Meet Behrooz Kamalvandi, Iranian Ambassador for Indonesia

meet behrooz kamalvandi

Untuk urusan nasionalisme tak ada salahnya bila Indonesia belajar dari Republik Islam Iran. Di Iran, bahkan oposisi mendukung langkah pemerintah manakala menghadapi tekanan pihak asing yang ingin mencaplok negeri itu.

Continue reading “Meet Behrooz Kamalvandi, Iranian Ambassador for Indonesia”

Novel Najib Disanjung Ahmadinejad

Hati Muhammad Najib sedang berbunga-bunga. Pemerintah Iran berencana menerbitkan novel “Korban Konspirasi” karya Ketua DPP Partai Amanat Nasional itu ke dalam bahasa Parsi. Continue reading “Novel Najib Disanjung Ahmadinejad”

Amien Rais Diancam Jenderal: Nekat Demo, Monas Jadi Tiananmen

Muhammad Najib bersaksi. Kata salah seorang ketua DPP PAN itu, tudingan bekas Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein yang mengatakan Amien termasuk ke dalam komplotan yang berkonspirasi dengan Wiranto dan Habibie untuk menggulingkan Soeharto, adalah tidak benar dan salah. Continue reading “Amien Rais Diancam Jenderal: Nekat Demo, Monas Jadi Tiananmen”

Media Watchdogs Welcome Rakyat Merdeka Ruling

FOLLOWING are statements by the International Federation of Journalists and Reporters Without Borders on South Jakarta District Court’s rejection of a defamation lawsuit against Rakyat Merdeka editor Teguh Santosa, who was accused of insulting Islam. Continue reading “Media Watchdogs Welcome Rakyat Merdeka Ruling”

PN Jaksel Ubah Mitos “Kuburan Pers”

Rabu, 20 September 2006, 12:59:00 WIB

Laporan: Bisman Pasaribu

Jakarta, Rakyat Merdeka. Mitos angker yang melekat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena kerap memidanakan wartawan, Rabu siang ini (20/9) berubah. Continue reading “PN Jaksel Ubah Mitos “Kuburan Pers””

Teguh: Saya Senang Sekaligus Risau

Rabu, 20 September 2006, 13:30:01 WIB

Laporan: Sholahudin Achmad

Jakarta, Rakyat Merdeka. Wajah Teguh Santosa sumringah. Wartawan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta itu baru saja menang perkara. Rabu ini (20/9), Majelis hakim di PN Jakarta Selatan menolak dakwaan jaksa terhadap bapak dari dua orang anak itu. Continue reading “Teguh: Saya Senang Sekaligus Risau”

Dua Pilar yang Tentukan Negara Bobrok Atau Tidak

Rabu, 20 September 2006, 06:30:51 WIB

Tujuh Tahun Kebebasan Pers

Jakarta, Rakyat Merdeka. Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Andi Samsan Ngan­ro mengatakan lembaga pera­di­lan amat terbantu oleh buku “Undang-Un­dang Pers (Memang) Lex Spe­cia­list” yang diluncurkan kemarin siang. Dia meminta agar buku tersebut juga dibagikan kepada para hakim di PN Jaksel. Continue reading “Dua Pilar yang Tentukan Negara Bobrok Atau Tidak”

Indonesia: Online editor arrested for re-publishing prophet cartoons

AJI is calling for an international appeal to respond to the detention of Teguh Santosa, chief editor of “Rakyat Merdeka Online” (RMOL), on 19 July 2006, at 6:00 p.m. (local time). He is being held at Cipinang Prison in Jakarta. Continue reading “Indonesia: Online editor arrested for re-publishing prophet cartoons”

Jakarta court dismisses case against Santosa

REPORTERS Without Borders today welcomed a Jakarta court’s decision to dismiss charges against Teguh Santosa, who had been facing a possible five-year prison sentence on charges of insulting Islam and the Prophet Mohammed. The judges decided there was insufficient evidence against him. The prosecutor said he would think it over before deciding whether to appeal. Continue reading “Jakarta court dismisses case against Santosa”

Hakim PN Jaksel Besok Diuji, Mengerti UU Pers atau Tidak

Selasa, 19 September 2006, 13:55:40 WIB

Laporan: Sholahudin Achmad

Jakarta, Rakyat Merdeka. Semua orang pasti percaya, tidak ada yang abadi di muka bumi ini. Tapi, entahlah dengan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Continue reading “Hakim PN Jaksel Besok Diuji, Mengerti UU Pers atau Tidak”

Ketua Umum Muhammadiyah: RMOL Tak Menodai Agama Islam

Jakarta, Rakyat Merdeka. Hari Rabu lusa (20/9) Majelis Hakim Pengadilan Ne­geri Ja­karta Selatan akan mem­ba­cakan pu­tusan sela dalam per­si­dangan yang men­dudukkan Teguh Santosa sebagai ter­dakwa. Continue reading “Ketua Umum Muhammadiyah: RMOL Tak Menodai Agama Islam”

