Berkembang anggapan bahwa mobil Toyota Harrier yang pernah dimiliki Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum adalah pemberian PT Adhi Karya yang memenangkan tender pembangunan pusat olahraga nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Continue reading “Staf Ahli Nazaruddin: Mobil Harrier Anas Bukan Pemberian PT Adhi Karya”
Mantan Ajudan Pastikan Nazaruddin Terima Rp 500 Juta dari Anas Urbaningrum
Namanya Wahyudi Utomo, biasa dipanggil Iwan. Ia adalah mantan ajudan Muhammad Nazaruddin. Iwan memastikan bahwa Nazaruddin telah menerima uang sebesar Rp 500 juta sebagai “ganti” mobil Toyota Harrier milik Anas Urbaningrum. Continue reading “Mantan Ajudan Pastikan Nazaruddin Terima Rp 500 Juta dari Anas Urbaningrum”
…
Kekuatan Besar Apa yang Merontokkan Nyali Agus Martowardojo?
RMOL. Klaim Menteri Keuangan Agus Martowardojo dipertanyakan karena mengaku tidak mengetahui bahwa pengajuan anggaran multi years proyek Hambalang tidak ditandatangani Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto. Continue reading “Kekuatan Besar Apa yang Merontokkan Nyali Agus Martowardojo?”
Pengamat: KPK Bongkar Kasus Baru Tutupi Megakasus Lain
JAKARTA | NONBLOK.COM — Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cenderung seperti peternakan kasus, yang mengeluarkan kasus-kasus baru untuk disembelih sehingga kasus-kasus baru itu menutupi megakasus korupsi yang sebetulnya lebih menjadi momok bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Continue reading “Pengamat: KPK Bongkar Kasus Baru Tutupi Megakasus Lain”
Boediono dan Track Record Keluarga Edy Tansil yang Diselamatkannya
Secara khusus, keterlibatan Bodiono di balik pengucuran danatalangan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terungkap dalam Putusan Kasasi MA No. 981/K/PID/2004. Continue reading “Boediono dan Track Record Keluarga Edy Tansil yang Diselamatkannya”
Mengapa Boediono Lolos dari Jerat Hukum?
Mengapa Boediono mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini adalah Wakil Presiden RI dapat lolos dari jerat hukum? Padahal keterlibatannya dalam skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tahun 1997 lampau sangat jelas dan terang benderang? Continue reading “Mengapa Boediono Lolos dari Jerat Hukum?”
Penentuan Calon Presiden dari PDIP Bisa Lewat Konvensi
Pembicaraan mengenai siapa tokoh yang akan dicalonkan PDI Perjuangan dalam Pilpres 2014 mendatang harus segera dilakukan. Semakin cepat semakin baik. Bila terlalu lama wacana ini dibiarkan, publik, terutama kader serta simpatisan PDIP akan bimbang, dan pada gilirannya ini akan merugikan PDIP. Continue reading “Penentuan Calon Presiden dari PDIP Bisa Lewat Konvensi”
Taufik dan Mega Harus Satu Suara tentang Capres Alternatif
PDI Perjuangan memiliki peluang merebut kembali kemenangan yang pernah diraih dalam Pemilu 1999 silam. Sejauh ini sang ketua umum Megawati Soekarnoputri masih menjadi the uniting factor utama bagi kalangan internal partai. Continue reading “Taufik dan Mega Harus Satu Suara tentang Capres Alternatif”
Governor “Jokowi” Enters Jakarta on a Wooden Horse
by ANDRE VLTCHEK
Could two men, no matter how dedicated and outspoken they are, save the city of 12 million that has for years looked and smelt like a decomposing carcass? Could they reform the savage capitalist system that cannibalized this entire urban area and the rest of the country for decades; could they reprimand all the actors who have not been playing by rules? Could they all of a sudden implement some sort of “capitalism with a human face? Continue reading “Governor “Jokowi” Enters Jakarta on a Wooden Horse”
Kim Jong-un’s 2013 New Year Address
January 1, Juche 102 (2013)
Dear comrades,
Officers and men of the heroic People’s Army and all the beloved fellow countrymen,
Dear compatriots,
Having seen out the year 2012 characterized by the events that will go down in the history of the nation, we are seeing in the new year 2013 full of high hope and confidence in final victory. Continue reading “Kim Jong-un’s 2013 New Year Address”
Workshop: Media dan Konstruksi Sebuah Bangsa
MEDAN BAGUS didukung RAKYAT MERDEKA ONLINE dan TEGUH SCHOOL OF DEMOCRACY Continue reading “Workshop: Media dan Konstruksi Sebuah Bangsa”
Keluarga Masih Tak Percaya Penjelasan Resmi tentang Pembunuhan JFK
Setengah abad telah berlalu. Namun pihak keluarga masih mempertanyakan teori resmi tentang pembunuhan John Fitzgerald Kennedy. Presiden Amerika Serikat yang ke-35 itu tewas ditembak saat pawai di Dallas pada 23 November 1963.
