Freedom After Speech, Pro-Yahudi, Dan Neo-Nazi

jerman mei 2005 (35)

ANTARA tanggal 1 hingga 13 Mei lalu, penulis diundang menghadiri Seminar Kemerdekaan Pers dan Kemerdekaan (Memperoleh) Informasi di Gummersbach, Jerman. Acara yang digelar oleh Friedrich Naumann Stiftung (FNS), sebuah lembaga non-pemerintah yang mengusung nilai-nilai liberal-humanisme dan memiliki kantor di banyak negara itu, terbilang unik.

Continue reading “Freedom After Speech, Pro-Yahudi, Dan Neo-Nazi”

Islam Karimov dan Islamic Movement of Uzbekistan

Rakyat Merdeka, 23 dan 24 Mei 2005

JUMAT dua pekan lalu, tak kurang dari seribu orang berdemonstrasi di Andijan, kota di Lembah Ferghana, Uzbekistan. Pasukan pemerintah menghujani demonstran dengan tembakan membabi buta. Menurut pemerintah 169 orang tewas. Menurut rakyat yang menguburkan mayat-mayat itu, korban tewas mencapai 746 orang. Ferghana salah satu pusat kejayaan Islam di masa lalu, kembali bergolak. Continue reading “Islam Karimov dan Islamic Movement of Uzbekistan”

Berburu Orang Miskin

Rakyat Merdeka, 9 Maret 2005

BEBERAPA hari lalu kita masih asyik bertanya-tanya kenapa subsidi harga BBM dicabut pemerintah, sementara subsidi biaya rekap bank yang jumlahnya dua kali subsidi harga BBM tetap dipertahankan. Saat itu kita juga masih tekun “curiga” kenapa instansi seperti Direktorat Bea dan Cukai atau Direktorat Pajak yang mestinya bisa dioptimalkan untuk menggenjot pendapatan negara—sehingga APBN kita tidak begitu babak belur—justru menjadi lembaga yang memiliki tingkat korupsi tertinggi, setidaknya menurut survei Transparency International Indonesia (TII). Continue reading “Berburu Orang Miskin”

Kepleset

KINI “I don’t care” sudah identik dengan SBY. Kalau Anda menyebut nama SBY, maka di benak teman Anda akan terbayang secara kilat sejumlah “kata kunci”, mulai dari Pelangi di Matamu, lagu kelompok Jamrud yang kerap dinyanyikan SBY di masa kampanye selain lagu Ebiet G Ade, Berita Kepada Kawan, sampai “I don’t care” itu tadi. Continue reading “Kepleset”

Gitu Aja Kok Repot Versus I Don’t Care

BILA Gus Dur punya “gitu aja kok repot”, maka SBY kini punya “I don’t care”. Bedanya, “gitu aja kok repot” sudah (terlalu) sering diucapkan Gus Dur, sejak dia belum lagi jadi presiden, dan malang melintang di NU serta di banyak forum pro demokrasi, sampai hari ini. “Gitu aja kok repot” bisa dikatakan telah menjadi icon bagi Gus Dur, dan Gus Dur telah menjadi icon bagi “gitu aja kok repot”. Continue reading “Gitu Aja Kok Repot Versus I Don’t Care”

100 Hari Mencari Utang

ISTILAH ‘100 hari pertama’ untuk mengukur, mengevaluasi atau menilai jalannya roda pemerintahan Continue reading “100 Hari Mencari Utang”

Sukses Untuk Yang Doyang Ngutang

Rakyat Merdeka, 22 Januari 2005

MENCARI uang untuk merehabilitasi dan merekonstruksi Aceh (dan Sumatera Utara) yang dihantam badai tsunami akhir tahun lalu, memang bukan pekerjaan mudah. Sulit, pasti sulit. Continue reading “Sukses Untuk Yang Doyang Ngutang”

Sulitnya Mencari Uang Untuk Tanah Rencong

Rakyat Merdeka, 6 Januari 2005

JERMAN didukung beberapa negara kreditur (pemberi utang) mengajukan tawaran menarik bagi Indonesia: moratorium utang. Memang belum jelas benar bagaimana bentuk moratorium ini. Apakah sekedar penundaan pembayaran utang (rescheduling), atau pemotongan utang (debt reduction). Continue reading “Sulitnya Mencari Uang Untuk Tanah Rencong”

Mega Nekat, Mega Ditolak

Rakyat Merdeka, Agustus 2004

Catatan: Tiga artikel berikut ditulis menyusul pertemuan anak-anak Bung Karno dari Ibu Fatmawati di kediaman Rachmawati di Jati Padang, Jakarta Selatan, bulan Agustus 2004, beberapa saat sebelum putaran kedua Pilpres 2004 dimulai. Itu adalah pertemuan pertama antara Rachma dan Megawati yang sejak lama berseteru. Continue reading “Mega Nekat, Mega Ditolak”

