Pendakian Sabar Gorky Mirip Pendaratan Normandy

Ketika Dwight Eisenhower, Bernard Montgomery dan jenderal-jenderal lain pasukan sekutu merancang pendaratan di utara Prancis yang dikuasai sepenuhnya oleh pasukan Nazi Jerman, banyak yang menganggap itu sebagai rencana yang tak masuk akal, bahkan konyol.

Memang Jerman telah mengalami sejumlah kekalahan terutama di teater Afrika Utara. Tetapi secara umum pasukan Jerman di Eropa masih terbilang kuat. Di sisi lain, walau selat yang memisahkan utara Prancis dan Inggris terkenal dengan ombaknya yang ganas, namun Jerman pun menyadari bahwa kemungkinan besar pasukan sekutu akan mendarat di tempat itu. Karena itu Jerman mengerahkan puluhan ribu tentaranya ke garis pantai. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk memukul balik dan mematahkan serangan pasukan sekutu.

Pendaratan Normandy adalah salah satu drama paling penting dalam Perang Dunia Kedua. Lewat tengah malam, 6 Juni 1944, lebih dari 100 ribu tentara sekutu dikerahkan ke Normandy. Peristiwa inilah yang dikenal dengan nama D-Day. Pada akhirnya, Jerman berhasil dikalahkan dan diusir dari Prancis. Kemenangan ini menjadi kunci kemenangan demi kemenangan pasukan sekutu berikutnya di teater Eropa.

“Ketika dilakukan, serangan itu sungguh terlihat tak masuk akal. Gelombang demi gelombang pasukan yang mendarat di sejumlah pantai Normandy berakhir dengan kematian yang mengerikan. Pasukan payung yang dikirimkan untuk mendukung serangan pun mengalami nasib serupa,” ujar promotor tim Ekspedisi Merdeka-RMOL, Teguh Santosa, beberapa saat lalu.

Jurnalis senior yang juga dosen di Fisip Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu membandingkan pendakian gunung tertinggi di Eropa, Elbrus, yang dilakukan pendaki tunadaksa berkaki satu, Sabar Gorky. Bersama tim Ekspedisi Merdeka-RMOL, Sabar berhasil mencapai puncak Elbrus pada 17 Agustus 2011 dan menancapkan bendera merah putih.

Ketika rencana digelar dan berbagai persiapan pendakian dilakukan, tak banyak pihak yang memberikan dukungan. Bahkan ada yang menganggap rencana itu sebagai aksi bunuh diri yang tak akan membawa manfaat apa-apa.

“Setelah Tentara Merah Rusia merebut Berlin setahun kemudian, dan memaksa Jerman menyerah kalah, serta membuat Hitler terpaksa bunuh diri, barulah orang semakin menyadari arti penting serangan Normandy yang tadinya dianggap tidak mungkin itu,” jelas dosen yang mengajarkan matakuliah resolusi konflik di jurusan hubungan internasional itu.

“Sabar pun kurang lebih demikian. Semangat dan keberaniannya mampu mengalahkan ketakutan dan kerasnya jalur pendakian di Elbrus. Lebih dari sekadar bendera merah putih yang dikibarkan di puncak, Sabar mengajarkan pada kita semua bahwa banyak hal-hal yang mungkin terlihat mustahil, namun dengan kerja keras dan cerdas serta tentu saja doa pada pemilik alam ini, semua itu mungkin dilakukan,” demikian Teguh.

Advertisements

1 thought on “Pendakian Sabar Gorky Mirip Pendaratan Normandy”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s