Western Sahara, Punya Siapa?

NEGERI SENJA, salah satu novel Seno Gumira Adjidarma, diinspirasi oleh negeri ini: Sahara.

Negeri Senja di novel itu adalah sebuah negeri di mana matahari selalu bergantung di ufuk barat. Selamanya. Tak mengenal pagi, siang dan malam. Yang ada hanya senja, dan intrik politik. Kisah asmara dan dendam yang tak berkesudahan.

Continue reading “Western Sahara, Punya Siapa?”

Lagi Istanbul, Masjid Biru, dan Aya Sofia

ISTANBUL, yang sebelumnya bernama Byzantium lalu Constantinople, dibangun sekitar 658 sebelum Masehi oleh bangsa Megarians, salah satu koloni Yunani. Kota ini persis berada di tepi Tanduk Emas (Golden Horn) dan berbatasan langsung dengan selat Bosporus yang memisahkannya dari benua Asia di timur.

Kata Byzantium diambil dari nama pemimpin Megarians, Byzus yang berasal dari Megara, sebuah wilayah di dekat Athena. Continue reading “Lagi Istanbul, Masjid Biru, dan Aya Sofia”

Dikotomi Politisi Tua Lawan Politisi Muda Menyesatkan

DI DALAM politik, dikotomi tua dan muda menyesatkan. Usia tidak menjadi jaminan sikap pro-rakyat, pro-reformasi dan progresif. Persaingan politik idealnya dilakukan secara terbuka tanpa menyertakan embel-embel tua atau muda. Continue reading “Dikotomi Politisi Tua Lawan Politisi Muda Menyesatkan”

Bantah Pemekaran Aceh, Djoko Tegaskan MoU Helsinki Perjanjian Maksimal

DPR sama sekali tidak menyetujui usul pemekaran Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sejauh ini DPR menilai UU Pemerintahan Aceh hasil MoU Helsinki yang mendasari sistem pemerintahan di Serambi Mekah pasca konflik masih merupakan produk hukum yang maksimal, dan karenanya perlu dipertahankan. Continue reading “Bantah Pemekaran Aceh, Djoko Tegaskan MoU Helsinki Perjanjian Maksimal”

Tari Perut di Padang Rumput

LAHIR dan besar di Jerman, di usia 15 tahun Onur ร‡akmak memilih hijrah ke tanah leluhur: Istanbul, Turki. Di Turki ia dikenal sebagai Asena, the most famous Turkish belly dancer.

Dia dianggap berhasil mengembalikan citra tarian perut, sekaligus menaikkan derajat penari-penari perut di Turki yang sudah kadung dianggap sebagai penari telanjang.

Continue reading “Tari Perut di Padang Rumput”

Foto-foto Rusak dari Korea Utara

SEBUAH ruangan di depan saya memancarkan cahaya merah, sementara alunan lagu yang tadinya samar-samar kini terdengar semakin jelas.

Kami baru saja melewati sebuah mesin besar yang secara otomatis menyedot debu yang mungkin melekat di tubuh kami mulai dari ujung sepatu sampai ujung rambut. Continue reading “Foto-foto Rusak dari Korea Utara”

Interlude, From Syria to North Korea

JADI ceritanya, saya lebih dahulu ke Timur Tengah: Syria dan Turkey antara Februari hingga Maret 2003. Lima tahun lalu.

Saya meninggalkan Suriah dua hari sebelum Presiden George W. Bush memerintahkan tembakan pertama ke pusat pertahanan Saddam Hussein di Baghdad yang menandai Perang Teluk 2003.

Continue reading “Interlude, From Syria to North Korea”

Kapan-kapan Cerita tentang Mayat Kim Il Sung

ILLUSION (Ilyushin Il-62) buatan Rusia milik Air Koryo, maskapai nasional Korea Utara, yang membawa saya dari Beijing, China, mendarat dengan mulus di Sunan International Airport, Pyongyang.