Continue reading “Keluarga Masih Tak Percaya Penjelasan Resmi tentang Pembunuhan JFK”
R untuk RMOL.CO
Beginilah Cara Konstitusional untuk Mengganti Wapres Boediono
Semestinya mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono bisa langsung di-impeach atau dimakzulkan begitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua pejabat teras Bank Indonesia, BM dan SCF, sebagai tersangka dalam megaskandal pengucuran danatalangan senilai Rp 6,7 triliun. Continue reading “Beginilah Cara Konstitusional untuk Mengganti Wapres Boediono”
“Jokowi Mana?” dan Perdebatan yang Mengiringinya
Teguh Santosa: Libatkan Rakyat Dalam Demokrasi di Negeri Ini
Dikutip dari MedanBagus.Com
Demokrasi menjadi tema yang selalu dibicarakan dalam berbagai kesempatan, tidak hanya oleh elit politik, tetapi juga oleh masyarakat awam. Persoalannya, sering kali apa yang dipahami sebagai sistem demokrasi tidak memberikan manfaat yang maksimal bagi rakyat. Continue reading “Teguh Santosa: Libatkan Rakyat Dalam Demokrasi di Negeri Ini”
@Heritage
Di Pulau Tidung
Status Baru Andi Mallarangeng Bukti Tesis Gaduh Boediono Salah
Penetapan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus Hambalang memperlihatkan satu hal yang pasti: kegaduhan politik di republik ini berasal dari Kabinet.
Ini juga membantah tesis yang selama ini sering disampaikan Wakil Presiden Boediono mengenai kegaduhan politik dan demokrasi yang berisik. Continue reading “Status Baru Andi Mallarangeng Bukti Tesis Gaduh Boediono Salah”
Penetapan AM sebagai Tersangka Bukan Prestasi KPK
Penetapan Menteri Negara Pemuda dan Olahgara Andi Alifian Mallarangeng sebagai tersangka kasus proyek Hambalang bukan sebuah prestasi.
Apabila sudah menemukan dua alat bukti keterlibatan Andi Mallarangeng dalam kasus korupsi proyek senilai Rp 2,5 triliun itu, Abraham Samad Cs memang harus menetapkannya sebagai tersangka. Continue reading “Penetapan AM sebagai Tersangka Bukan Prestasi KPK”
Mengapa Anas Urbaningrum Tak Bisa Dipaketkan dengan Andi Mallarangeng
Sempat berkembang spekulasi bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng akan ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Jawa Barat, bersama dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Adalah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang berkali-kali mengatakan bahwa otak di balik kasus ini adalah Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum. Continue reading “Mengapa Anas Urbaningrum Tak Bisa Dipaketkan dengan Andi Mallarangeng”
Save Palestine from Hawaii (2009)
Tentang President Center
Pikiran Rakyat: Memilih Capres Jangan Karena Popularitas Saja
Selasa, 20/11/2012 – 05:26 http://www.pikiran-rakyat.com/node/211930
JAKARTA, (PRLM).- Pengamat politik Tegus Santosa mengatakan dalam memilih capres dan cawapres tidak karena popularitas saja . Apalagi, popularitas yang dimunculkan di lembaga survei selama ini belum menjelaskan siapa sebenarnya si A, si B, dan si C yang namanya terus populer sebagai capres tersebut.
