Teguh: Konflik Sahara Barat Hanya Bisa Diselesaikan dalam Iklim Demokrasi

Demokrasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah partai politik di suatu negara, atau dari pemilihan umum yang digelar secara berkala. Sesungguhnya, pertanyaan paling utama dari demokrasi adalah apakah ia bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat secara merata. Continue reading “Teguh: Konflik Sahara Barat Hanya Bisa Diselesaikan dalam Iklim Demokrasi”

Petition on Western Sahara Dispute

Presented by Teguh Santosa of Indonesia at the Fourth Committee of the UN General Assembly session, New York, October 5, 2011.

Your Excellency,

Thank you very much for this opportunity to speak before the 4th Committee of the UN General Assembly on the issue of Western Sahara.

My name is Teguh Santosa. I am a lecturer at the Indonesia Islam University, teaching international conflict resolution. I am also a journalist.

Continue reading “Petition on Western Sahara Dispute”

Mannahatta!

Mannhatta

Walt Whitman

I was asking for something specific and perfect for my city,
Whereupon lo! upsprang the aboriginal name.
Now I see what there is in a name, a word, liquid, sane, unruly,
musical, self-sufficient,
I see that the word of my city is that word from of old,
Because I see that word nested in nests of water-bays, superb,
Rich, hemm’d thick all around with sailships and steamships, an
island sixteen miles long, solid-founded,
Numberless crowded streets, high growths of iron, slender, strong,
light, splendidly uprising toward clear skies,
Tides swift and ample, well-loved by me, toward sundown,
The flowing sea-currents, the little islands, larger adjoining
islands, the heights, the villas,
The countless masts, the white shore-steamers, the lighters, the
ferry-boats, the black sea-steamers well-model’d,
The down-town streets, the jobbers’ houses of business, the houses
of business of the ship-merchants and money-brokers, the
river-streets,
Immigrants arriving, fifteen or twenty thousand in a week,
The carts hauling goods, the manly race of drivers of horses, the
brown-faced sailors,
The summer air, the bright sun shining, and the sailing clouds aloft,
The winter snows, the sleigh-bells, the broken ice in the river,
passing along up or down with the flood-tide or ebb-tide,
The mechanics of the city, the masters, well-form’d,
beautiful-faced, looking you straight in the eyes,
Trottoirs throng’d, vehicles, Broadway, the women, the shops and shows,
A million people–manners free and superb–open voices–hospitality–
the most courageous and friendly young men,
City of hurried and sparkling waters! city of spires and masts!
City nested in bays! my city!

Konflik Terjadi Karena Ketidakadilan, Bukan Perbedaan!

RMOL. Konflik yang terjadi di Indonesia bukan karena perbedaan suku atau agama. Konflik yang terjadi lebih berdimensi struktural yang diakibatkan ketidakadilan kebijakan nasional dan komitmen penegakan hukum yang lemah. Continue reading “Konflik Terjadi Karena Ketidakadilan, Bukan Perbedaan!”

Tujuh Penyakit Sosial yang Dibicarakan Gandhi Sedang Terjadi di Negeri Ini

RMOL. Indonesia tengah menderita tujuh jenis penyakit sosial yang datang bersamaan dalam beberapa tahun terakhir ini. Ketujuh penyakit sosial inilah yang bila tidak segera disembuhkan akan membawa Indonesia ke jurang kehancuran, konflik dan bukan tidak mungkin perpecahan. Continue reading “Tujuh Penyakit Sosial yang Dibicarakan Gandhi Sedang Terjadi di Negeri Ini”

Pemerhati: Boediono Juga Punya Peran di Balik Konflik

RMOL. Jalan pikiran Wakil Presiden Boediono juga berperan di balik berbagai konflik di tengah masyarakat Indonesia belakangan ini yang sesungguhnya berlatar belakang kesejahteraan. Continue reading “Pemerhati: Boediono Juga Punya Peran di Balik Konflik”

Secara Teori, Kementerian Muhaimin Juga Ikut Bertanggung Jawab dalam Konflik Ambon

RMOL. Konflik bukan sesuatu yang berdiri sendiri dan terjadi begitu saja. Penyebab utama setiap konflik adalah perbedaan dan kesenjangan kesejahteraan antara satu individu dengan individu lain atau antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lain.

Perbedaan dan kesenjangan kesejahteraan itulah yang mendorong setiap individu untuk menciptakan identitas baru baik secara sendiri maupun berkelompok. Dan pada saatnya, ketika kondisi terpenuhi, “identitas” ini akan berubah menjadi kekuatan destruktif. Continue reading “Secara Teori, Kementerian Muhaimin Juga Ikut Bertanggung Jawab dalam Konflik Ambon”

Foto-foto untuk Melengkapi “Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan…”

Berikut adalah tiga foto untuk melengkapi salah satu bagian dalam “Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan…” Tentulah foto-foto ini dipinjam dari sana-sini. Continue reading “Foto-foto untuk Melengkapi “Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan…””

PKS dan Fretilin adalah Kawan Lama

RMOL. Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente atau Fretilin bukanlah teman baru. Kedua partai berpengaruh di negra masing-masing itu telah menjalin hubungan sejak lama.