Ketua Komisi III DPR Sarankan Pakai UU Pers

Kamis, 14 September 2006, 06:28:52 WIB

Menunggu Putusan Sela Pekan Depan

Jakarta, Rakyat Merdeka. Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan me­min­ta lembaga peradilan di tanah air agar tidak menggunakan pa­sal kriminal dalam menghadapi ka­sus-kasus yang berkaitan deng­an aktifitas jurnalistik. Ko­men­tar ini disampaikan Tri­me­dya menanggapi persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Se­la­tan yang mendudukkan pe­mim­pin redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka Teguh Santosa sebagai ter­dakwa. Continue reading “Ketua Komisi III DPR Sarankan Pakai UU Pers”

Media Watchdog Condemns ‘Insulting Islam’ Trial

Posted by: Roy Tupai on 09, 14 2006 @ 01:28 am

Following is a statement from Paris-based international press freedom group, Reporters Without Borders, condemning the trial of the Rakyat Merdeka daily’s chief editor, Teguh Santosa, who is accused of insulting Islam after the newspaper’s online edition republished three Danish cartoons depicting the Prophet Mohammad. Via the Reporters Without Borders website. Continue reading “Media Watchdog Condemns ‘Insulting Islam’ Trial”

Jaksa Tak Profesional, Majelis Hakim Diminta Batalkan Perkara

Rabu, 13 September 2006, 11:58:42 WIB

Laporan: Bisman Pasaribu

Jakarta, Rakyat Merdeka. Misbahudin Gasma, anggota Tim Penasehat Hukum terdakwa Teguh Santosa dalam kasus pemuatan kartun yang dinilai sebagai gambar Nabi Muhammad, menilai bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak profesional dalam menyusun jawaban atas eksepsi terdakwa. Continue reading “Jaksa Tak Profesional, Majelis Hakim Diminta Batalkan Perkara”

JPU Bacakan Jawaban terhadap Eksepsi di PN Jaksel

Rabu, 13 September 2006, 10:36:30 WIB

Laporan: Tri Soekarno Agung

Jakarta, Rakyat Merdeka. Persidangan kasus pemuatan gambar yang dianggap sebagai Nabi Muhammad dengan terdakwa Pemimpin Redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka Teguh Santosa kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu pagi ini (13/9) pukul 10.00 WIB. Continue reading “JPU Bacakan Jawaban terhadap Eksepsi di PN Jaksel”

Jaksa Tolak Eksepsi Teguh Santosa

Rabu, 13 September 2006 | 13:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jaksa Penuntut Umum menolak nota keberatan atau eksepsi Pemimpin Redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka Teguh Santosa pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini. Continue reading “Jaksa Tolak Eksepsi Teguh Santosa”

Muhammad Cartoons Land Journalist in Court

OhMyNews:

In Jakarta, Indonesia, 31-year-old Teguh Santosa is on trial for publishing copies of Danish cartoons of the Prophet Muhammad on a newspaper Web site on Feb 2, 2006. The trial’s opening hearing began on Aug 30. Continue reading “Muhammad Cartoons Land Journalist in Court”

Indonesian editor on trial for online Prophet cartoons

While Tommy Thomdeanm, cartoonist for Indonesia’s leading daily newspaper, Kompas, is being feted by the Islamic Republic of Iran for his entry in a $12,000 first-prize competition to insult millions of murdered Jews (see Indonesian may win world’s ‘best’ Holocaust cartoon), one of his colleagues is on trial in Jakarta for publishing cartoons of a different sort. Continue reading “Indonesian editor on trial for online Prophet cartoons”

AJI regrets Press Law not used in Teguh Santosa’s case

From Arab Press Freedom Press

Indonesia-25-09-2006: The following is a 20 September 2006statement from AJI, SEAPA’s member based in Indonesia: On 20 September, the South Jakarta District Court made a preliminary decision against the executive editor of “Rakyat Merdeka Online”, Teguh Santosa. In their ruling, the judicial panel agreed to the defence made earlier by Teguh’s attorneys, the Advocacy Team to Defend Journalists, that the the legal basis used in the indictment was inaccurate, and dismissed the prosecutors’ indictment. Continue reading “AJI regrets Press Law not used in Teguh Santosa’s case”

