Indonesia Masih Punya Peluang Alami Nasib Seperti Yugoslavia

Masyarakat dan pemerintah diingatkan untuk mewaspadai berbagai konflik di akar rumput yang tidak tertangani dengan baik. Bila konflik-konflik tersebut, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan tidak ditangani dengan baik, Indonesia akan menghadapi ancaman serius. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami nasib seperti Yugoslavia yang bubar di tahun 1989.

Hal itu antara lain disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, Trias Kuncahyono, ketika berbicara dalam seminar bertema pluralisme di Seminari St. Petrus Canisius, Mertoyudan, di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu siang (23/7). Seminar itu diselenggarakan untuk menyambut ulang tahun ke-100 Seminari Metoyudan yang merupakan sekolah pastur pertama di Indonesia. Trias adalah salah seorang alumni Seminari Mertoyudan. Pendiri Kompas Jacob Oetama dan beberapa jurnalis senior Kompas pun lulus dari Seminari Mertoyudan.

“Yugoslavia bubar karena pemuka agama di negara itu terjebak pada pemahaman religius yang sempit,” ujar Trias.

Trias juga membandingkan keadaan di Indonesia saat ini berkaitan dengan kekerasan berlatar belakang agama dengan keadaan di sejumlah negara, utamanya Yunani dan Rusia.

“Selama ini umat Kristen Ortodoks adalah mayoritas di Yunani mayoritas. Setelah dunia semakin terbuka, umat Katolik dan Islama semakin banyak yang masuk. Dan kini mereka kebingungan mengelola pluralisme. Kelompok minoritas di Yunani pun seperti kelompok minoritas di Indonesia kini semakin berani mempertanyakan berbagai hak mereka yang berkaitan dengan ibadah dan pendirian rumah ibadah,” ujarnya.

Sementara di Rusia, umat Islam yang semakin banyak setelah Uni Soviet bubar di tahun 1991 kini telah membangun tak kurang dari 70 ribu masjid. Dan bagi sementara kelompok mayoritas ini adalah ancaman.

“Di masa depan kita tidak bisa menutup diri. Kita harus membuka diri dan memulainya dari proses pendidikan. Harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak sekolah bahwa ada penganut agama lain sehingga paham tentang keberagaman ini,” demikian Trias.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s