Teguh Santosa: Saya Islam, Kok Dituding Menistakan Islam?

Rabu, 30 Agustus 2006, 13:05:14 WIB

Laporan: Sholahudin Achmad

Jakarta, Rakyat Merdeka. Pemimpin Situs Berita Rakyat Merdeka Teguh Santosa siang ini (Rabu, 30/8) menunggu peradilan terhadap dirinya. Karena menjalankan tugas jurnalistiknya, Teguh didakwa menodai agama.

Menurut kalangan pers, dakwaan itu selain melanggar hukum, juga tidak memiliki alasan yang kuat.

Sementara itu, Teguh mengatakan, “Saya ini beragama Islam, bagaimana mungkin saya menistakan agama saya sendiri?”

Dakwaan penistaan agama itu didakwakan kepada Teguh terkait pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW di Situs Berita Rakyat Merdeka bulan Februari 2006 lalu.

Padahal, situs berita ini menayangkan kartun tersebut dalam konteks memberitakan penghinaan terhadap Islam.

Menurut Teguh, Situs Berita Rakyat Merdeka menjalankan salah satu fungsi jurnalistik, yakni menyebarkan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Dalam hal ini, pemuatan kartun tersebut dilakukan untuk mengabarkan adanya penghinaan terhadap umat Islam yang dilakukan oleh harian Jylland-Posten dari Denmark.

“Dari 12 gambar yang dimuat Jylland-Posten, kami hanya memuat ulang satu gambar yang menurut kami paling menghina Nabi Muhammad. Gambar tersebut memperlihatkan seorang lelaki dengan jambang dan kumis tebal, mengenakan bom menyala sebagai sorban. Ini adalah gambaran yang mengkaitkan agama Islam–bukan sekadar “pemeluk” agama Islam–dengan terorisme,”ujar Teguh.

Namun demikian, lanjut dia, gambar yang mereka muat itu tidak sekadar meng-“copy-paste” dari gambar asli yang dibuat Jylland-Posten.

“Kami menutup bagian mata gambar itu dengan blok panjang-tebal berwarna merah. Blok itu kami maksudkan sebagai alat untuk mengurangi efek vulgar dari gambar tersebut,” tambah dia.

Gambar tersebut, lanjut dia, dimuat tiga kali. Yakni, sebanyak dua kali di pertengahan Oktober 2005, dan satu kali pada 2 Februari 2006.

“Nah, pemuatan di tanggal 2 Februari 2006 inilah yang dipersoalkan,” kata dia.

Satu-satunya kelompok Islam yang mendatangi kantor Situs Berita Rakyat Merdeka setelah pemuatan itu adalah Front Pembela Islam (FPI).

FPI datang sehari setelah pemuatan kartun itu, sebelum FPI menggelar demonstrasi di Kedutaan Besar Denmark.

“FPI ketika itu dapat memahami maksud kami “memuat ulang” gambar yang menghina Muhammad itu. Mereka dapat memahami kami tidak bermaksud ikut menghina,” ungkap Teguh yang sempat menginap semalam di LP Cipinang Jakarta pertengahan Juli lalu.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s