Gambar Kim Il Sung, yang hari itu, 15 April 2003, berulang tahun menyambut kami di puncak bandara. Ia meninggal dunia 8 Juli 1994. Tetapi bagi rakyat Korea, sang Great Leader pendiri Korea Utara itu tak pernah sungguh-sungguh mati meninggalkan mereka: dialah the Eternal President.

Continue reading “Kapan-kapan Cerita tentang Mayat Kim Il Sung”

Menuju Korea Utara

LIMA tahun lalu, saya tiba di Pyongyang. Tanggal 15 April 2003, bersamaan dengan hari ulang tahun Kim Il Sung, sang pendiri the hermit kingdom, Republik Demokratik Rakyat Korea yang dikenal dengan Korea Utara.

Ini perjalanan yang sudah lama saya idam-idamkan.

Sejak bulan Januari saya sudah berdiksusi dengan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara Rachmawati Soekarnoputri mengenai perjalanan ini. Rachma, yang beberapa bulan kemudian mendirikan Partai Pelopor dan kini menjadi salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menyambut baik dan berjanji akan memperkenalkan saya kepada kontak-kontaknya di Kedutaan Besar Korut di Jakarta, KBRI di Beijing, juga pihak-pihak lain di Pyongyang.

Ia terakhir kali ke Korea Utara tahun 2001.

โ€œKalau jadi ke Pyongyang, jangan lupa lihat pohon persahabatan yang saya tanam waktu itu,โ€ kata salah seorang putri Bung Karno ini.

Saya pun mengajukan permohonan visa ke Kedubes Korea Utara, dan Kedubes China di Jakarta. China adalah satu-satunya pintu masuk ke Korea Utara.

Keinginan berangkat ke Korea Utara semakin kuat setelah Presiden George W. Bush, dalam pidato politiknya akhir Januari kembali menuding Korea Utara, Irak dan Iran sebagai axis of evil atau poros kejahatan. Tudingan serupa telah disampaikannya bulan Oktober 2002.

โ€œNorth Korea is a regime arming with missiles and weapons of mass destruction, while starving its citizens. Iran aggressively pursues these weapons and exports terror, while an unelected few repress the Iranian peopleโ€™s hope for freedom. Iraq continues to flaunt its hostility toward America and to support terror. The Iraqi regime has plotted to develop anthrax, and nerve gas, and nuclear weapons for over a decadeโ€ฆ States like these, and their terrorist allies, constitute an axis of evil, arming to threaten the peace of the world.โ€ (Bush, January 29, 2003)

โ€œYa, Korea Utara nih,โ€ pikir saya.

โ€œMengapa bukan Irak yang sudah jelas di ambang perang,โ€ tanya beberapa teman.

โ€œSemua orang pergi ke Irak. Saya pergi ke tempat yang banyak orang tak mau memikirkannya,โ€ jawab saya.

Tetapi sampai pertengahan Februari visa Korea Utara tetap tak pasti.

Sementara Irak sudah semakin terdesak.

Adapun di Jakarta, pemerintahan Megawati Soekarnoputri sedang dirudung hujan demo, hampir setiap hari. Tarif dasar listrik (TDL), tarif telepon, dan harga BBM naik di saat bersamaan.

Perhatian saya terpecah dua: mengamati perkembangan politik di tanah air, dan kemungkinan perang di Timur Tengah, sambil sekali-kali melirik Korea Utara.

Dan, ini juga penting, rencana pernikahan saya dengan calon istri tercinta semakin mendekati hari H.


โ€œWaktu habis. Kita butuh seseorang di Timur Tengah sekarang,โ€ kata pimpinan saya.

โ€œBaik. Saya akan pergi lewat Suriah,โ€ jawab saya.

Begitulah. Maka saya terbang ke Damaskus. Sementara sejumlah wartawan Indonesia memilih mengunjungi Jordania yang di tahun 1991 memang menjadi pintu masuk ke Irak. (Bersambung)

Fund Rising: Hawaii Public Radio

INI pengalaman pekan lalu, jadi relawan mengumpulkan donasi untuk Hawaii Public Radio (HPR).

