktur (jalur darat/pipa minyak). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Belt and Road untuk mendukung pembangunan wilayah barat China, bukan sekadar respons terhadap pertemuan baru-baru ini antara Donald Trump dan Xi Jinping.

Continue reading “Segitiga Iran, Pakistan, China Hadapi AS”

Menguji Batas Perangkap Thucydides dari Pertemuan Trump-Xi

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

SETELAH sembilan tahun, Donald Trump kembali ke Beijing, bertemu Xi Jinping yang diakuinya sebagai pemimpin hebat. Penyambutan resmi di Great Hall of the People dilakukan dengan kemegahan penuh, mulai dari barisan garda kehormatan hingga dentuman meriam sebanyak 21 kali di Lapangan Tiananmen.

Continue reading “Menguji Batas Perangkap Thucydides dari Pertemuan Trump-Xi”

Saat Amerika dan China Berada di Ambang Perangkap Thucydides

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

PEKAN lalu saya diundang menjadi penguji naskah tesis S-2 seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Secara ringkas, tesis itu menguji pendekatan dua presiden AS, Donald Trump (2017-2021) dan Joe Biden (2021-2025) menghadapi upaya China mencuri perhatian di kawasan Indo-Pasifik. Trump menggunakan pendekatan offensive realism, sementara Biden mempraktikkan defensive realism dan hybrid realism.

Continue reading “Saat Amerika dan China Berada di Ambang Perangkap Thucydides”

Menolak Ekstra-teritorialitas AS di Kuba, Utamakan Stabilitas Karibia

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

WASHINGTON DC kembali memperketat tekanan terhadap Kuba melalui perintah eksekutif yang ditandatangani pada 1 Mei 2026. Langkah terbaru ini memperluas cakupan sanksi dengan tingkat ekstrateritorialitas yang belum pernah diterapkan sebelumnya, menyasar langsung perusahaan dan bank yang memiliki keterkaitan dengan negara pulau itu.

Continue reading “Menolak Ekstra-teritorialitas AS di Kuba, Utamakan Stabilitas Karibia”

Ujian bagi Konferensi Peninjauan NPT 2026

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute

KONFERENSI Peninjauan NPT (Traktat Non-Proliferasi Nuklir) tahun 2026 berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang belum pernah terlihat sejak Perang Dingin. Agenda utamanya tetap sama: mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong perlucutan senjata, dan memastikan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Continue reading “Ujian bagi Konferensi Peninjauan NPT 2026”

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

SEJAK tiga dekade terakhir, tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Dunia atau World Press Freedom Day. Penetapan tanggal ini bermula dari Deklarasi Windhoek 1991 di Namibia, yang menegaskan pentingnya pers bebas, pluralistik, dan independen. Dua tahun kemudian, Majelis Umum PBB mengesahkannya sebagai peringatan resmi melalui Resolusi 48/432 pada 1993.

Continue reading “Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa”

JMSI: Media Siber sebagai “Ruang Belajar Kedua”

Media siber berperan penting dalam mempercepat kemajuan pendidikan nasional. Transformasi digital yang meluas menuntut ekosistem pendidikan dan media berjalan beriringan dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global.

Continue reading “JMSI: Media Siber sebagai “Ruang Belajar Kedua””