Masjid Selimiye di Edirne

Masjid Selimiye di Edirne, Turki, sedang direnovasi. Besar-besaran. Luar dalam.

Masjid karya arsitek Mimar Sinan ini dibangun antara 1568 sampai 1574, dan diresmikan Sultan Selim II pada 1575. Atau 400 tahun sebelum kelahiranku.

Mimar Sinan dikenal sebagai salah seorang arsitek ulung di era Turki Utsmaniah. Selain Masjid Selimiye ini, masjid lain yang dibangunnya antara lain adalah Masjid Sulaymaniyah dan Masjid Stari Most di Mostar, di Herzegovina-Neretva Canton, Federasi Bosnia Herzegovina kini.

Dari sekian banyak karya emasnya, Masjid Selimiye yang memiliki empat menara masing-masing setinggi 83 meter ini dianggap Mimar Sinan sebagai karya terbaik arsitektur Islam.

Di tahun 2011 Masjid Selimiye dicatat UNESCO sebagai salah satu World Heritage Site.

Stasiun Karaagac

Stasiun Karaagac di Edirne, Turki, lokasinya unik. Berada di sisi utara Sungai Meric atau Sungai Evros dalam bahasa Yunani yang memisahkan kedua negara.

Dalam traktat perdamaian yang mengakhiri perang Yunani-Turki, ditandatangani di Lausanne, Swiss tahun 1923, Karagaac dimasukkan ke dalam wilayah Turki karena stasiun kereta ini lebih dahulu didirikan di enclave itu pada 1873.

Adalah Chemins de fer Orientaux milik Turki Utsmaniah yang membangunnya untuk menghubungkan Istanbul dengan Balkan dan Eropa.

Continue reading “Stasiun Karaagac”

Pak MG Meninggal Dunia

Innalillahi wainnailaihi rajiun.

Sedih mendengarkan kabar duka ini.

Telah meninggal dunia salah seorang guruku, yang berjasa dalam kehidupanku, H. Margiono.

Aku belajar banyak dari almarhum. Dia orang pertama yang memberi kesempatan padaku untuk memasuki industri pers, membukakan pintu untuk mengenal dunia yang lebih luas.

Continue reading “Pak MG Meninggal Dunia”

Dubes Tunisia: Kami Siap Memasuki Era Baru

Republik Tunisia sedang berbenah untuk memperkuat pondasi politiknya yang sempat mengalami guncangan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Continue reading “Dubes Tunisia: Kami Siap Memasuki Era Baru”

Josef M. Ullmer: Indonesia akan Sukses dalam Transformasi Energi Baru Terbarukan

INDONESIA sedang berbenah untuk melakukan transformasi besar-besaran di sektor energi. Upaya membangun ekosistem energi baru terbarukan (EBT) ini tentu memerlukan keterlibatan banyak kalangan.

Dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, President Director Andritz Hydro, Dr Josef M. Ullmer, mengurai peluang yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam transformasi energi ini.

Andritz Hydro adalah salah satu perusahaan yang yang aktif dalam  pemasaran dan penjualan, serta pengawasan teknik dan manufaktur untuk pembangkit listrik tenaga air berskala besar (Large Hydro and Compact Hydro Plants) yang beroperasi di berbagai negara, seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, Filipina, Australia, dan Selandia Baru.

Continue reading “Josef M. Ullmer: Indonesia akan Sukses dalam Transformasi Energi Baru Terbarukan”

Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic”

DI tengah pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun mengurung dunia dan membatasi pergerakan dan hubungan antar bangsa, nyatanya hubungan Republik Indonesia dan Federasi Rusia mengalami peningkatan yang berarti.

Continue reading “Ukraina Membuat Kebijakan “Russiaphobic””

Firli Bahuri: Threshold Pemilu Nol Persen, Biaya Politik Nol Rupiah

Selama Karantina

Namanya Aubertin Walter Sothern Mallaby. Hari lahirnya yang ke-122 tidak lama lagi.