Teringat waktu masih jadi anchor “Magic Breakfast” di Radio Ramako.

Kali ini begitu angkat telepon, “Thanks for calling Hawaii Public Radio. May I take your pledge?” Continue reading “Fund Rising: Hawaii Public Radio”

Di Hawaii Menristek Beberkan Tiga Krisis

INDONESIA sedang menghadapi tiga bahaya besar di depan mata, yakni kerawanan pangan, krisis energi dan krisis air bersih.

Tiga bahaya besar itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman saat berbicara di depan masyarakat Indonesia di Honolulu, Hawaii, akhir pekan lalu. Continue reading “Di Hawaii Menristek Beberkan Tiga Krisis”

Delapan Bahaya di Depan Mata Kita

KAWASAN Asia Pasifik menghadapi tantangan yang semakin besar di masa depan. Berbagai tantangan itu hanya dapat dihadapi dengan mengembangkan sikap saling memahami dan kerjasama. Continue reading “Delapan Bahaya di Depan Mata Kita”

Pesan Abadi Profesor Otto

DARI sekian banyak yang kami obrolkan dengan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, mulai dari natural disaster, early warning system, global warming, blue energy, knowledge society, dikotomi zikir-mikir, konstelasi politik tahun depan, sampai Markonah, adalah kabar kematian yang ingin saya tuliskan pertama kali. Continue reading “Pesan Abadi Profesor Otto”

Hak Babi Potong Pun Mesti Dibela

KOALISI LSM penyayang hewan baru-baru ini menggelar kampanye di Hawaii. Mereka mendesak perusahaan penyedia babi dan daging babi agar tidak menambah penderitaan babi-babi yang akan dipotong ini. Untuk mendukung kampanye โ€œsayang babi potongโ€ itu, koalisi LSM ini membeli satu halaman penuh koran sore Star Bulletin edisi beberapa hari lalu.

Continue reading “Hak Babi Potong Pun Mesti Dibela”

Foto: Dicari yang Mau Jadi Anggota FBI dan CIA

INI bukan barang langka Continue reading “Foto: Dicari yang Mau Jadi Anggota FBI dan CIA”

The Toba Lake: From Myth to Disclosure

IT has begun with a myth and later has been confirmed with a story of the biggest bang in the 10 million years of the earthโ€™s history. Continue reading “The Toba Lake: From Myth to Disclosure”

Hidayatullah.Com Membajak โ€œDaftar Dosa Vatikanโ€

SEORANG komentator, menggunakan nama-sandi NTOK, berkata tulisan di blog ini tentang daftar dosa yang baru-baru ini dirilis Vatikan sama โ€œpersisโ€ dengan yang dia baca di Hidayatullah.com. Perbedaannya tipis saja, ada di paragraph terakhir. Continue reading “Hidayatullah.Com Membajak โ€œDaftar Dosa Vatikanโ€”

Shangri La, Jejak Peradaban Islam di Hawaii

img_4210

SEPERTI dibawa kembali ke Damaskus, Istanbul, dan Beirut. Atau restoran Maroko dan beberapa restoran Timur Tengah lain di Jakarta.

img_4232

Itulah yang saya rasakan ketika kaki ini melangkah masuk, melewati daun pintu yang dikawal dua patung unta dari marmar putih. Bahkan satu-satunya masjid di Honolulu, di 1935 Aleo Place, tak se-Timur Tengah ini.

img_4234

Inilah Shangri-La. Di pojok Pulau Oahu, Hawaii, di bawah kaki Diamond Head, di bibir pantai terjal yang menantang Samudera Pasifik. Buat saya, ini cukup lumayan untuk mengobati kerinduan pada Timur Tengah.

img_4235

Kompleks Shangri-La adalah salah satu peninggalan Doris Duke, yang di masa mudanya disebut sebagai wanita paling kaya di seluruh dunia.

