Di Hawaii Menristek Beberkan Tiga Krisis

INDONESIA sedang menghadapi tiga bahaya besar di depan mata, yakni kerawanan pangan, krisis energi dan krisis air bersih.

Tiga bahaya besar itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman saat berbicara di depan masyarakat Indonesia di Honolulu, Hawaii, akhir pekan lalu.

Gawatnya, di saat menghadapi kerawanan pangan, menurut mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), justru food diversity atau keanekaragaman makanan lambat laun hilang dari bumi Indonesia.

Foto: Kusmayanto dan warga Indonesia usai Indonesian Night 2008.

Di masa lalu tidak semua masyarakat Indonesia menggunakan beras sebagai makanan pokok. Di beberapa daerah, masyarakat Indonesia menggunakan jagung, sagu, atau singkong sebagai makanan pokok. Namun kini makanan pokok lokal tergusur dan punah, dan masyarakat Indonesia semakin tergantung pada beras.

Keadaan ini semakin parah, karena luas lahan pertanian semakin menyusut, sementara di sisi lain jumlah penduduk terus bertambah.

Kusmayanto mengunjungi Hawaii atas undangan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan East West Center (EWC). Dalam kunjungan ini ia juga bertemu dengan Wakil Gubernur Hawaii James R. “Duke” Aiona, Jr.

Kusmayanto hanya didampingi istrinya, Rr. Sri Sumarni, dan Asisten Deputi Menristek Edie Prihantono, serta Konsuler Pendidikan, Informasi dan Sosial KJRI Los Angeles, Agusti Anwar.

Dalam pertemuan yang digelar Persatuan Mahasiswa di Amerika Serikat (Permias) Hawaii Chapter di Center for Korean Studies, University of Hawaii, Kusmayanto juga menyinggung krisis energi listrik. Dia menganggap krisis energi listrik ini dapat diselesaikan dengan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Kusmayanto mengatakan, pembangunan PLTN bukanlah keinginannya pribadi, melainkan telah dinyatakan dalam UU 17/ 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

Menghentikan pembangunan PLTN sama saja dengan melanggar UU. Dia juga menambahkan, bahwa pembangunan PLTN bukanlah barang baru di Indonesia. Sejak era Sukarno pemerintah Indonesia sudah mulai mempersiapkan pembangunan PLTN untuk menghadapi krisis energi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s