Tahun 1918 Mallaby menyelesaikan pendidikan perwira di Wellington Cadet College, India.

Setelah malang melintang di berbagai kesatuan dan jabatan, di bulan Oktober 1945 ia ditugaskan ke Surabaya, memimpin Brigade Infranteri India Ke-49 untuk melucuti dan membawa tentara Jepang yang telah menyerah kalah.

Continue reading “Selama Karantina”

Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia

Sudah banyak orang yang menulis tentang tempat ini. Catatan baru rasanya tak akan mengubah apapun. Fakta dan opini.

Inilah Hagia Sophia. Aya Sofia. Kebijaksanaan Suci. Elemen kedua dalam Trinitas.

Dibangun pada tahun 537, di era Kaisar Justinian I, sebagai Gereja Ortodoks utama di Konstantinopel. Pada masa itu, ia yang terbesar di Emporium Romawi Timur.

Tahun 1204, Tentara Salib merebutnya, dan mengubahnya menjadi Gereja Katolik yang berkiblat ke Vatikan di Roma sampai 1261.

Continue reading “Dari Shaf Depan Masjid Aya Sofia”

Validity and Vitality of Juche Idea in Contemporary World

A YEAR ago, precisely on 24th of November 2020, the Indonesia-DPRK Friendship Association has established the Indonesian Juche Study Group (IJSG). The first meeting was held at the residence of late Mdm. Rachmawati Soekarnoputri who was the initiator of the IJSG and also the founder of the Indonesia-DPRK Friendship Association.  

Compared to other friends in many countries, it seems like we are among the last to organize a study group on Juche idea. This “delay” is not because we don’t see the importance of Juche as a driven factor to the struggle and development of the Korean nation to this day.

Continue reading “Validity and Vitality of Juche Idea in Contemporary World”

Yang dari Luxor

Disebutkan dalam banyak catatan, Obelisk of Theodisius di Hippodrome of Constantinople didirikan Firaun Thutmose III di Kuil Karnak di Luxor, Mesir, di tepi Sungai Nil, untuk mengenang keberhasilannya menaklukkan Suriah. Itu sekitar abad ke-15 Sebelum Masehi.

Lalu di abad ke-4 Masehi, tepatnya di tahun 357, obelisk ini bersama satu obelisk lainnya dipindahkan Konstantinus II ke Alexandria di muara pertemuan Sungai Nil dan Laut Mediterania. Kali ini untuk mengenang dua dekade kekuasaan Konstantinus II.

Continue reading “Yang dari Luxor”

Tentang Galata Tower

Di era Bizantium, Kaisar Justinian Agung yang berkuasa dari 527 sampai 565 mendirikan sebuah menara di tempat yang kelak dikenal sebagai Galata.

Di tahun 1204 menara itu dihancurkan Pasukan Salib yang sedang dalam perjalanan menuju Jerusalem. Peristiwa penjarahan Konstantinopel pada periode Perang Salib Keempat ini dianggap sebagai salah satu faktor yang melemahkan kekuatan Kristen di timur.

Setengah abad kemudian, di tahun 1267 Republik Genoa mendirikan koloni di seberang Tanduk Emas di luar tembok Konstantinopel. Setelah membangun tembok yang mengelilingi koloni, pada tahun 1348 penguasa Galata membangun Christea Turris atau Menara Kristus di sisi utara. Menara bergaya Romawi setinggi 67 meter ini yang sekarang populer dengan nama Menara Galata.

Continue reading “Tentang Galata Tower”

ASEAN Multilateralism and Anti-jingoism

Good evening, my name is Teguh Santosa. I am a lecturer from Islam State University in Jakarta, Indonesia.

I am thanking you for the opportunity given to me to present the Association of Southeast Asian Nations or ASEAN and the fruit of multilateralism practiced by the ASEAN since the very beginning of its foundation.

ASEAN is one of the most stable and dynamic regional organization that I believe can be a good model for other regions in the world.