img_4240

Di Shangri-La, Doris mengumpulkan tak kurang dari 3.500 benda bernuansa Timur Tengah dan Islam. Mulai dari gelas, piring, sendok, dan garpu, juga lampu gantung sampai mihrab masjid dari berbagai negeri muslim. Sebuah mihrab yang dibelinya dari Iran telah berusia ratusan tahun. Ada juga guci, keramik, dan kamar mandi, berbagai kaligrafi dan karpet. Pun patung-patung, termasuk dua patung unta berpunuk-dua yang mengawal pintu utama.

img_4247

Shangri-La dikelola oleh Doris Duke Foundation for Islamic Art (DDFIA) yang didirikan Doris untuk mempromosikan studi dan pemahaman tentang Islam di kalangan masyarakat Barat.

img_4249

Salah satu bangunan di Shangri-La, berlantai dua bercat putih, dengan pilar-pilarnya yang kokoh lagi tinggi bermotifkan kubah, juga tangga di bagian luar bangunan itu, mengingatkan saya pada bangunan-bangunan di Byblos, Lebanon, yang terletak di tepi Laut Mediterania.

img_4250

Di Byblos 2005 lalu, saya menyempatkan diri makan di sebuah restoran, Bab el Mina namanya, di pinggir sebuah teluk. Salah satu hidangan yang kami makan adalah sejenis ikan yang oleh masyarakat setempat disebut ikan Sultan Hamid.

img_4262

Sebuah ruangan di bangunan utama Shangri-La yang digunakan untuk menerima tamu mengingatkan saya pada ruang depan pemandian umum di dalam tembok Damaskus Tua, Syria atau Suriah atau Syam, yang saya kunjungi empat tahun silam menjelang invasi tentara sekutu ke wilayah Irak. Di ruangan seperti ini, biasanya para tamu disuguhi teh atau choi atau chai atau sai dalam gelas kecil berukuran sloki di atas nampan perak yang dipenuhi ukiran.

img_4269

Mogul Park yang terletak di sisi kanan kompleks Shangri-La diinspirasi oleh taman yang ada di India pada masa dinasti Mogul berkuasa. Airnya mengalir dari handmade fountain, mengisi kolam yang memanjang dengan beberapa air mancur kecil di sepanjang kolam. Pohon-pohon palm –yang tak biasa tumbuh di daerah ini– berjejer rapi di kedua sisi.

***

img_4275

Doris Duke lahir di New York, November 1912. Ia baru berusia 12 tahun ketika ayahnya, James Buchanan Duke, sang jutawan pendiri American Tobacco Company dan Duke Energy Company, serta penyantun Duke University di North Carolina, meninggal dunia tahun 1925.

img_4286

img_4294

img_4299

Doris yang anak semata wayang dalam keluarga Duke mendapatkan sebagian dari harta ayahnya, 100 juta dolar AS, yang bila diukur dengan uang zaman sekarang setara 1 miliar dolar AS.

img_4305

img_4317

Dengan uang sebanyak itu, Doris muda punya kesempatan besar untuk mengelilingi dunia, sampai ia jatuh hati pada Timur Tengah di pandangan pertama.

Tahun 1935, di usia 22 tahun, Doris Duke menikah dengan James Cromwell. Mereka menghabiskan bulan madu di Timur Tengah dan Asia Selatan. Itu adalah kali pertama Doris bersentuhan dengan Timur Tengah dan dunia Islam. Sejak itulah ia bertekad menciptakan Timur Tengah untuk dirinya dan masyarakatnya.

img_4320

Demi mewujudkan mimpi itu, ia berungkali mengunjungi negeri-negeri Muslim, mulai dari Maroko, Mesir, Syria, Irak, Iran, Turki, Uzbekistan, Pakistan, Lebanon, dan India. Kakinya pun pernah singgah di Indonesia. Namun tidak ada catatan yang lebih rinci kapan dan dimana ia menjejakkan kaki. Juga tidak ada catatan tentang benda apa yang dibawanya dari Indonesia.

