Around the World, News, Notes, Photos, Turkey

Abu Ayyub Al Anshari, Konstantinopel, Istanbul, dan Eyupsultan Camii

Khalid bin Zayd, lebih dikenal sebagai Abu Ayyub al Anshari.

Lahir di Madinah, tahun 594, Khalid bin Zayd muda ikut menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah di tahun 622.

Di tahun 671, di usia 77 tahun, Khalid bin Zayd berangkat ke Konstantinopel untuk memenuhi nubuat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kelak Konstantinopel akan kembali ke ajaran Tauhid, mengakui keesaan Tuhan.

Abu Ayyub dikisahkan sempat menantang pasukan Konstantinopel di gerbang kota. Tapi ia meninggal dunia karena penyakit di usia tua.

Ia dimakamkan di sebuah tempat tak jauh dari aliran sungai menuju Golden Horn.

Di tahun 1458, lima tahun setelah menaklukkan Konstantinopel, Sultan Fatih Muhammad mendirikan sebuah masjid di pemakam Khalid bin Zayd, Eyupsultan Camii. Di tahun 1936, daerah di sekitar pemakaman Khalid bin Zayd dimekarkan menjadi sebuah distrik.

Kini Distrik Eyupsultan diperluas hingga ke tepi Laut Hitam di utara.

***

Setelah Perjanjian Hudaibiyah di tahun 628 yang menjadi tonggak kemenangannya melawan penguasa Mekah, Nabi Muhammad mengirimkan sejumlah duta ke negeri-negeri lain di jazirah Arab dan Afrika, juga Konstantinopel di seberang Selat Bosporus.

Surat untuk Kaisar Heraklius, penguasa Romawi Timur di Konstantinopel, dibawa Dihyah Al Kalbi.

Di dalam surat itu, Nabi Muhammad SAW mengajak Heraklius dan pengikutnya kembali ke jalan Tauhid.

Tapi Kaisar Heraklius menggelengkan kepala. Ia menolak. Mendengar kabar penolakan itu Nabi Muhammad tidak marah. Tidak ada paksaan dalam Islam.

***

Masjid Eyupsultan tak ada dalam daftar pesiar saya kala menghabiskan waktu transit di Istanbul.

Saat memutuskan keluar dari Bandara Istanbul yang baru dioperasikan dua tahun lalu, yang terlintas di benak saya adalah “objek2 wisata konvensional” di Istanbul. Aya Sofia, Masjid Biru, Lapangan Taksim. Dan kalau bisa makan siang di tepi Selat Bosporus.

Saya ingin melihat lagi tempat2 yg pernah saya kunjungi 16 tahun silam.

Jam 6.00 lewat sedikit saya keluar dari bandara. Langit masih gelap. Subuh juga belum.

Dalam perjalanan ke pusat Istanbul, saya teringat cerita sahabat Nabi Muhammad yang berusaha menaklukkan Konstantinopel. Kisah itu saya dengar pertama kali tahun lalu, dari Prof. Dr. Mahmut Erol Kılıç, sejarawan yang ditugaskan Recep Tayyip Erdogan jadi Dubes di Jakarta.

“Di mana makamnya?” tanya saya dalam hati kepada diri sendiri.

Hanya beberapa detik kemudian, Bilal Ikan yang mengendalikan jalan Fiat putih itu menawarkan saya untuk shalat Subuh di Masjid Eyupsultan.

Dia ceritakan sedikit tentang masjid itu.

Tak perlu waktu lama bagi saya untuk menganggukkan kepala.

***

Beberapa tahun penting dalam kisah di atas:

570 Nabi Muhammad lahir di Mekah
575 Heraklius lahir di Kapadokia
594 Khalid lahir di Madinah
622 Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah
628 Nabi Muhammad mengirim surat untuk Heraclius
632 Nabi Muhammad meninggal dunia
641 Heraklius meninggal dunia
641 Romawi Timur dipimpin bergantian oleh Heraklius Konstantinus (Konstantin III ), Heraklonas (Heraklius II), dan Flavius Heraklius (Konstantin II)
661 Muawiyah berkuasa di Damaskus
668 Konstantin II meninggal dunia digantikan Konstantin IV
671 Khalid berusaha menduduki Konstantinopel, meninggal dunia karena sakit
1453 Sultan Fatih Muhammad II menaklukkan Konstantinopel
1458 Eyupsultan Camii dibangun
1936 Eyupsultan menjadi distrik
1975 Teguh lahir di Medan
2021 Teguh ziarah ke makam Khalid bin Zayd

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s