Media juga harus menjelaskan track record-rekam jejaknya kepada rakyat tentang siapa, dan apa yang telah dan akan dilakukan oleh capres. Jangan sampai popularitas mengalahkan kompetensi, kata Teguh Santosa dalam dialektika demokrasi ‘Capres Alternatif Antara Wacana dan peluang’ bersama Wakil Ketua MPR DR Ahmad Farhan Hamid dan Ketua FPKB MPR RI M. Lukman Edy, di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Senin (19/11). Continue reading “Pikiran Rakyat: Memilih Capres Jangan Karena Popularitas Saja”
Parpol Dinilai Sibuk Urusi Pengerahan Massa
Dua pengamat politik, masing-masing Prof Ibramsyah dari Universitas Indonesia dan Teguh Santosa, MA dari UIN Jakarta menyatakan, kesalahan utama partai politik saat ini adalah gagap dalam menjaring calon presiden (capres) dan lalai memberikan edukasi kepada para kadernya, akibatnya mutu legislatif di negeri ini kian rendah. Continue reading “Parpol Dinilai Sibuk Urusi Pengerahan Massa”
Suara Pembaruan: Capres Alternatif Bukan Berarti Dari Luar Parpol
Senin, 19 November 2012 | 18:51 http://www.suarapembaruan.com/home/capres-alternatif-bukan-berarti-dari-luar-parpol/27043
[JAKARTA] Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Farhan Hamid mengatakan, paradigma pemahaman mengenai calon presiden (capres) alternatif bukan diartikan sebagai capres dari luar parpol.
“Capres alternatif adalah capres-capres yang tidak memiliki model yang sama dari presiden-presiden atau pemimpin yang sudah ada. Memiliki alternatif cara berfikir dan berperilaku. Capres alternatif yang dibutuhkan sekarang adalah kader-kader yang merasa mampu menjadi presiden dengan cara pandang yang berbeda dr yang ada sekarang,” ujarnya dalam diskusi pilar negara bertajuk “Capres Alternatif Antara Wacana dan Peluang” di Jakarta, Senin (19/7). Continue reading “Suara Pembaruan: Capres Alternatif Bukan Berarti Dari Luar Parpol”
Kronik Sang Raja Dangdut
Persahabatan Indonesia dan Maroko Semakin Erat
Hubungan Republik Indonesia dan Kerajaan Maroko dalam dua tahun terakhir semakin dekat. Jarak yang memisahkan kedua negara terbukti bukan hambatan yang berarti.
“Volume dagang kedua negara memang masih kecil. Namun memperlihatkan kenaikan yang cukup signifikan. Tahun lalu hanya sebesar 100 juta dolar AS. Sementara tahun ini, untuk paruh pertama saja, sudah 100 dolar AS,” ujar Duta Besar Kerajaan Maroko, Muhammad Majdi, dalam jamuan makan malam di kediaman Duta Besar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam (15/11).
Continue reading “Persahabatan Indonesia dan Maroko Semakin Erat”
Siapa yang Jadi Badut Politik di Balik UU Migas
Sebuah artikel yang tengah beredar luas di jejaring media sosial yang ditulis ekonom Lin Che Wei mengkritik sepak terjang sejumlah tokoh yang mengajukan judicial review terhadap UU 22/2001 tentang Migas. Judicial review ini, seperti telah diketahui bersama, berujung pada antara lain pembubaran BP Migas.
Artikel tersebut mempertanyakan konsistensi dan itikad para penggugat. Menurut si penulis artikel, beberapa di antara penggugat seperti DR. Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie yang menjadi ahli kunci dalam persidangan judicial review yang digelar Mahkamah Konstitusi, dan bahkan Ketua MK Mahfud MD, terlibat dalam pemerintahan ketika draft RUU Migas itu dibahas dan akhirnya diputuskan menjadi UU.
Continue reading “Siapa yang Jadi Badut Politik di Balik UU Migas”