img_4342

Bulan Agustus 1935, Doris Duke dan Cromwell mengakhiri bulan madu mereka di Hawaii dan tinggal selama empat bulan. Di Honolulu mereka berkenalan dengan keluarga Sam Kahanamoku yang memperkenalkan mereka pada surfing dan mancing, serta keindahan kepulauan Hawaii. Setahun kemudian Doris membeli 4,9 acre tanah yang kini menjadi lokasi Shangri-La.

img_4345

Proyek pembangunan Shangri-La dimulai setahun kemudian. Awalnya, mansion ini dimaksudkan Doris sebagai tempat peristirahatannya di Hawaii. Tetapi siapa yang menduga kalau kemudian ia menjadikannya sebagai museum untuk menyimpan semua koleksi Timur Tengah yang dimilikinya.

img_4346

Sebagai seorang philanthropist, Doris Duke mendedikasikan kekayaannya untuk banyak kegiatan kemanusiaan. Selain Shangri-La, dia juga menyumbang pada berbagai proyek kemanusiaan, perlindungan anak dan kesehatan, serta lingkungan hidup.

***

img_4352

Di sisi lain, kehidupan Doris juga dipenuhi berbagai rumors dan gossip. Maklumlah, ia wanita kaya raya yang pada akhirnya memilih hidup melajang hingga usia tua.

img_4356

Tahun 1940, Doris melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Arden. Sayang, bayi itu tak berumur panjang. Satu hari setelah dilahirkan Arden meninggal dunia.

img_4361

Tahun 1943, Doris bercerai dari Cromwell, dan tahun 1947 menikah dengan Porfirio Rubirosa. Pernikahan kedua ini juga tak berlangsung lama. Tahun 1951 mereka bercerai.

img_4367

Tahun 1983, Doris mengadopsi seorang wanita berusia 35 tahun, bekas penari perut, Chandi Heffner, yang kemudian menjadikan Duke sebagai nama tengahnya. Rumors menyebut Doris Duke menganggap Chandi sebagai reinkarnasi anaknya yang meninggal tahun 1940. Sementara rumors lain menyebut Chandi adalah pasangan lesbian Doris Duke.

img_4375

Doris Duke juga disebut punya affair dengan istri Ferdinand Marcos, Imelda Marcos, ketika Marcos dan Imelda yang punya ratusan pasang sepatu di Istana Malacanyang melarikan diri ke Hawaii. Kedua wanita kaya raya ini menjadi bintang dalam pesta-pesta kaum sosialita di Hawaii.

img_4377

Di usianya yang renta, Doris Duke masih memperhatikan penampilan. Tahun 1992 ia mengoperasi wajah agar terlihat lebih kencang. Dua hari setelah operasi itu, Doris Duke terjatuh. Tulang pinggulnya dikabarkan patah.

img_4389

Setahun terakhir sebelum meninggal dunia, Doris Duke juga disebutkan berulang kali mengubah surat wasiatnya yang setebal 50 halaman.

Doris Duke meninggal dunia bulan Oktober 1993 di California dalam usia 80 tahun.

Kisah hidupnya yang unik dan dramatik telah dituliskan oleh banyak orang. Enam tahun setelah kematiannya, kisah hidup Doris Duke diangkat ke layar televisi, dalam sebuah mini seri berdurasi empat jam berjudul “Too Rich: The Not-So-Secret Life of Doris Duke“.

img_4398

Tahun lalu, sebuah film layar lebar tentang Doris Duke juga dirilis. Film berjudul “Bernard and Doris” itu dibintangi Susan Sarandon dan Ralph Fiennes, berkisah tentang hubungan Doris dan Bernard, sang penjaga mansion. Bernard bernasib mujur karena namanya masuk dalam surat wasiat Doris. Konon lagi, sang Bernard adalah satu dari sekian manusia yang pernah menjalin cinta dengan Doris.

img_4418

Media Australia pernah menuliskan sebuah artikel mengenai kehidupan Doris yang ganjil. Dalam artikel itu seorang kerabat Doris bercerita bahwa sebelum sang ayah, Duke Senior, meninggal dunia, dia sempat membisikkan sebuah pesan pada Doris. Isinya:

“Jangan pernah percaya pada siapapun. Gunakan uangmu untuk membeli mereka.”

img_4396

Ketika Barack Obama bertemu Delegasi Indonesia

BARACK Obama dan Richard J. Durbin memilih berdiri di pojok belakang Continue reading “Ketika Barack Obama bertemu Delegasi Indonesia”

Menolak Perang dari Kebun Binatang

LIMA tahun lalu Presiden George W. Bush memulai serangan ke Irak. Amerika Serikat menuduh Irak tengah mengembangkan senjata pemusnah massal dan ratusan misil Al Massoud II.

Belakangan setelah tuduhan itu terbukti ngawur, Bush menuduh Irak dan Saddam Hussein mendukung jaringan terorisme internasional. Continue reading “Menolak Perang dari Kebun Binatang”

Pendeta di Gereja Obama Juga Mainkan Isu Kulit Hitam

JEREMIAH Wright, pendeta di gereja Trinity United Chicago, sedang jadi sorotan. Continue reading “Pendeta di Gereja Obama Juga Mainkan Isu Kulit Hitam”

(Bila) Orang Bijak (Mikir-mikir) Bayar Pajak

MEMANG dimanapun kita berada sudah sepatutnya membayar pajak. Continue reading “(Bila) Orang Bijak (Mikir-mikir) Bayar Pajak”

Berkunjung ke Taman Polynesia yang Didirikan Gereja Mormons

KATA banyak orang, tak sempurna rasanya berkunjung ke Hawaii bila belum menginjakkan kaki ke Polynesian Cultural Center (PCC).

Pusat kebudayaan ini adalah sebuah lembaga non-profit yang didedikasikan untuk melindungi dan memperkenalkan kebudayaan masyarakat Polynesia di Lautan Pasifik Continue reading “Berkunjung ke Taman Polynesia yang Didirikan Gereja Mormons”

Iran Bangun Megaproyek Minyak di Banten

Indopos – Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Iran tidak hanya memperkuat hubungan politik, tapi juga kerja sama ekonomi kedua negara. Salah satu proyek besar yang digarap adalah penyulingan minyak (refinery) di Banten.

Continue reading “Iran Bangun Megaproyek Minyak di Banten”

Tolak Serang Iran, Admiral Fallon Pilih Mundur

ADMIRAL William Fallon mengundurkan diri dari posisi Kepala Komando Pusat (Central Command) pasukan pendudukan Amerika Serikat di Irak. Sudah setahun lebih Fallon menduduki jabatan itu.

Continue reading “Tolak Serang Iran, Admiral Fallon Pilih Mundur”

Menunggu Barack Obama Berubah

PEKAN lalu, setelah menderita kekalahan di Texas, Ohio, dan Rhode Island, Senator Illinois kelahiran Hawaii, Barack Obama, mengirimkan sepucuk e-mail kepada para pendukungnya.

Dalam sepucuk e-mail yang juga saya terima itu, Obama melaporkan jumlah donasi yang diperolehnya dari para pendukung. Continue reading “Menunggu Barack Obama Berubah”

Obama Masih Ingat Bahasa Indonesia

HELEN Wong terkenang pertemuannya dengan Senator Illinois Barack Obama di kantor Senator Illinois, di Washington, D.C. bulan Mei 2006.

Kala itu dosen muda jurusan bahasa Inggris di Universitas Atmajaya, Jakarta, ini menjadi penterjemah dalam program community leader yang dikelola Heart Land Continue reading “Obama Masih Ingat Bahasa Indonesia”

Mossad

DINAS rahasia Israel, Mossad, pekan lalu kembali jadi bahan pembicaraan. Agen-agen Mossad masuk lewat Singapura, kata peneliti Herry Nurdi, dalam sebuah diskusi bertema โ€œMossad di Balik Setiap Konspirasiโ€ di Istora Senayan, Jakarta. Continue reading “Mossad”