Suara Pembaruan: Capres Alternatif Bukan Berarti Dari Luar Parpol

Senin, 19 November 2012 | 18:51 http://www.suarapembaruan.com/home/capres-alternatif-bukan-berarti-dari-luar-parpol/27043
[JAKARTA] Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Farhan Hamid mengatakan, paradigma pemahaman mengenai calon presiden (capres) alternatif bukan diartikan sebagai capres dari luar parpol.

“Capres alternatif adalah capres-capres yang tidak memiliki model yang sama dari presiden-presiden atau pemimpin yang sudah ada. Memiliki alternatif cara berfikir dan berperilaku. Capres alternatif yang dibutuhkan sekarang adalah kader-kader yang merasa mampu menjadi presiden dengan cara pandang yang berbeda dr yang ada sekarang,” ujarnya dalam diskusi pilar negara bertajuk “Capres Alternatif Antara Wacana dan Peluang” di Jakarta, Senin (19/7).

Ahmad mengatakan, capres alternatif itu harus memiliki pemikiran original untuk menyelematkan bangsa secara cepat dan tepat. Karena menurutnya, pemikiran original dan berbeda penting dalam menyelamatkan kepentingan nasional. Karena menurutnya, bursa capres yang sekarang ini masih sama dengan yang lama.
Mengenai mekanisme agar bagaimana memunculkan tokoh-tokoh alternatif tersebut, Ahmad berpendapat salah satu caranya bisa melalui forum rektor yang mengagendakan topik permasalahan polemik di Indonesia dengan menghadirkan calon-calon alternatif yang ada.

“Kita ingin lihat nyali nama-nama itu. Kader-kader yang berpikiran beda tapi belum muncul. Saya kira tiga kali putaran forum rektor, kita akan temukan satu atau dua figur. Nanti setelah kelihatan mau tidak mau parpol akan mengandeng mereka. Itu salah satu mekanisme yang bisa saya tawarkan. Apalagi nama kader itu bisa muncul sebelum pileg. Akan menaikkan elektabilitas parpol juga,” paparnya.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy melihat, masyarakat memang perlu diberi peluang untuk dapat pilihan calon pemimpin yang lebih banyak. Oleh karena itu, dorongan semua pihak untuk adanya capres alternatif perlu didukung.

“Pertama caranya dengan membuka calon independen, meskipun calon independen ini jalan buntu, karena pasal 6 UUD 1945 tidak memberi ruang independen karena capres adalah dari parpol atau gabungan parpol. Kalau ini kita paksakan maka perlu amandemen. Tetapi soal amandemen pasal ini tidak direspon parpol sekarang, kalau pun ada amandemen yang akan diusung DPD pun pasal ini tidak direspons. Jadi ini jalan buntu,” ujarnya.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Teguh Santosa menyatakan, terkait lembaga survei yang berpeluang memunculkan nama capres alternatif, hendaknya dibarengi dengan menyuguhkan track record-nya.

“Selama ini lembaga survei kan hanya menyuguhkan nama. Sebaiknya juga dimulai menyuguhkan track record yang penting bagi bangsa. Lembaga survei harus bisa mengawali dan memperkenalkan alternatif-alternatifnya. Media juga harus mendorong edukasi politik. Tidak hanya yang populer saja yang diberitakan, tapi mulai dengan mempopulerkan track record yang baik juga,” terangnya.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa keinginan adanya calon alternatif, karena parpol gagal dalam mengkader anggotanya. Calon pemimpin-pemimpin internal parpol terbukti hampir tidak ada karena parpol kini menggadang orang-orang yang populer. [WIN/L-8]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s