Bahkan, Sekjen Fretilin, Mari bin Hamud Alkatiri, telah bertemu dengan tiga presiden PKS, yakni Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring dan yang sedang menjabat Lutfi Hasan Ishaq. Continue reading “PKS dan Fretilin adalah Kawan Lama”

Inilah Nurima, Putri Sulung Mari Alkatiri

Namanya Nurima Riberio Alkatiri. Sudah dua hari ini wanita itu terlihat begitu sibuk di arena Kongres Nasional III Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin), di Dili, Timor Leste.

Continue reading “Inilah Nurima, Putri Sulung Mari Alkatiri”

Perdana Menteri Xanana Gusmao Juga Diminta Mundur!

RMOL. Korupsi juga menjadi penyakit yang seakan tak terkendalikan di Timor Leste. Perdana Menteri Xanana Gusmao beberapa waktu lalu mengakui bahwa banyak uang negara yang dihamburkan menteri di kabinetnya. Continue reading “Perdana Menteri Xanana Gusmao Juga Diminta Mundur!”

Aburizal Bakrie: Timor Leste Bisa Tumbuh Sebesar Singapura

RMOL. Kesejahteraan suatu negara tidak ditentukan oleh besar atau kecil ukurannya, juga tidak ditentukan oleh banyak atau sedikit sumberdaya alamnya. Tetapi ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia sebuah negara. Continue reading “Aburizal Bakrie: Timor Leste Bisa Tumbuh Sebesar Singapura”

Resmi, Lu Olo dan Alkatiri Pimpin Fretilin Lagi

Setelah menang dalam pemilihan yang digelar tanggal 20 Agustus lalu, Fransiscus Guterres “Lu Olo” dan Mari bin Hamud Alkatiri dilantik sebagai Presiden dan Sekretaris Jenderal Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin), hari ini (Kamis, 8/9).

Continue reading “Resmi, Lu Olo dan Alkatiri Pimpin Fretilin Lagi”

Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan (dan Kisah-kisah Lain yang Terpikirkan di Depan Rumahnya)

[ I ]

The Caucas lies before my feet! I stand where
Glaciers gleam, beside a precipice rock-ribbed;
An eagle that has soared from off some distant cliff,
Lawless as I, sweeps through the radiant air!
Here I see streams at their sources up-welling,
The grim avalanches unrolling and swelling!

The Caucas
Alexander Sergeyevich Pushkin

DI dalam benteng Damaskus Tua di Suriah yang kini sedang bergolak ada sebuah jalan yang menarik perhatian saya. Namanya Jalan Lurus. Atau dalam bahasa Arab, seperti yang tertulis di papan nama di jalan itu, Sirah al Mustakim.

Continue reading “Bertemu Cinta Pushkin yang Mematikan (dan Kisah-kisah Lain yang Terpikirkan di Depan Rumahnya)”

The Caucas’ Alexander Sergeyevich Pushkin

THE Caucas lies before my feet! I stand where
Glaciers gleam, beside a precipice rock-ribbed;
An eagle that has soared from off some distant cliff,
Lawless as I, sweeps through the radiant air!
Here I see streams at their sources up-welling,
The grim avalanches unrolling and swelling! Continue reading “The Caucas’ Alexander Sergeyevich Pushkin”

Islam di Rusia: Bagai Berjalan di Ladang Ranjau

MUNGKINKAH suatu hari nanti Federasi Rusia dipimpin seorang Muslim?

Mufti Muhammad Rahimov yang saya temui di satu-satunya masjid di Pyatigorsk, sebuah kota di Krai Stavropol, menganggukkan kepala.

Continue reading “Islam di Rusia: Bagai Berjalan di Ladang Ranjau”

Menjadi Muslim di Pojok Kota Moskwa

SEPASANG suami istri paruh baya yang duduk di deretan belakang tersenyum ramah ketika saya membidikkan kamera ke arah mereka. Sang suami di sebelah kanan mengenakan jas hitam. Semacam lencana berbentuk bintang bersegi banyak tersemat rapi di dada kiri. Adapun sang istri mengenakan jilbab dan blazer merah marun dengan setangkai kembang plastik oranye yang juga disematkan di dada kiri. Continue reading “Menjadi Muslim di Pojok Kota Moskwa”

Pendakian Sabar Gorky Mirip Pendaratan Normandy

Ketika Dwight Eisenhower, Bernard Montgomery dan jenderal-jenderal lain pasukan sekutu merancang pendaratan di utara Prancis yang dikuasai sepenuhnya oleh pasukan Nazi Jerman, banyak yang menganggap itu sebagai rencana yang tak masuk akal, bahkan konyol. Continue reading “Pendakian Sabar Gorky Mirip Pendaratan Normandy”

Mengenang Kudeta Gagal Sang Wakil Presiden

“Sekarang Anda lelah. Begitu berat beban yang Anda tanggung. Istirahatlah. Biarkan kami yang akan bekerja.”