Continue reading “ASEAN Multilateralism and Anti-jingoism”

Pemilu Akbar Venezuela Demokratis, ASEAN adalah Keajaiban

Pemilihan umum besar-besaran yang digelar Republik Bolivarian Venezuela hari Minggu lalu (21/11) berlangsung secara demokratis dengan hasil yang memuaskan.

Penilaian itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Imam Edy Mulyono ketika memberikan sambutan dalam Konferensi ASEAN-Venezuela di PDVSA La Estancia, La Floresta, Caracas, Kamis pagi (25/11) waktu setempat.

Continue reading “Pemilu Akbar Venezuela Demokratis, ASEAN adalah Keajaiban”

Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Khalid bin Zayd, lebih dikenal sebagai Abu Ayyub al Anshari.

Lahir di Madinah, tahun 594, Khalid bin Zayd muda ikut menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah di tahun 622.

Di tahun 671, di usia 77 tahun, Khalid bin Zayd berangkat ke Konstantinopel untuk memenuhi nubuat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kelak Konstantinopel akan kembali ke ajaran Tauhid, mengakui keesaan Tuhan.

Abu Ayyub dikisahkan sempat menantang pasukan Konstantinopel di gerbang kota. Tapi ia meninggal dunia karena penyakit di usia tua.

Continue reading “Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii”

Mega-Pemilu Venezuela

PADA tanggal 21 November mendatang Republik Bolivarian Venezuela akan kembali menggelar pemilihan umum. Ini adalah pemilu ke-29 yang dilaksanakan dalam 22 tahun terakhir sejak reformasi politik besar-besaran yang dilakukan Hugo Chavez pada 1999.

Di dalam Pemilu 21N ini rakyat Venezuela akan memilih 23 gubernur negara bagian, 2.471 anggota lembaga legislatif di ke-23 negara bagian, 335 walikota, dan 253 legislator yang mewakili ke-23 negara bagian yang jumlah untuk setiap negara bagian ditentukan dari jumlah populasi negara bagian.

Dua pemilu terakhir yang digelar Venezuela adalah pemilihan presiden di bulan Mei 2018 dan pemilihan anggota Majelis Nasional pada Desember 2020.

Continue reading “Mega-Pemilu Venezuela”

Monumen Bunga Kimilsung Kembali Diresmikan, Teguh Santosa: Buah Pikiran Founding Fathers dalam Menempatkan Indonesia di Tengah Percaturan Dunia

Monumen Bunga Kimilsung di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor kembali diresmikan, Rabu siang ini (10/11).

Peresmian dilakukan setelah renovasi Griya Anggrek selesai dilakukan. Wajah baru Griya Anggrek menjadi berbeda sama sekali, lebih megah dibandingkan bangunan sebelumnya. Sementara Monumen Bunga Kimilsung yang baru dipindahkan sekitar 30 meter dari lokasi sebelumnya.

Continue reading “Monumen Bunga Kimilsung Kembali Diresmikan, Teguh Santosa: Buah Pikiran Founding Fathers dalam Menempatkan Indonesia di Tengah Percaturan Dunia”

Hubungan Kami dengan China selalu “Up and Up”

SUHU di Kawasan Asia Selatan memanas setelah Taliban secara de facto merebut kekuasaan di Afghanistan pertengahan Agustus lalu. Ini adalah kali kedua Taliban berkuasa di negara itu. Memang kali ini tidak seperti yang terjadi di tahun 1996 silam, yang berdarah-darah. Namun begitu, instabilitas di Afghanistan berpengaruh ke negara-negara tetangganya, terutama Pakistan yang berbatasan langsung, dan sejak era 1970an menjadi tempat pengungsian abadi bagi orang-orang Afghan yang melarikan diri.

Continue reading “Hubungan Kami dengan China selalu “Up and Up””

Raden Fatah Menangkap Ayahnya?

Prof. Slamet Muljana dalam buku “Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara” menuliskan banyak hal yang berkaitan dengan perpindahan kekuasaan di Pulau Jawa pada paruh kedua abad ke-15, dari Majapahit ke Demak.