Hikam: Ada Salah Tafsir

Kamis, 31 Agustus 2006, 07:08:32 WIB

Jakarta, Rakyat Merdeka. Anggota Komisi I DPR AS Hikam bereaksi atas per­sidangan terhadap Pemimpin Re­daksi Situs Berita Rakyat Merdeka (RMOL) Teguh San­to­sa yang di­gelar kemarin di Peng­adilan Ne­geri Ja­karta Selatan. Da­lam per­si­dangan itu, Teguh di­dakwa te­lah menodai aga­ma se­perti yang tercantum da­lam pasal 156-a KUHP. Continue reading “Hikam: Ada Salah Tafsir”

Sempat Diberitahu, Hukumannya Fatwa Mati

Rabu, 30 Agustus 2006, 16:38:55 WIB

Laporan: Sholahudin Achmad

Jakarta, Rakyat Merdeka. Selain Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habieb Rizieq, tokoh Islam lain yang telah ditemui Teguh Santosa adalah Ketua Informasi dan Data Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshari. Continue reading “Sempat Diberitahu, Hukumannya Fatwa Mati”

Tokoh Pers: Dakwaan Jaksa Mengada-ada

Rabu, 30 Agustus 2006, 14:06:43 WIB

Laporan: Tuahta Arief

Jakarta, Rakyat Merdeka. Pemimpin Redaksi (Pemred) Situs Berita Rakyat Merdeka Teguh Santosa terus menuai dukungan dari tokoh-tokoh pers Indonesia. Continue reading “Tokoh Pers: Dakwaan Jaksa Mengada-ada”

Teguh Santosa Disidang, PN Jaksel Didemo Wartawan

Rabu, 30 Agustus 2006, 12:19:38 WIB

Laporan: Tri Soekarno Agung

Jakarta, Rakyat Merdeka. Puluhan wartawan dan aktivis Rabu pagi ini (30/8) mendatangi kantor PN Jakarta Selatan. Mereka menolak pemidanaan wartawan. Continue reading “Teguh Santosa Disidang, PN Jaksel Didemo Wartawan”

Indonesian journalist tried on religious defamation charges

New York, August 31, 2006—The Committee to Protect Journalists condemns the criminal defamation trial of Indonesian journalist Teguh Santosa, who faces charges of defaming Islam by posting online controversial cartoons depicting the Prophet Muhammad. Continue reading “Indonesian journalist tried on religious defamation charges”

Kasus Teguh, Pelapornya Bukan FPI

Rabu, 30 Agustus 2006, 13:31:16 WIB

Laporan: Sholahudin Achmad

Jakarta, Rakyat Merdeka Teka-teki mengenai siapa yang melaporkan Teguh Santosa, Pimpinan Redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka, ke polisi karena memuat kartun nabi di media online ini, mulai sedikit terjawab. Sebelumnya, banyak pihak menduga, FPI yang melaporkan Teguh Santosa. Padahal, bukan. Continue reading “Kasus Teguh, Pelapornya Bukan FPI”

Teguh Santosa: Saya Islam, Kok Dituding Menistakan Islam?

Rabu, 30 Agustus 2006, 13:05:14 WIB

Laporan: Sholahudin Achmad

Jakarta, Rakyat Merdeka. Pemimpin Situs Berita Rakyat Merdeka Teguh Santosa siang ini (Rabu, 30/8) menunggu peradilan terhadap dirinya. Karena menjalankan tugas jurnalistiknya, Teguh didakwa menodai agama. Continue reading “Teguh Santosa: Saya Islam, Kok Dituding Menistakan Islam?”

AJI: Dakwaan Teguh Harus Dibatalkan Demi Hukum

Rabu, 30 Agustus 2006, 12:44:08 WIB

Laporan: Bisman Pasaribu

Jakarta, Rakyat Merdeka. Kalangan aktivis pers menuntut agar dakwaan terhadap Teguh Santosa, Pemimpin Redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka, dibatalkan demi hukum. Menurut Abdul Manan Sekjen Aliansi Jurnalis Independen, dakwaan terhadap Teguh merupakan kriminalisasi terhadap wartawan. Continue reading “AJI: Dakwaan Teguh Harus Dibatalkan Demi Hukum”

Rakyat Merdeka Online Award 2006

Masih dalam suasana memperingati 61 tahun Indonesia merdeka, tadi malam, Situs Berita Rakyat Merdeka atau Rakyat Merdeka Online menggelar acara ‘Rakyat Merdeka Online Award 2006’ di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Continue reading “Rakyat Merdeka Online Award 2006”

“Dia Bukan Kahar Muzakkar, Dia Orang Banjar”

JENDERAL M Jusuf dipercaya menjadi kunci yang dapat menguak misteri Kahar Muzakkar, selain Supersemar. Sayang, sampai akhir hayatnya, September 2004, bekas Panglima ABRI yang dikenal dekat dengan prajurit itu sama sekali tak buka mulut tentang misteri kematian Kahar Muzakkar, juga tentang Supersemar. Continue reading ““Dia Bukan Kahar Muzakkar, Dia Orang Banjar””

14 Bulan di Belantara Sulawesi, Sadeli Menembak Kahar Tiga Kali

KOPRAL Dua Ili Sadeli bersembunyi di balik sebatang pohon. Tanggal 3 Februari 1953, sekitar pukul 06.00 WITA. Pasukan TNI dari Divisi Infanteri Kujang 330/Siliwangi yang berkekuatan 19 orang tengah mengepung markas Kahar Muzakkar.

