Ketua Umum Muhammadiyah: RMOL Tak Menodai Agama Islam

Jakarta, Rakyat Merdeka. Hari Rabu lusa (20/9) Majelis Hakim Pengadilan Ne­geri Ja­karta Selatan akan mem­ba­cakan pu­tusan sela dalam per­si­dangan yang men­dudukkan Teguh Santosa sebagai ter­dakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) me­nuduh Pemimpin Redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka (RMOL) itu telah me­nodai agama Islam seperti yang tercan­tum dalam pasal 156a huruf a KUHP.

Kasus ini bermula ketika bulan Feb­ruari lalu RMOL memuat satu dari 12 gambar produksi harian Den­mark Jyllands-Posten. Gam­bar-gambar itu di­muat Jyllands-Posten pada akhir bulan September 2005. RMOL me­mu­at gambar itu un­tuk melengkapi berita me­ngenai peng­hinaan yang dilakukan Jyllands-Posten terhadap Nabi Mu­ha­m­mad SAW dan agama Islam. Ka­rena me­nyadari sensitifitas per­soalan ini, RMOL tak memuat utuh gambar itu. Un­tuk menghilangkan efek vulgar, Te­guh mengedit de­ngan menghilangkan ba­gian ter­ten­tu dari gambar tersebut.

Sejumlah tokoh Islam, mulai dari ke­lom­pok moderat, hingga fundamental, sebetulnya telah menyampaikan pen­dapat mereka bahwa pemuatan gambar yang telah diedit itu bukan merupakan bagian dari penghinaan, apalagi pe­nodaan terhadap agama Islam.

Nah, Kamis malam pekan lalu (14/9), Teguh menyempatkan diri me­ne­mui Wakil Ketua Majelis Ulama Indo­nesia (MUI) yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin. Dia membawa serta berbagai dokumen dan kliping yang berkaitan dengan ka­sus ini. Termasuk gambar yang dimuat Jyllands-Posten dan gambar yang telah diedit dan dimuat RMOL.

Dalam pertemuan yang digelar usai pengajian di kediaman Dien, di ka­wasan Pejaten Elok, Dien mengatakan bah­wa Teguh tidak melakukan per­buatan yang menodai agama Islam.

“Setelah saya melihat beberapa bukti dan mendengar alasan pemuatan ka­rikatur (buatan Jyllands-Posten) itu, (sa­ya menyimpulkan) bahwa itu bu­kan­lah termasuk ikut melanjutkan pe­no­daan terhadap agama Islam,” katanya.

Dien beranggapan seharusnya niat baik Teguh memberitakan penghinaan yang dilakukan Jyllands-Posten atas tokoh panutan umat Islam sedunia itu tidak ditanggapi dengan menjerat Teguh melalui pasal-pasal penodaan agama. “Saya percaya pada niat baik Teguh menyampaikan kabar tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang terjadi di Denmark,” katanya lagi.

Dia juga menyarankan, agar Teguh kembali berkonsultasi dengan Komisi Fatwa MUI, mengingat bahwa dalam pro­­ses pemberkasan, Cyber Crime Unit Polda Metro Jaya sempat me­mang­­gil seorang anggota Komisi Fat­wa MUI sebagai saksi ahli.

Secara terpisah, Koordinator Tim Ad­vokasi Pembela Jurnalis (TAPJ) Sah­roni yang mendampingi Teguh me­nga­takan bahwa dalam nota keberatan yang mereka ajukan dalam sidang ke­dua (6/9), telah disebutkan bahwa pe­no­daan agama seperti yang dituduhkan JPU sama sekali tak beralasan. Pra­sya­rat sebuah tindakan disebut sebagai pe­nodaan terhadap agama, seperti yang tercantum dalam pasal 156a huruf a yang digunakan JPU untuk menjerat Teguh, sama sekali tidak terpenuhi.

“Klien kami tidak mengajak ma­syarakat untuk beribadah dengan cara yang menyimpang dari ajaran Islam, atau menyampaikan tafsir-tafsir agama Islam yang me­nyim­pang. Klien kami menjalankan tu­gas­­nya sebagai jurnalis, mem­be­rita­kan penghinaan terhadap Nabi Muham­mad di Denmark itu,” kata Sahroni.

Dalam Penpres 1965 No. 1 yang me­le­kat dalam pasal 156a KUHP dise­­but­kan bahwa penodaan ter­hadap agama adalah mengusahakan du­kungan umum; me­naf­sirkan suatu aga­ma yang di­anut di In­do­ne­sia; mela­kukan ke­giatan ke­aga­maan yang me­nye­rupai kegiatan agama itu; se­rta me­nafsirkan dan me­lakukan kegiatan yang menyimpang dari po­kok agama itu.

Juga disebutkan bahwa yang melanggar ketentuan itu da­pat di­per­ingatkan Menteri Aga­ma, Men­teri Dalam Negeri dan Jaksa Agung. Bahkan Presiden de­ngan per­­tim­bangan ketiga pe­ja­bat negara itu da­pat menyatakan pi­hak yang me­langgar ke­tentuan itu se­bagai orga­nisasi atau aliran ter­larang.

Senin, 18 September 2006, 11:47:33 WIB

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s