Salah satunya adalah episode ketika Raden Fatah yang tadinya seorang adipati di Demak menyerang pusat kekuasaan Majapahit di Mojokerto dan menangkap Raja Brawijaya V serta menggelandang ayah kandungnya itu ke Demak.

Continue reading “Raden Fatah Menangkap Ayahnya?”

Dutabesar Park Tae-sung: Membangun Kemandirian Tugas yang Sangat Penting

Tidak ada satu negara pun yang bebas dari kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda dunia. Pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia dan Republik Korea sempat mengalami kontraksi ke titik minus. Volume perdagangan kedua negara juga terpengaruh hingga terkoreksi sebesar 15 persen.

Continue reading “Dutabesar Park Tae-sung: Membangun Kemandirian Tugas yang Sangat Penting”

Perang Afghanistan, Teringat Alm. ZA Maulani

Alm. Letjen (Purn) ZA Maulani. Saya mengenangnya sebagai sosok yang santun, rendah hati, berpengetahuan luas, menghargai kawan bicara tua dan muda.

Alm. pernah memimpin Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dari Mei 1998 sampai November 1999 di era Presiden BJ Habibie. Menggantikan Letjen Moetojib dan digantikan Letjen Arie J. Kumaat. Di tahun 2001, Bakin berubah nama menjadi Badan Intelijen Negara (BIN).

Continue reading “Perang Afghanistan, Teringat Alm. ZA Maulani”

Lagi, Negeri yang Jadi Rebutan

KEINGINAN menerbitkan kumpulan reportase dari tepi sungai Amu Darya yang memisahkan Uzbekistan dan Afghanistan, mulai muncul di pertengahan 2018.

Ya, 17 tahun setelah saya berkunjung ke kota Termez di Uzbekistan pada bulan Oktober dan November 2001. Di kota kecil yang sedang merayakan ulang tahun ke 2.500 tahun itu saya menunggu kesempatan menyeberangi Amu Darya dan menginjakkan kaki di Afghanistan.

Continue reading “Lagi, Negeri yang Jadi Rebutan”

Andaikatamologi dan Mahajurnalis Nusantara Jamanow

Jaya Suprana, Pendiri Museum Rekor Dunia-Indonesia

DI samping Kelirumologi, Humorologi, Alasanologi, Malumologi saya juga menggagas Andaikatamologi sebagai telaah melalui jalur andaikata terhadap berbagai aspek kehidupan manusia di planet bumi ini.

Continue reading “Andaikatamologi dan Mahajurnalis Nusantara Jamanow”

Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata

SEBENARNYA, Indonesia dan India bukanlah negara asing satu sama lain. Keduanya memiliki kontak budaya dan telah menjalin hubungan komersial yang erat setidaknya selama dua milenium terakhir. Hindu, Buddha, dan kemudian Islam, melakukan perjalanan ke Indonesia di sepanjang pantai India dengan, antara lain, cerita dari epos Ramayana dan Mahabharata yang kemudian menjadi sumber penting seni dan budaya Indonesia.

Continue reading “Hari-hari Cerah Sudah di Depan Mata”

Empat Menit Hirohito

Setelah dua kota penting Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, hancur dihajar bom atom AS pada 6 dan 9 Agustus, Kaisar Hirohito tak punya pilihan lain.

Tanggal 15 Agustus 1945, tengah hari, Radio Gyokun Hoso menyiarkan rekaman pernyataan Kaisar Hirohito menerima hasil Deklarasi Postdam. Rekaman pernyataan itu sepanjang empat menit.

“Kami sudah meminta Pemerintah untuk berkomunikasi dengan Pemerintah AS, Inggris Raya, China, dan Uni Soviet, bahwa Kerajaan kita menerima ketentuan dalam Deklarasi Bersama mereka (Deklarasi Postdam, 26 Juli 1945),” antara lain kata Hirohito di awal pernyataan.