Governor Puteh Case Reaches Anticlimax

CORRUPTION investigations into Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Governor Abdullah Puteh over the alleged mark up of a Rostov helicopter purchased by the provincial government have entered a new phase: Anticlimax. Continue reading “Governor Puteh Case Reaches Anticlimax”

Operasi Fajar Merah

Pasukan koalisi dengan leluasa menerobos pertahanan Saddam Hussein tanggal 9 April lalu. Tak satupun tentara Irak menyongsong kehadiran mereka. Tak ada perang kota. Pasukan Irak yang sebelumnya disebut-sebut gagah berani bagaikan hilang ditelan bumi. Dalam hitungan menit setelahnya, ratusan warga Irak menumbangkan patung Saddam setinggi 12 meter di Taman Firdaus. Kekuasaan Saddam runtuh sudah.

Continue reading “Operasi Fajar Merah”

Enam Bulan Tarmidi Mikirin Lompat Pagar

DESEMBER 1993, hampir sepuluh tahun lalu. Continue reading “Enam Bulan Tarmidi Mikirin Lompat Pagar”

Melawan Mega, Melawan Sutiyoso

BEBERAPA tahun terakhir, hubungan Megawati dan Sutiyoso memang terlihat dekat. Continue reading “Melawan Mega, Melawan Sutiyoso”

Ditendang Mega, Dirangkul Rachma

DUA hari lalu Rachmawati Soekarnoputri melantik Tarmidi Suhardjo sebagai Ketua DPD Partai Pelopor DKI Jakarta. Continue reading “Ditendang Mega, Dirangkul Rachma”

Membelah Laut

DI Korea Utara, ada bendungan sepanjang delapan kilometer. Letaknya di Kota Nampo, sekitar dua setengah jam dari Pyongyang ke arah barat laut. Yang membuat saya geleng-geleng kepala, bendungan itu membelah laut, di muara Sungai Taedong, dan menghubungkan Kota Nampo dengan Provinsi Han Selatan. Continue reading “Membelah Laut”

Propaganda

RAKYAT Korea Utara siap menghadapi serangan Amerika Serikat. Kapanpun. Sebulan sebelum saya tiba di Pyongyang, pemerintah Korea menggelar latihan serangan udara. Bila sirine tanda bahaya meranung-raung di seluruh penjuru kota Pyongyang, semua warga berlarian menyelamatkan diri, menuju bunker-bunker perlindungan. Tak ada informasi yang menyebutkan berapa jumlah bunker di Pyongyang. Tapi kata teman saya, Pyongyang punya banyak bunker. Cukup banyak untuk menampung semua penduduk Pyongyang dan kota-kota lain di sekitar Pyongyang. Continue reading “Propaganda”

Bangkai Amerika

TEMAN Korea yang menemani selama kunjungan ke Pyongyang, mengajak saya mengunjungi Museum Pembebasan Tanah Air. Museum itu secara khusus menampilkan peninggalan-peninggalan selama Perang Korea selama 1950 sampai 1953, dan masa-masa setelah itu. Continue reading “Bangkai Amerika”

Perang Korea

TAHUN 1932, pemimpin spritual dan inspirator perjuangan rakyat Korea menghadapi kaum penjajah, Kim Il Sung meresmikan berdirinya Tentara Rakyat Korea atau Korean People’s Army (KPA). Sejak hari itu, perjuangan rakyat Korea mengusir Jepang yang sudah puluhan tahun menjajah mereka, semakin terorganisir dengan rapi dan baik.

Continue reading “Perang Korea”

Korean People’s Army

SELAMA berada di Pyongyang, setiap hari saya berpapasan dengan tentara Korut. Mereka ada di mana-mana, berjalan berbaris berkelompok, atau berkumpul. Di lokasi pameran bunga Kim Il Sung, ribuan tentara Korut hadir. Mereka mengunjungi satu persatu stand pameran. Beberapa dari mereka mengenakan seragam kebanggaan, dengan deretan bintang jasa memenuhi dada kiri dan kanan.

Continue reading “Korean People’s Army”

The Axis of Evil: Korea Utara?

BULAN Oktober tahun lalu, dengan entengnya, Presiden Amerika George W Bush menuding Irak, Iran dan Korea Utara sebagai axis of evil alias poros setan. Katanya lagi, poros ini mesti dihabisi.

Continue reading “The Axis of Evil: Korea Utara?”

