Menanti Bayi Ketiga (Ini Monasnya, Pak…)

SAYA dan istri sedang menanti kehadiran anak ketiga kami. Kini usia kandungan Intan memasuki bulan kedelapan. Bila tak ada aral melintang, operasi caesar akan dilakukan tanggal 18 September.

Sampai konsultasi terakhir pekan lalu, janin dalam keadaan sehat. Dokter Ahmad dari RSI Pondok Kopi berkali-kali memperlihatkan detak jantung janin di layar monitor USG. Juga berkali-kali dia men-zoom in kelamin sang janin.

“Ini monas-nya, Pak,” kata dr. Ahmad berkali-kali.

Buat saya dan istri, jenis kelamin anak adalah urusan kesekian. Yang penting si bayi lahir dalam keadaan sehat wal afiat. Begitu juga istri saya.

Selain detak jantung dan “monas”, dr. Ahmad juga memperlihatkan ukuran otak, jari jemari tangan dan kaki, juga wajah. Sejauh ini semuanya tampak baik-baik saja. Hanya posisi bayi yang agak melintang.

Dua anak kami pertama juga melintang sampai detik mereka keluar dari rahim ibunya. Tentu dengan operasi caesar. Farah melintang di detik-detik terakhir menjelang persalinan. Sementara Timur melintang sejak usia kandungan nol bulan.

Istri saya pun sudah siap dioperasi untuk ketiga kalinya. Hanya saja, berbeda dengan dua operasi sebelumnya, kali ini kemungkinan besar saya tidak akan berada di Jakarta.

Mengapa harus melahirkan lewat caesar, tanya seorang teman sebelum saya berangkat ke Hawaii.

Well, keputusan operasi diambil karena dua kali persalinan sebelumnya dilakukan lewat caesar, dan jarak antara operasi caesar kedua dan ketiga hanya sekitar dua tahun. Begitu juga jarak antara operasi caesar pertama dan kedua. Menurut perhitungan dokter, dua tahun bukanlah jarak waktu yang aman dari satu operasi caesar ke operasi caesar berikutnya. Beberapa mengatakan, setidaknya dibutuhkan empat tahun atau lima tahun untuk mengembalikan kekuatan dinding rahim yang dioperasi caesar.

Alasan lainnya berkaitan dengan posisi bayi yang masih agak melintang, dan diperkirakan akan terus melintang hingga detik kelahiran. Selain itu jalan lahir pun tertutup plasenta.

Menurut dr. Ahmad, operasi caesar ketiga untuk istri saya hendaknya dilakukan sebelum usia kandungan sempurna (sembilan bulan 10 hari). Bila dilakukan di saat usia kandungan sempurna, kontraksi rahim dikhawatirkan kemungkinan besar akan merusak jahitan pada dinding rahim dan jalan lahir normal. Ini artinya, istri saya akan mengalami luka di dua titik.

Nah, menurut perkiraan, kandungan istri saya mencapai usia sempurna antara pekan ketiga dan keempat September. Dengan demikian, untuk menghindari kontraksi rahim—tentu saja dengan mempertimbangkan kecukupan usia kandungan—dipilihlah tanggal sebelum rentang waktu itu.

Oh ya, kebetulan, 18 September juga tanggal lahir papa saya.

Kami mengharapkan doa dari Anda, teman-teman pembaca, agar persalinan berjalan lancar, agar bayi kami dan istri saya tetap sehat pascapersalinan. Amin.

5 thoughts on “Menanti Bayi Ketiga (Ini Monasnya, Pak…)

  1. Halo mas teguh,

    Salam kenal ..saya hevy …Ibu dari 2 batita yang pertama umur 2 tahun dan yang kedua umur 2 bulan ….dan secara mengejutkan saya melihat hasil test kehamilan saya positif ..artinya saya akan hamil untuk ketiga kalinya…saya sedikit khawatir karena dua anak sebelumnya lahir melalui operasi caesar ..dan kehamilan ketiga ini pastinya nanti pun demikian ….sharing dong mas sama istri ..pengalaman caesar ketiga itu seperti apa…masalahnya di kehamilan kedua saya waktu itu baru berusia 36 minggu saya sudah kontraksi ..jadi memang benar kalau persalinan caesar tidak dilakukan genap 40 minggu …waktu itu selesai operasi lebih sakit daripada operasi pertama karena jahitan terasa lebih kaku ..lalu bagaimana dengan caesar ketiga ..wah saya kok jadi aga paranoid juga nih heheheh ….kalau ada waktu dibalas ya …

  2. semoga diberi kelancaran pak. mohon do’anya juga saya juga pada posisi yang sama dengan istri bapak. setelah operasi cessar dua kali saat ini saya sedang hamil 3 bulan. dan masih bimbang. Dari sekian bidan yang yang saya kunjungi berpendapat berbeda. padahal saya ingin sekali melahirkan normal.

    1. Anak ketiga kami itu, saat reply ini ditulis (13 Maret 2012, sudah berusia 3 tahun. Akan 4 tahun di bulan September nanti. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga persalinan istri lancar, anak dan ibu dalam keadaan sehat walafiat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s