Continue reading “Empat Menit Hirohito”

Terkenang Ribhi Y. Awad

SAYA kembali teringat pada Ribhi Awad. Saat menemukan sebuah buku kecil yang ditulisnya. Di antara buku-buku lain yang sedang berserakan di lantai rumah.

Continue reading “Terkenang Ribhi Y. Awad”

Jalur Maut ke China

Sampai pagi tadi, di sela-sela membaca kembali laporan-laporan mengenai perpanjangan PPKM Level 4 oleh Presiden Joko Widodo kemarin malam, saya masih menerima pertanyaan dari beberapa teman.

Ada yang disampaikan lewat telepon, ada yang lewat pesan pendek.

Pertanyaan yang diajukan intinya sama, terkait dengan keputusan Indonesia memulangkan diplomat dan staf KBRI dari Pyongyang, Korea Utara.

Dubes Berlian Napitupulu termasuk dalam rombongan yang meninggalkan Pyongyang menuju China pada hari Jumat (23/7).

Mereka telah tiba di Dandong, Provinsi Liaoning, Republik Rakyat China (RRC) dan kini harus mengikuti karantina selama 14 hari.

Dari Pyongyang, rombongan menempuh perjalanan darat sejauh 230 kilometer ke utara, ke arah Sungai Amnok dalam bahasa Korea, atau Sungai Yalu dalam bahasa China. Sungai inilah yang memisahkan wilayah China di utara dengan Korea Utara di selatannya.

Continue reading “Jalur Maut ke China”

Di Balik Star of Soekarno

BULAN Oktober 2015 saya diutus Mbak Rachma ke Pyongyang menyerahkan tropi dan sertifikat Star of Soekarno yang diberikan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) untuk, antara lain, Kim Jong Un.

Saya sudah sering ke Pyongyang. Tapi kunjungan kali ini rasanya luar biasa. Setelah jamuan minum teh di ruang VIP bandara, saya diantar ke sebuah guest house tak jauh dari Istana Kumsusan, agak di pinggir kota. Guest house yang indah, persis di tepi sebuah danau.

Di guest house saya diinformasikan, beberapa hari lagi akan ada penyambutan di Istana Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea. Juga, yang menerimanya adalah Presiden Presidium yang setara dengan Kepala Negara, Kim Yong Nam.

Kedua pendamping membantu saya agar lancar dalam upacara penyambutan. Kami gladi berkali-kali. Menghafalkan kira-kira posisi Presiden dan posisi saya.

Continue reading “Di Balik Star of Soekarno”

Perjanjian Damai Yordania dan Israel untuk Memperjuangkan Kedaulatan Palestina

DIKENAL sebagai negeri para nabi. Antara lain, Nabi Syuaib, Nabi Luth, Nabi Ayub, dan Nabi Harun, dimakamkan di negeri yang sejak 100 tahun lalu dikenal dengan nama Kerajaan Hasyimiyah Yordania ini. Nabi Isa dalam tradisi Islam atau Yesus Kristus dalam tradisi Kristiani dibaptis Nabi Yahya atau John the Baptist di Nahr Al Urdunn atau Sungai Jordan yang mengalir sejauh 250 kilometer dari Dataran Tinggi Golan menuju ke Laut Mati.

Continue reading “Perjanjian Damai Yordania dan Israel untuk Memperjuangkan Kedaulatan Palestina”

Mbak Rachma Tokoh Reunifikasi Korea, Ucapan Duka Mengalir Dari Berbagai Negara

Hari ini, Indonesia kehilangan seorang tokoh kelas dunia, Rachmawati Soekarnoputri.
Ia yang saya kenal adalah sosok yang memiliki perhatian dan kepedulian besar pada sejumlah isu internasional.

Mbak Rachma, demikian saya kerap menyapanya, kerap dan tanpa ragu menyuarakan protes terhadap praktik neokolonialisme dan neoimperialisme yang masih terjadi di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Iran, Kuba, Venezuela, juga Korea Utara.

Continue reading “Mbak Rachma Tokoh Reunifikasi Korea, Ucapan Duka Mengalir Dari Berbagai Negara”