Demikian pesan yang pernah disampaikan Wakil Presiden Uni Soviet, Gennady Yanayev, kepada Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbacev, 20 tahun lalu. Continue reading “Mengenang Kudeta Gagal Sang Wakil Presiden”

Cinta Zacharov pada Indonesia yang Tak Luntur

Bersama Svet Zhakarov di halaman belakang KBRI Moskow saat perayaan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI.

Namanya Svet Zacharov. Laki-laki warganegara Republik Federasi Rusia yang nenek moyangnya dari Turki ini sudah lebih empat daswarsa merasa dirinya bagian dari Indonesia. Bahasa Indonesia mengalir lancar dari mulutnya dan begitu enak didengar telinga. Taat asas juga puitis di saat bersamaan.

Sebuah pin burung  garuda berlatar belakang bendera merah putih terpasang rapi di jas krem yang dikenakannya saat menghadiri resepsi HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman belakang KBRI di Moskow, Rusia (Rabu, 17/8). Sesekali ia bertepuk tangan memberikan semangat pada penari yang membawakan tarian Bali. Sambil membidikkan kamera, ia tertawa menyaksikan mimik lucu anak-anak SIM (Sekolah Indonesia di Moskow) yang membawakan tarian Saman dari Aceh.

Continue reading “Cinta Zacharov pada Indonesia yang Tak Luntur”

Karena Indonesia Raya Harus Diselamatkan…

LAKI-LAKI itu hanya punya satu kaki. Sebuah tongkat besi menopang bagian kanan tubuhnya. Begitu pintu lift terbuka dengan mantap tanpa canggung ia mengikuti seorang rekannya berjalan menuju ruang rapat di lantai sembilan kantor kami. Langkahnya sama sekali tidak tertatih-tatih. Begitu berdiri persis di hadapan saya, ia membuka topi yang menutup kepalanya. “Sabar,” kata laki-laki itu tersenyum memperkenalkan diri sambil menjabat tangan saya dengan erat. Continue reading “Karena Indonesia Raya Harus Diselamatkan…”

Media Asing: Kemiskinan Indonesia Bisa Mengulangi Sejarah

Urusan data penduduk miskin di Indonesia mulai disindir media asing. Sindiran itu terlihat begitu nyata antara lain dalam laman blog Bayan mingguan The Economist edisi terakhir, misalnya, sebuah artikel berjudul Indonesia’s Poverty Line – To Make A Million People Unpoor (Garis Kemiskinan Indonesia – Membuat Satu Juta Orang Tidak Miskin). Continue reading “Media Asing: Kemiskinan Indonesia Bisa Mengulangi Sejarah”

Enam Dosa Boediono yang Dicatat Hatta dan Din Syamsuddin yang Mungkin Lupa

Pertemuan tertutup selama dua jam lebih antara Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Wakil Presiden Boediono kemarin (Jumat, 29/7) masih jadi pembicaraan di kalangan kaum oposisi. Continue reading “Enam Dosa Boediono yang Dicatat Hatta dan Din Syamsuddin yang Mungkin Lupa”

Kemiskinan Adalah Persemaian Konflik Horizontal

Seorang pemimpin umat di Indonesia harus memiliki pola pikir yang berwawasan pluralisme. Hal itu penting mengingat Indonesia bukanlah negara yang memiliki satu agama.

Tribunnews.com – Sabtu, 23 Juli 2011 17:31 WIB
Laporan Wartawan Tribun Jogja M Huda

Continue reading “Kemiskinan Adalah Persemaian Konflik Horizontal”

Setelah Puntadewa Kembali Menjadi Anas Urbaningrum…

Anas Urbaningrum sempat menghilang dari contact list BlackBerry teman-temannya. Baru beberapa saat lalu (Sabtu petang, 23/7), Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu kembali muncul. Continue reading “Setelah Puntadewa Kembali Menjadi Anas Urbaningrum…”

Indonesia Masih Punya Peluang Alami Nasib Seperti Yugoslavia

Masyarakat dan pemerintah diingatkan untuk mewaspadai berbagai konflik di akar rumput yang tidak tertangani dengan baik. Bila konflik-konflik tersebut, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan tidak ditangani dengan baik, Indonesia akan menghadapi ancaman serius. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami nasib seperti Yugoslavia yang bubar di tahun 1989. Continue reading “Indonesia Masih Punya Peluang Alami Nasib Seperti Yugoslavia”