Kim Il Sung Square

Kim Il Sung Square, Pyongyang, Democratic People's Republic of Korea (DPRK), North Korea, Asia

1686bff2de73292c9939e214271972a6

SAYA tiba di Pyongyang, ibukota Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara tanggal 15 April lalu. Saat itu, rakyat Korut tengah memperingati ulang tahun ke-91 pemimpin spritual dan inspirator perjuangan mereka, Kim Il Sung. Continue reading “Kim Il Sung Square”

The Old Damascus

0319
Di Damaskus, ibukota Syria, ada benteng tua. Letaknya persis di tengah kota. Kota di dalam benteng itulah yang disebut sebagai Damaskus Tua dan telah dihuni manusia sejak 6.000 sampai 4.000 tahun sebelum Masehi. Continue reading “The Old Damascus”

Menabur Angin, Menuai Badai

main_900

DALAM Perjanjian Peshawar di bulan April 1992, menyusul kehancuran pemerintahan Najibullah, kelompok mujahidin Afganistan sepakat mendirikan Negara Islam Afganistan dan membagi kekuasaan di antara mereka.

Pemimpin Masyarakat Islam atau Jamiati Islami, Burhanuddin Rabbani, diberi mandat sebagai presiden transisional. Dia juga dipercaya memimpin semacam dewan presidium yang terdiri dari pentolan-pentolan kelompok mujahidin. Continue reading “Menabur Angin, Menuai Badai”

Dostum yang Licin

PIMPINAN Aliansi Utara Abdurrashid Dostum tiba-tiba menjadi pahlawan baru bagi rakyat Afghanistan. Padahal dulu laki-laki Uzbek ini kaki tangan rejim komunis Uni Soviet. Seorang veteran Tentara Merah menceritakan sepak terjang Dostum yang oportunis ini kepada saya.

Continue reading “Dostum yang Licin”

Perang yang Tidak Sederhana

PERANG di Afghanistan sangat tidak sederhana. Konflik ini tidak dimulai ketika Amerika menjatuhkan ribuan bom dari pesawat B-52 dan melepaskan ribuan rudal dari USS Theodore Roosevelt di Laut Arab yang menghancurkan kota-kota penting Afghanistan, Kabul, Kandahar, Jalalabad, Mazar I Sharif dan Herat. Continue reading “Perang yang Tidak Sederhana”

Linglung di Tengah “Kemerdekaan”

KABUL bagai kota tidak bertuan. Tidak jelas siapa yang berkuasa dan memerintah di ibu kota Afghanistan itu. Tidak jelas hukum apa yang dipegang masyarakat. Sekilas mirip hukum rimba. Siapa yang kuat, menang. Sementara yang lemah harus menyingkir atau mati berkalang tanah. Continue reading “Linglung di Tengah “Kemerdekaan””

Bom yang Ditumpahkan dari Langit

STAF PBB di Termez mulai buka mulut menentang Amerika Serikat. Diakui staf PBB serangan udara Amerika hanya membunuh penduduk sipil yang tak berdosa dan menghancurkan fasilitas umum. Continue reading “Bom yang Ditumpahkan dari Langit”

Pos Militer 9221

uz21

TERMEZ terlihat tenang.

Untuk mengamati kehidupan di sekitar garis perbatasan sebetulnya tidak perlu jauh-jauh hingga ke gurun dekat perbatasan Uzbekistan dan Tajikistan atau ke makam Bapak Termez. Beberapa pemukiman di pusat kota Termez berada persis di garis perbatasan.

Sabtu (3/11), pagi hari, saya mengelilingi beberapa pemukiman tersebut. Yang pertama saya kunjungi adalah Desa Pattakesar dan Desa Lilingrad. Empat orang laki-laki, penduduk sipil, tengah duduk di atas rel kereta api. Seorang diantara mereka berdiri menyandarkan tubuhnya pada sepeda. Sesekali mereka tertawa. Continue reading “Pos Militer 9221”

Kami Bekerjasama dengan Thaliban

JUMAT malam (02/11) pukul 21.00 waktu Termez sebuah pesawat Uzbekistan Airways yang membawa 40 ton bahan makanan berprotein tinggi milik Unicef mendarat di bandara Termez. Bahan makanan yang diproduksi oleh sebuah pabrik di Kopanhagen Denmark itu akan dikirimkan ke Mazar I Sharif. Dari bandara Termez, dengan menggunakan sebuah kontainer bahan makanan itu dikirim ke gudang PBB sebelum ditimbun di pelabuhan Amu Darya. Belum diketahui kapan bantuan kemanusiaan itu dikirim ke Mazar I Sharif.

Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Kepala Unicef di Tashkent, Rudy Rodriguez.

Continue reading “Kami Bekerjasama dengan Thaliban”