Hari itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Setelah 14 bulan menyisir belantara Sulawesi akhirnya mereka menemukan markas sang Imam, pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan. Untuk mempersempit ruang gerak Kahar Muzakkar, pasukan Sadeli menggunakan formasi tapal kuda.

Ikuti edisi lengkap kisah misteri Kahar Muzakkar ini:

Sakit Gula, “Kahar Muzakkar” Meninggal Dunia
Misteri Kahar Muzakkar
14 Bulan di Belantara, Ili Sadeli Menembak Kahar Tiga Kali
“Dia Bukan Kahar Muzakkar, Dia Orang Banjar”

Dan tulisan pembuka:
Sepenggal Kahar Muzakkar di Parung Bingung

Ketika menceritakan kisah ini puluhan tahun kemudian (Pikiran Rakyat, 5 April 2003), Sadeli yang terakhir berpangkat sersan mayor mengatakan dirinya tidak mengetahui wajah Kahar Muzakkar si  yang menjadi target utama mereka hari itu.

Yang dia tahu, di markas itu ada sekitar 20 anggota kelompok pemberontak, selain 140-an penduduk sipil.

Dari balik pohon, Sadeli melihat seorang anggota kelompok pemberontak keluar dari sarang. Laki-laki ini menenteng bren dan dua ransel besar, masing-masing di punggung dan dada. Baru saja Sadeli hendak mengejar laki-laki yang menenteng bren, seorang anggota kelompok pemberontak lainnya menyusul keluar dari rumah danmendekati pohon tempat Sadeli bersembunyi dan mengintai.

Tak mau kecolongan, Sadeli menyergap dan menangkap laki-laki itu. Secepat kilat ia menyarangkan tiga tembakan pistol hingga menembus jantung lawan. Laki-laki itu pun roboh.

Setelah lawan pertama terkapar, Sadeli melanjutkan niatnya mengejar laki-laki pertama yang menenteng bren dan dua ransel. Tetapi kali ini Thompson yang hendak dipakainya untuk menghabisi laki-laki itu ngadat. Dia akhirnya memilih kembali ke pohon yang tadi digunakannya sebagai tempat bersembunyi dan memeriksa kondisi mayat laki-laki kedua yang keluar dari markas di tengah hutan.

Sadeli masih ingat laki-laki itu memakai jam tangan bermerek Titus. Sadeli juga masih ingat sebuah pulpen Pelican terselip di kantong baju lelaki itu. Selain Titus dan Pelican, sadeli juga menemukan uang tunai sebesar Rp 65.000, jumlah yang amat besar saat itu.

Sesaat kemudian dia tersadar bahwa yang dihabisinya bukanlah pemberontak biasa. Melainkan sang Kahar Muzakar.

“Kahar beunang, Kahar beunang,” teriaknya ke arah kawan-kawannya yang juga telah melumpuhkan anggota kelompok pemberontak itu.

Selanjutnya sebuah helikopter dikirim untuk menjemput mayat Kahar. Sadeli ikut mengawal mayat itu hingga ke Makassar. Di atas helikopter, dia sempat berfoto dengan hasil buruannya.

“Rasanya amat bangga bisa menunaikan tugas-tugas negara, apalagi sudah 14 bulan hidup di tengah-tengah hutan,” kata Sadeli.

Sampai di situ Sadeli tak tahu lagi nasib  mayat sang Kahar dibawa. Ia hanya mendengar kabar mayat Kahar Muzakkar dibawa pihak lain yang tidak dikenalinya. Sejak itulah (mayat) Kahar hilang. Tidak jelas dimana makamnya.

Cerita Sadeli ini kembali diangkat untuk melengkapi kisah tentang misteri Kahar Muzakkar dan seputar kematiannya yang sampai hari ini masih menyimpan misteri.

Hari Sabtu dua pekan lalu (5/8), seorang lelaki yang selama ini dikenal dengan nama Imam Besar Majelis An Nadzir Syamsuri Abdul Madjid alias Syekh Imam Muhammad Al Mahdi Abdullah meninggal dunia.

Beberapa tahun terakhir, oleh pengikutnya Syamsuri disebut-sebut sebagai Kahar Muzakkar yang selamat dari kepungan pasukan TNI yang berusaha menangkapnya hidup atau mati di Hari Raya Idul Fitri 1965 Masehi.

Kisah ini belum lagi selesai.